Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label City vs City. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label City vs City. Tampilkan semua postingan

Ternate vs Tidore, Perbandingan Dua Kota Otonom di Provinsi Maluku Utara

Ternate dan Tidore merupakan dua nama kota yang sudah cukup familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kedua kota ini adalah warisan dari kerajaan Nusantara yang bernama Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore. Kota Ternate dan Tidore sama-sama berada di Provinsi Maluku Utara. 

Kota Ternate, kota terbesar di Provinsi Maluku Utara
ilustrasi Kota Ternate (foto : jmg) 

Saat ini hanya Kota Ternate dan Tidore yang berstatus sebagai kota otonom di Provinsi Maluku Utara. Tentunya menarik bila dibuat ulasan tentang perbandingan diantara kedua kota tersebut. 

Kota Tidore, kota terluas di Provinsi Maluku Utara
ilustrasi Kota Tidore (foto : maestrobali.com) 

Pada tulisan kali ini akan dicoba membandingkan kedua kota tersebut dari beberapa aspek. Penasaran seperti apa hasilnya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Ternate vs Kota Tidore. 

Populasi

Kota Ternate dan Tidore sama-sama memiliki populasi yang relatif kecil. Populasi dari kedua kota tersebut sama-sama jauh dibawah 500 ribu jiwa. Untuk Kota Ternate memiliki populasi 204.920 jiwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. Sementara itu Kota Tidore memiliki populasi 120.605 jiwa. Jadi secara populasi lebih besar Kota Ternate dibandingkan Tidore. 

Wilayah

Ternate memang memiliki populasi penduduk yang lebih banyak dibandingkan Tidore. Namun kalau dari segi luas wilayah, Tidore jauh lebih besar dibandingkan Ternate. Bahkan Tidore merupakan Kota terluas di Indonesia setelah Palangkaraya dan Dumai. Luas dari Kota Tidore menurut situs resmi pemerintahan Kota Tidore adalah 1.550,37 km². Sementara itu luas wilayah Kota Ternate menurut Badan Pusat Statistik adalah 111,39 km². Jadi luas wilayah dari Kota Tidore hampir 14 kali lipat dari luas wilayah Kota Ternate. 

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto adalah seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam periode tertentu. Jadi PDRB berkaitan dengan perekonomian suatu wilayah secara keseluruhan. Antara Kota Ternate dan Tidore memiliki perbedaan PDRB yang cukup mencolok. Kota Ternate memiliki PDRB yang mencapai Rp13,675 triliun. Angka tersebut jauh mengungguli PDRB Kota Tidore. Kota Tidore memiliki PDRB sebesar Rp3,511 triliun. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan yang diperoleh masing-masing penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatan per kapita maka semakin makmur penduduk di wilayah tersebut. 

Dari angka pendapatan per kapita, lagi-lagi Kota Ternate lebih unggul dibandingkan Kota Tidore. Kota Ternate memiliki pendapatan per kapita Rp64,498 juta, sedangkan Kota Tidore memiliki pendapatan per kapita Rp29,529 juta. 

Infrastruktur

Ternate pernah menyandang status sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara sebelum akhirnya dipindah ke Sofifi. Sebagai Kota terbesar di Provinsi Maluku Utara dan pernah menyandang status sebagai ibu kota provinsi, infrastruktur di Kota Ternate cenderung lebih berkembang dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Maluku Utara. Termasuk bila dibandingkan dengan Kota Tidore. 

Unggulnya infrastruktur Kota Ternate dapat dilihat dari transportasi laut dan udara di kota tersebut. Kota Ternate merupakan pemilik bandara dan pelabuhan terbesar di Provinsi Maluku Utara. 

APBD

APBD merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Semakin besar APBD maka semakin leluasa suatu daerah dalam melakukan pembangunan dan menggaji para pegawai pemerintahan. 

Dilansir situs resmi pemerintahan Kota Ternate, APBD Kota Ternate untuk tahun 2024 adalah Rp1,1 triliun. Angka tersebut setara dengan APBD Kota Tidore. Kota Tidore juga memiliki APBD Rp1,1 triliun menurut situs tandaseru.com.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berkaitan dengan kualitas hidup manusia di suatu wilayah. Ada beberapa indikator yang biasa dipakai untuk mengukur IPM, diantaranya adalah angka harapan hidup, sanitasi, kesehatan, dan pendidikan dll. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik, Kota Ternate memiliki IPM 81,35. Angka tersebut jauh diatas IPM kota Tidore yang berada diangka 72,40.

Berdasarkan beberapa ulasan diatas, bisa dikatakan kalau Kota Ternate unggul telak bila dibandingkan dengan Kota Tidore. Kota Tidore hanya unggul dalam hal luas wilayah dibandingkan Kota Ternate. Itupun luas wilayah tidak berkaitan langsung dengan aktivitas perekonomian dan perkembangan suatu kota. 

Bagikan Postingan Ini:

Mungkinkah Kota Makassar Bisa Mengejar Shenzhen? Beginilah Perbandingan antara Kedua Kota

Makassar adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota ini berada di Pulau Sulawesi dan merupakan satu-satunya kota metropolitan di kawasan Indonesia timur. Karena memiliki potensi perekonomian yang relatif besar, pemerintah Indonesia berniat untuk menjadikan Kota Makassar bisa tumbuh seperti Kota Shenzhen di China. 

Kota Makassar, kota terbesar di kawasan timur Indonesia
ilustrasi Kota Makassar, Kota terbesar di kawasan Indonesia timur (terkini.id) 

Shenzhen sendiri merupakan salah satu kota dengan perkembangan paling pesat di China. Pada tahun 1953 Shenzhen masih berstatus sebagai desa. Status Shenzhen baru dinaikan sebagai kota pada tahun 1979. Sekarang Shenzen telah tumbuh menjadi kota dengan perekonomian yang lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Kota Shenzhen, salah satu kota dengan perkembangan terpesar di China
ilustrasi Kota Shenzhen, salah satu kota dengan perkembangan paling pesat di Negara China (cmn.com) 

Melihat kondisi Kota Makassar saat ini, butuh waktu yang sangat lama agar bisa tumbuh seperti Shenzhen. Namun kita akan mencoba melihat seberapa jauh perbedaan diantara kedua kota dengan membuat perbandingan dari beberapa sektor. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Makassar vs Shenzhen. 


Populasi

Secara populasi Kota Makassar kalah jauh bila dibandingkan dengan Shenzhen. Bahkan Kota Shenzhen memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Jakarta. Untuk tahun 2020 saja, populasi Kota Shenzhen sudah mencapai 17,56 juta jiwa. Bagaikan bumi dan langit bila kita bandingkan dengan Populasi Kota Makassar. Kota Makassar untuk tahun 2023 memiliki populasi 1,474 juta jiwa. 


Wilayah

Kota Shenzhen memiliki wilayah yang sangat luas. Kalau dibandingkan dengan Kota Makassar jelas tidak ada apa-apanya. Luas wilayah dari Kota Shenzhen mencapai 1.748 km². Jauh lebih luas daripada Kota Makassar yang memiliki wilayah seluas 175,8 km². Jadi luas Kota Shenzhen hampir 10 kali lipat luas wilayah Kota Makassar. 


PDB

PDB atau Produk Domestik Bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu. Secara garis besar, angka PDB bisa menjadi gambaran besaran perekonomian suatu wilayah. 

Shenzhen memiliki PDB yang jauh lebih besar dibandingkan Makassar. Jangankan dibandingkan dengan Makassar, dibandingkan dengan Jakarta sekalipun masih lebih besar PDB Shenzhen. PDB Shenzhen tercatat mencapai $482 miliar. Bandingkan dengan PDB Kota Makassar yang hanya mencapai $14, 886 miliar. 

Pendapatan per kapita

Shenzhen memiliki pendapatan per kapita yang relatif besar bila dibandingkan dengan Makassar. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya aktivitas perekonomian dan pesatnya perkembangan Kota Shenzhen. Bahkan pendapatan per kapita Shenzhen lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Pendapatan per kapita Kota Shenzhen mencapai $27.705. Angka tersebut hampir mencapai tiga kali lipat pendapatan per kapita Kota Makassar. Pendapatan per kapita Kota Makassar berada diangka $10.232. 

Infrastruktur

Shenzhen dikenal sebagai kota terdepan dalam hal inovasi teknologi di lembah silikon China. Hal ini menjadikan berbagai perusahaan berbasis teknologi dari China dan mancanegara menjadikan Shenzhen sebagai pilihan untuk investasi. Besarnya investasi juga berimbas terhadap perkembangan infrastruktur Shenzhen. 

Makassar tentunya masih kalah jauh dibandingkan Shenzhen dalam hal infrastruktur. Contohnya saja dalam hal transportasi. Shenzhen telah memiliki 12 jalur MRT (Mass Rapid Transit) dengan total panjang lintasan 419 km. Sementara itu Kota Makassar belum memiliki satupun jalur MRT. 

Shenzhen juga dikenal sebagai kota yang banyak memiliki mobil listrik. Untuk tahun 2023, 70% mobil yang beroperasi di Kota Shenzhen merupakan mobil listrik. 

Pencakar langit

Untuk kota-kota di Asia, pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit bisa menjadi patokan pesatnya geliat perekonomian di kota yang bersangkutan. Shenzhen merupakan salah satu kota dengan jumlah pencakar langit terbanyak di dunia. Dari seluruh kota di dunia, hanya Hongkong yang memiliki pencakar langit lebih banyak dibandingkan Shenzhen. Untuk Kota Makassar sendiri tidak masuk dalam daftar 100 kota pemilik pencakar langit terbanyak di dunia. 

Dari semua indikator diatas, sangat jauh perbedaan antara Kota Makassar dengan Shenzhen. Bahkan Shenzhen masih sedikit lebih unggul dibandingkan Jakarta. Jadi agar Kota Makassar seperti Shenzhen, tidak cukup hanya dengan waktu 10 atau 20 tahun. Kemungkinan besar butuh waktu hingga diatas 50 tahun. Itupun hanya untuk mengejar kota Shenzhen yang seperti sekarang. 


Referensi :

  • https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240227172108-532-1067941/jokowi-ingin-ubah-makassar-dan-sekitarnya-mirip-shenzhen-china
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Shenzhen
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Makassar

Bagikan Postingan Ini:

Bekasi vs Depok vs Tangerang, Tiga Kota Terbesar Penyangga Jakarta

Jakarta adalah kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Kota ini memiliki area metropolitan yang dikenal dengan nama Jabodetabek atau Jakarta Raya. Wilayah Jabodetabek terdiri dari kota Jakarta, kota Bogor, kota Depok, kota Tangerang, kota Tangerang Selatan, kota Bekasi, kabupaten Bogor, kabupaten Tangerang, dan kabupaten Bekasi. Posisi Jakarta merupakan sebagai kota inti, sedangkan wilayah-wilayah lainnya merupakan penyangga bagi kota Jakarta.

Peta area metropolitan Jabodetabek
ilustrasi peta area metropolitan Jabodetabek (nafas.co.id) 

Dari semua wilayah penyangga Jakarta, terdapat 5 wilayah yang memiliki status sebagai kota otonom. Diantara 5 Kota otonom tersebut, status 3 kota terbesar dipegang oleh Kota Bekasi, Depok dan Tangerang. Kota Bekasi dan Depok berada di Provinsi Jawa Barat, sedangkan Kota Tangerang berada di Provinsi Banten. 

Tentunya masih banyak diantara para pembaca yang belum mengetahui seperti apa kondisi diantara ketiga tersebut. Untuk itu pada tulisan kali ini akan diulas tentang perbandingan antara Kota Bekasi vs Depok vs Tangerang. Tentunya ini akan menjadi perbandingan yang menarik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Bekasi, Depok dan Tangerang yang dilihat berdasarkan beberapa indikator. 


Populasi

Bekasi, Depok dan Tangerang sama-sama memiliki populasi yang relatif besar. Namun diantara ketiga kota tersebut, Kota Bekasi memiliki populasi yang paling besar. Menurut data dari  Badan Pusat Statistik, populasi Kota Bekasi untuk tahun 2020 adalah 3.075.690 jiwa. Kota Depok berada diposisi kedua dengan populasi penduduk 2.484.186 jiwa. Posisi terakhir dipegang oleh Kota Tangerang dengan populasi penduduk 1.930.556 jiwa. 

Wilayah

Bekasi tidak hanya lebih besar dalam hal populasi, tetapi juga lebih besar dari segi luas wilayah bila dibandingkan dengan Depok dan Tangerang. Luas wilayah dari Kota Bekasi adalah 210,5 km². Untuk posisi kedua dipegang oleh Kota Depok dengan luas wilayah 200,5 km². Selanjutnga adalah Kota Tangerang yang memiliki wilayah seluas 165,5 km².

PDRB

PDRB adalah singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Angka PDRB dihasilkan berdasarkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu kota pada periode tertentu. Tingginya angka PDRB menentukan seberapa besar kekuatan ekonomi suatu kota. Diantara ketiga kota diatas, status kota dengan PDRB terbesar dipegang oleh Kota Tangerang.  PDRB dari Kota Tangerang tercatat mencapai Rp206,697 triliun. Posisi kedua dipegang oleh Kota Bekasi dengan PDRB Rp118,963 triliun. Selanjutnga ada Kota Depok diposisi terakhir yang memiliki PDRB Rp87,569 triliun. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator yang biasa dipakai untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. Kota Tangerang tercatat memiliki pendapatan per kapita yang jauh lebih besar dibandingkan Bekasi dan Depok. Pendapatan per kapita Kota Tangerang berada diangka Rp105,916 juta. Posisi kedua adalah Kota Bekasi yang memiliki pendapatan per kapita Rp45,281 juta. Selanjutnya ada Kota Depok dengan pendapatan per kapita Rp40,817 juta. 

Infrastruktur

Sebagai penyangga Kota Jakarta, infrastruktur dari ketiga kota yang sedang dibahas berkaitan erat dengan Kota Jakarta. Contohnya adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta di Kota Tangerang. Meski berada di Kota Tangerang, Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi salah satu pintu masuk utama menuju Kota Jakarta. 

Kota Bekasi memiliki infrastruktur yang cenderung lebih berkembang daripada dua kota lainnya. Akses transportasi antara Kota Bekasi dengan Kota Jakarta lebih lengkap dibandingkan Depok dan Tangerang. Antara Kota Bekasi dengan Jakarta sudah terhubung dengan jalan tol, KRL (Kereta Rel Listrik), dan LRT (Light Rail Transit). Kedepannya antara Kota Jakarta dengan Kota Bekasi juga akan terhubung dengan MRT (Mass Rapid Transit). 

APBD

APBD adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kota Bekasi tercatat memiliki APBD untuk tahun 2024 mencapai Rp6,3 triliun. Denga demikian Kota Bekasi memiliki APBD yang lebih besar dibandingkan 2 kota lainnya. Posisi kedua ada Kota Tangerang yang memiliki APBD Rp5,38 triliun. Terakhir Kota Depok yang memiliki APBD Rp4,2 triliun. Semakin besar APBD, semakin leluasa Kota tersebut dalam mengelola pembangunan. 

Indeks Pembangunan Manusia

Kualitas sumber daya manusia sangat penting dalam mendukung kemajuan suatu kota. Melalui angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedikit banyaknya bisa dijadikan patokan kualitas sumber daya manusia di suatu kota. Dari ketiga kota yang sedang dibahas, Kota Bekasi tercatat memiliki angka IPM yang paling tinggi. Kota Bekasi memiliki IPM yang mencapai 83,03. Selanjutnya diposisi kedua ada Kota Depok yang memiliki IPM 82,38. Terakhir adalah Kota Tangerang yang memiliki IPM 79,46.

Bila kita berpatokan pada semua indikator diatas, harus diakui kalau Kota Bekasi lebih unggul dibandingkan Depok dan Tangerang. Ini bisa menjadi gambaran bahwa Kota Bekasi cenderung lebih berkembang. Namun yang patut dicermati adalah, Kota Tangerang mendominasi untuk sektor yang perkaitan dengan perekonomian. Dengan demikian bisa jadi masyarakat Tangerang lebih sejahtera dibandingkan Bekasi dan Depok. 



Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://news.detik.com/berita/d-7535316/jokowi-yakin-proyek-mrt-bekasi-jakbar-bakal-dukung-jakarta-jadi-kota-global

Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Singapura, Perbandingan Dua Kekuatan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta adalah kota terbesar yang ada di Indonesia saat ini. Kota Jakarta tidak hanya terbesar di Indonesia dalam hal populasi, tetapi juga terbesar dalam hal perekonomian. Bahkan perekonomian kota Jakarta adalah yang terbesar kedua di Asia Tenggara. 

Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia (asiatoday.id) 

Dari semua kota di Asia Tenggara, hanya Singapura yang memiliki perekonomian lebih besar dibandingkan Jakarta. Besarnya perekonomian Singapura disebabkan karena letaknya yang strategis serta kerja keras pemerintahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Saat ini Singapura satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang berstatus sebagai negara maju. Sekedar informasi, Singapura adalah sebuah negara yang hanya terdiri dari satu kota. 

Kota Singapura, kota dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara
ilustrasi Kota Singapura, kota dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara (engadget.com) 

Namun bagaimana jadinya kalau kedua kota tersebut dibandingkan dari berbagai aspek? Untuk itu pada tulisan kali ini akan dibuat sejumlah perbandingan antara Kota Jakarta vs Singapura. Penasaran seperti apa hasilnya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Jakarta vs Singapura. 


Populasi

Populasi adalah faktor utama dalam terbentuknya sebuah kota. Umumnya suatu wilayah dikategorikan sebagai kota apabila memiliki populasi yang relatif besar. Kalau melihat berdasarkan jumlah populasi penduduk, Kota Jakarta lebih unggul dibandingkan Kota Singapura. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Sementara itu populasi Kota Singapura di tahun yang sama adalah 5.789.090.


Wilayah

Seperti yang dibahas sebelumnya, Singapura adalah sebuah negara yang terdiri dari 1 kota. Jadi luas wilayah Kota Singapura mencakup seluruh luas wilayah Negara Singapura. Singapura tercatat memiliki wilayah dengan luas 734,3 km². Angka tersebut lebih besar dibandingkan luas wilayah Kota Jakarta. Luas wilayah dari Kota Jakarta adalah 661,5 km².

Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto atau PDB adalah indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Jakarta dan Singapura adalah 2 kota yang memiliki PDB terbesar di Asia Tenggara. Posisi pertama kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara dipegang oleh Singapura. PDB dari Kota Singapura tercatat mencapai US$525,228. Sementara itu posisi kedua dipegang oleh Kota Jakarta dengan PDB yang berada diangka US$225,88 miliar. Jadi secara PDB, Singapura lebih unggul dibandingkan Jakarta. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk yang diukur berdasarkan angka PDB dibagi dengan populasi penduduk. Singapura memiliki PDB yang lebih besar daripada Jakarta, namun memiliki populasi yang lebih kecil. Dengan demikian, Singapura memiliki pendapatan per kapita yang jauh lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Singapura tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$88,447 ribu. Jauh diatas pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka US$21,2 ribu. Angka pendapatan per kapita dapat dijadikan indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. 

Infrastruktur

Harus diakui infrastruktur Kota Jakarta semakin berbenah dalam beberapa tahun ini. Namun bila dibandingkan dengan Singapura, Jakarta masih cukup jauh tertinggal. Singapura adalah pemilik bandara terbaik di Asia Tenggara. Bandara tersebut dikenal dengan nama Cangi International Airport. Singapura juga pemilik pelabuhan terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia yang bernama Port of Singapura. 

Belum lagi kalau kita lihat berdasarkan sistem transportasi perkotaan. Contohnya saja adalah sistem transportasi MRT (Mass Rapid Transif). Singapura tercatat telah memiliki 8 jalur MRT dengan panjang lintasan 241 km. Sementara itu Kota Jakarta baru memiliki 1 jalur MRT dengan panjang lintasan 15,7 km. 

Pencakar langit 

Sebenarnya kehadiran gedung pencakar langit tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan suatu kota. Namun gedung pencakar langit bisa menjadi gambaran tingginya aktivitas perekonomian di suatu Kota. Apalagi Jakarta dan Singapura merupakan kota yang sama-sama bertabur gedung pencakar langit. Jadi tidak ada salahnya bila kita bandingkan jumlah gedung pencakar langit dari kedua kota tersebut. 

Jakarta memiliki jumlah pencakar langit yang lebih banyak dibandingkan Singapura. Menurut situs skyscrapercenter.com, Kota Jakarta memiliki 114 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. Sementara itu Kota Singapura memiliki 98 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. 

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia suatu kota. Hal ini karena IPM diukur berdasarkan kemampuan suatu kota dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakatnya. Contohnya seperti sanitasi, kesehatan, pendidikan dll. 

Singapura tercatat sebagai kota yang memiliki IPM yang sangat tinggi. IPM dari Kota Singapura tercatat mencapai 
0,949. Walaupun masih dibawah Singapura, namun IPM Kota Jakarta sudah cukup tinggi yang berada diangka 0,836. 

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau kondisi Kota Jakarta cukup jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Singapura. Singapura unggul dalam hal yang berkaitan dengan perekonomian dan infrastruktur perkotaan. Sementara itu Kota Jakarta hanya unggul dalam hal kuantitas, seperti populasi penduduk dan jumlah gedung pencakar langit. 


Referensi :
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.businesstoday.in/latest/economy/story/here-are-10-fastest-growing-major-economies-in-the-last-10-years-444722-2024-09-06
  • https://www.cnbc.com/2024/04/18/skytrax-names-best-airports-of-2024-singapores-changi-no-longer-no-1.html
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mass_Rapid_Transit_(Singapore)







Bagikan Postingan Ini:

Perbedaan Batam dan Johor Bahru, Dua Kota Tetangga Singapura

Singapura adalah kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. PDB dari Kota Singapura tercatat mencapai $466,8 miliar. Besarnya perekonomian Singapura tidak terlepas dari posisinya yang strategis serta upaya keras pemerintah Singapura dimasa lalu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Sebagai kota dengan perekonomian yang besar, tentunya Singapura memberikan pengaruh terhadap kota-kota di sekitarnya. Terdapat dua kota yang bertetangga langsung dengan Singapura, yaitu Batam dan Johor Bahru. Namun tentunya Batam dan Johor Bahru tidak memiliki perbatasan darat dengan Singapura karena Singapura adalah sebuah kota pulau. Sebagai sesama kota yang dipengaruhi oleh Singapura, kedua kota tersebut mengalami perkembangan yang berbeda. 

Johor Bahru, kota terbesar kedua di Malaysia
ilustrasi Kota Johor Bahru (chinapress.com.my) 

Johor Bahru adalah ibu kota dari Negara Bagian Johor, Malaysia. Boleh dibilang Johor Bahru lebih bisa memanfaatkan posisinya sebagai tetangga Singapura dibandingkan Batam. Kota Johor Bahru telah menjelma menjadi salah satu pusat perniagaan terpenting di Negara Malaysia. Saat ini Johor Bahru memegang status sebagai kota terbesar kedua di Negara Malaysia setelah Kota Kuala Lumpur. 

Johor memiliki akses transportasi yang lebih memadai dengan Singapura dibandingkan Batam. Saat ini Johor dengan Singapura dapat diakses melalui jalur darat karena terdapat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah. Terdapat dua jembatan yang menghubungkan Kota Johor Bahru dengan Singapura. Untuk jembatan pertama dikenal dengan nama Jalan Layang Johor-Singapura yang selesai dibangun pada tahun 1923. Jembatan yang kedua dikenal dengan nama Penghubung Kedua Malaysia-Singapura yang selesai dibangun pada tahun 1998. Untuk jembatan pertama memiliki panjang 1.056 m, sedangkan jembatan kedua memiliki panjang 1.920 m. 

Untuk Kota Batam hanya terhubung jalur laut dan udara dengan Singapura. Pasalnya kedua kota tersebut memiliki jarak yang relatif jauh. Jarak antara Batam dan Singapura sekitar 20 sampai 25 km. Jadi butuh modal yang besar kalau seandainya dibangun jembatan penghubung antara kedua kota. Beberap kali memang sempat muncul wacana untuk membangun jembatan yang menghubungkan Batam-Singapura. Namun sampai saat ini wacana tersebur belum menemukan titik terang. 

Kota Batam, kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau
ilustrasi Kota Batam (youtube.com/@travelersbatam)

Karena jarak yang relatif dekat, banyak warga Singapura yang menjadikan Johor Bahru sebagai rumah kedua mereka. Hal ini juga ditopang oleh kebijakan pemerintah Malaysia yang relatif longgar terhadap izin kepemilikan properti oleh asing. Ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh warga asing bila ingin memiliki properti di Malaysia. Pertama harus membeli properti dengan harga minimal 1 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp3,5 miliar. Syarat kedua adalah hunian yang dibeli oleh warga asing hanya boleh berupa apartemen atau high rise building. 

Kebijakan yang kedua ini menjadi salah satu pemicu pesatnya pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit di Malaysia, termasuk di Johor Bahru. Kalau dibandingkan dengan Batam, jelas Johor Bahru unggul jauh dalam kepemilikian gedung-gedung pencakar langit. Banyaknya gedung-gedung pencakar langit membuat kondisi Johor Bahru kelihatan kebih metropolis dibandingkan Batam. Padahal populasi Kota Batam lebih besar dibandingkan Johor Bahru. Populasi Kota Batam untuk tahun 2023 tercatat mancapai 1.260.785 jiwa, sedangkan populasi Kota Johor Bahru ditahun yang sama tercatat mencapai 858.118 jiwa. 

Sebenarnya Kota Batam juga telah menerapkan izin kepemilikan properti oleh warga asing. Hanya saja warga asing tidak hanya diizinkan memiliki apartemen, tetapi juga diizinkan memiliki rumah tapak atau landed house. Jadinya izin kepemilikian properti terhadap warga asing tidak berimbas signifikan terhadap pertumbuhan pencakar langit di Kota Batam. Warga asing masih punya pilihan untuk membeli rumah tapak seperti ruko misalnya. 

Kedepannya Johor Bahru dan Singapura akan semakin terintegrasi dengan adanya proyek MRT (Mass Rapid Transit) yang sedang dibangun. MRT tersebut memiliki panjang 4 km dan menghubungkan antara Woodlands North di Singapura dengan dengan Bukit Changar di Johor Bahru. Kontruksi keseluruhan dari MRT diharapkan selesai pada akhir 2026 dan mulai beroperasi diawal 2027.



Referensi :

  • https://www.businesstimes.com.sg/companies-markets/transport-logistics/construction-jb-singapore-rts-link-65-complete-track-end-2026
  •  https://www.worldometers.info/world-population/malaysia-population/
  •  https://kbsproperty.co.id/apakah-warga-negara-asing-dapat-membeli-properti-di-batam/ 
  •  https://properti.kompas.com/read/2018/08/04/200000221/syarat-membeli-properti-di-malaysia
  •  https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam

Bagikan Postingan Ini:

Seberapa Jauh Perbedaan antara Kota Makassar vs Jakarta?

Jakarta adalah kota metropolitan terbesar di Indonesia. Tidak ada kota lainnya di Indonesia yang memiliki populasi dan perekonomian sebesar Kota Jakarta. Bahkan bila kita kita bandingkan antara Kota Jakarta dengan kita lainnya di Indonesia, kondisinya akan sangat jomplang. 

Kota Jakarta, Kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (kabarbumn.com)

Tidak terkecuali bila kita bandingkan dengan Kota Makassar. Makassar adalah kota terbesar di kawasan timur Indonesia. Makassar sekaligus merupakan satu-satunya kota metropolitan di sana. Pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan pernyataan ingin menjadikan Makassar seperti Kota Shenzhen di China. Kalau ingin mengejar ketertinggalan dari Shenzhen, setidaknya kondisi Kota Makassar tidak jauh berbeda dengan Kota Jakarta. 

Kota Makassar, kota terbesar di kawasan Indonesia Timur
ilustrasi Kota Makassar (salsawisata.com)

Sebenarnya bisa dipastikan kalau melihat kondisi saat ini, Kota Makassar tertinggal dalam segala aspek kalau dibandingkan dengan Kota Jakarta. Namun seberapa jauh perbedaan antara Kota Makassar saat ini bila kita bandingkan dengan Kota Jakarta? Untuk mengetahuinya, berikut kita buat perbandingan antara Kota Makassar vs Jakarta dengan menggunakan beberapa indikator. 


Populasi

Jakarta adalah salah satu kota dengan populasi terbesar di Asia Tenggara. Populasi Kota Jakarta menurut data dari BPS telah mencapai 10. 672.100 jiwa. Jauh mengungguli populasi Kota Makassar yang berada diangka 1.474.393 jiwa. Jadi dalam hal populasi, sangat jauh perbedaan antara Kota Makassar dengan Kota Jakarta. 

Wilayah

Secara luas wilayah, Kota Jakarta unggul cukup jauh bila dibandingkan dengan Makassar. Bahkan Jakarta masuk dalam jajaran kota terluas di Indonesia. Kota Jakarta tercatat memiliki luas wilayah yang mencapai 661,5 km². Jauh lebih luas dibandingkan Kota Makassar dengan luas wilayah 175,8 km².

PDRB

Melalui PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan ekonomi suatu kota. Jakarta merupakan salah satu kota dengan PDRB terbesar di Asia Tenggara. Hanya Kota Singapura yang memiliki PDRB lebih besar dibandingkan Kota Jakarta. 

Dari data BPS, PDRB Kota Jakarta tercatat mencapai Rp3.442,981 triliun. Jauh lebih tinggi dibandingkan PDRB Kota Makassar yang berada diangka Rp226,903 triliun. 

Pendapatan per kapita

Jakarta memegang status sebagai kota dengan pendapatan per kapita terbesar ketiga di Indonesia setelah Kota Kediri dan Bontang. Kota Jakarta tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp322,615 juta. Angka tersebut jauh menggungguli pendapatan per kapita Kota Makassar. Kota Makassar memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp155,952 juta.
 

Infrastruktur

Rasanya tidak ada kota lain di Indonesia yang memiliki infrastruktur lebih lengkap dan lebih baik dibandingkan Kota Jakarta. Di kota Jakarta terdapat bandara dan pelabuhan tersibuk di Indonesia. Kota ini juga memiliki MRT, LRT, dan kereta cepat untuk mendukung transportasi. Kalau Kota Makassar belum memiliki satupun dari sistem transportasi tersebut. Jadi untuk urusan infrastruktur, Makassar bukanlah lawan yang sebanding untuk Kota Jakarta. 

APBD

Sebagai sebuah kota yang berstatus setingkat provinsi, APBD Kota Jakarta jauh lebih besar dibandingkan kota manapun di Indonesia. Untuk tahun anggaran 2024, Kota Jakarta memiliki APBD yang mencapai Rp85,1 triliun. Jauh diatas APBD Kota Makassar yang berada diangka Rp5,29 triliun.

Indeks Pembangunan Manusia

Dilihat dari angka Indeks Pembangunan Manusia atau IPM, tidak ada perbedaan yang mencolok antara Kota Makassar dengan Kota Jakarta. Kedua kota memiliki nilai IPM yang nyaris sama. Kota Jakarta tercatat memiliki IPM yang mencapai 83,55, sedangkan Kota Makassar memiliki IPM yang mencapai 83,52.

Dari beberapa perbandingan diatas, dapat kita simpulkan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok diantara kedua kota. Jadi kalau ditanya seberapa jauh perbedaan antara Kota Makassar vs Kota Jakarta, jawabannya adalah sangat jauh. Semoga saja pembangunan Kota Makassar semakin diperhatikan pemerintah pusat dan daerah sehingga bisa mengejar ketertinggalan dari Kota Jakarta. 



Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://www.detik.com/sulsel/makassar/d-7215376/sederet-langkah-jokowi-sulap-makassar-bak-shenzhen-china
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_luas_wilayah
Bagikan Postingan Ini:

Manakah Kota Terbesar Ketiga di Indonesia? Apakah Bekasi, Bandung atau Medan?

Indonesia memiliki Kota Jakarta dan Surabaya yang secara mutlak berada pada posisi pertama dan kedua sebagai kota terbesar di Indonesia. Jadi ketika ditanya kota terbesar di Indonesia, jawabannya sudah pasti Kota Jakarta. Begitupula kalau ditanya kota terbesar kedua di Indonesia, jawabannya sudah pasti Kota Surabaya.

Namun ketika kita mencari tahu tentang kota terbesar ketiga di Indonesia, maka jawabannya akan berbeda-beda. Ada sejumlah sumber yang menyatakan bahwa Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Ada juga sumber yang menyatakan bahwa Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Kita semakin dibuat bingung karena nama Kota Bekasi juga mencuat disebut-sebut sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia karena populasinya yang besar. Bahkan ada yang menyebut populasi Kota Bekasi telah melebihi populasi Kota Surabaya.

Kota Bekasi, Kota dengan populasi terbesar ketiga di Indonesia
Pemandangan Kota Bekasi yang dihiasi gedung-gedung pencakar langit (instagram.com/alivikry)

Kota Bekasi memang mengalami lonjakan pertumbuhan penduduk yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Kalau kita melihat data dari BPS provinsi Jawa Barat, populasi penduduk Kota Bekasi telah menyentuh angka 3.075.690 jiwa. Namun besarnya populasi penduduk Kota Bekasi disebabkan karena posisinya sebagai penyangga Kota Jakarta. Banyak pekerja komuter yang bekerja di Jakarta menjadikan Bekasi sebagai pilihan untuk tempat tinggal. Jadi ini menjadi salah satu pemicu besarnya lonjakan penduduk Kota Bekasi.

Meski unggul dalam hal populasi, namun perekonomian Kota Bekasi masih kalah dibandingkan Bandung dan Medan. Populasi Kota Bandung berada diangka 2.510.103 jiwa, sedangkan populasi Kota Medan berada diangka 2.435.252. Meski memiliki populasi yang lebih kecil dibandingkan Bekasi, namun Kota Bandung dan Medan menyandang status sebagai kekuatan ekonomi utama di Indonesia setelah Kota Jakarta dan Surabaya. Lebih tepatnya Bandung merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Indonesia dan Medan merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di Indonesia. Bersama dengan Jakarta dan Surabaya, Medan dan Bandung masuk dalam daftar 10 kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.


Perbedaan perekonomian antara Kota Bandung dan Medan dengan Kota Bekasi cukup kentara bila kita lihat berdasarkan PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. PDRB Kota Bandung menurut data BPS tahun 2023 mencapai Rp351,283 triliun, sedangkan Kota Medan di tahun yang sama memiliki PDRB Rp303,312 triliun. Untuk Kota Bekasi memiliki PDRB jauh dibawah kedua kota tersebut, yaitu diangka Rp118,963 triliun.

Kota Bandung, kota dengan perekonomian terbesar ketiga di Indonesia
Salah satu sudut Kota Bandung yang diambil dari ketinggian (asiatoday.id)

Dengan perekonomian yang besar, Medan dan Bandung mampu memberikan pengaruh terhadap daerah-daerah disekitarnya. Kota Medan memiliki kawasan metropolitan yang dikenal dengan nama Mebidangro yang terdiri dari Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Untuk Kota Bandung memiliki kawasan metropolitan yang bernama Bandung Raya yang terdiri dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Kawasan metropolitan Bandung Raya memiliki populasi dan luas wilayah yang lebih besar dibandingkan kawasan metropolitan Mebidangro. 

Kota Medan, kota terbesar di luar Pulau Jawa
Kota Medan, kota terbesar di luar Pulau Jawa (skyscrapercity.com/members/rahul-medan.863910/)

Kota Bekasi justru kebalikan dari Medan dan Bandung. Kalau Medan dan Bandung memberikan pengaruh terhadap wilayah-wilayah sekitarnya, Bekasi justru berkembang berkat pengaruh dari Kota Jakarta. Jadi berdasarkan beberapa indikator yang kita bahas sebelumnya, pilihan kota terbesar ketiga di Indonesia mengerucut antara Kota Medan dan Bandung saja.

Namun jawaban tentang kota terbesar ketiga di Indonesia sebenarnya sudah bisa ditebak dari ulasan-ulasan diatas. Indikator-indikator yang kita bandingkan diatas menunjukan bahwa Bandung lebih besar dibandingkan Medan. Diantaranya adalah dalam hal populasi, kekuatan, ekonomi dan area metropolitan. Jadi kalau ada pertanyaan tentang kota manakah terbesar ketiga di Indonesia, maka jawaban yang paling tepat adalah Kota Bandung.



Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Mumbai, Perbandingan Kota Termaju di Indonesia dan India

Indonesia dan India merupakan sama-sama negara berkembang yang berada di Benua Asia. Sebagai sesama negara berkembang, tentunya kondisi kedua negara tidak jauh berbeda. Contohnya bila kita lihat dari wilayah perkotaan. Sebagai negara berkembang, kota-kota di kedua negara mengalami permasalahan yang hampir sama, yaitu kemacetan, pemukiman kumuh, penataan yang buruk dll. 

Kota Mumbai, kota paling maju di Negara India
ilustrasi Kota Mumbai, kota paling maju di Negara India (knocksense.com)

Status kota paling maju di India untuk saat ini dipegang oleh Kota Mumbai. Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, Kota Mumbai itu ibarat Kota Jakarta. Kedua kota sama-sama menyandang status kota terbesar sekaligus sebagai pusat perekonomian. 

Kota Jakarta, kota paling maju di Negara Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota paling maju di Negara Indonesia

Namun sejauh mana perbedaan diantara kedua kota bila bandingkan dari berbagai aspek? Untuk itu pada tulisan kali ini kota mencoba membandingkan antara Kota Jakarta vs Mumbai. Tentunya ini akan menjadi perbandingan yang menarik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Mumbai yang dilihat berdasarkan beberapa kategori.

Populasi


Kota Mumbai tercatat memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Kota Jakarta. Berdasarkan situs worldpopulation.com, populasi Kota Mumbai mencapai 12.691.836 jiwa. Sementara itu populasi Kota Jakarta menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 10.672.100 jiwa.

Wilayah


Dari segi wilayah, Kota Jakarta sedikit lebih luas dibandingkan Kota Mumbai. Luas wilayah dari Kota Jakarta adalah 661,5 km². Wilayah dari Kota Jakarta lebih luas 58,1 km² dibandingkan Kota Mumbai. Kota Mumbai tercatat memiliki wilayah seluas 603,4 km².

PDB


PDB atau Produk Domestik Bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu. Jadi PDB bisa menjadi gambaran seberapa besar kekuatan ekonomi suatu wilayah.

Kalau kita lihat secara PDB, Jakarta masih lebih unggul dibandingkan Mumbai. Kota Jakarta memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar, berbanding PDB Kota Mumbai yang berada diangka US$140 miliar.

Pendapatan per kapita


Kota Jakarta tidak hanya unggul dalam hal PDB kalau dibandingkan dengan Mumbai, tetapi juga unggul dalam hal pendapatan per kapita. Kota Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$21.166. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita Kota Mumbai yang berada diangka US$1l.200. 

Infrastruktur


Boleh dibilang infrastruktur Mumbai dan Jakarta berada dilevel yang sama. Kedua kota sama-sama memiliki keterbatasan dalam menyediakan transportasi publik yang memadai. Hal tersebut berimbas terhadap kemacetan kota karena masyarakat lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan transportasi publik. Situasi tersebut diperparah oleh pertumbuhan jalan raya yang tidak secepat pertumbuhan kendaraan pribadi.

Penataan kota

Kondisi kota Jakarta sedikit lebih tertata dibandingkan Kota Mumbai. Jakarta sebenarnya cukup sembrawrut, namun lebih sembrawut Kota Mumbai. Kesembrawutan Kota Mumbai tercermin dari kondisi pusat kotanya yang relatif kumuh. Bahkan di jantung Kota Mumbai terdapat kawasan paling kumuh di Asia yang dikenal dengan nama Dharavi. 

Pencakar langit


Jakarta dan Mumbai merupakan kota yang sama-sama bertabur gedung-gedung pencakar langit. Namun kalau kita melihat secara kuantitas, jumlah pencakar langit di Kota Jakarta lebih banyak dibandingkan Kota Mumbai. Menurut situs skyscrapercenter.com, Kota Jakarta berada setingkat diatas Mumbai.

Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta berada di urutan ke-14 di dunia dengan 114 gedung. Sementara itu Kota Mumbai berada diurutan ke-15 di dunia dengan jumlah gedung pencakar langit sebanyak 101. Suatu gedung dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian minimal 150 m.

Indeks Pembangunan Manusia


Indeks Pembangunan Manusia atau IPM bisa dijadikan indikator untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Mumbai lebih unggul dibandingkan Jakarta kalau dilihat berdasarkan IPM. IPM dari Kota Mumbai tercatat mencapai 0,841, berbanding Kota Jakarta yang memiliki IPM 0,836.

Berdasarkan beberapa perbandingan diatas, dapat disimpulkan bahwa Kota Jakarta masih lebih baik bila dibandingkan dengan Kota Mumbai. Sektor-sektor yang menjadikan keunggulan Kota Jakarta berkaitan dengan perekonomian dan perkembangan kota.



Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

Yogyakarta vs Solo, Perbandingan Dua Kota Warisan Kerajaan Mataram

Kerajaan Mataram adalah salah satu kerajaan Islam terbesar di Pulau Jawa. Melalui Perjanjian Giyanti pada tanggal 13 Pebruari 1755, Kerajaan Mataram akhirnya terpecah menjadi dua kekuasaan. Terpecahnya Kerajaan Mataram melahirkan dua kerajaan, yaitu Nagari Kasunanan Surakarta dan Nagari Kasultanan Ngayogyakarta. Perjanjian ini juga secara hukum menandai berakhirnya Kerajaan Mataram.

Kota Yogyakarta, pusat pemerintahan Kesultanan Ngayogyakarta
ilustrasi Kota Yogyakarta, pusat pemerintahan Nagari Kasultanan Ngayogyakarta (kompas.com)

Dari terpecahnya Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Nagari Kasultanan Ngayogyakarta, lahirlah dua kota besar yang menjadi pusat pemerintahan dari kedua kerajaan. Kota-kota tersebut adalah Yogyakarta dan Surakarta atau Solo. Secara administratif kedua kota ini berada di provinsi yang berbeda. Kota Yogyakarta berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Solo berada di Provinsi Jawa Tengah.

Kota Solo, pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta
ilustrasi Kota Solo, pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta (bsoet.com)

Bagaimanakah kondisi Kota Yogyakarta dan Kota Solo setelah ratusan tahun terpecahnya Kerajaan Mataram? Untuk tahu lebih banyak tentang kondisi kedua kota, tidak ada salahnya bila kita mencoba membuat perbandingan antara Kota Yogyakarta vs Kota Solo. Seperti apakah perbandingannya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Yogyakarta vs Kota Solo yang dilihat berdasarkan beberapa kategori. 

Populasi

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Kota Solo memiliki populasi penduduk yang lebih besar dibandingkan Kota Yogyakarta. Populasi penduduk dari Kota Solo untuk tahun 2023 tercatat mencapai 526.870 jiwa. Sementara itu populasi penduduk Kota Yogyakarta ditahun yang sama diproyeksikan berada diangka 455.535 jiwa. 

Wilayah

Kedua kota ini sama-sama memiliki wilayah yang tidak terlalu luas. Padahal sama-sama memiliki populasi yang cukup besar. Hanya saja Kota Solo memiliki wilayah yang sedikit lebih luas dibandingkan Kota Yogyakarta. Kota Solo memiliki wilayah dengan luas 44,03 km², berbanding Kota Yogyakarta yang memiliki wilayah seluas 32,8 km².

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto merupakan gambaran tentang seberapa besar perekonomian suatu wilayah. Kota Solo atau Surakarta memiliki jumlah PDRB sebesar Rp60,486 triliun, sementara Kota Yogyakarta memiliki jumlah PDRB sebesar Rp46,193 triliun. Jadi Kota Solo memiliki PDRB yang lebih besar dibandingkan Kota Yogyakarta.

Pendapatan per kapita

Kalau PDRB dijadikan patokan untuk mengukur seberapa besar perekonomian suatu wilayah, maka pendapatan per kapita merupakan tolak ukur untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu wilayah. Kota Yogyakarta tercatat memilik pendapatan per kapita yang mencapai Rp122,951 juta. Angka tersebut jauh diatas pendapatan per kapita rata-rata nasional yang berada diangka Rp75 juta. Dibandingkan Kota Solo, pendapatan per kapita Kota Yogyakarta juga masih lebih besar. Kota Solo tercatat memiliki pendapatan per kapita sebesar Rp114,802 juta.

Infrastruktur

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara kedua kota dalam hal infrastruktur. Hanya saja karena Kota Yogyakarta terkenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, membuat Kota Yogyakarta lebih diperhatikan untuk beberapa sektor infrastruktur. Contohnya adalah infrastruktur bandara. Kota Yogyakarta memiliki bandara yang jauh lebih megah dibandingkan Kota Solo. Begitupula untuk fasilitas penunjang pendidikan yang jauh lebih unggul Kota Yogyakarta dibandingkan Kota Solo. 

Penataan kota

Bila kita lihat secara kasat mata, Kota Yogyakarta tampak lebih tertata dibandingkan Kota Solo. Ini tidak terlepas dari status Kota Yogyakarta sebagai kota wisata. Jadi kota ini benar-benar ditata agar nyaman dan seindah mungkin. Bahkan dalam beberapa hal Kota Solo masih belajar dari Kota Yogyakarta. Contohnya dalam menata kawasan wisata seperti Malioboro.

Indeks Pembangunan Manusia

Kota Yogyakarta memiliki Indeks Pembangunan Manusia atau IPM yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Solo. IPM Kota Yogyakarta tercatat mencapai 88,28. Jauh mengungguli IPM Kota Solo yang berada diangka 83,54.

Berdasarkan beberapa perbandingan diatas, secara umum dapat disimpulkan bahwa Kota Yogyakarta sedikit lebih unggul dibandingkan Kota Solo. Namun bukan berarti Kota Solo lebih buruk. Bisa saja untuk kategori-kategori lainnya yang tidak kita bahas Solo justru lebih unggul. 



Referensi :

Bagikan Postingan Ini:

Bandung vs Bekasi, Dua Kota Terbesar di Provinsi Jawa Barat

Jawa Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang paling banyak memiliki wilayah perkotaan. Untuk dua kota terbesar di Provinsi Jawa Barat dipegang oleh Kota Bandung dan Kota Bekasi. Kedua ini ini masuk dalam kategori kota metropolitan karena memiliki populasi penduduk yang melebihi 1 juta jiwa.

Kota Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat
ilustrasi Kota Bandung (skyscrapercity.com/members/megabliz.110306)

Kedua ini kota tumbuh dipengaruhi oleh faktor yang berbeda. Kota Bandung tumbuh karena statusnya sebagai ibu kota dari Provinsi Jawa Barat, sehingga perekonomian Jawa Barat banyak terpusat di Kota Bandung. Sementara itu Kota Bekasi tumbuh karena statusnya sebagai penyangga Kota Jakarta. 

Kota Bekasi, kota dengan populasi terbesar di Provinsi Jawa Barat
ilustrasi Kota Bekasi (radarbekasi.id)

Tentunya akan menarik bila bandingkan antara Kota Bandung vs Kota Bekasi. Mungkin jawabannya sudah tertebak kalau Bandung akan unggul dalam banyak hal. Namun tujuan kita adalah untuk mencari seberapa jauh perbebaan diantara kedua kota. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Bandung vs Kota Bekasi.

Populasi

Mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa secara populasi Kota Bekasi lebih besar dibandingkan Bandung. Bekasi tercatat memiliki populasi penduduk mencapai 3,1 juta jiwa. Sementara itu Populasi penduduk Kota Bandung berada diangka 2,5 juta jiwa. 

Wilayah

Berbanding lurus dengan populasi, kalau dilihat berdasarkan luas wilayah lebih besar Kota Bekasi dibandingkan Kota Bandung. Kota Bandung memiliki wilayah dengan luas 167,7 km², sedangkan Kota Bekasi memiliki wilayah dengan luas 210,5 km².

PDRB

PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) adalah nilai produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu daerah pada periode tertentu. Meski Bekasi memiliki populasi yang besar, namun dari segi PDRB Bandung masih lebih unggul. Menurut data bps.go.id, Kota Bandung tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp351,284 triliun. Angka tersebut menempatkan Bandung sebagai kota dengan PDRB terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sementara itu PDRB Kota Bekasi berada diangka Rp118,963 triliun. 

Pendapatan per kapita

Angka pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. Kota Bandung memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Bekasi. Pendapatan per kapita Kota Bandung berada diangka Rp140,144 juta, sedangkan pendapatan per kapita Kota Bekasi berada diangka Rp45,281 juta. 

Infrastruktur

Bekasi mendapat limpahan sejumlah proyek infrastruktur karena statusnya sebagai penyangga Kota Jakarta. Contohnya seperti KRL, LRT, jalan tol dll. Jadi beberapa infrastruktur yang ada di Kota Bekasi tidak bisa kita temui di Kota Bandung. Namun apakah dengan demikian bisa dibilang infrastruktur Bekasi lebih baik dibandingkan Bandung?

Tentunya tidak sepenuhnya benar. Infrastruktur di Kota Bekasi tersebut sebagai penunjang arus mobilitas penduduk antara Kota Bekasi dengan Kota Jakarta. Sementara itu infrastruktur di Kota Bandung memang ditujukan untuk menunjang perekonomian Kota Bandung. Contohnya adalah bandara dan stasiun kereta api. Jadi untuk urusan infrastruktur boleh dibilang tidak ada yang unggul mutlak diantara kedua kota. 

Penataan kota

Sebenarnya penataan Kota Bandung dan Bekasi sama-sama jauh dari kata baik. Bahkan boleh dibilang sebagian besar kota di Indonesia memiliki penataan kota yang buruk juga. Namun bila kita bandingkan, Kota Bandung masih lebih baik dibandingkan Kota Bekasi dalam urusan penataan wilayah perkotaan. Contohnya beberapa area di Kota Bandung masih nyaman digunakan bagi pejalan bagi. 

Pencakar langit

Pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit bisa dijadikan acuan menggeliatnya perekonomian suatu kota. Walau harus diakui kemajuan suatu kota tidak selalu diukur berdasarkan jumlah gedung pencakar langit. Kalau kita lihat berdasarkan total kepemilikan gedung-gedung tinggi, Kota Bandung lebih unggul dibandingkan Kota Bekasi

Kota Bandung memiliki sebanyak 86 gedung tinggi. Jauh melebih jumlah gedung tinggi di Kota Bekasi yang berada diangka 28. Namun Kota Bekasi telah memiliki 2 gedung dengan ketinggian melebihi 150 m, yaitu gedung Grand Kalama Lagoon, sedangkan Kota Bandung belum satupun memiliki gedung dengan ketinggian 150 m. 

APBD

Kota Bandung memiliki APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang lebih besar dibandingkan Kota Bekasi. APBD Kota Bandung tercatat mencapai Rp7,23 triliun, sedangkan APBD Kota Bekasi adalah Rp6,3 triliun. 

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM antara Kota Bandung vs Kota Bekasi nyaris sama. Kota Bandung memiliki IPM yang mencapai 83,04, sementara Kota Bekasi memiliki IPM yang mencapai 83,03. IPM ini biasanya dijadikan tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. 

Dari ulasan diatas dapat kita simpulkan bahwa secara umum masih lebih unggul Kota Bandung dibandingkan Kota Bekasi. Namun Kota Bekasi juga memiliki keunggulan dalam hal kuantiti, seperti misalnya populasi penduduk dan luas wilayah. Sementara itu Kota Bandung unggul mutlak dalam hal-hal yang berkaitan dengan perekonomian. Contohnya PDRB, pendapatan per kapita dan APBD.


Referensi :

  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Sydney, Seberapa Jauh Perbedaan Diantara Kedua Kota?

Sydney adalah kota paling maju di Negara Australia. Bukan hanya berstatus sebagai kota paling maju, Sydney juga merupakan kota paling besar di Negara Australia. Australia sendiri merupakan salah satu negara tetangga yang berada di selatan Indonesia. Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tingkat perekonomian, Australia masuk dalam kategori negara maju.

Sydney, kota paling maju di Australia
ilustrasi Kota Sydney, kota terbesar di Negara Australia (youtube.com/@natgrapher)

Sebagai sebuah di negara maju, tentunya kondisi Kota Sydney lebih baik dibandingkan mayoritas kota-kota di Indonesia. Namun kalau dikomparasi dengan Indonesia, kota yang paling cocok dibandingkan dengan Sydney adalah Jakarta. Sama seperti Sydney, Jakarta juga merupakan kota paling maju sekaligus paling besar di Indonesia.

Kota Jakarta, Kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota terbesar di Negara Indonesia (jakarta.go.id)

Sejauh manakah perbedaan antara Kota Jakarta vs Sydney bila dikomparasi dari berbagai sektor? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Sydney.

Populasi

Secara populasi Kota Jakarta lebih besar bila dibandingkan dengan Sydney. Populasi Kota Jakarta tercatat mencapai 10,672 juta jiwa. Angka tersebut jauh lebih besar bila dibandingkan dengan populasi Kota Sydney. Kota Sydney tercatat memiliki populasi 5,312 juta jiwa. 

Wilayah

Walaupun memiliki populasi yang lebih kecil, ternyata dari segi luas wilayah Sydney jauh lebih besar dibandingkan Jakarta. Bahkan luas wilayah Sydney lebih dari 18 kali lipat luas wilayah Jakarta. Kota Sydney memiliki wilayah seluas 12.145 km², berbanding Kota Jakarta yang memiliki wilayah dengan luas 661,5 km².

PDB

PDB merupakan singkatan dari Produk Domestik Bruto. Melalui angka PDB kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan ekonomi suatu wilayah. Secara PDB Sydney jauh lebih unggul dibandingkan Jakarta. Sydney memiliki PDB yang mencapai $499,857 triliun. Angka tersebut jauh melebihi PDB Kota Jakarta. Jakarta tercatat memiliki PDB $225,88 triliun.

Pendapatan per kapita

Sebagai sebuah kota di negara maju, otomatis Sydney memiliki pendapatan per kapita yang relatif tinggi. Pendapatan per kapita Kota Sydney tercatat mencapai $86.500, jauh diatas pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka $21.200.

Infrastruktur

Secara infrastruktur Sydney jauh lebih unggul dibandingkan Jakarta. Sektor yang paling mencolok adalah dalam hal transportasi publik dan taman kota. Jalanan di Kota Sydney juga jauh lebih baik dibandingkan Jakarta. Walaupun saat ini Jakarta semakin gencar membenahi sektor infrastruktur, namun masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Sydney. 

Penataan kota

Kondisi Kota Jakarta sudah semakin tertata bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Namun sebagai sebuah kota di negara berkembang, tentunya masih banyak kekurangan sana-sini. Contohnya zonasi antara daerah komersil dengan pemukiman yang belum tertata dengan baik. Berbeda dengan Sydney yang memang sudah sangat tertata. Jadi untuk urusan penataan kota, Jakarta masih perlu belajar banyak dari Sydney.

Pencakar langit

Sebenarnya jumlah pencakar tidak mutlak menjadi patokan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu kota. Contohnya kota-kota di Eropa tetap maju walaupun tidak bertabur pencakar langit. Namun karena Jakarta dan Sydney merupakan dua kota yang gencar membangun pencakar langit, maka jumlah pencakar langit masuk dalam sektor yang dikomparasi.

Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Sydney. Jakarta memiliki 114 gedung pencakar langit dan menduduki posisi ke-14 di dunia. Sementara itu Sydney memiliki 44 gedung pencakar langit dan menduduki posisi 41 dunia.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Kota Sydney memiliki nilai IPM yang sangat tinggi, yaitu mencapai 0,952. Bandingkan dengan IPM Kota Jakarta yang berada diangka 0,825. Jadi untuk IPM lebih unggul Sydney dibandingkan Jakarta.

Dari beberapa komparasi diatas dapat disimpulkan kalau kondisi Kota Jakarta masih kalah jauh dibelakang Sydney. Jakarta hanya unggul dalam hal kuantitas, seperti populasi dan jumlah gedung-gedung tinggi. Namun pada sektor yang berkaitan dengan tingkat kemakmuran dan kemajuan suatu kota, Jakarta masih cukup tertinggal dibandingkan Sydney. Semoga saja kondisi Jakarta semakin baik kedepannya sehingga dapat bersaing dengan Sydney. 


Referensi :

  • https://economy.id.com.au/rda-sydney/gross-product#:~:text=Greater%20Sydney's%20Gross%20Regional%20Product%20was%20%24499%2C847m%20in%202022%2F23.
  • https://sgsep.com.au/assets/main/Publications/SGS-Economics-and-Planning_Economic-Performance-of-Australian-Cities-and-Regions.pdf
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sydney
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html

Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Surabaya, Perbandingan Tak Berimbang Antara Dua Kota Terbesar di Indonesia

Jakarta dan Surabaya, dua kota terbesar di Indonesia

Posisi kota terbesar di Indonesia dipegang oleh kota Jakarta. Kota ini merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta. Selain sebagai kota terbesar, Jakarta juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Kota Jakarta memiliki luas 661,5 km².

Setelah kota Jakarta, posisi kota terbesar kedua di Indonesia dipegang oleh kota Surabaya. Surabaya merupakan ibu kota dari provinsi Jawa Timur. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, populasi kota Surabaya sangat jauh dibawah kota Jakarta. Bahkan populasi kota Surabaya tidak sampai sepertiganya dari populasi Jakarta.

Meski terkesan tidak berimbang, namun pada tulisan kali kita akan melihat perbandingan antara kota Jakarta vs kota Surabaya yang dilihat dari beberapa aspek. Bagaimana perbandingan diantara kedua kota? Yuk simak ulasan berikut ini.

Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, populasi kota Surabaya tidak sampai sepertiga dari populasi kota Jakarta. Surabaya tercatat memiliki populasi sekitar 2,88 jiwa. Jauh dibawah kota Jakarta yang populasinya mencapai 10,56 jiwa. Tentunya ini menjadi gambaran bahwa sangat jomplang perbedaan antara Jakarta dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Wilayah

Tidak hanya lebih besar dalam hal populasi, Jakarta juga lebih besar daripada kota Surabaya kalau dilihat berdasarkan luas wilayah. Luas wilayah dari kota Jakarta adalah 661,5 km². Sementara kota Surabaya memiliki luas wilayah 350,5 km². Jadi kota Jakarta memiliki wilayah yang luasnya hampir 2 kali lipat wilayah kota Surabaya.

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto merupakan gambaran besaran ekonomi suatu wilayah. PDRB adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam waktu tertentu. Untuk urusan PDRB, Jakarta unggul cukup telak dibandingkan Surabaya. Kota Jakarta memiliki PDRB yang mencapai 3.186,1 triliun. Sementara itu PDRB kota Surabaya jauh dibawahnya, jauh 655,6 triliun.

Pendapatan per kapita


Secara umum pendapatan per kapita dapat diartikan sebagai PDRB yang dibagi dengan jumlah populasi suatu wilayah. Berdasarkan besaran pendapatan per kapita, lagi-lagi kota Jakarta lebih unggul dibandingkan kota Surabaya. Jakarta tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp298,3 juta. Sementara itu kota Surabaya tercatat memiliki pendapatan per kapita sebesar  Rp227,1 juta. 

Infrastruktur


Kalau membandingkan infrastruktur antara kota Jakarta dengan Surabaya, ibaratnya bagaikan bumi langit. Semua infrastruktur terbaik yang dimiliki oleh Indonesia ada di Jakarta. Contohnya seperti bandara dan pelabuhan terbesar di Indonesia yang adanya di kota Jakarta. Begitupula infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi dalam kota seperti MRT dan LRT. Bahkan Jakarta telah memiliki moda transportasi kereta cepat yang menghubungkan kota Jakarta dengan Bandung. Jadi untuk urusan infrastuktur Surabaya masih sangat jauh dibawah Jakarta.

Indeks Pembangunan Manusia


Melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kita dapat melihat capaian pembangunan sumber daya manusia suatu daerah. Surabaya kali ini lebih unggul dibandingkan Jakarta bila dilihat berdasarkan skor IPM. Angka IPM kota Surabaya menurut data BPS mencapai 83,45. Sementara IPM kota Jakarta sedikit dibawahnya, yaitu 82,46.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Perbandingan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) antara kota Jakarta dengan kota Surabaya memakai data tahun 2024. Kota Jakarta memiliki APBD yang mencapai Jakarta Rp81,71 triliun. Angka tersebut sangat jauh diatas APDB kota Surabaya. APBD kota Surabaya tercatat hanya mencapai 10,9 triliun. Melihat besar APBD dikedua kota, wajar saja bila pembangunan di kota Surabaya tidak segencar Jakarta. 

Itulah ulasan tentang perbandingan antara kota Jakarta dengan kota Surabaya yang dilihat berdasarkan beberapa sektor. Sebenarnya cukup miris melihat begitu jomplangnya perbandingan antara kota Jakarta dengan kota Surabaya. Ini bisa kita jadikan gambaran betapa tidak meratanya pembangunan di Indonesia. Semoga saja dimasa datang Surabaya bisa tumbuh menjadi kota yang bisa bersaing dengan kota Jakarta.


Rujukan :
Bagikan Postingan Ini:

Bengkulu vs Jambi, Dua Kota Paling Underrated di Pulau Sumatera

Bengkulu dan Jambi adalah dua ibu kota Provinsi yang sama-sama berada di Pulau Sumatera. Kota Bengkulu merupakan ibu kota dari Provinsi Bengkulu, sedangkan Kota Jambi merupakan ibu kota dari Provinsi Jambi. 

Salah satu sudut Kota Bengkulu
ilustrasi salah satu sudut Kota Bengkulu (disway.id)

Kedua kota ini sama-sama kurang terdengar gaungnya dibandingkan ibu kota provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Jadi boleh dibilang Kota Bengkulu dan Jambi merupakan ibu kota provinsi paling underrated di Pulau Sumatera.

Foto udara Kota Jambi
ilustrasi pemandangan Kota Jambi dari udara (jambinetwork.com)

Untuk lebih mengenal kedua tersebut, kita akan mencoba membuat perbandingan antara Kota Bengkulu vs Kota Jambi yang dibandingkan berdasarkan beberapa sektor. Seperti apakah perbandingannya? Berikut adalah ulasannya. 

Populasi

Bila dilihat berdasarkan populasi, Kota Jambi lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Kota Jambi memiliki populasi penduduk yang mencapai 627,8 ribu jiwa. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan populasi penduduk Kota Bengkulu  yang berada diangka 384,8 ribu jiwa.

Luas Wilayah

Baik Kota Jambi ataupun Kota Bengkulu sama-sama memiliki wilayah yang tidak terlalu luas. Namun bila kita bandingkan diantara kedua kota tersebut, Kota Jambi masih lebih luas. Kota Jambi tercatat memiliki wilayah dengan luas 205,4 km², sedangkan Kota Bengkulu memiliki wilayah dengan luas 151,7 km².

PDRB

PDRB bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui kekuatan ekonomi suatu wilayah. PDRB sendiri merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Bila dilihat berdasarkan angka PDRB, Kota Jambi lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Kota Jambi memiliki PDRB yang mencapai Rp40,581 triliun. Sementara itu PDRB Kota Bengkulu adalah Rp30,811 triliun.

Pendapatan per Kapita

Kota Bengkulu tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp78,778 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita rata-rata nasional yang berada diangka Rp75 juta. Untuk Kota Jambi memiliki pendapatan per kapita dibawah rata-rata nasional, yaitu Rp64,642 juta. Jadi Kota Bengkulu lebih unggul dibandingkan dengan Kota jambi bila dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita. 

Infrastruktur

Infrastruktur di Kota Jambi lebih berkembang dibandingkan Kota Bengkulu. Hal ini tidak terlepas dari posisi Kota Jambi yang lebih strategis. Bahkan pemerintah Indonesia telah membangun jalan tol yang akan menghubungkan Kota Jambi dengan Kota Palembang. Sementara Kota Bengkulu berada dilokasi yang cukup terisolasi di pesisir barat Pulau Sumatera. Lokasi cenderung jauh dari kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatera. Hal ini yang menjadikan infrastruktur di Kota Bengkulu tidak terlalu berkembang.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Nilai IPM dihitung berdasarkan kemampuan wilayah dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti sanitasi, pendidikan, kesehatan dll. 

Kota Jambi tercatat memiliki IPM diangka 80,15. Angka tersebut masih dibawah IPM kota Bengkulu yang mencapai 81,45. Jadi kalau diukur berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Manusia, Kota Bengkulu lebih unggul dibandingkan Kota jambi. 

Bila kita melihat hasil dari perbandingan diatas, Kota Jambi masih sedikit lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Namun yang harus yang digarisbawahi, Kota Bengkulu unggul dalam kualitas IPM dan pendapatan per kapita. Jadi Kota Bengkulu lebih baik dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia dan cenderung lebih makmur dibandingkan Kota Jambi.


Referensi :

  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

Makassar vs Manado, Perbandingan Dua Kota Terbesar di Pulau Sulawesi

Makassar dan Manado merupakan dua kota yang menduduki posisi teratas sebagai kota terbesar di Pulau Sulawesi. Secara geografis kedua ini berada di lokasi yang yang relatif berjauhan. Kota Makassar berada di Provinsi Sulawesi Selatan, sementara Kota Manado berada di Provinsi Sulawesi Utara. 

Kota Makassar dan Manado
ilustrasi Kota Makassar dan Manado (salsawisata.com | kayak.co.id)

Kota Makassar memiliki populasi yang jauh lebih besar dibandingkan Kota Manado. Selain dari segi populasi, pada artikel kali ini juga akan membahas beberapa perbandingan lainnya diantara kedua kota tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Makassar vs Kota Manado yang dilihat berdasarkan beberapa kategori.


Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Kota Makassar memiliki populasi yang jauh lebih besar dibandingkan Kota Manado. Makassar masuk kategori kota metropolitan karena memiliki populasi diatas 1 juta jiwa dan memiliki beberapa wilayah penyangga. Populasi Kota Makassar menurut data BPS tahun 2023 mencapai 1,474 juta jiwa. Sementara itu populasi Kota Manado jauh dibawahnya,  yaitu 460.430 jiwa. 

Luas wilayah

Kota Makassar tidak hanya lebih besar dalam hal populasi bila dibandingkan dengan Kota Manado, tetapi juga lebih besar dari segi luas wilayah. Namun perbedaan luas wilayah antara Kota Makassar dengan Kota Manado tidak terlalu jomplang. Luas Kota Makassar tercatat mencapai 175,8 km², sedangkan luas Kota Manado adalah 157,3 km².

Produk Domestik Regional Bruto

Melalui nilai Produk Domestik Regional Bruto atau (PDRB) kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan suatu kota. Bila kita bandingkan antara Kota Makassar vs Kota Manado, PDRB Kota Makassar unggul sangat jauh. Kota Makassar tercatat memiliki PDRB Rp226,903 triliun dan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Untuk KOta Manado memiliki PDRB yang berada diangka Rp48,556 triliun.

Pendapatan per kapita

Kalau PDRB dijadikan tolak ukur untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah, berbeda dengan pendapatan per kapita yang biasanya dijadikan tolak ukur untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. Itulah sebabnya suatu wilayah dianggap kaya apabila memiliki pendapatan per kapita tinggi.

Kota Makassar memiliki pendapatan per kapita yang cukup tinggi untuk ukuran Indonesia. Pendapatan per kapita Kota Makassar mencapai Rp155,952 juta. Begitupula dengan Kota Manado yang meskipun pendapatan per kapitanya masih dibawah Makassar, namun sudah terhitung cukup tinggi. Pendapatan per kapita Kota Manado berada diangka Rp105,882 juta. Sekedar informasi, pendapatan per kapita nasional Indonesia adalah Rp75 juta.

Infrastruktur

Untuk sektor infrastruktur sangat jelas bahwa Kota Makassar unggul telak dibandingkan dengan Kota Manado. Berbagai infrastruktur terbaik di Pulau Sulawesi dapat kita temui di Kota Makassar, mulai dari bandara hingga pelabuhan. Makassar juga menjadi satu-satunya kota di Pulau Sulawesi yang sudah memiliki jalan tol dan kereta api sekaligus. Bahkan infrastruktur Kota Makassar bisa diadu dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Medan dan Bandung. 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi pembangunan di suatu daerah. Kota Makassar tercatat memiliki APBD yang jauh besar dibandingkan Kota Manado. APBD Kota Makassar menurut beberapa sumber tercatat mencapai Rp5,7 triliun, jauh diatas APBD Kota Manado yang berada diangka Rp1,8 triliun.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah tolak ukur untuk mengetahui seberapa baik suatu wilayah dalam menyediakan kebutuhan dasar untuk penduduknya. Contohnya seperti sanitasi, pendidikan, kesehatan dll. Jadi IPM ini berkaitan dengan kualitas SDM suatu wilayah. 

Bila kita bandingkan IPM antara Kota Makassar vs Kota Manado, hasilnya tidak jauh berbeda dengan perbandingan-perbandingan sebelumnya. IPM Kota Makassar lebih unggul bila dibandingkan dengan Kota Manado. Kota Makassar tercatat memiliki IPM yang mencapai 83,52. Sementara itu Kota Manado memiliki IPM diangka 80,14.


Dari semua kategori yang kita jadikan pembanding antara Kota Makassar dengan Kota Manado, tidak satu kategoripun yang diungguli oleh Kota Manado. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebenarnya perbandingan diantara kedua kota tidaklah seimbang. Namun ini menjadi gambaran juga bahwa pembangunan di Pulau Sulawesi belum merata seutuhnya. 


Referensi :

Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts