Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandung. Tampilkan semua postingan

Manakah Kota Terbesar Ketiga di Indonesia? Apakah Bekasi, Bandung atau Medan?

Indonesia memiliki Kota Jakarta dan Surabaya yang secara mutlak berada pada posisi pertama dan kedua sebagai kota terbesar di Indonesia. Jadi ketika ditanya kota terbesar di Indonesia, jawabannya sudah pasti Kota Jakarta. Begitupula kalau ditanya kota terbesar kedua di Indonesia, jawabannya sudah pasti Kota Surabaya.

Namun ketika kita mencari tahu tentang kota terbesar ketiga di Indonesia, maka jawabannya akan berbeda-beda. Ada sejumlah sumber yang menyatakan bahwa Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Ada juga sumber yang menyatakan bahwa Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Kita semakin dibuat bingung karena nama Kota Bekasi juga mencuat disebut-sebut sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia karena populasinya yang besar. Bahkan ada yang menyebut populasi Kota Bekasi telah melebihi populasi Kota Surabaya.

Kota Bekasi, Kota dengan populasi terbesar ketiga di Indonesia
Pemandangan Kota Bekasi yang dihiasi gedung-gedung pencakar langit (instagram.com/alivikry)

Kota Bekasi memang mengalami lonjakan pertumbuhan penduduk yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Kalau kita melihat data dari BPS provinsi Jawa Barat, populasi penduduk Kota Bekasi telah menyentuh angka 3.075.690 jiwa. Namun besarnya populasi penduduk Kota Bekasi disebabkan karena posisinya sebagai penyangga Kota Jakarta. Banyak pekerja komuter yang bekerja di Jakarta menjadikan Bekasi sebagai pilihan untuk tempat tinggal. Jadi ini menjadi salah satu pemicu besarnya lonjakan penduduk Kota Bekasi.

Meski unggul dalam hal populasi, namun perekonomian Kota Bekasi masih kalah dibandingkan Bandung dan Medan. Populasi Kota Bandung berada diangka 2.510.103 jiwa, sedangkan populasi Kota Medan berada diangka 2.435.252. Meski memiliki populasi yang lebih kecil dibandingkan Bekasi, namun Kota Bandung dan Medan menyandang status sebagai kekuatan ekonomi utama di Indonesia setelah Kota Jakarta dan Surabaya. Lebih tepatnya Bandung merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Indonesia dan Medan merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di Indonesia. Bersama dengan Jakarta dan Surabaya, Medan dan Bandung masuk dalam daftar 10 kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.


Perbedaan perekonomian antara Kota Bandung dan Medan dengan Kota Bekasi cukup kentara bila kita lihat berdasarkan PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. PDRB Kota Bandung menurut data BPS tahun 2023 mencapai Rp351,283 triliun, sedangkan Kota Medan di tahun yang sama memiliki PDRB Rp303,312 triliun. Untuk Kota Bekasi memiliki PDRB jauh dibawah kedua kota tersebut, yaitu diangka Rp118,963 triliun.

Kota Bandung, kota dengan perekonomian terbesar ketiga di Indonesia
Salah satu sudut Kota Bandung yang diambil dari ketinggian (asiatoday.id)

Dengan perekonomian yang besar, Medan dan Bandung mampu memberikan pengaruh terhadap daerah-daerah disekitarnya. Kota Medan memiliki kawasan metropolitan yang dikenal dengan nama Mebidangro yang terdiri dari Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Untuk Kota Bandung memiliki kawasan metropolitan yang bernama Bandung Raya yang terdiri dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Kawasan metropolitan Bandung Raya memiliki populasi dan luas wilayah yang lebih besar dibandingkan kawasan metropolitan Mebidangro. 

Kota Medan, kota terbesar di luar Pulau Jawa
Kota Medan, kota terbesar di luar Pulau Jawa (skyscrapercity.com/members/rahul-medan.863910/)

Kota Bekasi justru kebalikan dari Medan dan Bandung. Kalau Medan dan Bandung memberikan pengaruh terhadap wilayah-wilayah sekitarnya, Bekasi justru berkembang berkat pengaruh dari Kota Jakarta. Jadi berdasarkan beberapa indikator yang kita bahas sebelumnya, pilihan kota terbesar ketiga di Indonesia mengerucut antara Kota Medan dan Bandung saja.

Namun jawaban tentang kota terbesar ketiga di Indonesia sebenarnya sudah bisa ditebak dari ulasan-ulasan diatas. Indikator-indikator yang kita bandingkan diatas menunjukan bahwa Bandung lebih besar dibandingkan Medan. Diantaranya adalah dalam hal populasi, kekuatan, ekonomi dan area metropolitan. Jadi kalau ada pertanyaan tentang kota manakah terbesar ketiga di Indonesia, maka jawaban yang paling tepat adalah Kota Bandung.



Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

Bandung vs Bekasi, Dua Kota Terbesar di Provinsi Jawa Barat

Jawa Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang paling banyak memiliki wilayah perkotaan. Untuk dua kota terbesar di Provinsi Jawa Barat dipegang oleh Kota Bandung dan Kota Bekasi. Kedua ini ini masuk dalam kategori kota metropolitan karena memiliki populasi penduduk yang melebihi 1 juta jiwa.

Kota Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat
ilustrasi Kota Bandung (skyscrapercity.com/members/megabliz.110306)

Kedua ini kota tumbuh dipengaruhi oleh faktor yang berbeda. Kota Bandung tumbuh karena statusnya sebagai ibu kota dari Provinsi Jawa Barat, sehingga perekonomian Jawa Barat banyak terpusat di Kota Bandung. Sementara itu Kota Bekasi tumbuh karena statusnya sebagai penyangga Kota Jakarta. 

Kota Bekasi, kota dengan populasi terbesar di Provinsi Jawa Barat
ilustrasi Kota Bekasi (radarbekasi.id)

Tentunya akan menarik bila bandingkan antara Kota Bandung vs Kota Bekasi. Mungkin jawabannya sudah tertebak kalau Bandung akan unggul dalam banyak hal. Namun tujuan kita adalah untuk mencari seberapa jauh perbebaan diantara kedua kota. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Bandung vs Kota Bekasi.

Populasi

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa secara populasi Kota Bekasi lebih besar dibandingkan Bandung. Bekasi tercatat memiliki populasi penduduk mencapai 3,1 juta jiwa. Sementara itu Populasi penduduk Kota Bandung berada diangka 2,5 juta jiwa. 

Wilayah

Berbanding lurus dengan populasi, kalau dilihat berdasarkan luas wilayah lebih besar Kota Bekasi dibandingkan Kota Bandung. Kota Bandung memiliki wilayah dengan luas 167,7 km², sedangkan Kota Bekasi memiliki wilayah dengan luas 210,5 km².

PDRB

PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) adalah nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu daerah pada periode tertentu. Meski Bekasi memiliki populasi yang besar, namun dari segi PDRB Bandung masih lebih unggul. Menurut data bps.go.id, Kota Bandung tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp351,284 triliun. Angka tersebut menempatkan Bandung sebagai kota dengan PDRB terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sementara itu PDRB Kota Bekasi berada diangka Rp118,963 triliun. 

Pendapatan per kapita

Angka pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. Kota Bandung memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Bekasi. Pendapatan per kapita Kota Bandung berada diangka Rp140,144 juta, sedangkan pendapatan per kapita Kota Bekasi berada diangka Rp45,281 juta. 

Infrastruktur

Bekasi mendapat limpahan sejumlah proyek infrastruktur karena statusnya sebagai penyangga Kota Jakarta. Contohnya seperti KRL, LRT, jalan tol dll. Jadi beberapa infrastruktur yang ada di Kota Bekasi tidak bisa kita temui di Kota Bandung. Namun apakah dengan demikian bisa dibilang infrastruktur Bekasi lebih baik dibandingkan Bandung?

Tentunya tidak sepenuhnya benar. Infrastruktur di Kota Bekasi tersebut sebagai penunjang arus mobilitas penduduk antara Kota Bekasi dengan Kota Jakarta. Sementara itu infrastruktur di Kota Bandung memang ditujukan untuk menunjang perekonomian Kota Bandung. Contohnya adalah bandara dan stasiun kereta api. Jadi untuk urusan infrastruktur boleh dibilang tidak ada yang unggul mutlak diantara kedua kota. 

Penataan kota

Sebenarnya penataan Kota Bandung dan Bekasi sama-sama jauh dari kata baik. Bahkan boleh dibilang sebagian besar kota di Indonesia memiliki penataan kota yang buruk juga. Namun bila kita bandingkan, Kota Bandung masih lebih baik dibandingkan Kota Bekasi dalam urusan penataan wilayah perkotaan. Contohnya beberapa area di Kota Bandung masih nyaman digunakan bagi pejalan bagi. 

Pencakar langit

Pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit bisa dijadikan acuan menggeliatnya perekonomian suatu kota. Walau harus diakui kemajuan suatu kota tidak selalu diukur berdasarkan jumlah gedung pencakar langit. Kalau kita lihat berdasarkan total kepemilikan gedung-gedung tinggi, Kota Bandung lebih unggul dibandingkan Kota Bekasi

Kota Bandung memiliki sebanyak 86 gedung tinggi. Jauh melebih jumlah gedung tinggi di Kota Bekasi yang berada diangka 28. Namun Kota Bekasi telah memiliki 2 gedung dengan ketinggian melebihi 150 m, yaitu gedung Grand Kalama Lagoon, sedangkan Kota Bandung belum satupun memiliki gedung dengan ketinggian 150 m. 

APBD

Kota Bandung memiliki APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang lebih besar dibandingkan Kota Bekasi. APBD Kota Bandung tercatat mencapai Rp7,23 triliun, sedangkan APBD Kota Bekasi adalah Rp6,3 triliun. 

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM antara Kota Bandung vs Kota Bekasi nyaris sama. Kota Bandung memiliki IPM yang mencapai 83,04, sementara Kota Bekasi memiliki IPM yang mencapai 83,03. IPM ini biasanya dijadikan tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. 

Dari ulasan diatas dapat kita simpulkan bahwa secara umum masih lebih unggul Kota Bandung dibandingkan Kota Bekasi. Namun Kota Bekasi juga memiliki keunggulan dalam hal kuantiti, seperti misalnya populasi penduduk dan luas wilayah. Sementara itu Kota Bandung unggul mutlak dalam hal-hal yang berkaitan dengan perekonomian. Contohnya PDRB, pendapatan per kapita dan APBD.


Referensi :

  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

Pesona Kota Bandung yang Tak Dimiliki oleh Kota Lainnya di Indonesia

Kota Bandung menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Daya tarik utama dari kota Bandung adalah karena lokasinya yang berada di dataran tinggi. Sepanjang tahun 2023, ibukota provinsi Jawa Barat ini dikunjungi oleh 7,7 juta wisatawan, dengan rincian 95 persen wisatawan nusantara dan 5 persen wisatawan mancanegara. Besarnya jumlah wisatawan berimbas terhadap kondisi jalanan di kota Bandung yang rawan macet. Apalagi saat memasuki akhir pekan. Harus sabar-sabar menghadapi parahnya kemacetan di kota Bandung. Sudah saatnya pemerintah kota Bandung memperhatikan akses transportasi massal untuk mengurai masalah kemacetan yang tak pernah usai.


skyline kota bandung
ilustrasi kota Bandung (skyscrapercity.com)

Tentunya bukan tanpa alasan mengapa kota Bandung banyak dikunjungi oleh wisatawan. Salah satunya didukung oleh akses transportasi yang memadai. Apalagi transportasi dari Kota Jakarta dan sekitarnya yang punya banyak pilihan kalau ingin berkunjung ke kota Bandung. Mulai dari jalan tol, kereta panoramic hingga kereta cepat. Tinggal disesuaikan saja dengan budget dan kebutuhan. Khusus kereta cepat, saat ini cuma Bandung satu-satunya kota yang dapat diakses menggunakan kereta cepat dari Jakarta. 


kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung
ilustrasi kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Bandung (bisnis.com)

Seperti yang kita bahas sebelumnya, kota Bandung berada di wilayah dataran tinggi. Kota ini berbentuk seperti mangkuk raksasa karena dikelilingi oleh daerah pegunungan. Titik tertingginya berada di bagian utara kota Bandung yang memiliki ketinggian 1050 meter. Karena dipengaruhi oleh iklim pengunungan yang lembab dan sejuk, suhu di kota Bandung rata-rata berada diangka 23,5 °C.

Meski berada di cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan, ternyata kota Bandung merupakan kota terbesar ke-4 di Indonesia. Populasinya mencapai 2,7 juta jiwa. Dengan populasi sebesar itu,   kota Bandung sudah bisa dikategorikan sebagai kota metropolitan. Sebagai kota metropolitan tentunya Bandung menjanjikan berbagai hal yang dapat memenuhi segala kebutuhan wisatawan. Mulai dari kebutuhan belanja, hiburan, penginapan dan lain sebagainya. Sekedar informasi, Bandung merupakan satu-satunya kota metropolitan di Indonesia yang berada di wilayah dataran tinggi. Jadi cuma di kota Bandung kita dapat merasakan suasana metropolis wilayah perkotaan yang berpadu dengan sejuknya iklim pegunungan. 

Kota Bandung memiliki destinasi wisata yang sangat beragam. Rasanya tidak mungkin diulas satu per satu karena sangking banyaknya. Namun yang paling menonjol dari kota Bandung adalah wisata belanjanya. Maklum, Bandung merupakan pusat fashion di pulau Jawa. Jadi belum afdol rasanya bila kita mengunjungi kota Bandung namun belum menikmati wisata belanja. Apalagi sambil menikmati pemandangan gedung-gedung bergaya eropa peninggalan Belanda.


Jalan braga bandung
Ilustrasi bangunan bergaya Eropa di kota Bandung (indonesia.travel)

Bangungan-bangungan peninggalan Belanda di kota Bandung memiliki gaya art deco. Desain bangunan bergaya eropa ini telah melekat dengan kota Bandung dan menjadi salah satu identitas kota Bandung. Bahkan Bandung merupakan kota dengan bangunan bergaya art deco terbanyak di dunia. Hal tersebut mendapat pengakuan langsung oleh UNESCO pada tahun 2014 silam. Beberapa daerah di kota Bandung yang memiliki bangunan bergaya art deco seperti Braga, Asia Afrika, dan Setia Budi. 

Hal yang paling melekat lainnya dari kota Bandung adalah sektor pendidikan. Kota ini menjadi lokasi bagi banyak universitas terbaik di Indonesia, baik universitas swasta maupun negeri. Institus Teknologi Bandung atau ITB yang merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia yang berada di kota ini. Selain ITB, beberapa universitas terbaik lainnya yang berada di kota Bandung antara lain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Telkom, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dll. Karena memiliki banyak universitas, Bandung dijuluki juga sebagai kota pendidikan.

kampus ITB kota Bandung
Ilustrasi kampus ITB (itb.ac.id)


Itulah sederet pesonan kota Bandung yang akan sulit kita temui di kota-kota lainnya di Indonesia. Semoga informasinya bermanfaat dan menambah referensi kita semua.
Bagikan Postingan Ini:

Perbandingan Kota Bandung dengan Surabaya, Dua Kota Terbesar di Indonesia setelah Jakarta


Bandung dan Surabaya merupakan dua kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Kedua kota tersebut sama-sama berada di pulau Jawa. Kota Bandung berada di provinsi Jawa Barat sementara kota Surabaya berada di provinsi Jawa Timur. Kedua kota sama-sama merupakan ibukota di provinsi masing-masing.

Sebagai dua kota terbesar setelah kota Jakarta, tentunya menarik melihat seperti apa perbandingan diantara kedua kota ini. Tentunya perbandingan tersebut dilihat berdasarkan beberapa hal. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraian tentang perbandingan antara kota Bandung dengan kota Surabaya dalam beberapa hal.

Populasi dan luas wilayah


Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, kota Bandung dan Surabaya merupakan kota terbesar di Indonesia setelah kota Jakarta. Hal tersebut dilihat berdasarkan populasi penduduk. Berdasarkan sensus tahun 2010, populasi kota Bandung adalah 2,395 juta jiwa. Sedangkan pupulasi kota Surabaya berdasarkan sensus tahun 2010 adalah 2,765 juta jiwa. Sementara untuk luas wilayah, kota Bandung memiliki wilayah dengan luas 167,7 kilometer persegi. Luas kota Bandung tersebut jauh lebih kecil dibandingkan luas kota Surabaya. Kota Surabaya memiliki wilayah dengan luas 374,8 kilometer persegi.

Perekonomian


Perbandingan tingkat perekonomian kota Bandung dan Surabaya memiliki perbedaan yang cukup mencolok, baik itu dilihat perdasarkan PDRB atau dilihat berdasarkan PDRB per kapita. Kota Bandung memiliki PDRB Rp172,629 triliun, sedangkan kota Surabaya memiliki PDRB Rp365,073 triliun rupiah. Berdasarkan data diatas, kota Surabaya memiliki PDRB yang besarnya lebih dari dua kali lipat PDRB kota Bandung.

Hal serupa juga dapat dijumpai pada perbandingan PDRB per kapita. Kota Bandung memiliki PDRB per kapita yang mencapai Rp69,868 juta rupiah. Sementara untuk kota Surabaya, PDRB per kapitanya adalah Rp128,822 juta. Jadi, secara umum kota Surabaya memiliki tingkat perekonomian yang lebih baik dibandingkan kota Bandung.

Infrastruktur


Salah satu yang membuat tingkat perekonomian kota Surabaya lebih baik dibandingkan kota Bandung adalah karena ditunjang oleh infrastruktur yang lebih baik. Surabaya terkenal sebagai salah satu kota perdagangan utama di Indonesia yang ditopang oleh infrastruktur pelabuhan yang memadai. Salah satunya adalah pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia setelah pelabuhan Tanjung Priok. Sementara kota Bandung sama sekali tidak memiliki pelabuhan karena kota ini berada di kawasan pegunungan.

Selain memilik pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia, kota Surabaya juga memiliki bandara tersibuk kedua di Indonesia yang bernama Bandara Internasional Juanda. Bahkan rencananya Bandara Internasional Juanda akan memiliki terminal bandara termegah di Indonesia yang pembangunannya diperkirakan selesai pada tahun 2019. Kota Bandung sebenarnya juga memiliki bandara internasional yang bernama Bandara Internasional Husein Sastranegara. Sayangnya bandara ini persis berada di tengah-tengah kota Bandung sehingga sulit untuk dilakukan pengembangan. Kapasitasnya hanya sekitar 3,4 juta penumpang per tahun. Jauh dibawah kapasitas Bandara Internasional Juanda yang mencapai 14 juta penumpang per tahun.

Untuk infrastruktur perkotaan, kota Surabaya juga lebih unggul. Contohnya infrastruktur jalan. Kota Surabaya memiliki infrastruktur jalan yang relatif lebih lebar dibandingkan kota Bandung. Selain itu kota Surabaya juga telah terhubung jalan tol dengan hampir semua daerah-daerah penyangga disekitarnya.

Penataan Kota


Kota Surabaya terkenal sebagai salah satu kota yang paling tertata di Indonesia. Bahkan telah meraih berbagai penghargaan. Bagusnya penataan kota Surabaya dapat dilihat dari kawasan bisnis dan pemukimannya yang terkluster cukup baik. Selain itu pemerintah kota Surabaya juga gencar melakukan penghijauan kota dengan membangun banyak taman dan membenahi jalur pedestrian hampir diseluruh sudut kota.

Kota Bandung juga mulai melakukan banyak pembenahan dalam penataan kota. Sejumlah pedestrian mulai direvitalisasi dan ruang publik terus ditambah. Hanya saja PR terbesar pemerintah kota Bandung adalah membenahi sejumlah pemukiman padat yang masih belum tertata. Selain itu, masalah lainnya yang harus dibenahi pemerintah kota Bandung adalah mengembalikan kawasan Bandung Utara sebagai daerah resapan air. Selama ini banyak kawasan resapan air di Bandung Utara yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman.
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta, Surabaya, dan Bandung Masuk dalam Daftar Global City

Global city atau kota global merupakan sebutan untuk kota-kota yang dianggap memiliki peranan penting dalam perekonomian global. Beberapa hal yang menjadi faktor agar sebuah kota masuk dalam daftar kota global adalah perekonomian yang besar dan infrastruktur yang memadai. Selain itu tentunya harus menarik sebagai tujuan investasi sehingga banyak perusahaan multinasional yang menanamkan modal di sana.

Indonesia sendiri menempatkan tiga kotanya dalam daftar kota global untuk regional Asia Pasifik. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Seperti yang kita ketahui, Jakarta, Surabaya, dan Bandung merupakan tiga kota terbesar di Indonesia. Ketiga kota tersebut juga memiliki porsi terbesar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia. Kota Jakarta memiliki kontribusi 16,95 persen terhadap PDB Indonesia. Sementara Surabaya dan Bandung masing-masing memiliki kontribusi 3,48 persen dan 1,68 terhadap PDB Indonesia.

Kota Jakarta (Foto : Dailystar.co.uk)

Beberapa negara lainnya di Asia Tenggara juga menempatkan kota-kota mereka dalam daftar kota global. Selain Indonesia, ada negara Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura yang juga memiliki kota global. Thailand diwakili oleh Kota Bangkok. Sementara Malaysia dan Vietnam masing-masing diwakili oleh Kota Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh. Diantara negara-negara ASEAN, hanya Indonesia yang memiliki lebih dari satu kota global.

Kita harapkan semoga terus bertambah kota-kota di Indonesia yang masuk dalam kategori kota global. Kalau perlu tidak hanya kota-kota di Pulau Jawa, namun juga kota-kota di luar Pulau Jawa seperti Medan dan Makassar.  Apalagi saat ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan pemerataan pembangunan ke berbagai daerah di Indonesia.

Dibawah ini merupakan daftar lengkap kota-kota di Asia Pasifik yang masuk dalam daftar kota global yang bersumber dari situs atkearney.


Bagikan Postingan Ini:

Apakah Bandung atau Medan Kota Terbesar Ketiga di Indonesia?


Bandung dan Medan sama-sama merupakan kota metropolitan di Indonesia yang sedang berkembang pesat. Kedua kota merupakan kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kadang ada yang menyebutkan bahwa Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Sebagian lagi ada yang menyebutkan bahwa Medan yang sebenarnya kota terbesar ketiga di Indonesia. Ini tentu memberikan kebingungan bagi kita semua, sebenarnya kota manakah yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia? Bandung atau Medan?

Baca juga : 10 Gedung Tertinggi di Kota Bandung

Indikator yang paling sering dipakai untuk menentukan besarnya sebuah kota adalah populasi dan kekuatan ekonomi. Tidak pernah faktor luas wilayah dijadikan acuan. Kita ambil contoh di Indonesia. Kota dengan wilayah terluas di Indonesia adalah Kota Tidore Kepulauan di Maluku Utara. Sementara kota dengan populasi dan kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia adalah Kota Jakarta. Selama ini Jakarta selalu disebut sebagai kota terbesar di Indonesia, bukan Tidore Kepulauan. Untuk itu dalam menentukan apakah Bandung atau Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia, dapat kita lihat berdasarkan populasi dan kekuatan ekonomi masing-masing kota.

Kita mulai melihat perbandingan Bandung dan Medan dalam hal populasi. Kota Bandung memiliki populasi penduduk sekitar 2,4 juta jiwa berdasarkan data yang telah dikonsolidasi oleh Kemendagri (Kementrian Dalam Negeri). Sementara Kota Medan memiliki populasi sekitar 2,2 juta jiwa. Jadi dalam hal populasi, Kota Bandung lebih besar dibandingkan Kota Medan. Bahkan populasi Kota Bandung memang selalu tercatat lebih besar dibandingkan Kota Medan semenjak pasca kemerdekaan Indonesia.

Baca juga : 10 Gedung Tertinggi di Kota Medan

Sementara bila dilihat berdasarkan perbandingan kekuatan ekonomi, Kota Bandung juga berada diatas Kota Medan. Kekuatan ekonomi suatu kota dapat dilihat berdasarkan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2015, Kota Bandung memiliki nilai PDRB sebesar 195,809 triliun rupiah. Sedangkan Kota Medan memiliki nilai PDRB sebesar 164,628 triliun rupiah.

Berdasarkan uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa Kota Bandung lebih unggul dibandingkan Kota Medan, baik dalam hal populasi ataupun kekuatan ekonomi. Jadi posisi kota terbesar ketiga di Indonesia lebih cocok dinobatkan untuk Kota Bandung.
Bagikan Postingan Ini:

10 Gedung Tertinggi di Kota Bandung

Bandung adalah kota terbesar di provinsi Jawa Barat. Kota Bandung juga berstatus sebagai ibukota dari provinsi Jawa Barat. Untuk di Indonesia, Bandung menduduki posisi kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya. Dengan populasi yang melebih 2,5 juta jiwa, menjadikan sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia. 

Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, tentunya kota Bandung mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai hal. Tidak terkecuali perkembangan dalam membangun gedung-gedung pencakar langit. Hal yang lumrah kita jumpai di kota-kota metropolitan karena besarnya populasi penduduk dan semakin menipisnya ketersediaan lahan. Pertumbuhan gedung-gedung tinggi di kota Bandung merupakan salah satu yang paling pesat di indonesia.

Bicara tentang gedung tinggi, pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang 10 gedung tertinggi di kota Bandung. Kalau dilihat berdasarkan fungsinya, hampir semua gedung yang masuk dalam 10 gedung tertinggi di kota Bandung memiliki fungsi sebagai hunian atau apartemen. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 10 gedung tertinggi di Kota Bandung.

Parahyangan Residences A


Parahyangan residence gedung tertinggi di Kota Bandung
ilustrasi gedung Parahyangan Residence (rumah123.com)

Posisi gedung tertinggi di Kota Bandung dipegang oleh Parahyangan Residence. Parahyangan Residences merupakan  apartemen di kota Bandung yang terdiri dari dua gedung. Untuk Gedung A dari Parahyangan Residence memiliki ketinggian 133 m dan terdiri dari 35 lantai. Parahyangan Risidence berlokasi di daerah Bandung Utara.

M Square Apartment


M Square Apartment gedung tertinggi kedua di Kota Bandung
ilustrasi gedung M Square Apartment (jendela360.com)

Sesuai dengan namanya, M Square Apartment merupakan gedung yang memiliki fungsi sebagai apartemen. Gedung ini merupakan bangunan tertinggi kedua di Kota Bandung. M Square Apartment memiliki ketinggian 128 dan terdiri dari 32 lantai. Gedung ini berada di wilayah Cibaduyut, Bandung. 

Newton The Hybrid Park Menara A


Newton The Hybrid Park Menara A gedung tertinggi ketiga di Kota Bandung
ilustrasi Newton The Hybrid Park Menara A (travelio.com)

Newton The Hybrid Park terdiri dari beberapa menara. Menara A dari Newton The Hybrid Park menduduki posisi ketiga sebagai gedung tertinggi di Kota Bandung. Newton The Hybrid Park Menara A memiliki ketinggian 121 m. Gedung ini terdiri dari 32 lantai. 

Galeri Ciumbuleuit 2


Ilustrasi gedung Galeri Ciumbuleuit 2 (skyscrapercity.com/members/megabliz.110306)

Posisi gedung tertinggi keempat di kota Bandung dipegang oleh Galeri Ciumbuleuit 2. Sama halnya seperti gedung-gedung yang kita bahas sebelumnya, Galeri Ciumbuleuit 2 juga difungsikan sebagai apartemen. Gedung ini terdiri dari 34 lantai dan memiliki ketinggian 116 m. Sekedar informasi, secara keseluruhan Galeri Ciumbuleuit terdiri dari tiga gedung.

Tamansari Panoramic


ilustrasi gedung Taman Sari Panoramic (sewaapartemenbandung.com)

Tamansari Panoramic menduduki urutan kelima sebagai gedung tertinggi di Kota Bandung. Gedung ini juga difungsikan sebagai sebuah apartemen. Ketinggian dari Tamansari Panoramic mencapai 115 m. Sementara ini jumlah lantai dari Gedung Tamansari Panoramic adalah 30.

Harris Hotel Ciumbuleuit


ilustrasi gedung Harris Hotel Ciumbuleuit (agoda.com)

Sesuai dengan namanya, Harris Hotel merupakan sebuah gedung yang difungsikan sebagai hotel. Hal ini tentu berbeda dengan gedung-gedung yang kita bahas sebelumnya yang semuanya berfungsi sebagai apartemen. Gedung tertinggi keenam di Kota Bandung ini merupakan sebuah hotel bintang 4 yang terdiri dari 28 lantai dan memiliki ketinggian 112 m. Dengan demikian Harris Hotel merupakan hotel tertinggi di Kota Bandung. 

Ibis Hotel Bandung


ilustrasi gedung Ibis Hotel Bandung (thebandungtour.com)

Ibis Hotel merupakan sebuah hotel berbintang 3 di kota Bandung. Gedung ini memegang status sebagai gedung tertinggi ketujuh di Kota Bandung. Bangunan hotel ini terdiri dari 24 lantai dan memiliki ketinggian 111 m. 

Crowne Plaza Hotel


Crowne plaza hotel, gedung tertinggi kedelapan di Kota Bandung
ilustrasi gedung Crowne Plaza Hotel (hotels.com)

Crowne Plaza Hotel adalah sebuah hotel berbintang 5 di Kota Bandung. Bangunan hotel ini memilki ketinggian 109 m. Jumlah lantai dari Crowne Plaza Hotel adalah 21. Bangunan ini merupakan gedung tertinggi kedelapan di Kota Bandung. 

Newton The Hybrid Park Menara B


Newton The Hybrid Park Menara B Gedung tertinggi kesembilan di Kota Bandung
ilustrasi gedung Newton The Hybrid Park Menara A (travelio.com)

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Newton The Hybrid Park terdiri dari beberapa Menara. Menara B dari Newton The Hybrid Park menduduki posisi gedung tertinggi kesembilan di Kota Bandung. Gedung ini memiliki ketinggian 108 m dan terdiri dari 28 lantai. 

Galeri Ciumbuleuit 3


ilustrasi gedung Galeri Ciumbuleuit 3 (rumahdijual.com)

Galeri Ciumbuleuit 3 menduduki posisi kesepuluh dalam daftar gedung tertinggi di kota Bandung. Gedung yang difungsikan sebagai apartemen ini terdiri dari 30 lantai dan memiliki ketinggian 108 m. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, Galeri Ciumbuleuit terdiri dari tiga gedung. Selain Galeri Ciumbuleuit 2 dan Galeri Ciumbuleuit 3, ada Galeri Ciumbuleuit 1 yang terdiri dari 20 lantai.

Referensi :

  • https://www.skyscrapercenter.com/city/bandung
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bangunan_tertinggi_di_Bandung
Bagikan Postingan Ini:

7 Ikon Kota Bandung Paling Populer

Bandung adalah ibukota dari provinsi Jawa Barat. Bila dilihat dari segi jumlah penduduk, kota Bandung merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah kota Jakarta dan Surabaya. Kota Bandung terkenal sebagai salah satu kota wisata di Indonesia. Bahkan kepopuleran kota Bandung tersohor hingga ke mancanegara, khususnya bagi wisatawan Malaysia.

Sebagai kota wisata, Bandung memiliki banyak ikon kota yang menarik untuk dikunjungi. Diantara semua ikon kota yang dimiliki oleh kota Bandung, berikut adalah 7 ikon kota yang paling populer dari kota Bandung.

1. Gedung Sate


ilustrasi Gedung Sate (sebandung.com)

Gedung sate adalah sebuah gedung pekantoran yang menjadi kantor pusat pemerintah provinsi Jawa Barat. Gedung ini memiliki ciri khas yang mana terdapat ornamen tusuk sate pada menara sentralnya sehingga dijuluki sebagai gedung sate. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, gedung sate ini bernama Gouvernements Bedrijveen (GB). Orang yang paling berjasa dalam merancang desain gedung sate ini adalah Ir. J. Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland.

2. Jembatan Pasupati

jembatan pasupati
ilustrasi jembatan Pasupati (quena.id)

Jembatan Pasupati atau jalan layang pasupati adalah sebuah jalan layang (fly over) yang menghubungkna bagian utara dan timur kota Bandung. Panjang jembatan ini mencapai 2,8 kilometer dengan lebar antara 30-60 meter. Sebagai salah satu ikon kota Bandung, Jembatan Pasupati dihiasi dengan lampu sorot warna-warni sehingga akan tampak indah pada malam hari. Pembangunan Jembatan Pasupati ini dibiayai melalui dana hibah dari Kuwait. 

3. Jalan Braga

jalan braga, salah satu ikon wisata kota bandung
Ilustrasi Jalan Braga (indonesia.travel)

Jalan Braga merupakan salah satu kawasan yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung. Jalan Braga ini sudah terkenal semenjak zaman Hindia Belanda sehingga menjadi salah satu destinasi kota tua di Bandung. Di kiri dan kanan jalan ini terdapat kompleks pertokoan yang tetap mempertahankan bangunan dengan ciri arsitektur khas Belanda. Tata letak pertokoan di Jalan Braga ini mengikuti model yang ada di Eropa, sesuai dengan perkembangan kota Bandung saat itu. Sekedar informasi, pada era Hindia Belanda kota Bandung merupakan salah satu kota dengan bangunan bergaya art deco terbanyak di dunia. 

4. Alun-Alun Kota Bandung


Alun-alun kota bandung
ilustrasi Alun-Alun Kota Bandung (kompas.com)

Alun-alun kota Bandung menjadi salah satu alternatif wisata keluarga di kota Bandung. Lokasinya berada di pusat kota Bandung, tepatnya dekat Masjid Raya Bandung. Setiap harinya alun-alun kota Bandung ini selalu ramai oleh pengunjung, apalagi pada akhir pekan. Daya tarik dari alun-alun kota Bandung ini adalah lapangan rumputnya yang luas sehingga orang-orang bebas untuk berkegiatan. Rumput yang digunakan pada alun-alun kota Bandung ini merupakan rumput sintetis.

5. Gedung Merdeka


ilustrasi Gedung Merdeka (tempo.co)

Gedung Merdeka berada di Jalan Asia Afrika, Bandung. Gedung bersejarah ini pernah dijadikan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955. Kalau saat ini Gedung Merdeka difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai benda koleksi dan foto kegiatan Konferensi Asia Afrika. Gedung Merdeka ini dirancang oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker pada tahun 1926. Pada masa Hindia Belanda, gedung ini difungsikan sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi masyarakat Belanda yang berada di kota Bandung dan sekitarnya. 

6. Observatorium Bosscha


observatorium bosscha
ilustrasi Observatorium Bosscha (itb.ac.id)

Observatorium Bosscha merupakan tempat peneropongan bintang terbesar di Asia Tenggara. Observatorium ini berlokasi di Lembang, sekitar 15 km sebelah utara kota Bandung. Kode internasional untuk Observatorium Bosscha ini adalah 299. Pada tahun 2004, pemerintah Indonesia menetapkan Observatorium Bosscha sebagai bangunan cagar budaya. Selanjutnya pada tahun 2008, pemerintah Indonesia menetapkan Observatorium Bosscha sebagai Objek Vital Nasional yang harus diamankan. 

7. Gunung Tangkuban Perahu


ilustrasi Gunung Tangkuban Perahu (ragamtempatwisata.com)

Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung yang terdapat di provinsi Jawa Barat. Gunung ini berada sekitar 20 km ke arah utara kota Bandung. Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian yang mencapai 2.084 m. Gunung ini berbentuk stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Wilayah tempat Gunung Tangkuban Perahu ini berada dikelola oleh Perum Perhutanan. 
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts