Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Jakarta vs Singapura, Perbandingan Dua Kekuatan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta adalah kota terbesar yang ada di Indonesia saat ini. Kota Jakarta tidak hanya terbesar di Indonesia dalam hal populasi, tetapi juga terbesar dalam hal perekonomian. Bahkan perekonomian kota Jakarta adalah yang terbesar kedua di Asia Tenggara. 

Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia (asiatoday.id) 

Dari semua kota di Asia Tenggara, hanya Singapura yang memiliki perekonomian lebih besar dibandingkan Jakarta. Besarnya perekonomian Singapura disebabkan karena letaknya yang strategis serta kerja keras pemerintahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Saat ini Singapura satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang berstatus sebagai negara maju. Sekedar informasi, Singapura adalah sebuah negara yang hanya terdiri dari satu kota. 

Kota Singapura, kota dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara
ilustrasi Kota Singapura, kota dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara (engadget.com) 

Namun bagaimana jadinya kalau kedua kota tersebut dibandingkan dari berbagai aspek? Untuk itu pada tulisan kali ini akan dibuat sejumlah perbandingan antara Kota Jakarta vs Singapura. Penasaran seperti apa hasilnya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Jakarta vs Singapura. 


Populasi

Populasi adalah faktor utama dalam terbentuknya sebuah kota. Umumnya suatu wilayah dikategorikan sebagai kota apabila memiliki populasi yang relatif besar. Kalau melihat berdasarkan jumlah populasi penduduk, Kota Jakarta lebih unggul dibandingkan Kota Singapura. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Sementara itu populasi Kota Singapura di tahun yang sama adalah 5.789.090.


Wilayah

Seperti yang dibahas sebelumnya, Singapura adalah sebuah negara yang terdiri dari 1 kota. Jadi luas wilayah Kota Singapura mencakup seluruh luas wilayah Negara Singapura. Singapura tercatat memiliki wilayah dengan luas 734,3 km². Angka tersebut lebih besar dibandingkan luas wilayah Kota Jakarta. Luas wilayah dari Kota Jakarta adalah 661,5 km².

Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto atau PDB adalah indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Jakarta dan Singapura adalah 2 kota yang memiliki PDB terbesar di Asia Tenggara. Posisi pertama kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara dipegang oleh Singapura. PDB dari Kota Singapura tercatat mencapai US$525,228. Sementara itu posisi kedua dipegang oleh Kota Jakarta dengan PDB yang berada diangka US$225,88 miliar. Jadi secara PDB, Singapura lebih unggul dibandingkan Jakarta. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk yang diukur berdasarkan angka PDB dibagi dengan populasi penduduk. Singapura memiliki PDB yang lebih besar daripada Jakarta, namun memiliki populasi yang lebih kecil. Dengan demikian, Singapura memiliki pendapatan per kapita yang jauh lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Singapura tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$88,447 ribu. Jauh diatas pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka US$21,2 ribu. Angka pendapatan per kapita dapat dijadikan indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. 

Infrastruktur

Harus diakui infrastruktur Kota Jakarta semakin berbenah dalam beberapa tahun ini. Namun bila dibandingkan dengan Singapura, Jakarta masih cukup jauh tertinggal. Singapura adalah pemilik bandara terbaik di Asia Tenggara. Bandara tersebut dikenal dengan nama Cangi International Airport. Singapura juga pemilik pelabuhan terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia yang bernama Port of Singapura. 

Belum lagi kalau kita lihat berdasarkan sistem transportasi perkotaan. Contohnya saja adalah sistem transportasi MRT (Mass Rapid Transif). Singapura tercatat telah memiliki 8 jalur MRT dengan panjang lintasan 241 km. Sementara itu Kota Jakarta baru memiliki 1 jalur MRT dengan panjang lintasan 15,7 km. 

Pencakar langit 

Sebenarnya kehadiran gedung pencakar langit tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan suatu kota. Namun gedung pencakar langit bisa menjadi gambaran tingginya aktivitas perekonomian di suatu Kota. Apalagi Jakarta dan Singapura merupakan kota yang sama-sama bertabur gedung pencakar langit. Jadi tidak ada salahnya bila kita bandingkan jumlah gedung pencakar langit dari kedua kota tersebut. 

Jakarta memiliki jumlah pencakar langit yang lebih banyak dibandingkan Singapura. Menurut situs skyscrapercenter.com, Kota Jakarta memiliki 114 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. Sementara itu Kota Singapura memiliki 98 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. 

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia suatu kota. Hal ini karena IPM diukur berdasarkan kemampuan suatu kota dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakatnya. Contohnya seperti sanitasi, kesehatan, pendidikan dll. 

Singapura tercatat sebagai kota yang memiliki IPM yang sangat tinggi. IPM dari Kota Singapura tercatat mencapai 
0,949. Walaupun masih dibawah Singapura, namun IPM Kota Jakarta sudah cukup tinggi yang berada diangka 0,836. 

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau kondisi Kota Jakarta cukup jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Singapura. Singapura unggul dalam hal yang berkaitan dengan perekonomian dan infrastruktur perkotaan. Sementara itu Kota Jakarta hanya unggul dalam hal kuantitas, seperti populasi penduduk dan jumlah gedung pencakar langit. 


Referensi :
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.businesstoday.in/latest/economy/story/here-are-10-fastest-growing-major-economies-in-the-last-10-years-444722-2024-09-06
  • https://www.cnbc.com/2024/04/18/skytrax-names-best-airports-of-2024-singapores-changi-no-longer-no-1.html
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mass_Rapid_Transit_(Singapore)







Bagikan Postingan Ini:

5 Transportasi Berbasis Rel yang Menjadi Andalan Kota Jakarta

Jakarta adalah kota yang memiliki sistem transportasi terbaik di Indonesia. Bahkan boleh dibilang sistem transportasi yang dimiliki oleh Kota Jakarta merupakan salah satu yang terbaik si Asia Tenggara. Walaupun harus diakui masalah kemacetan masih sering terjadi di Kota Jakarta karena besarnya populasi dan masih kurangnya kesadaran masyarakat menggunakan transportasi umum. 

Ada beberapa sistem transportasi di Kota Jakarta yang belum dimiliki oleh mayoritas kota lainnya di Indonesia, khususnya sistem transportasi berbasis rel. Keunggulan sistem transportasi berbasis rel ini adalah memiliki kapasitas yang besar. Saat ini ada 5 sistem transportasi berbasis rel yang menjadi andalan Kota Jakarta dalam menopang mobilitas masyarakat. Penasaran apa saja dari 5 sistem transportasi tersebut? Yuk simak ulasan berikut :

MRT

MRT Jakarta saat menunggu penumpang di stasiun
ilustrasi MRT Jakarta saat berhenti di stasiun (jakartamrt.co.id) 

MRT atau Mass Rapid Transit adalah sistem transportasi berbasis rel listrik yang memiliki kapasitas besar dan dan jarak antar kereta yang berdekatan. Saat ini baru 1 jalur MRT yang dimiliki oleh Kota Jakarta. Jalur tersebut memiliki panjang lintasan 15,7 km dan terdiri dari 13 stasiun. 13 stasiun tersebut meliputi 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah. MRT Jakarta ini menghubungkan wilayah Lebak Bulus di selatan dengan wilayah Ancol di utara. 

Jakarta cukup telat memiliki MRT dibandingkan kota-kota besar ASEAN lainnya seperti Singapura, Kuala Lumpur dan Bangkok. MRT Jakarta baru mulai beroperasi pada tahun 2019. Apabila seluruh pembangunannya selesai, MRT Jakarta akan memiliki total lintasan sepanjang 110,8 km. 

LRT

Dua rangkaian LRT Jabodebek sedang berpapasan
ilustrasi dua rangkaian LRT Jabodebek sedang berpapasan (majalahlintas.com) 

Pada dasarnya LRT (Light Rail Transit) hampir sama dengan MRT, namun memiliki kapasitas yang lebih kecil. Saat ini ada dua layanan LRT yang beroperasi di Kota Jakarta. Pertama adalah LRT Jakarta yang menjadi moda transportasi untuk dalam kota Jakarta. LRT Jakarta ini dibangun sendiri oleh pemerindah daerah Kota Jakarta. Kedua adalah LRT Jabodebek yang menghubungkan Kota Jakarta dengan kota-kota disekitarnya. LRT Jabodebek dibiayai oleh pemerintah Indonesia. 

Kedua sistem transportasi ini mulai beroperasi di tahun yang berbeda. LRT Jakarta mulai beroperasi pada tahun 2019 dengan panjang lintasan 5,8 km, sedangkan LRT Jabodebek mulai beroperasi pada tahun 2023 dengan panjang lintasan 44,3 km. Khusus untuk LRT Jabodebek menggunakan kereta api buatan dalam negeri, yaitu buatan PT INKA Madiun. 

KRL

Salah satu armada KRL Jabodetabek yang merupakan kereta bekas Jepang
ilustrasi armada KRL Jabodetabek yang merupakan kereta eks-Jepangeks-Jepang (kompas.com) 

Kereta Rel Listrik atau KRL Jabodetabek adalah sistem transportasi berbasis rel listrik tertua di Indonesia. Kota Jakarta telah memiliki KRL semenjak abad ke-19. Saat ini sistem transportasi KRL telah memiliki 7 jalur dengan panjang lintasan 418 km. KRL ini menghubungkan Kota Jakarta dengan kota-kota penyangganya seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. 

KRL ini memiliki kapasitas yang tidak jauh berbeda dengan MRT. Hanya saja jarak operasi antar kereta pada KRL tidak serapat MRT. Pasalnya KRL masih banyak memiliki perlintasan sebidang dan masih berbagi jalur dengan kereta api jarak jauh. Berbeda dengan MRT yang memiliki jalur khusus yang dibuat melayang atau dibawah tanah. 

Kereta Bandara

Kereta Bandara Soekarno Hatta saat berhenti di stasiun
ilustrasi Kereta Bandara Soekarno Hatta saat berhenti di stasiun (detik.com) 

Kereta Bandara adalah sistem transportasi berbasis rel listrik yang menghuhungkan antara Kota Jakarta dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pengoperasian kereta bandara ini diresmikan pada tahun 2018. Armada yang digunakan adalah kereta listrik jenis EA 203 buatan PT INKA dan Bombardier. Jalur dari kereta bandara ini menghubungkan antara Stasiun Manggarai dengan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. 

Kereta Cepat

Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki layanan kereta cepat. Kereta cepat tersebut menghubungkan antara Kota Jakarta dengan Kota Bandung. Pembangunannya merupakan hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pihak China. Kereta cepat Jakarta-Bandung ini mampu mencapai kecepatan maksimal 351 km/jam. Operasional dari layanan kereta cepat Jakarta-Bandung diresmikan pada tahun 2023.




Referensi :
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/MRT_Jakarta
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/LRT_Jabodebek
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/LRT_Jakarta
  • https://indonesiabaik.id/infografis/kereta-bandara-resmi-beroperasi
  • https://dephub.go.id/post/read/presiden-joko-widodo-resmikan-kereta-cepat-pertama-di-asia-tenggara#:~:text=Resmi%20beroperasi%20pada%202%20Oktober,sudah%20bisa%20dinikmati%20masyarakat%20umum.


Bagikan Postingan Ini:

Seberapa Jauh Perbedaan antara Kota Makassar vs Jakarta?

Jakarta adalah kota metropolitan terbesar di Indonesia. Tidak ada kota lainnya di Indonesia yang memiliki populasi dan perekonomian sebesar Kota Jakarta. Bahkan bila kita kita bandingkan antara Kota Jakarta dengan kita lainnya di Indonesia, kondisinya akan sangat jomplang. 

Kota Jakarta, Kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (kabarbumn.com)

Tidak terkecuali bila kita bandingkan dengan Kota Makassar. Makassar adalah kota terbesar di kawasan timur Indonesia. Makassar sekaligus merupakan satu-satunya kota metropolitan di sana. Pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan pernyataan ingin menjadikan Makassar seperti Kota Shenzhen di China. Kalau ingin mengejar ketertinggalan dari Shenzhen, setidaknya kondisi Kota Makassar tidak jauh berbeda dengan Kota Jakarta. 

Kota Makassar, kota terbesar di kawasan Indonesia Timur
ilustrasi Kota Makassar (salsawisata.com)

Sebenarnya bisa dipastikan kalau melihat kondisi saat ini, Kota Makassar tertinggal dalam segala aspek kalau dibandingkan dengan Kota Jakarta. Namun seberapa jauh perbedaan antara Kota Makassar saat ini bila kita bandingkan dengan Kota Jakarta? Untuk mengetahuinya, berikut kita buat perbandingan antara Kota Makassar vs Jakarta dengan menggunakan beberapa indikator. 


Populasi

Jakarta adalah salah satu kota dengan populasi terbesar di Asia Tenggara. Populasi Kota Jakarta menurut data dari BPS telah mencapai 10. 672.100 jiwa. Jauh mengungguli populasi Kota Makassar yang berada diangka 1.474.393 jiwa. Jadi dalam hal populasi, sangat jauh perbedaan antara Kota Makassar dengan Kota Jakarta. 

Wilayah

Secara luas wilayah, Kota Jakarta unggul cukup jauh bila dibandingkan dengan Makassar. Bahkan Jakarta masuk dalam jajaran kota terluas di Indonesia. Kota Jakarta tercatat memiliki luas wilayah yang mencapai 661,5 km². Jauh lebih luas dibandingkan Kota Makassar dengan luas wilayah 175,8 km².

PDRB

Melalui PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan ekonomi suatu kota. Jakarta merupakan salah satu kota dengan PDRB terbesar di Asia Tenggara. Hanya Kota Singapura yang memiliki PDRB lebih besar dibandingkan Kota Jakarta. 

Dari data BPS, PDRB Kota Jakarta tercatat mencapai Rp3.442,981 triliun. Jauh lebih tinggi dibandingkan PDRB Kota Makassar yang berada diangka Rp226,903 triliun. 

Pendapatan per kapita

Jakarta memegang status sebagai kota dengan pendapatan per kapita terbesar ketiga di Indonesia setelah Kota Kediri dan Bontang. Kota Jakarta tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp322,615 juta. Angka tersebut jauh menggungguli pendapatan per kapita Kota Makassar. Kota Makassar memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp155,952 juta.
 

Infrastruktur

Rasanya tidak ada kota lain di Indonesia yang memiliki infrastruktur lebih lengkap dan lebih baik dibandingkan Kota Jakarta. Di kota Jakarta terdapat bandara dan pelabuhan tersibuk di Indonesia. Kota ini juga memiliki MRT, LRT, dan kereta cepat untuk mendukung transportasi. Kalau Kota Makassar belum memiliki satupun dari sistem transportasi tersebut. Jadi untuk urusan infrastruktur, Makassar bukanlah lawan yang sebanding untuk Kota Jakarta. 

APBD

Sebagai sebuah kota yang berstatus setingkat provinsi, APBD Kota Jakarta jauh lebih besar dibandingkan kota manapun di Indonesia. Untuk tahun anggaran 2024, Kota Jakarta memiliki APBD yang mencapai Rp85,1 triliun. Jauh diatas APBD Kota Makassar yang berada diangka Rp5,29 triliun.

Indeks Pembangunan Manusia

Dilihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia atau IPM, tidak ada perbedaan yang mencolok antara Kota Makassar dengan Kota Jakarta. Kedua kota memiliki nilai IPM yang nyaris sama. Kota Jakarta tercatat memiliki IPM yang mencapai 83,55, sedangkan Kota Makassar memiliki IPM yang mencapai 83,52.

Dari beberapa perbandingan diatas, dapat kita simpulkan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok diantara kedua kota. Jadi kalau ditanya seberapa jauh perbedaan antara Kota Makassar vs Kota Jakarta, jawabannya adalah sangat jauh. Semoga saja pembangunan Kota Makassar semakin diperhatikan pemerintah pusat dan daerah sehingga bisa mengejar ketertinggalan dari Kota Jakarta. 



Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://www.detik.com/sulsel/makassar/d-7215376/sederet-langkah-jokowi-sulap-makassar-bak-shenzhen-china
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_luas_wilayah
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Mumbai, Perbandingan Kota Termaju di Indonesia dan India

Indonesia dan India merupakan sama-sama negara berkembang yang berada di Benua Asia. Sebagai sesama negara berkembang, tentunya kondisi kedua negara tidak jauh berbeda. Contohnya bila kita lihat dari wilayah perkotaan. Sebagai negara berkembang, kota-kota di kedua negara mengalami permasalahan yang hampir sama, yaitu kemacetan, pemukiman kumuh, penataan yang buruk dll. 

Kota Mumbai, kota paling maju di Negara India
ilustrasi Kota Mumbai, kota paling maju di Negara India (knocksense.com)

Status kota paling maju di India untuk saat ini dipegang oleh Kota Mumbai. Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, Kota Mumbai itu ibarat Kota Jakarta. Kedua kota sama-sama menyandang status kota terbesar sekaligus sebagai pusat perekonomian. 

Kota Jakarta, kota paling maju di Negara Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota paling maju di Negara Indonesia

Namun sejauh mana perbedaan diantara kedua kota bila bandingkan dari berbagai aspek? Untuk itu pada tulisan kali ini kota mencoba membandingkan antara Kota Jakarta vs Mumbai. Tentunya ini akan menjadi perbandingan yang menarik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Mumbai yang dilihat berdasarkan beberapa kategori.

Populasi


Kota Mumbai tercatat memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Kota Jakarta. Berdasarkan situs worldpopulation.com, populasi Kota Mumbai mencapai 12.691.836 jiwa. Sementara itu populasi Kota Jakarta menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 10.672.100 jiwa.

Wilayah


Dari segi wilayah, Kota Jakarta sedikit lebih luas dibandingkan Kota Mumbai. Luas wilayah dari Kota Jakarta adalah 661,5 km². Wilayah dari Kota Jakarta lebih luas 58,1 km² dibandingkan Kota Mumbai. Kota Mumbai tercatat memiliki wilayah seluas 603,4 km².

PDB


PDB atau Produk Domestik Bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu. Jadi PDB bisa menjadi gambaran seberapa besar kekuatan ekonomi suatu wilayah.

Kalau kita lihat secara PDB, Jakarta masih lebih unggul dibandingkan Mumbai. Kota Jakarta memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar, berbanding PDB Kota Mumbai yang berada diangka US$140 miliar.

Pendapatan per kapita


Kota Jakarta tidak hanya unggul dalam hal PDB kalau dibandingkan dengan Mumbai, tetapi juga unggul dalam hal pendapatan per kapita. Kota Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$21.166. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita Kota Mumbai yang berada diangka US$1l.200. 

Infrastruktur


Boleh dibilang infrastruktur Mumbai dan Jakarta berada dilevel yang sama. Kedua kota sama-sama memiliki keterbatasan dalam menyediakan transportasi publik yang memadai. Hal tersebut berimbas terhadap kemacetan kota karena masyarakat lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi publik. Situasi tersebut diperparah oleh pertumbuhan jalan raya yang tidak secepat pertumbuhan kendaraan pribadi.

Penataan kota

Kondisi kota Jakarta sedikit lebih tertata dibandingkan Kota Mumbai. Jakarta sebenarnya cukup sembrawrut, namun lebih sembrawut Kota Mumbai. Kesembrawutan Kota Mumbai tercermin dari kondisi pusat kotanya yang relatif kumuh. Bahkan di jantung Kota Mumbai terdapat kawasan paling kumuh di Asia yang dikenal dengan nama Dharavi. 

Pencakar langit


Jakarta dan Mumbai merupakan kota yang sama-sama bertabur gedung-gedung pencakar langit. Namun kalau kita melihat secara kuantitas, jumlah pencakar langit di Kota Jakarta lebih banyak dibandingkan Kota Mumbai. Menurut situs skyscrapercenter.com, Kota Jakarta berada setingkat diatas Mumbai.

Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta berada di urutan ke-14 di dunia dengan 114 gedung. Sementara itu Kota Mumbai berada diurutan ke-15 di dunia dengan jumlah gedung pencakar langit sebanyak 101. Suatu gedung dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian minimal 150 m.

Indeks Pembangunan Manusia


Indeks Pembangunan Manusia atau IPM bisa dijadikan indikator untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Mumbai lebih unggul dibandingkan Jakarta kalau dilihat berdasarkan IPM. IPM dari Kota Mumbai tercatat mencapai 0,841, berbanding Kota Jakarta yang memiliki IPM 0,836.

Berdasarkan beberapa perbandingan diatas, dapat disimpulkan bahwa Kota Jakarta masih lebih baik bila dibandingkan dengan Kota Mumbai. Sektor-sektor yang menjadikan keunggulan Kota Jakarta berkaitan dengan perekonomian dan perkembangan kota.



Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Sydney, Seberapa Jauh Perbedaan Diantara Kedua Kota?

Sydney adalah kota paling maju di Negara Australia. Bukan hanya berstatus sebagai kota paling maju, Sydney juga merupakan kota paling besar di Negara Australia. Australia sendiri merupakan salah satu negara tetangga yang berada di selatan Indonesia. Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tingkat perekonomian, Australia masuk dalam kategori negara maju.

Sydney, kota paling maju di Australia
ilustrasi Kota Sydney, kota terbesar di Negara Australia (youtube.com/@natgrapher)

Sebagai sebuah di negara maju, tentunya kondisi Kota Sydney lebih baik dibandingkan mayoritas kota-kota di Indonesia. Namun kalau dikomparasi dengan Indonesia, kota yang paling cocok dibandingkan dengan Sydney adalah Jakarta. Sama seperti Sydney, Jakarta juga merupakan kota paling maju sekaligus paling besar di Indonesia.

Kota Jakarta, Kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota terbesar di Negara Indonesia (jakarta.go.id)

Sejauh manakah perbedaan antara Kota Jakarta vs Sydney bila dikomparasi dari berbagai sektor? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Sydney.

Populasi

Secara populasi Kota Jakarta lebih besar bila dibandingkan dengan Sydney. Populasi Kota Jakarta tercatat mencapai 10,672 juta jiwa. Angka tersebut jauh lebih besar bila dibandingkan dengan populasi Kota Sydney. Kota Sydney tercatat memiliki populasi 5,312 juta jiwa. 

Wilayah

Walaupun memiliki populasi yang lebih kecil, ternyata dari segi luas wilayah Sydney jauh lebih besar dibandingkan Jakarta. Bahkan luas wilayah Sydney lebih dari 18 kali lipat luas wilayah Jakarta. Kota Sydney memiliki wilayah seluas 12.145 km², berbanding Kota Jakarta yang memiliki wilayah dengan luas 661,5 km².

PDB

PDB merupakan singkatan dari Produk Domestik Bruto. Melalui angka PDB kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan ekonomi suatu wilayah. Secara PDB Sydney jauh lebih unggul dibandingkan Jakarta. Sydney memiliki PDB yang mencapai $499,857 triliun. Angka tersebut jauh melebihi PDB Kota Jakarta. Jakarta tercatat memiliki PDB $225,88 triliun.

Pendapatan per kapita

Sebagai sebuah kota di negara maju, otomatis Sydney memiliki pendapatan per kapita yang relatif tinggi. Pendapatan per kapita Kota Sydney tercatat mencapai $86.500, jauh diatas pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka $21.200.

Infrastruktur

Secara infrastruktur Sydney jauh lebih unggul dibandingkan Jakarta. Sektor yang paling mencolok adalah dalam hal transportasi publik dan taman kota. Jalanan di Kota Sydney juga jauh lebih baik dibandingkan Jakarta. Walaupun saat ini Jakarta semakin gencar membenahi sektor infrastruktur, namun masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Sydney. 

Penataan kota

Kondisi Kota Jakarta sudah semakin tertata bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Namun sebagai sebuah kota di negara berkembang, tentunya masih banyak kekurangan sana-sini. Contohnya zonasi antara daerah komersil dengan pemukiman yang belum tertata dengan baik. Berbeda dengan Sydney yang memang sudah sangat tertata. Jadi untuk urusan penataan kota, Jakarta masih perlu belajar banyak dari Sydney.

Pencakar langit

Sebenarnya jumlah pencakar tidak mutlak menjadi patokan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu kota. Contohnya kota-kota di Eropa tetap maju walaupun tidak bertabur pencakar langit. Namun karena Jakarta dan Sydney merupakan dua kota yang gencar membangun pencakar langit, maka jumlah pencakar langit masuk dalam sektor yang dikomparasi.

Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Sydney. Jakarta memiliki 114 gedung pencakar langit dan menduduki posisi ke-14 di dunia. Sementara itu Sydney memiliki 44 gedung pencakar langit dan menduduki posisi 41 dunia.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Kota Sydney memiliki nilai IPM yang sangat tinggi, yaitu mencapai 0,952. Bandingkan dengan IPM Kota Jakarta yang berada diangka 0,825. Jadi untuk IPM lebih unggul Sydney dibandingkan Jakarta.

Dari beberapa komparasi diatas dapat disimpulkan kalau kondisi Kota Jakarta masih kalah jauh dibelakang Sydney. Jakarta hanya unggul dalam hal kuantitas, seperti populasi dan jumlah gedung-gedung tinggi. Namun pada sektor yang berkaitan dengan tingkat kemakmuran dan kemajuan suatu kota, Jakarta masih cukup tertinggal dibandingkan Sydney. Semoga saja kondisi Jakarta semakin baik kedepannya sehingga dapat bersaing dengan Sydney. 


Referensi :

  • https://economy.id.com.au/rda-sydney/gross-product#:~:text=Greater%20Sydney's%20Gross%20Regional%20Product%20was%20%24499%2C847m%20in%202022%2F23.
  • https://sgsep.com.au/assets/main/Publications/SGS-Economics-and-Planning_Economic-Performance-of-Australian-Cities-and-Regions.pdf
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sydney
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html

Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Surabaya, Perbandingan Tak Berimbang Antara Dua Kota Terbesar di Indonesia

Jakarta dan Surabaya, dua kota terbesar di Indonesia

Posisi kota terbesar di Indonesia dipegang oleh kota Jakarta. Kota ini merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta. Selain sebagai kota terbesar, Jakarta juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Kota Jakarta memiliki luas 661,5 km².

Setelah kota Jakarta, posisi kota terbesar kedua di Indonesia dipegang oleh kota Surabaya. Surabaya merupakan ibu kota dari provinsi Jawa Timur. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, populasi kota Surabaya sangat jauh dibawah kota Jakarta. Bahkan populasi kota Surabaya tidak sampai sepertiganya dari populasi Jakarta.

Meski terkesan tidak berimbang, namun pada tulisan kali kita akan melihat perbandingan antara kota Jakarta vs kota Surabaya yang dilihat dari beberapa aspek. Bagaimana perbandingan diantara kedua kota? Yuk simak ulasan berikut ini.

Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, populasi kota Surabaya tidak sampai sepertiga dari populasi kota Jakarta. Surabaya tercatat memiliki populasi sekitar 2,88 jiwa. Jauh dibawah kota Jakarta yang populasinya mencapai 10,56 jiwa. Tentunya ini menjadi gambaran bahwa sangat jomplang perbedaan antara Jakarta dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Wilayah

Tidak hanya lebih besar dalam hal populasi, Jakarta juga lebih besar daripada kota Surabaya kalau dilihat berdasarkan luas wilayah. Luas wilayah dari kota Jakarta adalah 661,5 km². Sementara kota Surabaya memiliki luas wilayah 350,5 km². Jadi kota Jakarta memiliki wilayah yang luasnya hampir 2 kali lipat wilayah kota Surabaya.

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto merupakan gambaran besaran ekonomi suatu wilayah. PDRB adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam waktu tertentu. Untuk urusan PDRB, Jakarta unggul cukup telak dibandingkan Surabaya. Kota Jakarta memiliki PDRB yang mencapai 3.186,1 triliun. Sementara itu PDRB kota Surabaya jauh dibawahnya, jauh 655,6 triliun.

Pendapatan per kapita


Secara umum pendapatan per kapita dapat diartikan sebagai PDRB yang dibagi dengan jumlah populasi suatu wilayah. Berdasarkan besaran pendapatan per kapita, lagi-lagi kota Jakarta lebih unggul dibandingkan kota Surabaya. Jakarta tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp298,3 juta. Sementara itu kota Surabaya tercatat memiliki pendapatan per kapita sebesar  Rp227,1 juta. 

Infrastruktur


Kalau membandingkan infrastruktur antara kota Jakarta dengan Surabaya, ibaratnya bagaikan bumi langit. Semua infrastruktur terbaik yang dimiliki oleh Indonesia ada di Jakarta. Contohnya seperti bandara dan pelabuhan terbesar di Indonesia yang adanya di kota Jakarta. Begitupula infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi dalam kota seperti MRT dan LRT. Bahkan Jakarta telah memiliki moda transportasi kereta cepat yang menghubungkan kota Jakarta dengan Bandung. Jadi untuk urusan infrastuktur Surabaya masih sangat jauh dibawah Jakarta.

Indeks Pembangunan Manusia


Melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kita dapat melihat capaian pembangunan sumber daya manusia suatu daerah. Surabaya kali ini lebih unggul dibandingkan Jakarta bila dilihat berdasarkan skor IPM. Angka IPM kota Surabaya menurut data BPS mencapai 83,45. Sementara IPM kota Jakarta sedikit dibawahnya, yaitu 82,46.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Perbandingan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) antara kota Jakarta dengan kota Surabaya memakai data tahun 2024. Kota Jakarta memiliki APBD yang mencapai Jakarta Rp81,71 triliun. Angka tersebut sangat jauh diatas APDB kota Surabaya. APBD kota Surabaya tercatat hanya mencapai 10,9 triliun. Melihat besar APBD dikedua kota, wajar saja bila pembangunan di kota Surabaya tidak segencar Jakarta. 

Itulah ulasan tentang perbandingan antara kota Jakarta dengan kota Surabaya yang dilihat berdasarkan beberapa sektor. Sebenarnya cukup miris melihat begitu jomplangnya perbandingan antara kota Jakarta dengan kota Surabaya. Ini bisa kita jadikan gambaran betapa tidak meratanya pembangunan di Indonesia. Semoga saja dimasa datang Surabaya bisa tumbuh menjadi kota yang bisa bersaing dengan kota Jakarta.


Rujukan :
Bagikan Postingan Ini:

7 Suku Bangsa dengan Populasi Terbesar di Kota Jakarta

Kota Jakarta menjadi tujuan utama bagi para perantau untuk mencari kerja. Itulah sebabnya Jakarta tumbuh mejadi kota dengan populasi paling banyak di Indonesia. Saat ini populasi Kota Jakarta hampir menyentuh 11 juta jiwa.

Populasi Kota jakarta adalah yang terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (jakarta-tourism.go.id)

Karena banyak dihuni oleh kaum perantau, di Kota Jakarta dapat kita jumpai berbagai suku bangsa dari seluruh wilayah di Indonesia. Dari sekian banyak suku bangsa di Kota Jakarta, terdapat tujuh suku bangsa yang mendominasi dari segi populasi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tujuh suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta.

1. Suku Jawa

Suku Jawa merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta. Suku bangsa ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Suku Jawa bukan hanya menjadi suku bangsa terbesar di Kota Jakarta, namun juga merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlah Suku Jawa mencapai 35,16% dari total populasi Kota Jakarta.

2. Suku Betawi

Suku Betawi disebut-sebut sebagai suku asli yang berasal dari Kota Jakarta dan beberapa wilayah sekitarnya. Meski suku bangsa asli Jakarta, nyatanya Suku Betawi sudah tidak lagi mendominasi di Kota Jakarta. Populasi Suku Betawi menduduki posisi kedua yang mencakup 27,65% dari total populasi Kota jakarta. 

3. Suku Sunda

Suku Sunda dalah suku bangsa terbesar kedua di Indonesia setelah suku Jawa. Suku ini berasal dari Provinsi Jawa Barat. Karena wilayah asli suku Sunda berbatasan langsung dengan Kota Jakarta, tidak mengherankan populasi Suku Sunda menjadi salah satu yang terbesar di Kota Jakarta. Jumlah Suku Sunda di Kota Jakarta mencapai 15,27% dari total populasi Kota Jakarta dan menduduki posisi ketiga sebagai suku bangsa terbesar di Kota Jakarta.

4. Suku Tionghoa

Suku Tionghoa menduduki posisi keempat sebagai suku bangsa terbesar di Kota Jakarta. Bahkan Kota Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki jumlah suku Tionghoa terbesar. Suku Tionghoa meliputi sekitar 5,53% dari total populasi Kota Jakarta. Dengan demikian Suku Tinghoa merupakan suku bangsa terbesar ketiga di Kota Jakarta.

5. Suku Batak

Batak adalah suku bangsa terbesar di luar Pulau Jawa. Untuk Di Kota Jakarta, Suku Batak menduduki posisi terbesar keempat. Populasi suku batak mencapai 3,61% dari total populasi Kota Jakarta. Suku Batak berasal dari Provinsi Sumatera Utara.

6. Suku Minangkabau

Sama seperti Suku Batak, Suku Minangkabau juga berasal dari Pulau Sumatera. Suku Minangkabau merupakan penduduk asli dari Provinsi Sumatera Barat. Jumlah populasi Suku Minangkabau di Kota Jakarta meliputi 3,18% dari total populasi Kota Jakarta. Populasi suku Minangkabau menduduki posisi keenam terbesar di Kota Jakarta. 

7. Melayu

Suku Melayu berasal dari beberapa Provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Contohnya Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dll. Untuk di Kota Jakarta, jumlah populasi Suku Melayu menduduki urutan ketujuh. Populasi Suku Melayu di Kota Jakarta mencapai 1,62% dari total populasi Kota Jakarta.

Itulah tujuh suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta. Semoga informasi yang disajikan bisa memberi manfaat.


Referensi : https://map-bms.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

Bagikan Postingan Ini:

Jumlah Pencakar Langit di Kota Jakarta Urutan Ke-14 di Dunia


Jakarta adalah kota dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan populasi yang mencapai lebih dari 10 juta jiwa, tidak mengherankan kalau Jakarta menjelma menjadi salah satu kota metropolitan terpadat di Asia. Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan semakin terbatasnya ketersediaan lahan, membuat pertumbuhan gedung-gedung pencakar menjadi subur di kota Jakarta. Bicara tentang pencakar langit, ternyata Jakarta merupakan salah satu kota dengna jumlah pencakar langit terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari situs skyscrapercenter.com, jumlah pencakar langit di Kota  Jakarta berada pada urutan ke-14 dunia. Untuk di tingkat Asia Tenggara, Kota Jakarta menduduki posisi ketiga. Posisi pertama kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di Asia Tenggara dipegang oleh Kota Kuala Lumpur. Kuala Lumpur merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota dari Negara Malaysia. Kota Kuala Lumpur memiliki 173 gedung pencakar langit.

Untuk posisi kedua dipegang oleh Kota Bangkok. Bangkok adalah ibu kota dari Negara Thailand dan sekaligus menyandang sebagai kota terbesar di sana. Kota Bangkok tercatat memiliki 115 gedung pencakar langit.

Sementara itu seperti yang kita singgung sebelumnya, jumlah gedung pencakar langit di Kota Jakarta menduduki posisi ketiga di Asia Tenggara. Padahal populasi Kota Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Kuala Lumpur dan Bangkok. Namun untuk urusan pencakar langit, Kota Jakarta tidak berkutik dibandingkan kedua kota tersebut. Kota Jakarta sendiri memiliki jumlah gedung pencakar langit sebanyak 114. Jadi hanya kalah 1 gedung bila dibandingkan dengan Bangkok. 

Ditingkat Asia jumlah pencakar langit Kota Jakarta menduduki posisi ke-13. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari 14 kota dengan jumlah pencakar langit terbanyak di dunia, hanya 1 kota yang tidak berasal dari Asia. Kota tersebut adalah Kota New York di Amerika Serikat. Posisi teratas sebagai kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia dipegang oleh Kota Hong Kong, China.

Sebagai situs yang cukup memiliki kredibilitas, tentunya skyscrapercenter punya standar tersendiri untuk mengkategorikan sebuah gedung sebagai pencakar langit. Sebuah gedung dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian 150 m atau lebih. Di Indonesia ada sekitar 7 kota yang memiliki gedung dengan ketinggian 150 m atau lebih.

Sementara itu bila dilihat berdasarkan negara, Indonesia berada pada posisi ke-9 dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia. Posisi pertama sudah tentu  dipegang oleh negara China. Bahkan kalau dilihat berdasarkan 20 kota pemilik gedung pencakar langit terbanyak di dunia, 9 kota berasal dari China. Untuk urutan kedua dipegang oleh Negara Amerika Serikat yang menempatkan dua kotanya dalam daftar 20 kota pemilik gedung pencakar langit teranyak di dunia. Selanjutnya disusul oleh Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Australia, Indonesia, dan Thailand. Semua negara tersebut berada dalam daftar 10 besar pemilik jumlah pencakar langit terbanyak di dunia. 


Referensi : 
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.skyscrapercenter.com/countries
Bagikan Postingan Ini:

Seberapa Tertinggal Kota-Kota di Indonesia Dibandingkan China?

China adalah salah satu negara dengan perkembangan paling pesat di dunia. Perekonomian Negara China adalah yang terbesar diantara semua negara Asia. Kalau dibandingkan dengan Indonesia untuk urusan perekonomian, jelas posisi Indonesia jauh lebih unggul. Di seluruh dunia hanya Negara Amerika Serikat saja yang memiliki perekonomian lebih besar dibandingkan China. 

Perkembangan luar biasa China dapat dilihat dari kondisi kota-kota di sana. Biasanya orang-orang di luar Negara China hanya mengetahui Kota Beijing dan Shanghai sebagai kota metropolitan yang berasal dari China. Padahal di Negara China sendiri ada beberapa kota lain yang sekelas dengan Beijing dan Shanghai. Ibaratnya kalau kita bandingkan dengan Indonesia, berarti harus ada beberapa kota sekelas Kota Jakarta di Indonesia.

Kota Shanghai, kota terbesar di Negara China
ilustrasi Kota Shanghai, kota terbesar di Negara China (trippest.com)

Melihat kondisi yang seperti itu dapat dipastikan bahwa kota-kota Indonesia kalah telak bila dibandingkan dengan kota-kota di China. Indonesia memang punya Kota Jakarta yang bisa diadu dengan beberapa kota besar lainnya di dunia. Namun di luar Jakarta, kondisi kota-kota Indonesia masih belum bisa bicara banyak di kancah global. Selama ini pembangunan Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta, hingga kota-kota lainnya kurang diperhatikan. Untuk negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, harusnya Indonesia bisa memiliki lebih dari satu kota yang selevel dengan Kota Jakarta.

Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, Kota terbesar di Negara Indonesia (jakarta.go.id)

Untuk Kota Jakarta sendiri bila kita bandingkan dengan kota-kota di China, levelnya hampir sama dengan Kota Wuhan. Wuhan adalah kota terbesar ke-7 di Negara China dan merupakan ibu kota dari Provinsi Habei. Kota ini sempat begitu populer di dunia karena menjadi lokasi pertama kalinya muncul virus Corona. Peranan Kota Wuhan cukup penting di Negara China karena merupakan salah satu pusat ekonomi, keuangan, perdagangan, transportasi, teknologi informasi dan pendidikan. Secara keseluruhan ada sekitar 10 kota di China yang selevel dengan Jakarta. 

Kota Wuhan, kota terbesar ketujuh di Negara China
ilustrasi Kota Wuhan, kota terbesar ketujuh di Negara China (icabe.cn)

Bila kita komparasi antara Kota Jakarta dengan Kota Shanghai yang merupakan kota terbesar di Negara China, sudah ditebak hasilnya bakal tidak berimbang. Populasi dari Kota Shanghai hampir menyentuh 25 juta jiwa, berbandingan Kota Jakarta yang sekitar 11 juta jiwa. Shanghai merupakan salah satu kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan PDB (Produk Domestik Bruto) yang mencapai US$670 miliar. Jauh diatas PDB Kota Jakarta yang berada diangka US$225,88 miliar. Begitulah dengan pendapatan per kapita Shanghai yang berada diangka US$27.001, mengungguli pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka US$21,166. 

Selanjutnya kita akan mencoba mengulas Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia setelah Kota Jakarta. Kota Surabaya memiliki populasi sekitar 3 juta jiwa dan memiliki PDB US$46,93 miliar.  Kalau dilihat berdasarkan populasi dan besaran perekonomian, Kota Surabaya setara dengan Kota Hohhot di China. Hohhot sendiri merupakan kota terbesar ke-46 di China. Jadi kota terbesar ke-2 di Indonesia memiliki level yang sama dengan kota terbesar ke-46 di China. 

Antara Kota Surabaya dengan Kota Jakarta memiliki perbedaan yang sangat jomplang. Lebih parah lagi, antara Kota Surabaya dengan kota-kota besar setelahnya seperti Bandung dan Medan juga memiliki perbedaan jomplang. Jadi bisa dibayangkan seberapa jomplangnya perbedaan antara Kota Jakarta dengan kota-kota besar di Indonesia selain Surabaya. 

Sampai saat ini pemarataan pembangunan kawasan urban atau perkotaan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Bandingkan dengan Negara China yang setidaknya telah memiliki 10 kota yang setara dengan Jakarta. Selama pemerintah Indonesia tidak serius dalam mengembangkan dan membangun kota-kota besar selain Jakarta, selama itu juga pemerataan pembangunan akan sulit dicapai. 



Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_cities_in_China_by_population
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Beijing
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Surabaya
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Medan, Perbandingan Kota Terbesar di Pulau Jawa dan Sumatera

Kota Jakarta memegang status sebagai kota terbesar di Indonesia untuk saat ini. Bahkan Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Bila kita bandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia, Kota Jakarta unggul sangat telak dalam berbagai hal. Hal ini dipicu karena selama puluhan tahun pembangunan Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta.

Ilustrasi Kota Jakarta dan Kota Medan (jakarta-tourism.go.id | travellingindonesia.com)

Namun bagaimana jadinya bila kita bandingkan antara Kota Jakarta dengan kota terbesar di Pulau Sumatera? Saat ini kota terbesar di Pulau Sumatera dipegang oleh Kota Medan. Sementera itu seperti yang kita tahu, Kota Jakarta sendiri berlokasi di Pulau Jawa. Jadi perbandingan berikut ini merupakan perbandingan antara kota terbesar di Pulau Jawa vs Kota terbesar di Pulau Sumatera. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Medan yang dilihat berdasarkan beberapa indikator.

1. Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia. Populasi menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan besar kecilnya sebuah kota. Berdasarkan data bps.go.id, Kota Jakarta memiliki populasi yang mencapai 10.672.100 jiwa. Jauh diatas populasi Kota Medan yang berada diangka 2.474.166 jiwa.

2. Luas wilayah

Selain populasi, wilayah juga menjadi salah satu faktor utama terbentuknya suatu kota. Walaupun Jakarta memegang status kota terbesar di Indonesia, namun Jakarta bukanlah kota dengan wilayah terluas di Indonesia. Hanya saja kalau dibandingkan dengan Kota Medan, memang masih unggul Kota Jakarta dari segi luas wilayah.

Kota Jakarta memiliki wilayah dengan luas 661,3 km². Angka tersebut lebih dari dua kali lipat luas wilayah Kota Medan. Kota Medan tercatat memiliki wilayah seluas 265,1 km².

3. PDRB

Sama seperti dua indikator sebelumnya, Kota Jakarta unggul telak bila dibandingkan Kota Medan bila dilihat berdasarkan PDRB. PDRB sendiri merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Kota Jakarta tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp3.443 triliun. Unggul sangat telak dibandingkan PDRB Kota Medan yang berada diangka Rp303,3 triliun.

4. Pendapatan per kapita

Berdasarkan angkat pendapatan per kapita, lagi-lagi Kota Jakarta unggul telak bila dibandingkan dengan Kota Medan. Kota Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang cukup tinggi untuk ukuran Indonesia, yaitu Rp322,615 juta. Angka tersebut unggul jauh diatas pendapatan per kapita nasional yang berada diangka Rp75 juwa. Sementara itu Kota Medan memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp122,592 juta.

5. Infrastruktur

Jakarta merupakan kota dengan infrastruktur terbaik di Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kota Jakarta memiliki infrastruktur yang lebih baik bila dibandingkan dengan Kota Medan. Berbagai infrastruktur yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di Indonesia dapat kita jumpai di Kota Jakarta. Contohnya seperti MRT (Mass Rapid Transit). Infrastruktur-infrastruktur terbaik di Indonesia juga dapat kita temui di Kota Jakarta, seperti misalnya pelabuhan dan bandara. 

6. APBD

APBD adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kota Jakarta memililiki APBD yang unggul jauh dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Jakarta memiliki status setingkat provinsi. Bahkan dibandingkan provinsi manapun di Indonesia, APBD Kota Jakarta masih lebih unggul.

Berdasarkan situs resmi pemerintah provinsi DKI Jakarta, APDB Kota Jakarta untuk tahun 2024 mencapai Rp81,7 triliun. Sementara itu APBD Kota Medan tidak mencapai sepersepuluhnya, yaitu Rp8,02 triliun.

7. Indeks Pembangunan Manusia

Dari semua indikator yang kita ulas, hanya sektor Indeks Pembangunan Manusia yang perbedaannya tidak terlalu mencolok. Namun Kota Jakarta masih tetap lebih unggul dibandingkan dengan Kota Medan. Kota Medan tercatat memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang berada diangka 82,19. Sementara itu Kota Jakarta lebih baik, yaitu berada diangka 82,46.

Itulah ulasan tentang perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Medan yang dilihat berdasarkan beberapa indikator. Boleh dibilang Kota Medan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Kota Jakarta. Namun ini juga menjadi gambaran bahwa ketimpangan antara Kota Jakarta dengan kota-kota di luar Pulau Jawa sangat kentara. Padahal Medan merupakan kota terbesar di luar Pulau dan terbesar keempat di Indonesia. 


Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://medankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-kota-medan-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin.html
  • https://jakarta.bps.go.id/indicator/12/1270/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html
Bagikan Postingan Ini:

Benarkah Jakarta Lebih Tertinggal Daripada Kuala Lumpur? Berikut adalah Faktanya

Boleh dibilang Jakarta merupakan kota paling maju di Indonesia untuk saat ini. Selain berstatus sebagai kota terbesar di Indonesia secara populasi, Jakarta juga merupakan kota terbesar di Indonesia dari segi perekonomian. Kota Jakarta selalu menjadi pilihan utama bagi warga negara Indonesia yang ingin mengadu nasib. 

Beberapa tahun belakangan ini Jakarta mengalami perkembangan yang cukup pesat. Contohnya adalah perkembangan disektor infrastruktur. dengan pesatnya perkembangan Kota Jakarta, masihkah kota ini tertinggal dibandingkan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara?

Kalau dibandingkan dengan kota-kota seperti Manila, Hanoi dan Ho Chi Minh, boleh dibilang Jakarta masih sedikit lebih maju. Namun bagaimana kalau yang kita bandingkan adalah Kota Jakarta dengan Kota Kuala Lumpur? Tentu ini akan menjadi perbandingan yang menarik. 

sketsa kuala lumpur dan jakarta
ilustrasi Kota Kuala Lumpur & Kota Jakarta (www.smsperkasa.com)

Kuala Lumpur merupakan kota terbesar di Negara Malaysia. Kota Jakarta seringkali disebut-sebut lebih tertinggal dibandingkan Kota Kuala Lumpur. Bila kita melihat perbandingan beberapa tahun lalu, memang Jakarta tertinggal cukup jauh dibandingkan Kuala Lumpur. Namun berdasarkan kondisi terkini, masihkan Kota Jakarta tertinggal jauh dibandingkan Kuala Lumpur? 

Pada tulisan kali ini kita akan mencoba membahas perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Kuala Lumpur yang dilihat dari berbagai sektor. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasannya.

1. Populasi

Populasi merupakan salah satu faktor utama untuk terbentuknya sebuah kota. Suatu wilayah bisa dikategorikan sebagai sebuah kota apalabila memiliki populasi yang relatif banyak. Bila kita bandingkan populasi diantaranya kedua kota, Kota Kuala Lumpur harus mengakui keunggulan Kota Jakarta.

Kota Jakarta tercatat memiliki populasi yang mencapai 10.672.100 jiwa. Unggul cukup telak bila dibandingkan dengan populasi Kota Kuala Lumpur. Kota Kuala Lumpur memiliki populasi penduduk diangka 2.163.000 jiwa.

2. Luas Wilayah

Bila dilihat berdasarkan luas wilayah, Jakarta juga lebih unggul dibandingkan Kuala Lumpur. Luas wilayah Kota Jakarta berdasarkan data dari bps.go.id adalah 660,98 km². Sementara itu Kota Kuala Lumpur memiliki wilayah dengan luas 243 km².

3. Area Metropolitan

Kota Jakarta memiliki area metropolitan yang kita kenal dengan nama Jabodetabek. Begitupula dengan Kota Kuala Lumpur yang memiliki area metropolitan dengan nama Klang Valley. Secara populasi, luas wilayah dan perekonomian, area metropolitan Jabodetabek lebih unggul bila dibandingkan dengan Klang Valley. 

4. Pencakar Langit

Gedung-gedung pencakar langit merupakan pemandangan yang lumrah dijumpai di kota-kota metropolitan. Tidak terkecuali di Kota Jakarta dan Kuala Lumpur. Beberapa sumber menyebutkan kalau suatu gedung bisa dikategorikan sebagai pencakar langit atau skyscraper apabila memiliki ketinggian 150 m atau lebih.

Untuk kepemilikan jumlah gedung dengan ketinggian 150 m atau lebih, Kuala Lumpur lebih unggul bila dibandingkan dengan Jakarta. Kota Kuala Lumpur memiliki 173 gedung dengan ketinggian 150 m atau lebih dan menduduki posisi ke-7 di dunia. Sementara itu Kota Jakarta memiliki 114 gedung dengan ketinggian 150 m atau lebih dan menduduki peringkat ke-14 di dunia.

5. Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto atau PDB adalah indikator yang sering digunakan untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Jakarta sendiri merupakan kota dengan PDB terbesar ke-2 di Asia Tenggara. Hanya Kota Singapura yang memiliki PDB diatas Kota Jakarta.

Kota Jakarta tercatat memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar. Angka tersebut unggul cukup jauh dibandingkan Kota Kuala Lumpur. Tingginya PDB Kota Jakarta dipengaruhi oleh populasi Kota Jakarta yang relatif besar. Untuk di Asia Tenggara, PDB Kota Kuala Lumpur berada pada posisi ke-6. Kuala Lumpur tercatat memiliki PDB yang mencapai US$59,711 miliar.

6. Pendapatan per Kapita

Jakarta harus mengakui keunggulan Kuala Lumpur dari sektor pendapatan per kapita. Kota Kuala Lumpur memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$28,909 ribu. Diantara kota-kota utama di Asia Tenggara, hanya Kota Singapura yang memiliki pendapatan per kapita diatas Kota Kuala Lumpur.

Namun apakah pendapatan per kapita Jakarta kalah telak dibandingkan Kuala Lumpur? Jawabannya ternyata tidak. Kota Jakarta tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$21,2 ribu. Secara matematis, pendapatan per kapita Kuala Lumpur hanya unggul 3,6 persen dibandingkan pendapatan per kapita Jakarta.

7. Infrastruktur

Kelemahan disektor infrastruktur menjadi alasan utama penyebab Jakarta dianggap lebih tertinggal dibandingkan Kuala Lumpur. Contohnya saja bila kita bandingkan disektor transportasi. Kota Kuala Lumpur telah memiliki LRT (Light Rail Transit) sejak tahun 1998 silam, sementara itu Kota Jakarta baru memilikinya ditahun 2019.

Sebenarnya infrastruktur Kuala Lumpur dan Jakarta berada pada level yang sama. Hanya saja untuk pengeloaan infrastruktur harus diakui Kuala Lumpur lebih unggul dibandingkan Jakarta. Contohnya ketersediaan sarana dan prasarana di Kuala Lumpur masih lebih baik bila kita bandingkan dengan Jakarta. Namun secara bertahap infrastruktur di Kota Jakarta dari tahun ke tahun sudah semakin membaik. Jadi, untuk sektor infrastruktur Jakarta harus mengakui keunggulan Kuala Lumpur.

8. Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM di Jakarta dan Kuala Lumpur sama-sama masuk dalam kategori sangat tinggi. Namun harus diakui IPM Kuala Lumpur lebih tinggi bila dibandingkan dengan Jakarta. Kuala Lumpur tercatat memiliki IPM yang mencapai 0,886, sedangkan Jakarta memiliki IPM yang mencapai 0,836.

Berdasarkan beberapa indikator di atas, dapat disimpulkan kalau sebenarnya Jakarta bukanlah kota yang tertinggal bila kita bandingkan dengan Kuala Lumpur. Memang harus diakui untuk beberapa sektor Jakarta masih kalah dibandingkan Kuala Lumpur. Namun kekalahan Kota Jakarta tersebut bukanlah sebuah kekalahan mutlak. Masih besar kemungkinan bagi Kota Jakarta untuk menyamai atau bahkan mengungguli Kuala Lumpur.


Referensi :
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Klang_Valley
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Jabodetabekjur
  • https://www.kotakita.xyz/2024/05/10-kota-dengan-pdb-terbesar-di-asia-tenggara-4-diantaranya-berasal-dari-indonesia.html
Bagikan Postingan Ini:

3 Alasan Mengapa Indonesia Harus Membangun Kota Lain seperti Jakarta

Selama puluhan tahun Kota Jakarta menyandang status sebagai pusat segala hal di Indonesia. Mulai dari pusat pemerintahan, hiburan, bisnis dll. Hal inilah yang menjadi pemicu pembangunan yang dilakukan di Indonesia lebih dominan di Kota Jakarta. Berkat pombangunan yang dominan tersebut, Jakarta telah menjelma menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia. 

Jakarta adalah kota dengan populasi terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (kabarbumn.com)

Saat ini Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta jiwa. Menurut data BPS, populasi penduduk Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Angka tersebut sangat jomplang bila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Misalnya bila kita bandingkan dengan Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Populasi Kota Surabaya kurang dari sepertiga Kota Jakarta atau lebih tepatnya 2.887.223 jiwa. 

Jakarta juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang bisa bicara banyak dikancah internasional. Kota Jakarta tidak hanya besar dari segi populasi, tetapi juga besar dari segi ekonomi. Kota Jakarta memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai US$225,88 miliar. Untuk di Asia Tenggara hanya Singapura yang memiliki PDB diatas Kota Jakarta. Kota Jakarta juga memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$21,2 ribu. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita Manila dan Bangkok.

Dengan populasi penduduk Indonesia yang mencapai 275 juta, harusnya Indonesia sudah memiliki beberapa kota sekelas Jakarta. Setidaknya ada tiga alasan mengapa Indonesia harus membangun beberapa kota yang minimal bisa mendekati level Kota Jakarta. Apa saja tiga alasan tersebut? Berikut kita ulas satu per satu.

1. Pemerataan Pembangunan

Dampak yang paling dirasakan kalau Indonesia memiliki beberapa kota sekelas Kota Jakarta adalah pemerataan pembangunan. Selama ini pembangunan di Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta. Dengan populasi dan kontribusi Kota Jakarta yang besar, otomatis Kota Jakarta menjadi prioritas utama untuk berbagai pembangunan. 


Contohnya adalah pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT. Populasinya yang besar membuat MRT menjadi sangat mendesak untuk dibangun di Kota Jakarta dengan tujuan mengurai kemacetan. Sementara itu kota-kota lain di Indonesia masih belum ada tanda-tanda akan dibangun MRT. Penyebabnya karena belum terlalu mendesak untuk dibangun seperti Kota Jakarta. 

Tentunya agar pemerataan pembangunan benar-benar terasa, kota yang akan dikembangkan seperti Kota Jakarta  harus berlokasi relatif jauh dari Jakarta. Kalau bisa berada di pulau yang berbeda dengan Jakarta. 

2. Pemerataan Persebaran Penduduk

Jakarta merupakan kota dengan infrastruktur paling matang di Indonesia. Otomatis hal tersebut menjadikan kota ini pilihan utama untuk investasi. Besarnya investasi di Kota Jakarta tentunya akan berimbas terhadap kebutuhan tenaga kerja. Hal inilah yang menjadikan Jakarta sebagai salah satu tujuan utama bagi para pencari kerja di seluruh Indonesia. Setiap tahunnya jumlah pendatang yang mencari kerja selalu bertambah di Kota Jakarta.

Besarnya minat para pencari kerja juga berimbas terhadap kota-kota di sekitar Jakarta. Banyak para pekerja yang bekerja di Kota Jakarta namun memilih tinggal di kota-kota sekitar Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok. Hal tersebut juga berimbas terhadap membludaknya populasi penduduk di kota-kota sekitar Jakarta tersebut. Atas dasar itulah perlu dikembangkan kota-kota lain yang yang setara dengan Jakarta untuk mengurai kepadatan penduduk Jakarta dan kota-kota disekitarnya. Dengan demikian persebaran penduduk di Indonesia bisa lebih merata. 

3. Membangun Kota Baru yang Bertaraf Internasional

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia bisa diandalkan dilevel internasional. Besarnya populasi dan perekonomian serta pesatnya perkembangan infrastruktur menjadikan Jakarta salah satu kota yang diperhitungkan dikancah global. Dengan populasi Indonesia yang lebih dari 275 juta, harusnya Indonesia sudah memiliki beberapa kota yang bersaing dikancah global seperti Kota Jakarta.

Dari 5 negara dengan populasi terbesar di dunia, hanya Indonesia yang cuma memiliki satu kota yang bisa diandalkan dilevel internasional. Brazil saja yang populasi dibawah Indonesia memiliki Kota Sao Paulu dan Rio Janeiro yang dikenal di dunia. Apalagi negara-negara dengan populasi yang besar Amerika dan China yang memiliki lebih banyak lagi kota bertaraf internasional. 

Itulah tiga alasan mengapa Indonesia harus membangun kota lain seperti Jakarta. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan kota lain di Indonesia yang bisa sejajar dengan Kota Jakarta. Butuh biaya yang besar serta waktu yang relatif lama. 


Rerefensi :
  • https://worldpopulationreview.com/countries/cities/brazil
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ASEAN_country_subdivisions_by_GDP
  • https://jakarta.bps.go.id/indicator/12/1270/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Amsterdam, Adu Gengsi Kota Paling Maju di Indonesia vs Belanda

Indonesia dan Belanda memiliki ikatan yang kuat di masa lalu. Namun ikatan tersebut bukanlah sebuah hubungan yang baik. Selama ratusan tahun negara kita Indonesia menjadi tanah jajahan Belanda. Barulah tahun 1945 Indonesia bisa merdeka dari Belanda.

Sekarang Indonesia dan Belanda sudah menjadi negara yang sama-sama merdeka. Hubungan dari kedua negara juga sudah membaik. Lantas mampukah Indonesia menjadi negara yang lebih maju setelah merdeka dari Belanda?

Kalau secara umum memang kondisi Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Belanda. Maklum, Indonesia masih berstatus sebagai negara Berkembang, sedangkan Belanda sudah tergolong negara maju. Namun seperti apa jadinya kalau yang kita bandingkan adalah kota paling maju di Indonesia vs kota paling maju di Belanda?

Saat ini kota yang diakui sebagai kota paling maju di Indonesia adalah Jakarta. Sementara itu untuk status kota paling maju di Negara Belanda adalah Amsterdam. Meskipun Belanda lebih maju dibandingkan Indonesia, namun dalam beberapa indikator Jakarta masih lebih unggul dibandingkan Amsterdam. 

Kota Jakarta vs Amsterdam
ilustrasi Kota Jakarta dan Kota Amsterdam (jakarta.go.id | photowall.co.uk)

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Amsterdam yang dirangkum dari berbagai sumber :


Populasi

Dari segi populasi, Jakarta unggul jauh bila dibandingkan dengan Amsterdam. Menurut statista.com, jumlah penduduk dari Kota Amsterdam tidak mencapai 1 juta. Lebih tepatnya penduduk Kota Amsterdam berada diangka 918.100 jiwa. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan jumlah penduduk Kota Padang. Bandingkan dengan Kota Jakarta yang saat ini jumlah penduduknya telah mencapai 10.672.100 jiwa. 

Kecilnya jumlah penduduk Amsterdam tidak terlepas dari populasi Negara Belanda yang jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia. Negara Belanda memiliki populasi hanya 17,7 juta jiwa. Bahkan angka tersebut jauh lebih kecil bila dibandingkan penduduk Jabodetabek. 

Luas Wilayah

Tidak hanya dalam hal populasi, Kota Jakarta juga unggul dari segi luas wilayah bila dibandingkan dengan Amsterdam. Bahkan Jakarta memiliki wilayah tiga kali lebih luas dibandingkan Amsterdam. Kota Amsterdam tercatat memiliki wilayah dengan luas 219,4 km². Sementara itu Kota Jakarta memiliki wilayah dengan luas 661,5 km². 

Produk Domestik Bruto

Populasi yang besar juga berimbas terhadap angka Produk Domestik Bruto atau PDB Kota Jakarta. PDB merupakan kesuluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu. PDB ini bisa penentu kekuatan ekonomi suatu wilayah. 

Kota Jakarta tercatat memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar. Angka tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan PDB Kota Ansterdam. Kota Ansterdam tercatat memiliki PDB US$85,4 miliar

Pendapatan per Kapita

Untuk urusan pendapatan per kapita, Jakarta harus mengakui keunggulan Amsterdam. Sebagai kota terbesar di sebuah negara maju, pendapatan per kapita Amsterdam unggul telak dibanding Jakarta. Pendapatan per kapita Amsterdam tercatat mencapai US$65,3 ribu. Jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita Jakarta yang berada diangka US$21,2 ribu. 

Walaupun kalah jauh dibandingkan Amsterdam, namun pendapatan per kapita Jakarta unggul jauh dibandingkan pendapatan per kapita nasional Indonesia. Pendapatan per kapita nasional Indonesia hanya mencapai US$4,9 ribu.

Infrastruktur

Infrastruktur Kota Amsterdam unggul telak bila dibandingkan dengan Jakarta. Amsterdam adalah salah satu kota di Eropa yang memiliki infrastruktur paling matang. Kota ini sangat ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda. Jadi insfrastrukturnya tidak hanya mendukung pengguna kendaraan bermotor. Kualitas jalan raya di Kota Amsterdam tentunya juga jauh lebih baik dibandingkan Jakarta. 

Kota Amsterdam telah memiliki 16 rute trem dan 4 rute metro untuk melayani pengguna transportasi umum. Jauh banyak dibandingkan transportasi berbasis rel di Kota Jakarta. Jakarta sendiri baru memiliki 1 rute MRT. Selain itu Jakarta juga telah memiliki dua rute LRT. Sebagai kota yang memiliki luas wilayah dan populasi yang jauh besar, harusnya transportasi berbasis rel di Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Amsterdam. 

Indeks Pembangunan Manusia

Jakarta harus mengakui keunggulan Amsterdam dalam hal Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Indeks Pembangunan Manusia merupakan capaian pembangunan manusia di suatu wilayah berbasis sejumlah kebutuhan dasar hidup. Contohnya adalah angka harapan hidup, pendidikan, kesehatan, sanitasi dll. Kota Amsterdam tercatat memiliki IPM yang mencapai 0,962. Semantara itu Kota Jakarta memiliki IPM dibawahnya, yaitu 8,825. 


Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau Jakarta lebih unggul dibandingkan Amsterdam untuk kategori yang berkaitan dengan kuantitas. Contohnya adalah populasi dan luas wilayah. Sementara itu Amsterdam lebih unggul dibandingkan Jakarta untuk kategori yang berkaitan dengan kualitas. Contohnya adalah infrastruktur dan pendapatan per kapita. Karena Amsterdam lebih unggul dibandingkan Jakarta dari segi kualitas, maka harus diakui untuk saat ini Amsterdam lebih maju dibandingkan Jakarta. Namun bukan tidak mungkin dimasa mendatang Jakarta dapat menyamai atau bahkan mengungguli Amsterdam. 


Referensi :
https://www.britannica.com/place/Amsterdam
https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
https://www.statista.com/topics/9014/amsterdam

Bagikan Postingan Ini:

Beginilah Posisi Kota Jakarta ketika Tidak Lagi Berstatus Ibu Kota Negara

Jakarta adalah salah satu wilayah administrasi khusus yang ada di Indonesia. Status administrasi khusus tersebut dinobatkan karena posisi kota Jakarta sebagai ibu kota negara. Wilayah administrasi khusus kota Jakarta kita kenal dengan nama DKI (Daerah Khusus Ibu Kota).

Jakarta kota terbesar di Indonesia
ilustrasi kota Jakarta (Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)

Namun saat ini Jakarta sudah tidak lagi menyandang status sebagai Daerah Khusus Ibu Kota. Hal tersebut bertepatan dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Khusus Jakarta menjadi Undang-Undang (UU) pada hari Kamis, 28 Maret 2024. Dalam UU yang terdiri dari 12 bab dan 73 pasal itu disebutkan bahwa Jakarta tidak lagi menyandang gelar sebagai Daerah Khusus Ibu Kota atau DKI setelah lahirnya Undang-Undang No. 3 tahun 2022 tentang ibu kota negara. 

Secara umum, isi dari Undang-Undang tersebut menyatakan bahwa ibu kota negara Indonesia telah dipindahkan dari provinsi DKI Jakarta ke IKN (Ibu Kota Nusantara). Wilayah dari IKN ini meliputi sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di provinsi Kalimantan Timur. 

Dengan tidak lagi bertatus sebagai ibu kota negara, lantas bagaimanakah posisi kota Jakarta kedepannya? Tentunya banyak yang berpikiran kalau Jakarta tidak lagi berstatus sebagai wilayah administrasi khusus.  Walau tidak lagi menjadi ibu kota negara, Jakarta akan tetap menjadi wilayah administrasi khusus. Sebagai daerah khusus, Jakarta tetap akan memegang peran penting penyelenggaraan pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peranan khusus yang akan dipegang oleh provinsi Jakarta adalah kewenangan terkait pelaksanaan fungsi sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global. Jakarta akan diproyeksikan sebagai salah satu pusat ekonomi di Asia Tenggara. Hal ini tidak terlepas dari peran kota Jakarta yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kurang lebih 17 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh kota Jakarta.

Sebagai ibu kota baru Indonesia, IKN hanya akan difokuskan sebagai pusat pemerintahan. Bahkan populasi penduduk di IKN akan dibatasi agar tidak tumbuh menjadi kota yang padat. Sementara itu, kota Jakarta akan tetap memegang peranan penting sebagai pusat bisnis di Indonesia dan regional Asia Tenggara. 

Sebenarnya sudah banyak negara di dunia yang mengadopsi pemisahan pusat bisnis dengan pusat pemerintahan. Contohnya adalah negara tetangga kita Australia. Kota terbesar sekaligus pusat bisnis utama di Australia adalah Sydney yang merupakan ibu kota dari negara bagian New South Wales. Bahkan sangking populernya, banyak yang mengira Sydney merupakan ibu kota dari negara Australia. Padahal sebenarnya ibu kota negara Australia adalah kota Canberra. Canberra sendiri merupakan kota terbesar kedelapan di Australia dengan populasi yang mencapai 400 ribuan jiwa. 

Kurang lebih kendisi Indonesia akan sama seperti Australia ini. Jakarta akan tetap menjadi kota terbesar dan sekaligus pusat bisnis utama di Indonesia, sementara IKN akan berkembang menjadi kota yang tidak terlalu besar. 


Rujukan :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-7266233/tak-lagi-ibu-kota-negara-jakarta-bakal-jadi-pusat-ekonomi-asia-tenggara
https://travel.detik.com/travel-news/d-7267814/dear-warga-jakarta-kotamu-tak-lagi-berstatus-ibu-kota
Bagikan Postingan Ini:

Mengapa Pariwisata Jakarta Kalah Telak bila Dibandingkan dengan Bangkok?

Jakarta merupakan kota metropolitan terbesar di Indonesia. Sebagai sebuah kota metropolitan, tentunya Jakarta menawarkan banyak destinasi-desnitasi wisata menarik bagi wisatawan. Mulai dari wisata belanja, wisata sejarah, pantai, pusat hiburan dll. Sayangnya walau memiliki banyak destinasi wisata, Kota Jakarta belum mampu menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman).


Para wisatawan sedang berkumpul saat ini acara car free day di Jakarta
Ilustrasi Kota Jakarta (liputan6.com)

Sepanjang tahun 2023 Kota Jakarta hanya dikunjungi oleh 1,97 juta wisman. Namun sebenarnya tren kunjungan wisman ke kota Jakarta cenderung meningkat semenjak wabah corona melanda. Sayangnya angka tersebut cenderung sangat kecil untuk sebuah kota metropolitan yang serba ada seperti Jakarta.

Untuk level Asia Tenggara saja Kota Jakarta tidak bisa bicara banyak dalam hal kunjungan wisman. Masih kalah bila dibandingkan dengan kota-kota seperti Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok. Diantara ketiga kota yang disebutkan tersebut, Kota Bangkok menduduki posisi pertama sebagai kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisman. Bahkan bukan cuma untuk level Asia Tenggara, Bangkok merupakan peringkat pertama dunia sebagai kota yang paling banyak  dikunjungi turis asing. Sepanjang tahun 2023, Kota Bangkok dikunjungi oleh 22,78 juta turis mancanegara.

Kota Bangkok menjadi destinasi wisata paling banyak dikunjungi di dunia
Ilustrasi Kota Bangkok (skyscrapercenter.com)

Mengapa Kota Bangkok mampu menjadi kota yang paling banyak dikunjungi wisman?

Kalau kita melihat kultur dan perekonomian masyarakatnya, kondisi Kota Bangkok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Kota Jakarta. Maklum, kedua kota tersebut sama-sama berada di negara yang masih berkembang. Jadi secara umum kondisi kotanya belum semodern di negara-negara maju. Lalu, mengapa Bangkok bisa menarik banyak wisman sedangkan Jakarta tidak? 

Ada beberapa faktor yang menjadikan Bangkok sebagai kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Apa saja faktor tersebut? Berikut adalah 7 alasan mengapa Kota Bangkok banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara :

1. Street Food

Sebenarnya Kota Jakarta juga memililiki pusat-pusat kuliner yang bertemakan street food. Namun tidak seaktraktif dan semenarik di Bangkok. Ditambah lagi masakan Thailand juga terkenal dengan cita rasanya yang enak. 

Kota Bangkok memiliki beberapa lokasi yang dijadikan sebagai surganya street food. Diantaranya adalah Yaoyarat, kawasan Chinatown Bangkok, Sukhumvit 38 dll. Harga yang ditawarkan juga relatif murah bagi turis.

2. Banyak diadakannya festival

Hampir setiap bulannya selalu diadakan festival di Kota Bangkok untuk menarik minat wisatawan. Kalau anda tertarik yang berbau-bau tradisional, ada festival seperti Songkran dan Loy Krathong. Kalau anda penggila EDM, ada festival yang menawarkan musik modern tersebut hampir setiap bulannya seperti Road to Ultra, Maya, Waterzonic dll. 

3. Destinasi wisata yang menarik

Kota Bangkok terkenal dengan julukan sebagai Negeri Seribu Pagoda. Di Kota Bangkok banyak terdapat kuil-kuil dengan arsitektur yang menarik dan terbuka untuk wisatawan. Salah satu kuil yang paling menarik minat wisatawan adalah Ton Gold Budha. Kuil ini terkenal dengan patung Budha yang besar dan terbuat dari emas solid. Selain itu masih banyak kuil indah lainnya yang akan sulit kita ditemukan di luar Bangkok.

4. Punya kawasan alami di pusat kota

Bila anda merasa suntuk dengan kemacetan dan kesibukan di Kota Bangkok, anda bisa mengalihkan tujuan ke Taman Lumphini di pusat Kota Bangkok. Di sana kita dapat berjalan-jalan di sekitar danau buatan, berpiknik di bawah pohon, dan mengikuti aerobik gratis setiap sore. Taman ini sangat cocok bagi anda yang ingin mencari ketenangan. 

5. Surga bagi wisata belanja

Khusus untuk wisata belanja saya rasa Jakarta tidak kalah dari Kota Bangkok. Apa yang ditawarkan oleh Kota Jakarta tidak kalah beragam dibandingkan Kota Bangkok. Namun berbelanja di menawarkan sesnsai yang berbeda.

Contohnya pada puda puat perbelanjaan Siam Square. Di sana menawarkan sejumlah merk fashion high-end internasional. Di luar itu, pusat perbelanjaan tersebut memiliki bioskop raksasa, arena bowling, aula konser, dan akuarium terbesar di Asia Tenggara. Jadi selain berbelanja, kita juga dapat menikmati suasana liburan. 

6. Sistem transportasi yang memudahkan bagi wisatawan

Sistem transportasi Kota Bangkok sudah tergolong cukup maju. Anda tidak perlu menggunakan kendaraan pribadi untuk menjangkau destinasi-destinasi wisata favorit di Kota Bangkok. Di sekitar pusat Kota Bangkok kita dapat menggunakan sistem transportasi BTS Skytrain dan MRT bawah tanah yang menawarkan akses ke banyak sudut. Untuk wilayah yang tidak dijankau BTS Skytrain dan MRT, kita dapat menggunakan taksis yang dengan mudah dijumpai di setiap sudut kota.

Kota Bangkok memiliki angkutan umum khas yang menawarkan pengalaman menarik. Angkutan umum tersebut dikenal dengan nama Tuk Tuk. Tuk Tuk mungkin tidak menawarkan kenyamanan seperti sistem transportasi lainnya, namun menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Jangan lupa tawar menawar harga dulu sebelum menggunakan jasa Tuk Tuk.

7. Surga rooftop bar

Bangkok menawarkan banyak rooftop bar yang menawarkan indahnya pemandangan Kota Bangkok. Diantaranya adalah Sky Bar yang merupakan salah bar luar ruangan tertinggi di Asia dan Moon Bar yang menawarkan pemandangan 360 derajat yang luar biasa.

Kalau kita melihat 7 alasan diatas, ada beberapa hal yang belum dipenuhi oleh Kota Jakarta. Diantaranya adalah sistem tranportasi di Jakarta yang belum menjangkau semua kawasan. Selain itu kota Jakarta sangat minim festival. Berbeda dengan Kota Bangkok yang hampir setiap bulan selalu mengadakan festival.

Beberapa potensi yang dimiliki Jakarta juga tidak digarap dengan maksimal. Contohnya pusat street food dan kawasan wisata alami yang digarap ala kadarnya. Tidak semenarik dan seaktraktif yang dimiliki oleh Kota Bangkok.

Mampukan pariwisata Jakarta bersaing dengan Bangkok?

Dalam waktu dekat tentunya sulit bagi Kota Jakarta untuk bersaing dengan Bangkok. Bahkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bangkok lebih besar dibandingkan kunjungan wisatawan mancanegara ke seluruh Indonesia. Masih banyak hal yang harus dibenahi dari Kota Jakarta, seperti transportasi, memaksimalkan potensi destinasi-destinasi menarik dll. 

Kalau kita melihat dari segi potensi tentunya Kota Jakarta tidak kalah bila dibandingkan dengan Bangkok. Perlu kerja keras semua pihak agar potensi besar Kota Jakarta dapat memberikan hasil yang maksimal.


Rujukan : 
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts