Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Daftar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daftar. Tampilkan semua postingan

5 Kota dengan Perekonomian Terbesar di Indonesia Timur

Kawasan timur Indonesia dikenal sebagai wilayah yang belum maksimal tersentuh oleh pembangunan. Itulah sebabnya wilayah timur Indonesia cenderung lebih tertinggal dibandingkan wilayah barat Indonesia. Hal ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab kurangnya pembangunan di wilayah timur Indonesia dikarenakan populasi penduduk di sana yang relatif sedikit. Dengan demikian aktivitas perekonomian di sana juga relatif kecil sehingga membuat pembangunan cenderung lambat. 

Seiring berjalannya waktu pemerintah Indonesia mulai serius melakukan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Saat ini pemerintah mencoba memaksimalkan pusat-pusat perekonomian di wilayah timur Indonesia. Contohnya adalah Kota Makassar yang merupakan kekuatan ekonomi utama di wilayah timur Indonesia. 

Kota Makassar, kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia
ilustrasi Kota Makassar, kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia (ef.co.id) 

Namun pada tulisan kali ini tidak hanya mengulas tentang Kota Makassar, tetapi juga kota-kota lainnya yang memiliki perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia. Lebih tepatnya 5 kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia. Berikut adalah ulasannya. 

1. Makassar

Makassar merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Selatan. Kota ini menjadi satu-satunya area metropolitan di kawasan timur Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, populasi Kota Makassar untuk tahun 2023 telah menyentuh 1.474.393 jiwa. 

Kota Makassar beserta daerah penyangganya memiliki area metropolitan yang bernama Mamminasata. Mamminasata merupakan akronim dari Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar, dan Pangkep. 

Besaran perekonomian suatu kota diukur berdasarkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). PDRB Kota Makassar mampu menyaingi kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Medan dan Semarang. Menurut Badan Pusat Statistik, Kota Makassar memiliki PDRB yang mencapai Rp226,903 triliun dan merupakan kota dengan PDRB terbesar di kawasan timur Indonesia. Penopang utama perekonomian Makassar adalah sektor perdanganan, jasa, properti hingga kontruksi. 

2. Denpasar

Sebagai ibu kota dari Provinsi Bali, sektor pariwisata menjadi penopang utama perekonomian Kota Denpasar. Kota yang memiliki populasi 726.808 jiwa ini memiliki PDRB Rp 60,100 triliun. Dengan demikian menempatkan perekonomian Kota Denpasar terbesar kedua di kawasan timur Indonesia setelah Kota Makassar. Selain pariwisata, perekonomian Kota Denpasar juga ditopang oleh sektor pertanian, kelautan dan perikanan serta industri. 

3. Manado

Kota Manado memiliki PDRB yang mencapai Rp48,556 triliun. Dengan PDRB sebesar itu menempatkan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut berada pada posisi ketiga sebagai kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia. 

Manado merupakan kota dengan populasi terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar. Populasi penduduk dari Kota Manado untuk tahun 2023 adalah 458.582 jiwa. 

4. Jayapura

Selama ini banyak yang salah kaprah menganggap Jayapura sebagai kota yang miskin. Padahal dengan populasi 417.611 jiwa, Kota Jayapura mampu memiliki PDRB Rp37,797 triliun. PDRB Kota Jayapura adalah yang terbesar keempat di kawasan timur Indonesia. Sektor ekonomi unggulan Kota Jayapura diantaranya adalah industri pengolahan, perdangan, keuangan dll. Jayapura sendiri merupakan ibu kota dari Provinsi Papua. 

5. Palu

Posisi kelima kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia dipegang oleh Kota Palu. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Tengah. PDRB Kota Palu menurut data Badan Pusat Statistik adalah Rp30,787 triliun. 

Berdasarkan data dan ulasan diatas, kelihatan kalau kota-kota dari Pulau Sulawesi mendominasi pada daftar. Hal ini tidak mengherankan karena Sulawesi merupakan pulau dengan populasi terbesar di kawasan timur Indonesia. 


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
Bagikan Postingan Ini:

8 Gedung Tertinggi di Kota Manado, Salah Satunya Memiliki 28 Lantai

Manado adalah kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Kota Manado memiliki populasi 460.430 jiwa dan luas wilayah 157,3 km².

Sebagai kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi, tentunya aktivitas ekonomi di Kota Manado juga relatif besar. Salah satunya dapat dilihat dari kehadiran gedung-gedung tinggi di kota ini yang selalu bertambah. 

Dengan semakin banyaknya gedung-gedung tinggi di Kota Manado, pada tulisan kali ini kita mencoba merangkum daftar gedung-gedung tinggi di Kota Manado. Lebih tepatnya adalah 8 gedung tertinggi di Kota Manado. Apa saja gedung-gedung yang masuk dalam daftar? Berikut adalah ulasannya.


1. Tamansari Lagoon Manado

Tamansari Lagoon Manado, gedung tertinggi di Kota Manado yang memiliki 28 lantai
ilustrasi Tamansari Lagoon Manado, gedung tertinggi di Kota Manado (wika.co.id) 

Tamansari Lagoon Manado adalah gedung tertinggi di Kota Manado untuk saat ini. Gedung ini merupakan sebuah bangunan apartemen dan condotel. Tamansari Lagoon Manado ini memiliki ketinggian 112 m yang terdiri dari 28 lantai. Gedung ini juga merupakan salah satu gedung tertinggi di Pulau Sulawesi. 

Lokasi dari gedung ini berada di kawasan malalayang dan dekat dengan bibir pantai. Tamansari Lagoon Manado adalah sebuah proyek high rise milik PT Wika Realty. Lokasinya berjarak sekitar 14,95 km dari Bandara Internasional Sam Ratulangi. 

2. Four Points by Sheraton Manado

Posisi gedung tertinggi kedua di Kota Manado dipegang oleh Four Points by Sheraton. Gedung ini merupakan sebuah hotel bintang 4. Melalui gedung ini kita dapat menikmati pemandangan laut yang memukau. 

Gedung ini hanya berjarak 2,5 km dari pusat Kota Manado. Four Points by Sheraton berada persis di pusat perbelanjaan Manado Town Square 3. Sebagai gedung tertinggi kedua di Kota Manado, Four Points by Sheraton memiliki 15 lantai. 

3. Ibis Hotel 

Ibis Hotel adalah sebuah bangunan yang terdiri dari 14 lantai. Dengan demikian, Ibis Hotel menempati posisi ketiga sebagai gedung tertinggi di Kota Manado. Ibis Hotel merupakan sebuah hotel bintang 3.

Ibis Hotel barada di wilayah Sario Utara, Lingkungan 3, Kota Manado. Hanya butuh waktu 2 menit dari Ibis Hotel untuk menjangkau kawasan Manado Town Square. 

4. Aryaduta Manado

Aryaduta Manado adalah sebuah hotel bintang 4 yang menghadap langsung ke Teluk Manado. Gedung ini merupakan bangunan tertinggi keempat di Kota Manado. Lokasinya di kawasan Boulevard Manado dan terhubung kangsung ka Siloam Hospital

Bangunan dari Aryaduta Manado ini terdiri dari 12 lantai. Jaraknya cukup dekat dengan Megamas Manado dan hanya butuh waktu 5 menit dengan berjalan kaki. 

5. Swiss-Belhotel Maleosan

Swiss-Belhotel Maleosan berada di area ekowisata dan area bisnis di Jalan Jenderal Sudirman. Gedung ini terdiri dari 12 lantai dan merupakan gedung tertinggi kelima di Kota Manado. 

Swiss-Belhotel Maleosan adalah sebuah hotel bintang 4. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menjangkau Swiss-Belhotel dari Bandara Internasional Sam Ratulangi. 

6. Hotel Gran Puri

Hotel Gran Puri adalah salah satu hotel bintang 4 di Kota Manado. Hotel ini berada di Kecamatan Sario, Kota Manado. Hotel Gran Puri berada di lokasi strategis dan hanya 9 menit dari Gedung Grand Merciful. Jumlah lantai yang dimiliki oleh Hotel Gran Puri adalah 12 dan merupakan gedung tertinggi keenam di Kota Manado. 

7. Fakultas Hukum Unsrat

Posisi gedung tertinggi ketujuh di Kota Manado dipegang oleh Fakultas Hukum Unsrat. Jumlah lantai yang dimiliki oleh gedung ini sama seperti Hotel Gran Puri, yaitu 12 lantai. Fakultas Hukum Unsrat merupakan satu-satunya gedung non komersil yang ada pada daftar. Sesuai dengan namanya, gedung Fakultas Hukum Unsrat ini difungsikan sebagai pusat kegiatan belajar dan mengajar untuk mahasiswa jurusan hukum di Universitas Sam Ratulangi. 

8. Luwansa Hotel

Luansa Hotel menduduki posisi kedelapan atau terakhir dalam daftar 8 gedung tertinggi di Kota Manado. Gedung ini merupakan sebuah hotel bintang 4. Gedung Luwansa Hotel terdiri dari 12 lantai. Lokasinya berada di Kecamatan Tikala, Kota Manado. 


Referensi :

  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_bangunan_tertinggi_di_Manado
  • https://www.skyscrapercenter.com/city/manado

Bagikan Postingan Ini:

4 Ibu Kota Provinsi di Pulau Sumatera yang Memiliki Rel Kereta Api

Sumatera dikenal sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau ini memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Itulah sebabnya infrastruktur di Pulau Sumatera cukup diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya asalah infrastruktur rel kereta api. 

Saat ini hanya ada 3 pulau besar di Indonesia yang memiliki rel kereta api. Pulau Sumatera adalah salah satunya. Hanya saja infrastruktur rel di Pulau Sumatera belum semasif di Pulau Jawa. 

Semua ibu kota provinsi di Pulau Jawa sudah terhubung dengan jalur kereta api. Namun untuk di Pulau Sumatera, hanya 4 ibu kota provinsi yang sudah memiliki jalur rel kereta api. Penasaran apa saja kota-kota tersebut? Untuk lebih detailnya, berikut adalah ulasan tentang 4 ibu kota provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki rel kereta api. 

1. Medan

Kereta api bandara melintasi rel layang di Kota Medan
ilustrasi kereta bandara sedang melintasi rel layang di Kota Medan (karosatuklik.com) 

Medan adalah kota terbesar di Pulau Sumatera dan sekaligus merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa. Infrastruktur di Kota Medan salah satu yang terbaik di Indonesia untuk saat ini, termasuk infrastruktur rel kereta api. Medan merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki kereta bandara. Kereta bandara ini menghubungkan Stasiun Medan dengan Stasiun Bandara Internasional Kuala Namu. Stasiun Medan merupakan stasiun utama yang menghubungkan Kota Medan dengan berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Utara. 

Jalur kereta api yang ada di Kota Medan saat ini baru menjangkau kota-kota lain di Provinsi Sumatera Utara. Jadi belum ada jalur kereta api di sana yang menjangkau lintas provinsi. Walaupun demikian, berbagai jenis layanan kereta api sudah terdapat di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut. Diantaranya adalah kereta Lin Sri Lelawangsa yang merupakan sebuah layanan kereta komuter dan bandara, serta Siantar Ekspres yang merupakan layanan kereta lokal yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Pematang Siantar. 

Selain itu juga terdapat kereta api Sribilah Utama, Sribilah Fakultatif, dan Deli Putri yang merupakan layanan kereta api jarak jauh. Kereta Sribilah menghubungkan Kota Medan dangan Rantau Prapat di Kabupaten Labuhanbatu, sementata kereta Deli Putri menghubungkan Kota Medan dengan Kota Tanjungbalai. Karena cukup banyaknya layanan kereta api di Kota Medan, pemerintah akhirnya membangun rel layang yang terhubung dengan Stasiun Medan. 

2. Palembang

LRT Palembang satu-satunya angkutan cepat di Pulau Sumatera
ilustrasi LRT Palembang saat berada di stasiun (kompas.com)

Palembang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera. Stasiun utama di kota ini bernama Stasiun Kertapati. Saat ini Palembang satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang sudah memiliki LRT. LRT atau Light Rail Transit merupakan angkutan massal perkotaan berbasis rel listrik yang lintasannya dibuat khusus. Karena memiliki lintasan yang terpisah dari moda transportasi lain, LRT dapat beroperasi secara cepat dan aman. Hadirnya LRT ini juga menjadikan Palembang sebagai satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang memiliki kereta api listrik. 

Di Kota Palembang terdapat beberapa layanan kereta api antar kota. Diantaranya kereta Sindang Marga yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Lubuklinggau dan kereta Sriwijaya yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Bandar Lampung. Jadi terdapat layanan kereta api lintas provinsi yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Bandar Lampung. 

Ada juga layanan kereta barang yang menghubungkan Kota Palembang dengan beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Selatan. Jenis angkutan barang yang terdapat di Kota Palembang adalah angkutan batubara, angkutan Semen Baturaja, dan angkutan BBM Pertamina. 

3.Bandar Lampung

Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung
ilustrasi Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung (republika.co.id) 

Stasiun Tanjung Karang merupakan stasiun utama dari Kota Bandar Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki beberapa layanan kereta api penumpang antar kota. Salah satunya tentunya kereta api Sriwijaya yang kita bahas sebelumnya. Layanan kereta api ini menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Kota Palembang. Selain itu juga ada kereta Kuala Stabas yang menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu. 

Kota Bandar Lampung juga memiliki layanan kereta api batubara yang disebut kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang). Layanan kereta api ini merupakan angkutan batu bara miliki PT Bukit Asam yang terdapat di Kabupaten Muara Enim. 

4. Padang

Kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau
ilustrasi kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau

Padang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Saat ini ada 2 layanan kereta api yang beroperasi secara reguler di Kota Padang. Pertama adalah kereta api Pariaman Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Pariaman. Kedua adalah kereta api Minangkabau Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).


Referensi :
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tanjungkarang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Medan
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Padang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Kertapati
  • https://www.google.com/amp/s/sumsel.idntimes.com/business/economy/amp/noer-suhasbi/5-fakta-babaranjang-angkutan-kereta-batu-bara-di-sumsel
Bagikan Postingan Ini:

5 Kota dengan Perekonomian Terbesar di Sumatera

Sumatera adalah salah satu regional di Indonesia yang terdiri dari Pulau Sumatera serta pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya. Perekonomian Sumatera adalah yang terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa. Hal tersebut tercermin dari kota-kota di Sumatera yang banyak masuk dalam jajaran kota dengan perekonomian terbesar di Indonesia. 

Peta provinsi di Pulau Sumatera
ilustrasi peta Sumatera (detik.com) 

Mungkin masih banyak yang belum tahu kota mana saja dengan perekonomian terbesar di Sumatera. Maklum, kota-kota di Sumatera tidak sepopuler kota-kota di Jawa. Untuk itu pada artikel kali ini akan diulas tentang 5 kota dengan perekonomian terbesar di Sumatera. Kota mana sajakah yang masuk dalam daftar? Berikut adalah ulasannya. 

1. Medan

Medan adalah kota dengan perekonomian terbesar di Sumatera. Perekonomian Kota Medan adalah yang terbesar ke-4 di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Besaran perekonomian suatu daerah diukur berdasarkan angka PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). PDRB Kota Medan tercatat mencapai Rp303,312 triliun. 

Besarnya perekonomian Kota Medan ditopang oleh populasi yang besar. Ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki populasi penduduk yang mencapai 2.494.512 jiwa. Pemerintah Indonesia juga terus menggenjot infrastruktur untuk menjadikan Kota Medan sebagai salah penggerak utama perekonomian Indonesia di luar Jawa. Diantaranya adalah infrastruktur rel dan jalan tol. 

2. Batam

Batam adalah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam memiliki populasi penduduk yang mencapai 1.260.785 jiwa. Secara perekonomian Kota Batam menduduki posisi ke-2 terbesar di Sumatera. Diantara semua kota dengan perekonomian terbesar di Sumatera, Kota Batam yang memiliki lokasi paling strategis. 

Kota Batam berada di lokasi segi tiga emas ASEAN yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Berkat lokasi yang strategis tersebut, Kota Batam ditetapkan sebagai Zona Perdagangan Bebas. Hal inilah membuat Kota Batam tumbuh pesat dan menjadi salah satu kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Jawa. Kota Batam tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp216,098 triliun. 

3. Palembang

Palembang dikenal sebagai kota tertua di Indonesia. Palembang memiliki posisi yang cukup penting karena dilalui jalan lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Sumatera. Di kota ini mengalir Sungai Musi yang merupakan penggerak utama perekonomian Palembang dimasa lalu. Palembang tercatat sebagai kota dengan perekonomian terbesar ke-3 di Sumatera. 

Palembang adalah kota dengan populasi terbanyak kedua di Sumatera setelah Kota Medan. Populasi penduduk dari Kota Palembang tercatat mencapai 1.781.672. Dengan populasi yang besar tersebut menjadikan PDRB Palembang salah satu yang terbesar di Sumatera. Kota Palembang tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp194,570 triliun. 

4. Pekanbaru

Kota dengan PDRB terbesar ke-4 di Sumatera dipegang oleh Kota Pekanbaru. Urbanisasi di ibu kota Provinsi Riau ini cukup signifikan sehingga saat ini populasi penduduk di sana sudah menyentuh 1.138.530 jiwa. Sektor perdagangan dan minyak bumi memberikan pengaruh besar terhadap PDRB Kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp159,961 triliun. 

5. Padang

PDRB Kota Padang adalah yang terbesar ke-5 di Sumatera.  Kota Padang memiliki PDRB Rp79,705 triliun. Ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini merupakan kota terbesar di pesisir barat Sumatera. Kota Padang tercatat memiliki populasi 919.145 jiwa. 



Rujukan :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekanbaru
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang



Bagikan Postingan Ini:

5 Transportasi Berbasis Rel yang Menjadi Andalan Kota Jakarta

Jakarta adalah kota yang memiliki sistem transportasi terbaik di Indonesia. Bahkan boleh dibilang sistem transportasi yang dimiliki oleh Kota Jakarta merupakan salah satu yang terbaik si Asia Tenggara. Walaupun harus diakui masalah kemacetan masih sering terjadi di Kota Jakarta karena besarnya populasi dan masih kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan transportasi umum. 

Ada beberapa sistem transportasi di Kota Jakarta yang belum dimiliki oleh mayoritas kota lainnya di Indonesia, khususnya sistem transportasi berbasis rel. Keunggulan sistem transportasi berbasis rel ini adalah memiliki kapasitas yang besar. Saat ini ada 5 sistem transportasi berbasis rel yang menjadi andalan Kota Jakarta dalam menopang mobilitas masyarakat. Penasaran apa saja dari 5 sistem transportasi tersebut? Yuk simak ulasan berikut :

MRT

MRT Jakarta saat menunggu penumpang di stasiun
ilustrasi MRT Jakarta saat berhenti di stasiun (jakartamrt.co.id) 

MRT atau Mass Rapid Transit adalah sistem transportasi berbasis rel listrik yang memiliki kapasitas besar dan dan jarak antar kereta yang berdekatan. Saat ini baru 1 jalur MRT yang dimiliki oleh Kota Jakarta. Jalur tersebut memiliki panjang lintasan 15,7 km dan terdiri dari 13 stasiun. 13 stasiun tersebut meliputi 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. MRT Jakarta ini menghubungkan wilayah Lebak Bulus di selatan dengan wilayah Ancol di utara. 

Jakarta cukup telat memiliki MRT dibandingkan kota-kota besar ASEAN lainnya seperti Singapura, Kuala Lumpur dan Bangkok. MRT Jakarta baru mulai beroperasi pada tahun 2019. Apabila seluruh pembangunannya selesai, MRT Jakarta akan memiliki total lintasan sepanjang 110,8 km. 

LRT

Dua rangkaian LRT Jabodebek sedang berpapasan
ilustrasi dua rangkaian LRT Jabodebek sedang berpapasan (majalahlintas.com) 

Pada dasarnya LRT (Light Rail Transit) hampir sama dengan MRT, namun memiliki kapasitas yang lebih kecil. Saat ini ada dua layanan LRT yang beroperasi di Kota Jakarta. Pertama adalah LRT Jakarta yang menjadi moda transportasi untuk dalam kota Jakarta. LRT Jakarta ini dibangun sendiri oleh pemerindah daerah Kota Jakarta. Kedua adalah LRT Jabodebek yang menghubungkan Kota Jakarta dengan kota-kota disekitarnya. LRT Jabodebek dibiayai oleh pemerintah Indonesia. 

Kedua sistem transportasi ini mulai beroperasi di tahun yang berbeda. LRT Jakarta mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan panjang lintasan 5,8 km, sedangkan LRT Jabodebek mulai beroperasi pada tahun 2023 dengan panjang lintasan 44,3 km. Khusus untuk LRT Jabodebek menggunakan kereta api buatan dalam negeri, yaitu buatan PT INKA Madiun. 

KRL

Salah satu armada KRL Jabodetabek yang merupakan kereta bekas Jepang
ilustrasi armada KRL Jabodetabek yang merupakan kereta eks-Jepangeks-Jepang (kompas.com) 

Kereta Rel Listrik atau KRL Jabodetabek adalah sistem transportasi berbasis rel listrik tertua di Indonesia. Kota Jakarta telah memiliki KRL semenjak abad ke-19. Saat ini sistem transportasi KRL telah memiliki 7 jalur dengan panjang lintasan 418 km. KRL ini menghubungkan Kota Jakarta dengan kota-kota penyangganya seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. 

KRL ini memiliki kapasitas yang tidak jauh berbeda dengan MRT. Hanya saja jarak operasi antar kereta pada KRL tidak serapat MRT. Pasalnya KRL masih banyak memiliki perlintasan sebidang dan masih berbagi jalur dengan kereta api jarak jauh. Berbeda dengan MRT yang memiliki jalur khusus yang dibuat melayang atau dibawah tanah. 

Kereta Bandara

Kereta Bandara Soekarno Hatta saat berhenti di stasiun
ilustrasi Kereta Bandara Soekarno Hatta saat berhenti di stasiun (detik.com) 

Kereta Bandara adalah sistem transportasi berbasis rel listrik yang menghuhungkan antara Kota Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengoperasian kereta bandara ini diresmikan pada tahun 2018. Armada yang digunakan adalah kereta listrik jenis EA 203 buatan PT INKA dan Bombardier. Jalur dari kereta bandara ini menghubungkan antara Stasiun Manggarai dengan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. 

Kereta Cepat

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki layanan kereta cepat. Kereta cepat tersebut menghubungkan antara Kota Jakarta dengan Kota Bandung. Pembangunannya merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pihak China. Kereta cepat Jakarta-Bandung ini mampu mencapai kecepatan maksimal 351 km/jam. Operasional dari layanan kereta cepat Jakarta-Bandung diresmikan pada tahun 2023.




Referensi :
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/MRT_Jakarta
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/LRT_Jabodebek
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/LRT_Jakarta
  • https://indonesiabaik.id/infografis/kereta-bandara-resmi-beroperasi
  • https://dephub.go.id/post/read/presiden-joko-widodo-resmikan-kereta-cepat-pertama-di-asia-tenggara#:~:text=Resmi%20beroperasi%20pada%202%20Oktober,sudah%20bisa%20dinikmati%20masyarakat%20umum.


Bagikan Postingan Ini:

5 Kota di Indonesia yang Harusnya Sudah Memiliki MRT atau LRT

MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) merupakan sistem transportasi perkotaan yang umum dijumpai di kota-kota metropolitan. Sistem transportasi ini berbasis rel dan memiliki jarak waktu antar kereta yang berdekatan. Perbedaan antara MRT dengan LRT yang paling kentara terdapat dalam hal kapasitas. MRT memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan LRT. 

Di Indonesia terdapat dua kota yang sudah memiliki MRT ataupun LRT, yaitu Kota Jakarta dan Palembang. Untuk Kota Jakarta sudah memiliki LRT dan MRT sekaligus, sementara Kota Palembang Hanya memiliki LRT saja. Di luar Jakarta Jakarta dan Palembang, sebenarnya ada beberapa kota lainnya yang pantas memiliki sistem transportasi MRT atau LRT.

Dengan mempertimbangkan beberapa hal, ada 5 kota di Indonesia yang layak memiliki MRT atau LRT. Apa sajakah kota yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.


1. Surabaya

Kota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia
ilustrasi Kota Surabaya (jawapos.com)

Di luar Kota Jakarta, rasanya tidak ada kota lainnya yang lebih layak dibangun MRT atau LRT selain Kota Surabaya. Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini merupakan kota terbesar kedua di Indonesia baik dari segi populasi ataupun perekonomian. Harusnya sudah sejak lama Kota Surabaya memiliki MRT atau LRT. Bahkan dari beberapa tahun lalu sudah tersiar kabar akan dibangun MRT atau LRT di Kota Surabaya. Namun sayangnya sampai saat ini belum satu jalurpun yang sudah berhasil dibangun. Padahal permasalahan kemacetan di Kota Surabaya sudah ke tahap yang memprihatinkan. Bahkan Surabaya pernah disebut-sebut sebagai kota termacet di Indonesia.

2. Bandung

Kota Bandung, kota terbesar ketiga di Indonesia
ilustrasi Kota Bandung (https://skyscrapercity.com/members/endar.886632)

Kota Bandung sudah sejak lama diiming-imingi dengan proyek LRT. Proyek tersebut dirancang untuk sistem transportasi antara Kota Bandung dengan daerah-daerah penyangganya yang dikenal dengan sebutan LRT Bandung Raya. Namun proyek tersebut sampai saat ini belum ada yang terealisasi. 

Kebutuhan sistem transportasi LRT semakin mendesak di Kota Bandung semenjak adanya kereta cepat. Stasiun kereta cepat berada di lokasi yang jauh dari pusat Kota Bandung. Jadi dibutuhkan sistem transportasi yang mumpumi seperti LRT untuk menghubungkan pusat Kota Bandung dengan stasiun kereta cepat. 

3. Medan

Kota Medan, kota terbesar ketiga di Indonesia
ilustrasi Kota Medan (youtube.com/@matadroneid2384)

Medan adalah kota terbesar di luar Pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini gencar membangun sejumlah infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya Kota Medan masih luput dari proyek LRT ataupun MRT. Padahal dengan adanya LRT atau MRT di Kota Medan, bisa menjadi pemicu pemerataan pembangunan yang diidamkan pemerintah Indonesia. 

4. Makassar

Kota Makassar, kota terbesar di kawasan Indonesia timur
ilustrasi Kota Makassar (youtube.com/@RajaDroneID)

Makassar adalah satu-satunya kota metropolitan di kawasan timur Indonesia. Beberapa tahun lalu pernah ada rencana untuk membangun monorel di Kota Makassar yang digagas oleh Kalla Group. Sayangnya pihak Kalla Group akhirnya memilih mundur dari proyek tersebut. 

Kalau saat ini pemerintah Indonesia pernah mengeluarkan pernyataan ingin menjadi Kota Makassar seperti Kota Shenzhen di China. Untuk mewujudkan rencana tersebut, tentunya sistem transportasi di Kota Makassar juga perlu dibenahi.

5. Batam

Kota Batam, kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau
ilustrasi Kota Batam (youtube.com/@TravelersBatam)

Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Kota ini berada di lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura. Hal tersebut menyebabkan banyak wisatawan dari kedua negara tersebut bolak-balik berwisata di Kota Batam.

Potensi disektor pariwisata tersebut yang membuat Batam memerlukan sistem transportasi yang memadai. Apalagi dalam beberapa tahun ini populasi penduduk Batam mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari potensi ekonomi Kota Batam yang relatif besar. Meski sempat beberapa kali muncul rencana pembangunan LRT di Kota Batam, namun sampai saat ini belum ada yang terwujud.

Itulah 5 kota di Indonesia yang harusnya sudah memiliki sistem transportasi MRT atau LRT. Semoga dalam waktu dekat keinginan tersebut dapat terwujud, sehingga memberikan dampak positif terhadap kota-kota tersebut.




Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

Daftar Kota di Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Luas Wilayah

Jawa Barat atau Jabar adalah provinsi dengan populasi penduduk paling banyak di Indonesia. Dengan populasinya yang besar, tidak mengherankan kalau Jawa Barat memiliki wilayah perkotaan lebih banyak dibandingkan provinsi-provinsi lainnya. Saat ini Provinsi Jawa Barat memiliki 9 wilayah kota otonom. 

Peta Provinsi Jawa Barat
ilustrasi peta Provinsi Jawa Barat (peta-hd.com)

9 wilayah kota yang terdapat di Provinsi Jawa Barat adalah Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tasikmalaya, Cimahi, Cirebon, Sukabumi, dan Banjar. Pada tulisan kali ini kita akan mencoba mengurutkan daftar kota di Jawa Barat tersebut berdasarkan luas wilayah. Seperti apakah urutan daftarnya? Berikut adalah ulasannya.

1. Bekasi

Bekasi merupakan kota dengan wilayah terluas di Provinsi Jawa Barat. Kota ini tidak hanya berstatus sebagai kota terluas, tetapi juga merupakan kota dengan populasi terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Dirangkum dari beberapa sumber, jumlah populasi penduduk Kota Bekasi saat ini mencapai 3,084 juta jiwa.

Luas wilayah dari Kota Bekasi adalah 210,5 km². Terdapat 12 kecamatan di Kota Bekasi, yaitu Bantargebang, Jatiasih, Jatisampurna, Medansatria, Mustikajaya, Pondokgede, Pondokmelati, Rawalumbu, Bekasi Barat, Bekasi Timur, Bekasi Utara, dan Bekasi Selatan. Kota Bekasi merupakan bagian dari area metropolitan Jabodetabek. 

2. Depok

Untuk posisi ke-2 kota terluas di Provinsi Jawa Barat diduduki oleh Kota Depok. Sama seperti Bekasi, Depok juga merupakan bagian dari area metropolitan Jabodetabek. Kota ini memiliki wilayah dengan luas 200,3 km². Sementara itu populasi penduduk Kota Depok tercatat mencapai 2.145.400 jiwa. Kota Depok terdiri dari Kecamatan Beji, Bojongsari, Cilodong, Cimanggis, Cinere, Cipayung, Limo, Pancoran Mas, Sawangan, Sukmajaya, dan tapos.

3. Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya memiliki populasi penduduk yang tidak terlalu besar, yaitu sekitar 723.921 jiwa. Namun Tasikmalaya menduduki posisi ke-3 di Provinsi Jawa Barat dalam hal luas wilayah. Luas wilayah Kota Tasikmalaya berada diangka 183,85 km². Kota Tasikmalaya terdiri dari 10 kecamatan, yaitu Bungursari, Cibeureum, Cihideung, Cipedes, Indihiang, Kawalu, Mangkubumi, Purbaratu, Tamansari, dan Tawang. 

4. Bandung

Bandung adalah kota dengan wilayah terluas ke-4 di Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung merupakan pusat perekonomian utama di Provinsi Jawa Barat. Kota ini juga merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung terdiri dari Kecamatan Andir, Astana Anyar, Antapani, Arcamanik, Babakan Ciparay, Bandung Kidul, Bandung Kulon, Bandung Wetan, Batununggal, Bojongloa Kaler, Bojongloa Kidul, Cibiru, Cicendo, Cidadap, Cinambo, Coblong, Gedebage, Kiaracondong, Lengkong, Mandalajati, Panyileukan, Rancasari, Regol, Sukajadi, Sukasari, Sumur Bandung, Ujungberung. Total ada 30 Kecamatan di Kota Bandung. Luas wilayah dari Kota Bandung tercatat mencapai 167,7 km². Sementara itu populasi penduduk dari Kota Bandung adalah 2.527.854 jiwa.

5. Bogor

Bogor juga merupakan salah satu kota yang masuk dalam area metropolitan Jabodetabek. Kota ini memiliki populasi sekitar 1.070.719 jiwa. Luas wilayah dari Kota Bogor adalah 118,50 km² dan menduduki posisi ke-5 terluas di Provinsi Jawa Barat. Ada 6 kecamatan di Kota Bogor, yaitu Bogor Barat, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor Tengah dan Tanah Sareal. 

6. Banjar

Kota dengan wilayah terluas ke-6 di Provinsi Jawa Barat adalah Banjar. Kota ini memiliki wilayah seluas 113,49 km². Dari segi populasi, Kota Banjar memiliki penduduk sebanyak 209.493 jiwa.

7. Sukabumi

Sukabumi memegang status sebagai kota terluas ke-7 di Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah dari Kota Sukabumi adalah 48,25 km². Sementara itu populasi penduduk dari Kota Sukabumi adalah 360,644 jiwa.

8. Cimahi

Luas wilayah Kota Cimahi berada pada urutan ke-8 dari 9 kota di Provinsi Jawa barat. Lebih tepatnya, Kota Cimahi memiliki wilayah dengan luas 39,27 km². Dilihat dari letak geografisnya, Cimahi merupakan salah satu penyangga Kota Bandung. Kota ini memiliki populasi penduduk 614.304 jiwa.

9. Cirebon

Untuk kota terkecil di Provinsi Jawa Barat dipegang oleh Kota Cirebon. Luas wilayah dari Kota Cirebon hanya mencapai 37,36 km². Sementara itu populasi penduduk dari Kota Cirebon adalah 322.322 jiwa. 

Itulah ulasan tentang daftar kota di  Provinsi Jawa Barat yang diurutkan berdasarkan luas wilayah. Kalau kita lihat secara umum, kota-kota di Jawa Barat memiliki wilayah yang tidak terlalu luas. Bahkan tidak ada satupun kotapun yang luas wilayahnya mencapai 300 km². 


Bagikan Postingan Ini:

7 Kelompok Etnis Terbesar di Kota Batam

Batam adalah salah satu kota terbesar di luar Pulau Jawa. Kota ini memiliki komposisi penduduk yang sangat heterogen. Berbagai macam suku bangsa dan golongan dapat dijumpai di Kota Batam. Hal ini tidak terlepas dari status Kota Batam yang menjadi salah satu lokasi favorit bagi kaum perantau untuk mencari pekerjaan yang layak. Ditambah lagi Batam merupakan salah satu kota terkaya di Indonesia.

Kota Batam yang semakin maju
ilustrasi gedung-gedung pencakar langit yang menjadi simbol semakin majunya Kota Batam (youtube.com/@travelersbatam)

Keberagaman Kota Batam dapat dilihat dari susunan kelompok etnis yang berdomisili di sana. Di Kota Batam dengan mudah kita dapat jumpai kelompok etnis yang bukan asli dari Kota Batam. Kelompok etnis yang asli berasal dari Batam adalah Orang Melayu. Untuk lebih mengetahui etnis mana saja yang ada di Kota Batam, berikut kita rangkum tentang 7 kelompok etnis terbesar di Kota Batam.

1. Melayu


Orang Melayu adalah suku bangsa asli yang berasal dari Kota Batam. Jadi tidak heran kalau Melayu merupakan kelompok etnis terbesar di Kota Batam. Lebih dari seperempat penduduk Kota Batam merupakan Etnis Melayu. Komposisi Orang Melayu mencapai 26,78% dari total populasi Kota Batam. Sekedar informasi, populasi penduduk Kota Batam saat ini mencapai 1.240.792 jiwa. 

2. Jawa


Kelompok etnis terbesar kedua di Kota Batam adalah Suku Jawa. Suku ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara keseluruhan, Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia. Untuk di Kota Batam, komposisi Suku Jawa meliputi 17,61% dari total populasi Kota Batam. 

3. Batak


Bersama dengan Suku Melayu, Suku Batak merupakan kelompok etnis terbesar di luar Pulau Jawa. Suku Batak berasal dari wilayah Sumatera Utara. Di Kota Batam Suku Batak merupakan kelompok dengan jumlah populasi terbesar ketiga. Populasi Suku Batak mencapai 14,97% dari total populasi Kota Batam.

4. Minangkabau


Suku Minangkabau adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah Sumatera Barat. Populasi Orang Minangkabau di Kota Batam adalah 14,93% dari total populasi Kota Batam. Dengan demikian Orang Minangkabau adalah kelompok etnis terbesar keempat di Kota Batam.

5. Tionghoa


Kota Batam memiliki populasi Etnis Tionghoa yang cukup signifikan. Etnis Tionghoa yang berdomisili di Kota Batam mencapai 6,28% dari total populasi Kota Batam. Populasi Etnis Tionghoa menduduki posisi kelima terbesar di Kota Batam. 

6. Bugis


Populasi Suku Bugis menduduki posisi keenam terbesar di Kota Batam. Ada sekitar 2,29% Orang Bugis dari total populasi penduduk Kota Batam. Suku Bugis adalah suku asli dari Provinsi Sulawesi Selatan. 

7. Madura


Dari namanya kita sudah tahu bahwa Suku Madura berasal dari Pulau Madura. Komposisi Orang Madura adalah 0,67% dari total populasi Kota Batam. Populasi Suku Madura menduduki posisi ketujuh terbesar di Kota Batam. 


Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam
Bagikan Postingan Ini:

7 Suku Bangsa dengan Populasi Terbesar di Kota Jakarta

Kota Jakarta menjadi tujuan utama bagi para perantau untuk mencari kerja. Itulah sebabnya Jakarta tumbuh mejadi kota dengan populasi paling banyak di Indonesia. Saat ini populasi Kota Jakarta hampir menyentuh 11 juta jiwa.

Populasi Kota jakarta adalah yang terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (jakarta-tourism.go.id)

Karena banyak dihuni oleh kaum perantau, di Kota Jakarta dapat kita jumpai berbagai suku bangsa dari seluruh wilayah di Indonesia. Dari sekian banyak suku bangsa di Kota Jakarta, terdapat tujuh suku bangsa yang mendominasi dari segi populasi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tujuh suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta.

1. Suku Jawa

Suku Jawa merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta. Suku bangsa ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Suku Jawa bukan hanya menjadi suku bangsa terbesar di Kota Jakarta, namun juga merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlah Suku Jawa mencapai 35,16% dari total populasi Kota Jakarta.

2. Suku Betawi

Suku Betawi disebut-sebut sebagai suku asli yang berasal dari Kota Jakarta dan beberapa wilayah sekitarnya. Meski suku bangsa asli Jakarta, nyatanya Suku Betawi sudah tidak lagi mendominasi di Kota Jakarta. Populasi Suku Betawi menduduki posisi kedua yang mencakup 27,65% dari total populasi Kota jakarta. 

3. Suku Sunda

Suku Sunda dalah suku bangsa terbesar kedua di Indonesia setelah suku Jawa. Suku ini berasal dari Provinsi Jawa Barat. Karena wilayah asli suku Sunda berbatasan langsung dengan Kota Jakarta, tidak mengherankan populasi Suku Sunda menjadi salah satu yang terbesar di Kota Jakarta. Jumlah Suku Sunda di Kota Jakarta mencapai 15,27% dari total populasi Kota Jakarta dan menduduki posisi ketiga sebagai suku bangsa terbesar di Kota Jakarta.

4. Suku Tionghoa

Suku Tionghoa menduduki posisi keempat sebagai suku bangsa terbesar di Kota Jakarta. Bahkan Kota Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki jumlah suku Tionghoa terbesar. Suku Tionghoa meliputi sekitar 5,53% dari total populasi Kota Jakarta. Dengan demikian Suku Tinghoa merupakan suku bangsa terbesar ketiga di Kota Jakarta.

5. Suku Batak

Batak adalah suku bangsa terbesar di luar Pulau Jawa. Untuk Di Kota Jakarta, Suku Batak menduduki posisi terbesar keempat. Populasi suku batak mencapai 3,61% dari total populasi Kota Jakarta. Suku Batak berasal dari Provinsi Sumatera Utara.

6. Suku Minangkabau

Sama seperti Suku Batak, Suku Minangkabau juga berasal dari Pulau Sumatera. Suku Minangkabau merupakan penduduk asli dari Provinsi Sumatera Barat. Jumlah populasi Suku Minangkabau di Kota Jakarta meliputi 3,18% dari total populasi Kota Jakarta. Populasi suku Minangkabau menduduki posisi keenam terbesar di Kota Jakarta. 

7. Melayu

Suku Melayu berasal dari beberapa Provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Contohnya Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dll. Untuk di Kota Jakarta, jumlah populasi Suku Melayu menduduki urutan ketujuh. Populasi Suku Melayu di Kota Jakarta mencapai 1,62% dari total populasi Kota Jakarta.

Itulah tujuh suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta. Semoga informasi yang disajikan bisa memberi manfaat.


Referensi : https://map-bms.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar di Luar Pulau Jawa

Lebih dari 50 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh Pulau Jawa. Menurut data BPS, Pulau Jawa berkontribusi terhadap 57,05% perekonomian Indonesia. Hal tersebut juga terlihat dari dominasi kota-kota di Pulau Jawa yang banyak menduduki posisi teratas disektor perekonomian.

Kontribusi masing-masing pulau terhadap pdrb Indonesia
Kontribusi PDRB Indonesia berdasarkan pulau (cnbcindonesia.com)

Besarnya tingkat perekonomian suatu kota dapat diukur berdasarkan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dari kota bersangkutan. Tiga kota dengan PDRB terbesar di Indonesia semuanya berasal dari Pulau Jawa. Ini menjadi gambaran bahwa kota-kota dari Pulau Jawa begitu mendominasi secara perekonomian.

Meskipun demikian bukan berarti kota-kota di luar Pulau Jawa tidak mengalami perkembangan yang berarti. Apalagi semenjak era otonomi daerah yang membuat kota-kota di luar Pulau Jawa mengalami perkembangan perekonomian yang cukup pesat. 

Tentunya menarik bila kita mengulas tentang daftar kota di luar Pulau Jawa yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 10 kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa. 

Medan

Posisi pertama kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Medan. Medan sekaligus merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar di luar Pulau Jawa. Bila dilihat secara nasional, perekonomian Kota Medan menduduki peringkat keempat setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Menurut data BPS, Kota Medan memiliki PDRB yang mencapai Rp303,312 triliun.

Makassar

Makassar merupakan kota terbesar di kawasan timur Indonesia. Kota ini memegang status sebagai kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan. Ibu Kota Sulawesi Selatan ini memiliki PDRB yang berada diangka Rp226,903 triliun. 

Batam

Posisi ketiga kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Batam. Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dan berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Kota Batam memiliki PDRB yang berada diangka Rp216,086 triliun.

Palembang

Palembang merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di luar Pulau Jawa. PDRB Kota Palembang tercatat mencapai Rp194,540 triliun. Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan.

Pekanbaru

Pekanbaru adalah kota terbesar dan sekaligus ibu kota dari Provinsi Riau. Kota Pekanbaru tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp159,961 triliun. Dengan demikian menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di luar Pulau Jawa.

Balikpapan

Balikpapan  menduduki posisi keenam sebagai kota dengan kekuatan terbesar di luar Pulau Jawa. Kota yang berada di Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki PDRB terbesar di Pulau Kalimantan. PDRB Kota Balikpapan tercatat mencapai Rp143,169 triliun.

Samarinda

Sama seperti Balikpapan, Kota Samarinda juga berada di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki PDRB yang mencapai Rp89,269 triliun. Kota Samarinda menempati posisi ketujuh sebagai kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa.

Padang

Kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedelapan di luar Pulau Jawa diduduki oleh Kota Padang. Kota Padang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. PDRB Kota Padang tercatat mencapai Rp79,705.

Bandar Lampung

Bandar Lampung adalah ibu kota dari Provinsi Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki PDRB Rp74,104 triliun dan merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kesembilan di luar Pulau Jawa.

Bontang

Posisi kesepuluh kota dengan kekuatan ekonomi di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Bontang. Kota Bontang memiliki PDRB yang berada diangka Rp68,106 triliun. 

Berdasarkan data diatas, mayoritas kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa berasal dari Pulau Sumatera. Ini berbanding lurus dengan status Pulau Sumatera yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian nasional setelah Pulau Jawa.


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan Udara Paling Berpolusi di Indonesia

Kualitas udara menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat suatu kota. Hal ini karena kualitas udara berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan hidup. Baik atau tidaknya kualitas udara suatu wilayah diukur berdasarkan Indeks Kualitas Udara.

Kota dengan kualitas udara yang buruk
ilustrasi wilayah perkotaan dengan kualitas udara yang buruk (rri.co.id)

Indeks Kualitas Udara adalah ukuran yang digunakan untuk menilai polusi udara di suatu wilayah. Indeks Kualitas Udara diperoleh berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara tahunan.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Jadi boleh dibilang 10 kota ini merupakan kota yang paling berpolusi di Indonesia. Apa saja kota-kota yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.

1. Tangerang Selatan

Diposisi pertama ada Kota Tangerang Selatan. Tangerang Selatan adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Banten. Kota ini juga menjadi salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota Tangerang Selatan tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 71.7. Menurut situs IQAir.com, kota-kota yang memiliki Indeks Kualitas Udara 50-100 masuk dalam kategori sedang. Sementara itu kota-kota yang memiliki Indeks Kualitas Udara dibawah 50, berarti memiliki kualitas udara yang baik. 

2. Tangerang

Kota dengan kualitas udara terburuk kedua di Indonesia masih berada di Provinsi Banten, yaitu Kota Tangerang. Di Indonesia sendiri hanya Kota Tangerang dan Tangerang Selatan saja yang memiliki Indeks Kualitas Udara diatas 50 kalau dilihat secara tahunan. Untuk Kota Tangerang memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 54,1.

3. Bekasi

Kota dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia dipegang oleh Kota Bekasi. Sama seperti Tangerang dan Tangerang Selatan, Bekasi merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Jawa Barat atau Jabar. Kota Bekasi memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 49,9. Dengan Indeks Kualitas Udara yang berada dibawah 50, kualitas udara di Kota Bekasi masih bisa dikategorikan baik.

4. Jakarta

Kota Jakarta menduduki posisi keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Hal ini tidak mengejutkan karena Jakarta merupakan kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Kota Jakata tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 43,8. 4 Kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dipegang oleh kota-kota yang masuk dalam area metropolitan Jabodetabek. 

5. Bandung

Kota dengan kualitas udara terburuk kelima di Indonesia dipegang oleh Kota Bandung. Kota Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia dan merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat. Indeks Kualitas Udara di Kota Bandung Berada diangka 39,6.

6. Depok

Sama seperti Bandung, Depok juga merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Depok juga berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Dengan Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 37,6, menempatkan Depok sebagai kota paling berpolusi keenam di Indonesia.

7. Serang

Serang adalah ibu kota dari Provinsi Banten. Kota ini merupakan kota paling berpolusi ketujuh di Indonesia. Indeks Kualitas Udara dari Kota Serang adalah 35,6.

8. Palembang

Palembang menjadi salah satu dari dua kota di luar Pulau Jawa yang masuk dalam daftar 10 kota paling berpolusi di Indonesia. Ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki Indeks Kualitas Udara 32,8 dan merupakan kota dengan kualitas udara terburuk kedelapan di Indonesia.

9. Indralaya

Indralaya adalah ibu kota dari Kabupaten Ogan Illir. Sama seperti Palembang, kota ini berada di Provinsi Sumatera Selatan atau Sumsel. Indralaya memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 29. 

10. Semarang

Posisi kesepuluh kota paling berpolusi di Indonesia diduduki oleh Kota Semarang. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 28,1.

Itulah daftar 10 kota  dengan udara paling berpolusi di Indonesia. Semoga kota-kota di Indonesia memiliki kualitas udara yang semakin baik sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. 


Referensi : 

  • https://www.iqair.com/id/world-most-polluted-cities?continent=59af92b13e70001c1bd78e53&country=Rqrg4reHqi8taY4re&state=&sort=-rank&page=1&perPage=50&cities=
  • https://news.detik.com/berita/d-6700309/indeks-kualitas-udara-pengertian-manfaat-dan-kategorinya

Bagikan Postingan Ini:

10 Hal yang Identik dengan Kota Surabaya, Salah Satunya Patung Suro dan Boyo

Nama Kota Surabaya tentunya tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Boleh dibilang Surabaya merupakan salah satu kota paling berpengaruh di Indonesia. Ini tidak terlepas dari status Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Apalagi ibu kota Provinsi Jawa Timur tersebut memiliki sejarah yang panjang dalam proses berdirinya sebagai bagian dari Negara Indonesia.

Surabaya kota terbesar kedua di Indonesia
ilustrasi Kota Surabaya (skyscrapercity.com)

Layaknya kota-kota pada umumnya, Kota Surabaya memiliki beberapa hal yang identik dan menjadi ciri khas dari Kota Surabaya. Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, setidaknya ada 10 hal yang identik dengan Kota Surabaya. Apa saja hal-hal yang identik dengan Kota Surabaya tersebut? Berikut adalah ulasannya. 

1. Kota Pahlawan

Orang-orang Indonesia mengenal Kota Surabaya dengan julukan Kota Pahlawan. Julukan tersebut diberikan karena aksi heroik arek-arek Suroboyo melawan pasukan sekutu. Peristiwa tersebut terjadi pada 10 November 1945. Pada saat itu ribuan warga Surabaya gugur demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berkat aksi heroik warga Surabaya, pemerintah Indonesia menetapkan setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

2. Patung Suro dan Boyo


Patung Suro dan Boyo merupakan ikon yang paling melekat dengan kota Surabaya. Bahkan nama kota Surabaya sendiri diambil karena kata Suro yang merupakan sebutan untuk salah satu jenis hiu dan boyo yang merupakan bahasa jawa untuk buaya. Sesuai dengan namanya, patung Suro dan Buyo berbentuk hewan Hiu dan Buaya. Patung ini terdapat di tiga tempat di Kota Surabaya dan juga satu di Korea Selatan.

3. Tugu Pahlawan


Seperti yang kita bahas sebelumnya, Kota Surabaya dikenal dengan julukan Kota Pahlawan. Untuk mengenang hal tersebut, dibangunan sebuah monumen di Kota Surabaya yang bernama Tugu Pahlawan. Monumen ini memiliki ketinggian 41,15 m dan diameter 3,15 m. Semakin keujung diameter dari monumen ini juga semakin kecil. Lokasi dari Tugu Pahlawan barada di dekat pusat pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

4. Hotel Majapahit


Hotel Majapahit adalah sebuah hotel mewah bersejarah yang berada di Kota Surabaya. Di Hotel ini pernah terjadi peristiwa heroik, yaitu penyobekan bendera Belanda. Hal ini dipicu oleh maklumat pemerintahan Soekarno yang memerintahan pengibaran bendera merah putih di seluruh wilayah Indonesia. Namun sekelompok orang Belanda secara diam-diam mengibarkan bendera Belanda di Hotel Majapahit. Hal tersebut memicu amarah arek Suroboyo dan terjadilah peristiwa perobekan bendera Belanda. Mereka merobek warna biru pada bendera Belanda hingga menyisakan warna merah putih saja.

5. Persebaya


Persebaya adalah salah satu klub sepakbola di Indonesia yang berbasis Surabaya. Boleh dibilang Persabaya merupakan salah satu klub sepakbola paling populer di Indonesia. Klub ini didirikan oleh M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Untuk saat ini Persebaya menjadi salah satu klub yang berlada di Liga 1 Indonesia.

6. Bonek


Bicara tentang Persebaya, tentunya tidak dapat dipisahkan dengan Bonek. Bonek adalah sebutan untuk kelompok suporter klub sepakbola Persebaya. Nama Bonek sendiri merupakan akronim dari bahasa Jawa yaitu Bondho Nekat, yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti Modal Nekat. 

7. Jembatan Suramadu


Jembatan Suramadu merupakan salah satu ikon Kota Surabaya yang paling populer. Jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura ini adalah jembatan terpanjang kedua di Indonesia setelah jembatan Tol Bali Mandara. Panjang dari Jembatan Suramadu mencapai 5.348 m. Pembangunan Jembatan Suramadu dimulai pada 20 Agustus 2003 dan selesai pada 11 Juni 2009.

8. Rujak Cingur


Sebenarnya Surabaya memiliki banyak makanan khas. Namun diantara semua makanan khas Surabaya, Rujak Cingur adalah makanan yang paling populer. Dalam bahasa Jawa, cingur itu berarti mulut. Hal ini merujuk pada irisan hidung atau moncong sapi yang dicampurkan kedalam hidangan. 

9. Jembatan Merah


Jembatan merubah adalah salah satu infrastruktur yang paling bersejarah di Kota Surabaya. Kawasan Jembatan Merah telah menjadi pusat perniagaan semenjak era VOC berkuasa di Indonesia hingga saat ini. Perubahaan fisik dari jembatan merah dilakukan pada tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya diubah dari kayu ke besi.

10. Dialek Suroboyoan


Dialek Suroboyoan dikenal juga dengan Bahasa Jawa Surabaya. Dialek ini memiliki fonologi dan morfologi yang tidak terdapat dalam dialek-dialek bahasa Jawa lainnya. Dialek Suroboyoan juga digunakan di daerah-daerah yang berada di sekitar Kota Surabaya sepergi Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. 


Bagikan Postingan Ini:

7 Kota di Indonesia yang Memiliki Gedung Pencakar Langit 150 Meter

Pemandangan gedung-gedung pencakar langit merupakan hal yang lumrah dijumpai di kota-kota besar. Besarnya jumlah populasi penduduk serta keberadaan lahan yang semakin minim menjadi pemicu munculnya gedung-gedung pencakar langit. Tidak terkecuali dengan kota-kota besar di negara kita Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Saat ini sudah ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki gedung-gedung pencakar langit.


Pemandangan gedung-gedung pencakar langit di perkotaan
ilustrasi gedung-gedung pencakar langit (arch2o.com)

Sebenarnya tidak ada standar khusus suatu gedung dikategorikan sebagai pencakar langit. Pokoknya asalkan gedung tersebut menjulang tinggi biasanya disebut pencakar langit. Namun beberapa sumber menyebutkan kalau suatu gedung bisa dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian minimal 150 meter atau lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, saat ini ada 7 kota di Indonesia yang telah memiliki pencakar langit dengan ketinggian 150 meter atau lebih. Semua kota yang ada pada daftar tersebut berada di Pulau Jawa dan Sumatera. Penasaran kota apa sajakah yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.


1. Jakarta

Jakarta merupakan kota dengan jumlah pencakar langit paling banyak di Indonesia. Bahkan jumlah pencakar langit di Kota Jakarta adalah yang terbanyak ketiga di Asia Tenggara setelah Kuala Lumpur dan Bangkok. Berdasarkan situs skyscrapercenter.com, saat ini jumlah pencakar langit di Kota Jakarta yang memiliki ketinggian 150 m atau lebih mencapai 114 gedung. 

Banyaknya jumlah pencakar langit di Kota Jakarta disebabkan karena populasi yang besar. Populasi dari Kota Jakarta tercatat mencapai 10.770.487 jiwa. Dari seluruh negara, Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta menduduki urutan ke-14 di dunia.

2. Surabaya

Kota dengan jumlah pencakar langit dengan ketinggian 150 m terbanyak ke-2 di Indonesia adalah Surabaya. Hal ini berbanding lurus dengan status Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia setelah Jakarta. 

Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini memiliki populasi 2.887.223 jiwa berdasarkan data bps.go.id untuk tahun 2022. Sementara itu jumlah pencakar langit yang mencapai ketinggian 150 m di Kota Surabaya adalah 11 gedung. Cukup jomplang beda kita bandingkan dengan Kota Jakarta.

3. Tangerang

Bila dilihat berdasarkan populasi, Tangerang merupakan kota terbesar ke-6 di Indonesia. Kota Tangerang tercatat memiliki populasi 1.930.556 jiwa. Namun Tangerang berhasil masuk dalam daftar 3 besar sebagai kota dengan pencakar langit terbanyak di Indonesia. Besarnya jumlah pencakar langit di Kota Tangerang salah satunya dipengaruhi oleh posisinya yang berdekatan dengan Kota Jakarta. Kota Tangerang tercatat memiliki  5 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. 

4. Bekasi

Bekasi menduduki posisi ke-4 dengan jumlah pencakar langit terbanyak di Indonesia. Bekasi merupakan kota dengan jumlah populasi terbesar ke-3 di Indonesia. Sama halnya seperti Tangerang, Kota Bekasi juga berlokasi disekitar Jakarta. Jadi, Bekasi dan Tangerang merupakan kota satelit atau kota penyangga Jakarta. 

Kota Bekasi berlokasi di Provinsi Jawa Barat. Populasi dari Kota Bekasi adalah 3.075.690 jiwa. Sementara itu di Kota Bekasi terdapat dua gedung yang memiliki ketinggian 150 m. 

5. Medan

Medan adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara. Kota ini merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa berdasarkan jumlah populasi penduduk. Secara nasional, Medan merupakan kota dengan populasi terbesar ke-5 di Indonesia. Populasi dari Kota Medan tercatat mencapai 2.494.512 jiwa. 

Kota Medan memiliki jumlah pencakar langit yang sama dengan Kota Bekasi, yaitu 2 gedung. Dengan demikian Medan memegang status sebagai kota dengan pencakar terbanyak di luar Pulau Jawa. 

6. Bandar Lampung

Saat ini Kota Bandar Lampung sudah memiliki 1 gedung dengan ketinggian 150 m. Sama halnya seperti Medan, Bandar Lampung juga merupakan salah satu kota di Pulau Sumatera. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Sumatera setelah Medan dan Palembang. Ibu kota dari Provinsi Lampung ini memiliki populasi 1.209.937 jiwa. 

7. Batam

Batam berhasil masuk jajaran kota di luar Pulau Jawa yang memiliki gedung pencakar dengan ketinggan 150 m. Saat ini terdapat 1 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m di Kota Batam. Meski bukan berstatus sebagai ibu kota provinsi, Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan populasi penduduk. Populasi penduduk dari Kota Batam tercatat mencapai 1.196.396 jiwa. 



Referensi : https://www.skyscrapercenter.com/cities
Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan PDB Terbesar di Asia Tenggara, 4 Diantaranya Berasal dari Indonesia

PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan indikator paling penting untuk mengukur perkembangan perekonomian suatu wilayah. Didalam bahasa Inggris PDB dikenal dengan istilah GDP (Gross Domestic Product). Ada beberapa komponen yang digunakan untuk mengukur PDB suatu wilayah. Diantaranya adalah konsumsi publik, investasi, dan pengeluaran pemerintah. 

Asia Tenggara, salah satu regional yang paling berkembang pesat di Asia
ilustrasi peta Asia Tenggara (indiana.edu)

Pada artikel kali ini kita akan mengulas tentang daftar 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara. Asia Tenggara merupakan salah satu regional di Asia yang memiliki perkembangan perekonomian yang pesat.  Menariknya, kota-kota dari Indonesia mendominasi pada daftar. 

Dari 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara, 4 diantaranya merupakan kota yang berasal dari Indonesia. Ini menandakan bahwa dari segi kekuatan ekonomi kota-kota dari Indonesia cukup dominan di Asia Tenggara. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara.

1. Singapura

Posisi pertama kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara dipegang oleh Singapura. Rasanya akan sulit bagi kota manapun untuk menggeser Singapura dari posisi pertama. Kota Singapura meliputi seluruh wilayah dari Negara Singapura, sehingga Singapura dikenal sebagai negara kota. Saat ini Singapura satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berstatus negara maju.

Kota Singapura memiliki peranan penting sebagai pusat keuangan dan perdagangan global. Hal ini tidak terlipas dari letak geografis Singapura yang berada di jalur perdangan internasional. Maka dari itu tidak heran kalau kota ini berada diposisi pertama di Asia Tenggara dalam urusan PDB. Kota Singapura memiliki PDB yang mencapai US$525,228 miliar. 

Populasi dari Kota Singapura tercatat mencapai 5.917.600 jiwa. Angka tersebut masih dibawah populasi Kota Jakarta, Bangkok, dan Manila. Namun karena memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, membuat PDB Singapura lebih tinggi dibandingkan kota manapun di Asia Tenggara. Pendapatan per kapita dari Kota Singapura tercatat mencapai US$88,447 ribu. 

2. Jakarta

Kota dengan PDB terbesar ke-2 di Asia Tenggara dipegang oleh Jakarta. Dengan populasi penduduk yang mencapai 10.672.100 jiwa, menjadikan Jakarta sebagai kota dengan populasi terbesar di Negara Indonesia dan posisi kedua di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia ingin fokus menjadikan Jakarta sebagai kota global setelah kota ini tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Indonesia. 

Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang jauh dibawah Singapura, yaitu US$21,2 ribu. Kalau dilihat berdasarkan angka tersebut, pendapatan per kapita Jakarta kurang dari seperempat pendapatan per kapita Singapura. Namun populasi yang besar memberikan pengaruh terhadap PDB Kota Jakarta. Kota Jakarta tercatat memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar.

3. Bangkok

Bangkok adalah kota terbesar di Negara Thailand. Ibu kota Negara Thailand ini memiliki populasi yang mencapai 9.034.000 jiwa. Populasi penduduk Kota Bangkok merupakan yang terbesar keempat di Asia Tenggara Setelah Manila, Jakarta, dan Ho Chi Minh City. Dari segi PBD, Bangkok menduduki posisi ke-3 di Asia Tenggara. 

Kota Bangkok memiliki PDB yang mencapai US$167,975 miliar. Sementara itu pendapatan per kapita Bangkok berada dibawah Jakarta, yaitu US$18,589 ribu. 

4. Manila

Manila merupakan kota terbesar di Asia Tenggara kalau dilihat berdasarkan populasi penduduk. Namun berdasarkan angka PDB, Manila menduduki posisi ke-4 di Asia Tenggara. Hal ini karena Kota Manila memiliki pendapatan per kapita yang relatif kecil bila dibandingkan dengan 3 kota yang kita bahas sebelumnya. Kota ini memiliki pendapatan per kapita diangka US$8,947 ribu. 

Populasi dari Kota Manila adalah 13.484.462 jiwa. Karena pendapatan per kapita Manila tergolong kecil, besarnya jumlah populasi tidak berimbas banyak terhadap PDB Manila. PDB Kota Manila berada diangka US$124,966 miliar.

5. Ho Chi Minh City

Ho Chi Minh City adalah kota terbesar di Negara Vietnam. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 9.165.800 jiwa. Ho Chi Minh City memiliki PDB yang berada diangka US$68,0 miliar. Angka tersebut menempatkan Ho Chi Minh City sebagai kota dengan PDB terbesar ke-5 di Asia Tenggara. Sementara itu pendapatan per kapita dari Ho Chi Minh City sekitar US$7,0 ribu.

6. Kuala Lumpur

Kuala Lumpur adalah kota dengan PDB terbesar ke-6 di Asia Tenggara. Kota ini merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar dari Negara Malaysia. Populasi dari Kuala Lumpur tergolong kecil bila kita bandingkan dengan kota-kota yang dibahas sebelumnya. Kota ini memiliki populasi sekitar 2,1 juta jiwa. Namun karena pendapatan per kapita dari Kota Kuala Lumpur tergolong tinggi, membuat PDB dari kota ini cukup bersaing. Kuala Lumpur memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$28,909 ribu. Sementara itu PDB dari Kota Kuala Lumpur adalah  US$59,711 miliar.

7. Hanoi

Hanoi merupakan ibu kota dari Negara Vietnam dan merupakan kota terbesar kedua di Vietnam. Kota ini memiliki populasi 8.330.800 jiwa. Dari 10 negara dengan PDB terbesar di Asia Tenggara, Hanoi memiliki pendapatan per kapita paling kecil. Pendapatan per kapita dari Kota Hanoi adalah US$5,553 ribu. Sementara Hanoi memiliki PDB diangka US$46,096 miliar dan menduduki posisi ke-7 di Asia Tenggara.

8. Surabaya

Kota dengan PDB terbesar ke-8 di Asia Tenggara dipegang oleh Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dengan populasi 2.887.223 jiwa. Kota ini memiliki PDB yang mencapai US$41,250 miliar. Sementara itu pendapatan per kapita dari Kota Surabaya adalah US$14.332. 

9. Bandung

Bandung merupakan kota dengan PDB terbesar ke-9 di Asia Tenggara dan ke-3 di Indonesia. Kota ini memiliki populasi 2.510.103 jiwa. PDB dari Kota Bandung adalah US$20,766 miliar dengan pendapatan per kapita US$8,466 ribu.

10. Medan

Kota Medan menduduki posisi ke-10 sebagai kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara. Kota dengan populasi 2.494.512 jiwa ini memiliki PDB yang mencapai US$17,802 jiwa. Sementara itu pendapatan per kapita dari Kota Medan adalah US$7,234 ribu. 



Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_Singapore
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ASEAN_country_subdivisions_by_GDP




Bagikan Postingan Ini:

Daftar Kota di Pulau Jawa Berdasarkan Populasi Penduduk

Pulau Jawa adalah salah satu pulau terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Jumlah populasi penduduk di Pulau Jawa merupakan yang terbesar di Indonesia. Sekitar 150 juta penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Angka tersebut setara dengan 60% dari total populasi Indonesia. 

Besarnya populasi penduduk di Pulau Jawa menyebabkan perkembangan wilayah perkotaan di sana juga lebih berkembang pesat dibandingkan daerah-daerah lainnya. Mayoritas kota-kota besar di Indonesia berada di Pulau Jawa. Salah satunya adalah Kota Jakarta yang merupakan kota terbesar di Indonesia.

Peta Pulau Jawa
ilustrasi peta Pulau Jawa (solopos.com)

Jumlah kota di Pulau Jawa juga cenderung lebih banyak bila dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Ada 29 daerah di Pulau Jawa yang saat ini berstatus sebagai kota otonom. Provinsi dari Pulau Jawa yang paling banyak memiliki kota adalah Jawa Barat dan Jawa Timur. Ada 9 daerah di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur yang berstatus sebagai kota otonom.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang daftar kota di Pulau Jawa yang diurutkan berdasarkan jumlah populasi penduduk. Jadi akan kita bahas 29 kota di pulau jawa dari yang memiliki populasi terbesar hingga yang terkecil. Untuk lebih jelasnya berikut adalah daftarnya.

1. Jakarta

Jakarta adalah kota terbesar di Pulau Jawa sekaligus merupakan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta. Berdasarkan data BPS, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Jakarta dikenal luas sebagai ibu kota Negara Indonesia. Namun saat ini Jakarta sudah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Negara Indonesia setelah pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan Indonesia ke IKN (Ibu Kota Nusantara). Luas wilayah dari Kota Jakarta mencapai 661,5 km²

2. Surabaya

Surabaya adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Timur. Kota ini memegang status sebagai kota terbesar kedua di Pulau Jawa sekaligus terbesar kedua di Indonesia. Kota Surabaya tercatat memiliki populasi yang mencapai 2.887.223 untuk tahun 2022. Surabaya bukan hanya terbesar kedua dari segi populasi, tetapi juga terbesar kedua di Indonesia dari sergi perekonomian setelah Kota Jakarta. Kota Surabaya memiliki wilayah dengan luas 350,5 km²

3. Bekasi

BPS Jawa Barat mencatatkan jumlah penduduk Kota Bekasi untuk tahun 2020 mencapai 3.075.690 jiwa. Dengan demikian Bekasi merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Jawa sekaligus terbesar ketiga di Indonesia. Bekasi merupakan salah satu kota penyangga Jakarta yang memiliki wilayah dengan luas 213,1 km². Dengan menduduki posisi ketiga terbesar di Indonesia, berarti Bekasi telah melampui Kota Bandung dari segi jumlah penduduk. 

4. Bandung

Sebelumnya Bandung merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar ketiga di Indonesia. Namun posisi Kota Bandung tersebut saat ini telah digantikan oleh Kota Bekasi. Saat ini populasi penduduk Kota Bandung menduduki posisi keempat di Pulau Jawa sekaligus di Indonesia. Ibu kota Jawat Barat ini memiliki populasi 2.510.103 jiwa.  Sementara itu luas wilayah dari Kota Bandung adalah 167,3 km².

5. Depok

Populasi penduduk Kota Depok adalah yang terbesar kelima di Pulau Jawa dan terbesar keenam di Indonesia. Sama seperti Bekasi, Kota Depok juga merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Jawa Barat. Populasi Kota Depok berdasarkan data BPS tahun 2020 tercatat 2.484.186 jiwa. Sementara itu luas wilayah dari Kota Depok adalah 199,9 km².

6. Tangerang

Kota dengan populasi penduduk terbesar keenam di Pulau Jawa adalah Tangerang. Sedangkan untuk di Indonesia, populasi penduduk Kota Tangerang adalah yang terbesar ketujuh. Kota ini berada di Provinsi Banten dan juga merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Tangerang memiliki populasi penduduk yang mencapai 1.930.556 jiwa dan memiliki wilayah dengan luas 164,6 km².

7. Semarang

Semarang adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 1.694.743 jiwa dan memiliki wilayah dengan luas 373,8 km². Semarang menempati posisi ketujuh sebagai kota dengan populasi terbesar di Pulau Jawa. Untuk seluruh Indonesia, jumlah populasi Kota Semarang menduduki posisi kesembilan. 

8. Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Banten dan memiliki populasi penduduk 1.399.500 jiwa. Populasi penduduk Kota Tangerang Selatan adalah yang terbesar kedelapan di Pulau Jawa dan terbesar kesepuluh di Indonesia. Kota ini memiliki wilayah dengan luas 164,8 km²

9. Bogor

Sama seperti Tangerang Selatan, Kota Bogor juga merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini memiliki populasi 1.126.927 jiwa dengan luas wilayah 111,4 km².  Kota yang berada di Provinsi Jawa Barat ini merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar kesembilan di Pulau Jawa dan terbesar ketiga belas di Indonesia. 

10. Malang

Malang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur. Sementara itu di Pulau Jawa, Kota Malang menduduki posisi kesepuluh dari segi jumlah populasi penduduk. Populasi Kota Malang untuk tahun 2022 tercatat 846.126. Sementara itu Kota Malang memiliki wilayah dengan luas 111,1 km².

11. Serang

Kota serang merupakan ibu kota dari Provinsi Banten. Populasi penduduk dari Kota Serang berdasarkan data BPS adalah 723.790. Dengan populasi sebesar itu menempatkan Serang sebagai kota berpenduduk terbesar kesebelas di Pulau Jawa. Kota ini memiliki luas wilayah 266,2 km².

12. Tasikmalaya

Tasikmalaya adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Kota ini memiliki populasi penduduk yang mencapai 663.986 jiwa. Populasi penduduk Kota Tasikmalaya merupakan yang terbesar kedua belas di Pulau Jawa. Luas dari Kota Tasikmalaya adalah 184,2 km².

13. Cimahi

Sama seperti Tasikmalaya, Cimahi juga merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Cimahi merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar ketiga belas di Pulau Jawa. Kota ini memiliki populasi penduduk 620.393 jiwa. Sementara itu luas dari Kota Cimahi adalah 42,43 km².

14. Surakarta

Surakarta adalah kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Kota Semarang. Populasi penduduk Kota Surakarta adalah terbesar keempat belas di Pulau Jawa. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 526.870. Luas dari Kota Surakarta adalah 46,62 km².

15. Cilegon

Cilegon merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Banten. Kota ini memiliki populasi penduduk 450,510 jiwa dan merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar kelima belas di Pulau Jawa. Luas dari Kota Cilegon adalah 162,5 km².

Untuk urutan kota-kota dengan populasi terbesar ke-16 sampai ke-29 di Pulau Jawa ada pada daftar dibawah ini :

  • Yogyakarta, populasi penduduk 449.890 jiwa dan menduduki posisi ke-16
  • Sukabumi, populasi penduduk 330.691 jiwa dan menduduki posisi ke-17
  • Cirebon, populasi penduduk 322.322 jiwa dan menduduki posisi ke-18
  • Pekalongan, populasi penduduk 317.524 jiwa dan menduduki posisi ke-19
  • Kediri, populasi penduduk 289.418 jiwa dan menduduki posisi ke-20
  • Tegal, populasi penduduk 282.781 jiwa dan menduduki posisi ke-21
  • Probolinggo, populasi penduduk 243.200 jiwa dan menduduki posisi ke-22
  • Batu, populasi penduduk 216.735 jiwa dan menduduki posisi ke-23
  • Pasuruan, populasi penduduk 211.497 jiwa dan menduduki posisi ke-24
  • Madiun, populasi penduduk 199.192 jiwa dan menduduki posisi ke-25
  • Salatiga, populasi penduduk 198.920 jiwa dan menduduki posisi ke-26
  • Banjar, populasi penduduk 183.299 jiwa dan menduduki posisi ke-27
  • Blitar, populasi penduduk 151.960 jiwa dan menduduki posisi ke-28, serta
  • Magelang, populasi penduduk 122.150 jiwa dan menduduki posisi ke-29.
Itulah urutan daftar kota di Pulau Jawa yang diurut berdasarkan jumlah populasi penduduk. Semoga informasinya bermanfaat.


Referensi :

  • https://jatim.bps.go.id/statictable/2023/05/30/2697/jumlah-penduduk-provinsi-jawa-timur-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-kelamin-2022.html
  • https://jabar.bps.go.id/indicator/12/133/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota.html
  • https://jateng.bps.go.id/indicator/12/766/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-jawa-tengah.html

Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts