Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan. Tampilkan semua postingan

5 Keuntungan Memindahkan Pusat Pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke IKN

Pulau Kalimantan dipilih oleh pemerintah Indonesia sebagai lokasi untuk ibu kota baru Indonesia. Pemerintah Indonesia menamai ibu kota baru tersebut dengan nama IKN atau Ibu Kota Nusantara. Hadirnya IKN disebut-sebut akan memberikan dampak positif terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia.

Sebelumnya status ibu kota Indonesia dipegang oleh Kota Jakarta. Selain berstatus sebagai ibu kota negara, Jakarta juga memegang status sebagai kota terbesar di Indonesia. Jakarta akan tetap menjalankan roda pemerintahan Indonesia sebelum adanya keputusan presiden (kepres) tentang penetapan pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN. 

Upacara bendera pertama di IKN dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia
ilustrasi pelaksanaan upacara bendera HUT kemerdekaan Indonesia di IKN (setneg.go.id) 

Beberapa pihak memandang skeptis terhadap penetapan IKN sebagai ibu kota Indonesia. Ada yang mengatakan IKN sepi investor, proyek mangkrak dll. Padahal sebenarnya ada beberapa keuntungan apabila ibu kota Indonesia dipindahkan ke IKN. Setidaknya ada 5 keuntungan bagi Indonesia apabila pusat pemerintahan dipindahkan ke IKN. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 5 keuntungan memindahkan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke IKN. 


Mengurai kepadatan penduduk Kota Jakarta

Selama ini pembangunan di Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta. Itulah yang menyebabkan perkembangan Kota Jakarta jauh lebih signifikan dibandingkan kota lainnya di Indonesia. Hal ini juga berdampak terhadap pertumbuhan penduduk Kota Jakarta yang melonjak tajam. 

Berdasarkan data dari situs resmi Badan Pusat Statistik, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 sudah menyentuh 10.672.100 jiwa. Dengan demikian Jakarta merupakan satu-satunya Kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta jiwa. 

Besarnya jumlah populasi menimbulkan berbagai masalah seperti kemacetan, kesembrawuran dan permasalahan sosial. Dengan adanya IKN, kepadatan penduduk di Kota Jakarta bisa sedikit berkurang. Jakarta juga akan terbebas dari kesibukan urusan kenegaraan. Para pejabat, ASN pemerintah pusat dan perwakilan negara-negara sahabat otomatis akan angkat kaki dari Kota Jakarta. 

Mengakselerasi pembangunan di Pulau Kalimantan

Kalimantan dikenal sebagai pulau yang kaya akan sumber daya alam. Meskipun kaya, namun pembangunan di Pulau Kalimantan belum terlalu maksimal. Masih kalah bila dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Sumatera. 

Adanya IKN akan mempercepat pembangunan di Pulau Kalimantan. Tentunya pemerintah Indonesia akan memaksimalkan konektivitas antara IKN dengan kota-kota lainnya di Pulau Kalimantan. Jadi IKN tidak menjadi kota yang terisolasi. 

Sebelum adanya IKN, sejumlah proyek infrastruktur di Pulau Kalimantan hanya sebatas wacana. Contohnya adalah infrastruktur rel kereta api. Namun setelah adanya IKN, upaya untuk mewujudkan hadirnya rel kereta api di Pulau Kalimantan mendekati kenyataan. Dilansir  cnbcindonesia.com, beberapa proyek rel kereta api yang berkaitan dengan IKN akan dimulai tahun 2025. Ada 4 proyek rel kereta api yang akan dibangun, yaitu kereta bandara, kereta Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), perkotaan di dalam Kalimantan dan intercity

Mewujudkan ibu kota negara yang aman dan nyaman

Jakarta dengan segala permasalahannya tentunya bukanlah kota yang ideal sebagai ibu kota negara. Ibu kota negara harusnya memberikan rasa yang nyaman dan jauh dari segala permasalahan. Karena itulah IKN yang sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia hanya difokuskan sebagai pusat pemerintah saja. Untuk urusan bisnis kemungkinan akan diarahkan ke daerah penyangga seperti Balikpapan. 

Hal ini tentunya memiliki situasi yang berbeda dengan Kota Jakarta. Saat ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia, Kota Jakarta juga tumbuh menjadi kota bisnis utama di Indonesia. Hal ini membuat Kota Jakarta tumbuh menjadi kota metropolitan dengan segala permasalahannya. Belajar dari hal tersebut, pemerintah Indonesia tidak ingin melakukan kesalahan serupa. Makanya IKN hanya akan diperuntukan sebagai pusat pemerintahan. 

Memecah konsentrasi musuh apabila menyerang Indonesia

Menjadikan Jakarta sebagai kota bisnis dan IKN sebagai pusat pemerintahan merupakan langkah yang tepat bagi Indonesia. Seandainya ada negara musuh ingin menyerang Indonesia, fokus mereka akan terpecah. Apakah mereka harus menyerang IKN yang merupakan roda penggerak pemerintahan, atau menyerang Jakarta yang menjadi pusat perekonomian utama di Indonesia. Apabila ingin menyerang keduanya tentunya akan memerlukan biaya yang lebih besar bagi musuh. 

Meningkatkan daya tawar Indonesia di Pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan dimiliki oleh 3 negara sekaligus, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Selama ini wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan dianggap lebih tertinggal dibandingkan wilayah Malaysia dan Brunei, terutama di perbatasan. Dengan adanya IKN, tentunya posisi Indonesia lebih diperhitungkan lagi. Apalagi akan ada sejumlah pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menopang IKN sebagai ibu kota negara. 

Daya tawar Indonesia di Pulau Kalimantan akan lebih meningkat setelah adanya IKN. Negara seperti Malaysia tentunya akan berpikir dua kali apabila ingin melakukan sengketa wilayah dengan Indonesia di Pulau Kalimantan. 
Bagikan Postingan Ini:

3 Salah Kaprah tentang Pemindahan Pusat Pemerintahan Indonesia ke IKN

Indonesia mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya tidak merayakatan HUT RI di Kota Jakarta. Tepat pada perayaan HUT RI yang ke-79, pemerintah Indonesia melakukan upacara perayaannya di IKN. IKN atau Ibu Kota Nusantara adalah ibu kota baru Indonesia yang secara resmi telah menggantikan Kota Jakarta. Tetapi sebelum adanya Keppres tentang pemindahan ibu kota, Jakarta akan tetap menyandang status sebagai ibu kota Indonesia.

Desain Istana Garuda di IKN
ilustrasi desain Istana Garuda di IKN (dok. Nyoman Nuarta)

Namun ada beberapa salah kaprah yang berkembang ditengah-tengah masyarakat tentang pemindahan ibu kota Indonesia. Di sini kami mencoba merangkum ada 3 salah kaprah tentang pemindahan ibu kota Indonesia yang banyak berkembang ditengah-tengah masyarakat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasannya.


1. Pemindahan ibu kota bertujuan untuk melahirkan kota baru seperti Jakarta

Banyak yang menganggap kalau IKN selaku ibu kota Indonesia yang baru akan berkembang seperti Kota Jakarta. Anggapan tersebut tidaklah benar. Memang harus diakui kalau salah satu tujuan pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan negara adalah untuk pemerataan pembangunan. Namun bukan berarti IKN akan dikembangkan layaknya seperti Kota Jakarta.

Pemerintah Indonesia membangun IKN hanya sebagai pusat pemerintahan. Jadi tidak merangkap sebagai kota bisnis seperti Kota Jakarta. Bahkan hingga tahun 2045 penduduk IKN diproyeksikan hanya akan mencapai 2 juta jiwa.

Pertanyaannya, bagaimana pemerataan pembangunan bisa maksimal kalau IKN tidak dirancang seperti Kota Jakarta? Jawabannya adalah, yang akan disiapkan sebagai pusat bisnis seperti Kota Jakarta adalah kota penyangga IKN. Di sekitar IKN terdapat Kota Balikpapan yang saat ini perekonomiannya sudah cukup berkembang. Jadi kemungkinan besar Kota Balikpapan ini yang akan dikembangkan sebagai pusat bisnis.


2. Jokowi pencetus pemindahan pusat pemerintah Indonesia

Pemindahan pusat pemerintahan Indonesia memang dilakukan pada masa pemerintah Presiden Joko Widodo. Namun Jokowi bukanlah pencetus wacana pemindahan pusat pemerintah Indonesia. Upaya untuk memindahkan pusat pemerintah Indonesia sudah dilakukan sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Bahkan Soekarno sudah pernah melakukan pembangunan dalam upaya memindahkan pusat pemerintahan Indonesia tersebut.

Pembangunan tersebut dilakukan Soekarno di Kota Palangkaraya. Saat itu memang Kota Palangkaraya yang dipilih oleh Soekarno sebagai pusat pemerintahan Indonesia yang baru menggantikan Jakarta. Di Kota Palangkaraya terdapat salah satu ruas jalan yang bernama Jalan Rusia. Jalan tersebut dirancang oleh insinyur Rusia yang bekerjasama dengan insinyur Indonesia. Tujuan dibangun jalan ini adalah bagian dari rencana Presiden Soekarno untuk memindahkan pusat pemerintahan Indonesia. Sampai saat ini kondisi jalan tersebut masih relatif baik dan mulus.


3. Pembangunan IKN berjalan lambat

IKN merupakan sebuah proyek jangka panjang yang dilakukan secara multiyears. Jadi pembangunannya tidak akan selesai hanya dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun. Makanya walaupun pemerintah Indonesia telah melakukan perayaan HUT RI pertama di sana, IKN masih belum bisa ditempati seutuhnya.

Butuh waktu sekitar 15 tahun agar IKN bisa selesai sepenuhnya sejak awal pembangunan. Namun bukan berarti harus menunggu 15 tahun untuk memindahkan seluruh aparatur negara berdinas di IKN.


Itulah beberapa ulasan tentang salah kaprah yang beredar ditengah-tengah masyarakat terkait dengan pemindahan pusat pemerintah Indonesia ke IKN. Semoga informasi yang disajikan dapat bermanfaat.



Referensi :

  • https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3566700/kisah-sukarno-minta-rusia-bangun-jalan-di-palangka-raya
  • https://kompas100.kompas.id/berita-ekonomi/kapan-ikn-selesai-dibangun-ini-jawaban-presiden-joko-widodo/
  • https://ikn.kompas.com/read/2024/03/21/063528487/kata-ombudsman-ikn-tak-akan-jadi-seperti-jakarta-ini-alasannya

Bagikan Postingan Ini:

Mengulas Tuntas Seputar Kereta Otonom IKN, Mungkinkah Diterapkan di Kota Lain di Indonesia?

Salah satu upaya IKN (Ibu Kota Nusantara) untuk menjadi kota hijau berkelanjutan adalah dengan menerapkan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Upaya tersebut terlihat dari kedatangan kereta otonom atau kereta tanpa awak buatan China di IKN. Kereta tersebut merupakan buatan salah satu BUMN Negara China yang bernama CRRC Sifang. CRRC Sifang adalah satu satu produsen sarana perkeretapian tertua di China.

Kereta tanpa awak yang akan digunakan di IKN ini lebih dikenal dengan sebutan ART (Autonomous Rapid Transit). Sebenarnya angkutan ini tidak menggunakan rel seperti kereta api pada umumnya. ART ini menggunakan ban karet yang membuatnya lebih mirip seperti bus. Hanya  saja ART ini lebih panjang dibandingkan bus pada umumnya karena memiliki tiga gerbong untuk satu rangkaian, dengan demikian jumlah penumpang yang dapat diangkut juga lebih banyak.

Kereta otonom yang akan diujicoba di IKN
Autonomous Rapid Transit yang akan diujicoba di IKN (antaranews.com)

Satu rangkaian ART ini dapat mengangkut sebanyak 302 penumpang. Headway-nya sekitar 5 menit dan akan melalui jalur yang melingkar di IKN. Jalur melingkar tersebut bermula dari Gedung Kemenko 3 menuju Gedung Kemenko 2, dan kembali ke Gedung Kemenko 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Untuk kecepatan maksimalnya sendiri mencapai 70 km/jam.

Sebagai angkutan yang ramah lingkungan, ART ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Karena harus melakungan pengisian ulang daya secara berkala, nantinya halte-halte yang difungsikan untuk menaik-turunkan penumpang juga akan diterapkan sebagai tempat untuk pengisian daya.

Sesuai dengan namanya, ART ini akan beroperasi secara otonom. Jadi selain tanpa rel, angkutan ini juga tanpa pengemudi. Sistem kerjanya adalah dengan menerapkan marka khusus dan magnet untuk jalur yang akan dilalui oleh ART. Jadi dengan berbagai sensor yang dimiliki, ART ini tidak akan keluar jalur saat beroperasi meskipun tidak memiliki pengemudi. Untuk di Indonesia teknologi ini baru pertama kali diterapkan.

Sampai artikel ini ditulis, belum ada negara di luar China yang sudah menerapkan teknologi ART secara komersial. Sistem transportasi ini baru beroperasi secara komersial di Negara China saja. Di China sendiri sudah terdapat beberapa jalur yang menggunakan ART. Diantaranya adalah di Kota Zhuzhou, Yibin, dan Shanghai. 

Keunggulan utama dari sistem transportasi ART ini adalah pembangunan yang cepat dan biaya yang rendah. Hanya saja ada beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan. Diantaranya adalah kereta yang menggunakan ban konvensional seperti yang terdapat pada bus. Jadi kualitas berkendaraan menggunakan ART ini layaknya seperti bus pada umumnya. Selain itu karena ART ini menggunakan jalan aspal, masih berpotensi terjebak kemacetan bila seandainya tidak dibuatkan jalur khusus. Kalaupun dibuatkan jalur khusus, tentunya akan memakan banyak bagian jalan.

Kelemahan yang terakhir ini yang akan menjadikan ART sulit untuk dibangun di kota-kota lainnya di Indonesia. Umumnya kota-kota di Indonesia memiliki jalanan yang relatif sempit. Kalau dibangun ART yang menggunakan jalur khusus, otomatis akan memakan hampir seluruh bagian jalan. Namun bila tidak dibuatkan jalur khusus, ujung-ujungnya akan terjebak kemacetan. 


Referensi :

  • https://ikn.kompas.com/read/2024/08/04/180348087/kereta-otonom-tanpa-rel-buatan-china-tiba-di-ikn-uji-coba-hingga-9-agustus
  • https://www.viva.co.id/trending/1740584-netizen-komentari-kereta-otonom-tanpa-rel-di-ikn-mirip-transjakarta-gandeng-intip-spesifikasinya
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Autonomous_Rail_Rapid_Transit

Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar di Luar Pulau Jawa

Lebih dari 50 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh Pulau Jawa. Menurut data BPS, Pulau Jawa berkontribusi terhadap 57,05% perekonomian Indonesia. Hal tersebut juga terlihat dari dominasi kota-kota di Pulau Jawa yang banyak menduduki posisi teratas disektor perekonomian.

Kontribusi masing-masing pulau terhadap pdrb Indonesia
Kontribusi PDRB Indonesia berdasarkan pulau (cnbcindonesia.com)

Besarnya tingkat perekonomian suatu kota dapat diukur berdasarkan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dari kota bersangkutan. Tiga kota dengan PDRB terbesar di Indonesia semuanya berasal dari Pulau Jawa. Ini menjadi gambaran bahwa kota-kota dari Pulau Jawa begitu mendominasi secara perekonomian.

Meskipun demikian bukan berarti kota-kota di luar Pulau Jawa tidak mengalami perkembangan yang berarti. Apalagi semenjak era otonomi daerah yang membuat kota-kota di luar Pulau Jawa mengalami perkembangan perekonomian yang cukup pesat. 

Tentunya menarik bila kita mengulas tentang daftar kota di luar Pulau Jawa yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 10 kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa. 

Medan

Posisi pertama kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Medan. Medan sekaligus merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar di luar Pulau Jawa. Bila dilihat secara nasional, perekonomian Kota Medan menduduki peringkat keempat setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Menurut data BPS, Kota Medan memiliki PDRB yang mencapai Rp303,312 triliun.

Makassar

Makassar merupakan kota terbesar di kawasan timur Indonesia. Kota ini memegang status sebagai kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan. Ibu Kota Sulawesi Selatan ini memiliki PDRB yang berada diangka Rp226,903 triliun. 

Batam

Posisi ketiga kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Batam. Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dan berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Kota Batam memiliki PDRB yang berada diangka Rp216,086 triliun.

Palembang

Palembang merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di luar Pulau Jawa. PDRB Kota Palembang tercatat mencapai Rp194,540 triliun. Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan.

Pekanbaru

Pekanbaru adalah kota terbesar dan sekaligus ibu kota dari Provinsi Riau. Kota Pekanbaru tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp159,961 triliun. Dengan demikian menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di luar Pulau Jawa.

Balikpapan

Balikpapan  menduduki posisi keenam sebagai kota dengan kekuatan terbesar di luar Pulau Jawa. Kota yang berada di Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki PDRB terbesar di Pulau Kalimantan. PDRB Kota Balikpapan tercatat mencapai Rp143,169 triliun.

Samarinda

Sama seperti Balikpapan, Kota Samarinda juga berada di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki PDRB yang mencapai Rp89,269 triliun. Kota Samarinda menempati posisi ketujuh sebagai kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa.

Padang

Kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedelapan di luar Pulau Jawa diduduki oleh Kota Padang. Kota Padang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. PDRB Kota Padang tercatat mencapai Rp79,705.

Bandar Lampung

Bandar Lampung adalah ibu kota dari Provinsi Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki PDRB Rp74,104 triliun dan merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kesembilan di luar Pulau Jawa.

Bontang

Posisi kesepuluh kota dengan kekuatan ekonomi di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Bontang. Kota Bontang memiliki PDRB yang berada diangka Rp68,106 triliun. 

Berdasarkan data diatas, mayoritas kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa berasal dari Pulau Sumatera. Ini berbanding lurus dengan status Pulau Sumatera yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian nasional setelah Pulau Jawa.


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

Balikpapan vs Samarinda, Manakah Kota Terbaik di Pulau Kalimantan?

Balikpapan dan Samarinda merupakan dua kota dengan populasi terbesar di Pulau Kalimantan. Kedua kota tersebut juga merupakan kota dengan perekonomian terbesar di Pulau Kalimantan. Boleh dibilang Balikpapan dan Samarinda merupakan dua kota paling maju di Pulau Kalimantan untuk saat ini. Menariknya, Balikpapan dan Samarinda berada di provinsi yang sama, yaitu Provinsi Kalimantan Timur.

Balikpapan dan Samarinda adalah dua kota paling maju di Pulau Kalimantan
Pemandangan Kota Samarinda (atas) dan Kota Balikpapan (bawah) (jurnalborneo.com | selasar.co)

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Timur menjadi faktor utama yang menyebabkan pesatnya perkembangan Kota Balikpapan dan Samarinda. Namun seperti apakah jadinya bila kita bandingkan kedua kota tersebut?

Pada artikel kali ini kita akan mengulas perbandingan antara Kota Balikpapan vs Kota Samarinda. Perbandingan tersebut dilihat berdasarkan beberapa indikator. Kira-kira kota manakah yang akan lebih unggul? Yuk simak ulasan berikut.

1. Populasi

Populasi adalah salah satu faktor utama dalam terbentuknya suatu kota. Umumnya besar atau tidaknya sebuah kota diukur berdasarkan populasi penduduk di kota tersebut. Untuk urusan populasi penduduk, Kota Samarinda lebih unggul dibandingkan Balikpapan. 

Dengan populasi penduduk yang mencapai 861.878 jiwa, Samarinda tercatat sebagai kota berpenduduk terbanyak di Pulau Kalimantan. Sementara itu Kota Balikpapan memiliki populasi penduduk yang lebih kecil, yaitu 738.532 jiwa.

2. Wilayah

Selain populasi, wilayah juga menjadi faktor utama dalam terbentuknya sebuah kota. Kota Balikpapan dan Samarinda sama-sama memiliki wilayah yang relatif luas. Berdasarkan data dari bps.go.id, Kota Samarinda memiliki wilayah yang lebih luas dibandingkan Kota Balikpapan. Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut memiliki wilayah seluas 716,53 km². Sementara Kota Balikpapan memiliki wilayah dengan luas 512,25 km².

3. PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto menjadi indikator utama untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Pasalnya PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu.

Untuk urusan PDRB, Kota Balikpapan lebih unggul bila dibandingkan dengan Kota Samarinda. Kota Balikpapan tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp127,326 triliun. Sementara itu Kota Samarinda memiliki PDRB diangka Rp83,336 triliun. 

4. Pendapatan per Kapita

Sama halnya seperti PDRB, pendapatan per kapita berkaitan dengan sektor perekonomian. Kalau PDRB dijadikan indikator untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah, maka pendapatan per kapita merupakan indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah.

Dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita, Kota Balikpapan juga lebih unggul dibandingkan dengan Kota Samarinda. Bahkan keunggulan Kota Balikpapan cukup telak. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai Rp180,960 juta. Untuk Kota Samarinda memiliki pendapatan per kapita yang berada diangka Rp99,824 juta. 

5. Infrastruktur

Diantara semua kota di Pulau Kalimantan, Balikpapan merupakan kota yang memiliki infrastruktur paling memadai. Bila dibandingkan dengan Kota Samarinda, Infrastruktur di Kota Balikpapan unggul cukup telak. Walaupun Samarinda merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Timur, namun Balikpapan merupakan pintu gerbang utama Provinsi Kalimantan Timur.

Kota Balikpapan memiliki bandara terbesar di Pulau Kalimantan yang bernama Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Di Kota Balikpapan juga terdapat Pelabuhan Semayang yang merupakan pelabuhan terbesar di Provinsi Kalimantan Timur. Kedepannya Balikpapan juga akan kebanjiran berbagai proyek infrastruktur setelah kota ini menjadi kota penyangga bagi IKN (Ibu Kota Nusantara).

6. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APDB menjadi salah satu penopang utama dalam proses pembangunan di suatu daerah. Semakin besar APBD, semakin leluasa suatu daerah dalam mengembangkan daerah bersangkutan. Bila kita bandingkan APDB antara Kota Balikpapan dengan Kota Samarinda, harus diakui kalau Kota Samarinda lebih unggul. Kota Samarinda memiliki APDB yang mencapai Rp5,1 triliun. Angka tersebut Rp1 triliun lebih besar dibandingkan APBD Kota Balikpapan. 

7. Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di suatu daerah. Angka IPM bergantung pada terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar manusia seperti pendidikan, kesehatan, sanitasi dll. 

Berdasarkan angka IPM, lagi-lagi Kota Samarinda lebih unggul dibandingkan Kota Balikpapan. Kota Samarinda tercatat memiliki IPM yang mencapai 82,32. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan IPM Kota Balikpapan yang berada diangka 81,66.

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau perbandingan antara Kota Balikpapan dengan Samarinda cukup berimbang. Namun pertanyaannya, manakah yang lebih maju antara Kota Balikpapan dengan Samarinda? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari satu sisi. Kalau dilihat berdasarkan perekonomian dan pembangunan, jelas Balikpapan lebih maju dibandingkan Samarinda. Namun kalau dilihat berdasarkan kualitas SDM dan dukungan anggaran daerah, Samarinda lebih maju dibandingkan Balikpapan.


Referensi :

  • https://balikpapankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-berdasarkan-kecamatan-di-kota-balikpapan.html
  • https://samarindakota.bps.go.id/indicator/12/217/1/jumlah-penduduk-menurut-kecamatan-dan-agama-yang-dianut-di-kota-samarinda.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
  • https://kaltim.bps.go.id/indicator/26/83/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia-ipm-.html

Bagikan Postingan Ini:

Manakah yang Lebih Maju Antara Kota di Kalimantan vs Kota di Sulawesi?

Pulau Kalimantan dan Sulawesi masuk dalam jajaran 5 pulau  terbesar di Indonesia dari segi luas wilayah. Sementara itu kalau dilihat berdasarkan jumlah penduduk, Pulau Kalimantan tercatat memiliki populasi 16,38 jiwa. Sedangkan untuk Pulau Sulawesi tercatat memiliki populasi 20,34 juta jiwa. Berdasarkan angka diatas, Sulawesi memiliki populasi penduduk lebih banyak hampir 4 juta jiwa dibandingkan pulau Kalimantan.

Kedua pulau ini sama-sama memiliki populasi yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan pulau Jawa. Hal tersebut berpengaruh terhadap wilayah urban atau perkotaan di kedua pulau tersebut yang juga kalah banyak bila dibandingkan dengan pulau Jawa. Namun seperti apa jadinya bila kita bandingkan wilayah perkotaan di pulau Kalimantan dengan  Sulawesi?

Kota Makassar, kota terbesar di Pulau Sulawesi
ilustrasi Kota Makassar, Kota terbesar di Pulau Sulawesi (salsawisata.com)

Pada tulisan kali ini kita akan mencoba membandingkan antara kota-kota di pulau Kalimantan vs kota-kota di pulau Sulawesi. Perbandingannya berdasarkan beberapa indikator seperti PDRB, pendapatan per kapita, infrastruktur dll. Untuk perbandingannya diambil berdasarkan 5 kota paling maju dari kedua pulau tersebut. 

Dihimpun dari berbagai sumber, 5 kota paling maju di Pulau Kalimantan adalah Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, dan Palangkaraya. Sementara itu 5 kota paling di Pulau Sulawesi adalah Makassar, Manado, Palu, Kendari, dan Bitung. Tentunya daftar kota tersebut merupakan versi kotakita.xyz. Jadi bisa saja diantara para pembaca memiliki pendapat yang berbeda.

Baca juga : 5 Kota Termaju di Pulau Kalimantan

Seperti apakah perbandingan antara 5 kota paling maju di Pulau Kalimantan vs 5 kota Paling maju di Pulau Sulawesi? Berikut adalah perbandingannya satu per satu. 


1. Balikpapan vs Makassar

Kota Makassar cenderung lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Balikpapan. Balikpapan dan Makassar sama-sama memiliki infrastruktur yang sudah cukup berkembang. Namun infrastruktur Kota Makassar sedikit lebih maju karena kota Makassar diproyeksikan sebagai kota perdagangan utama di kawasan timur Indonesia. 

Kedua kota ini merupakan kekuatan ekonomi terbesar di regional masing-masing. Hanya saja Kota Makassar jauh lebih unggul dibandingkan Kota Balikpapan kalau dilihat berdasarkan nilai perekonomian. Hal tersebut tercermin dari PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Kota Makassar yang mencapai Rp208,936 triliun, berbanding PDRB kota Balikpapan yang berada diangka Rp127,326 triliun. 

Besarnya perekonomian Kota Makassar tidak terlepas dari populasi Kota Makassar yang mencapai 1,5 juta jiwa. Hal tersebut menjadikan Makassar sebagai satu-satunya kota metropolitan di kawasan timur Indonesia. Sementara itu Kota Balikpapan hanya memiliki populasi sekitar 733 ribu jiwa. Namun Kota Balikpapan memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Makassar. Kota Balikpapan memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp180,960 juta. Sementara itu Kota Makassar memiliki pendapatan per kapita Rp145,886 juta. 

2. Samarinda vs Manado

Berdasarkan beberapa indikator, bisa disimpulkan kalau Kota Samarinda lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Manado. Hal ini tidak terlepas dari perekonomian Kota Samarinda yang ditopang oleh sektor pertambangan. Jadi infrastruktur Kota Samarinda jauh lebih lebih berkembang dibandingkan Kota Manado. PDRB kota Samarinda tercatat mencapai Rp83,336 triliun. Sementara Kota Manado memiliki PDRB yang jauh dibawahnya, yaitu Rp43,920 triliun. 

Kota Samarinda bukan hanya unggul dalam hal PDRB. Bila dilihat berdasarkan pendapatan per kapita, Kota Samarinda juga lebih unggul dibandingkan Kota Manado. Kota Samarinda memiliki pendapatan per kapita mencapai Rp99,824 juta, berbanding Kota Manado yang memiliki pendapatan per kapita mencapai Rp96,612 juta. 

Sebenarnya Samarinda merupakan kota terbesar di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data BPS, Kota Samarinda memiliki populasi yang mencapai 856 ribu jiwa. Jauh lebih besar dibandingkan populasi Kota Manado yang mencapai 478 ribu jiwa.

3. Banjarmasin vs Palu

Kota Banjarmasin lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Palu. Perkembangan infrastruktur di Kota Banjarmasin sudah lebih berkembang dibandingkan Kota Palu. Maklum, Banjarmasin memiliki populasi yang cenderung lebih besar. Populasi Kota Banjarmasin sudah melebih angka 700 ribu jiwa. Sementara itu Kota Palu memiliki Populasi yang hanya mencapai 379 ribu jiwa.

Kota Banjarmasin juga memiliki PDRB yang lebih besar bila dibandingkan dengan Kota Palu. PDRB Kota Banjarmasin tercatat mencapai Rp38,498 triliun berbanding PDRB Kota Palu yang mencapai Rp28,445 triliun. Namun pendapatan per kapita Kota Palu lebih besar bila dibandingkan dengan Banjarmasin. Pendapatan per kapita Kota Palu mencapai Rp74,547 juta, berbanding Banjarmasin yang memiliki pendapatan per kapita Rp57,676 juta. 

4. Pontianak vs Kendari

Dilihat berdasarkan beberapa indikator, Kota Pontianak cenderung lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Kendari. Pontianak tergolong kota besar dengan populasi yang mencapai 646 ribu jiwa. Angka tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan populasi Kota Kendari yang mencapai 370 ribu jiwa.

Populasi yang besar membuat infrastruktur dan aktivitas perekonomian di Kota Pontianak cenderung lebih berkembang dibandingkan Kota Kendari. Menurut data BPS, Kota Pontianak memiliki PDRB yang mencapai Rp35,275 triliun. Angka tersebut lebih besar dibandingkan PDRB Kota Kendari yang berada diangka Rp26,456 triliun. Namun pendapatan per kapita Kota Kendari yang berada diangka Rp74,159 juta lebih besar bila dibandingkan dengan Kota Pontianak. Kota Pontianak tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp66,170 juta. 

5. Palangkaraya vs Bitung

Palangkaraya dan Bitung memiliki posisi yang relatif seimbang. Namun posisi kota Palangkaraya sebagai ibu kota provinsi serta populasinya yang lebih besar, menjadikan kota ini sedikit lebih unggul dibandingkan Kota Bitung.

Kota Palangkaraya tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp21,955 triliun. Lebih besar dibandingkan PDRB Kota Bitung yang berada diangka Rp20,620 triliun. Sementara itu pendapatan per kapita Palangkaraya tercatat mencapai Rp71,770 juta. Angka tersebut dibawah pendapatan per kapita Kota Bitung yang berada diangka Rp89,773 juta. 


Berdasarkan ulasan diatas, dapat disimpulkan kalau kota-kota di Kalimantan cenderung lebih maju bila dibandingkan dengan kota-kota di Sulawesi. Kota-kota di Kalimantan memiliki populasi dan aktivitas perekonomian yang lebih besar dibandingkan kota-kota di Sulawesi. Faktor inilah yang menjadikan kota-kota di Kalimantan jauh lebih berkembang. Kecuali Kota Makassar yang memiliki populasi dan perekonomian yang lebih besar dibandingkan kota manapun di Pulau Kalimantan. 

Namun tentunya hasil perbandingan ini tidak bersifat mutlak. Mungkin saja hasilnya akan berbeda apabila menggunakan indikator yang berbeda. Apalagi yang dibandingkan hanyalah 5 kota paling maju dari kedua pulau.


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
Bagikan Postingan Ini:

Profil Lengkap Ibu Kota Nusantara Beserta Letak Geografisnya

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 telah menetapkan Ibu Kota Nusantara atau IKN sebagai ibu kota Negara Indonesia. Melalui undang-undang ini, IKN secara resmi ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan pemerintah pusat serta tempat kedudukan perwakilan negara asing. Sebagai ibu kota baru Indonesia, tentu banyak masyarakat yang masih awam tentang IKN ini. 

IKN adalah sebuah kota yang dibangun dari nol dan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tercantum pada RPJMN 2020-2024. Pemerintah Indonesia ingin melakukan upaya konkret untuk mewujudkan pemerataaan pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan cara memindahkan ibu kota Negara Indonesia ke luar Pulau Jawa. Atas dasar itulah maka dibangun IKN yang berada di Pulau Kalimantan.

Pemerintah Indonesia tentunya tidak ingin setengah-setengah dalam membangun IKN. Bahkan telah menyiapkan anggaran Rp466 triliun untuk mengembangkan IKN agar bisa menjadi representasi bangsa dan simbol kemajuan Indonesia. Dibutuhkan waktu setidaknya 15 hingga 20 tahun agar IKN dapat dibangun secara keseluruhan. Namun tidak harus menunggu pembangunan IKN selesai sepenuhnya untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke IKN. Para ASN dipindahkan secara bertahap dari Jakarta ke IKN mulai tahun 2024.

Meski pembangunannya belum sepenuhnya selesai, pemerintah Indonesia telah menyiapkan logo untuk IKN. Logo dari IKN berbentuk pohon hayat dengan desain yang cenderung lebih modern dibandingkan logo kota-kota di Indonesia pada umumnya. 

Makna logo IKN

logo pohon hayat, logo yang dipilih untuk IKN
ilustrasi pohon hayat, logo yang dipilih untuk menjadi logo IKN (ibukotakini.com)

Tentunya bukan tanpa alasan desain pohon hayat dipakai untuk menjadi logo IKN. Logo IKN ini merupakan karya dari desainer Aulia Akbar yang dipilih melalui proses sayembara. Ada sekitar 500 desainer yang mengikuti sayembara ini hingga akhirnya desain pohon hayat yang dipilih. Logo pohon hayat ini memiliki makna sebagai lambang sumber kehidupan bagi semua rakyat Indonesia. Logo ini terdiri dari 3 bagian, yaitu akar, batang, dan bunga. 5 akar pada bagian bawah melambangkan 5 sila yang terdapat pada pancasila. Sementara batang yang berjumlah 7 melambangkan gugus pulau besar yang ada di Indonesia. Selanjutnya lingkaran utuh yang terdiri dari 17 bunga pada bagian atas melambangkan kemerdekaan yang abadi sesuai dengan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Selain sebagai sumber kehidupan, logo IKN juga menjadi simbol kekayaan hayati Indonesia. Tujuh batang yang tumbuh dari akar layaknya aliran air yang menyimbolkan Indonesia sebagai negara maritim, dimana laut dan alur sungai menjadi penghubung. Semua ini terhubung pada sebuah lingkaran utuh yang kemudian dari lingkaran utuh tersebut tumbuh 17 bunga yang mekar. Inilah yang menjadi simbol kemerdekaan abadi bagi Indonesia.

Konsep Pembangunan IKN

Pemerintah Indonesia merancang IKN khusus sebagai pusat pemerintah saja. Jadi IKN tidak akan dibangun menjadi kota metropolitan seperti Kota Jakarta. Untuk jumlah penduduk di IKN akan dibatasi maksimal hanya 2 juta jiwa. Angka tersebut merupakan proyeksi jumlah penduduk IKN untuk tahun 2045. Dengan dibatasinya populasi penduduk di IKN, kemungkinan Kota Balikpapan yang menjadi penyangga IKN yang akan mendapat imbasnya. Jadi untuk pembangunan besar kemungkinan akan lebih terfokus di Kota Balikpapan.

IKN dikembangkan sebagai kota yang berkonsep green city. Jadi berbagai pembangunan di IKN akan bersifat ramah lingkungan. Contohnya adalah untuk sistem transportasi yang akan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan dan mendukung emisi nol karbon. Konsep green city yang diadopsi IKN juga akan dipadukan dengan konsep kota yang smart, forest, sustainable, dan blue

Untuk mendukung konsep green city, sumber energi yang digunakan di IKN juga memanfaatkan energi terbarukan dan rendah emisi karbon. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenagara Suraya (PLTS) dengan kapasitas 50 MW untuk mendukung kebutuhan energi IKN. Selain PLTS, sumber energi berbasis gas juga tengah dikembangkan untuk mendukung kebutuhan IKN.

Letak Geografis IKN


Secara geografis, wilayah IKN berada di provinsi Kalimantan Timur. Lebih tepatnya wilayah IKN berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara. 

Menurut UU IKN Pasal 6, berikut adalah letak geografis IKN :
  • Sebelah Utara : 117° 0' 31.292" Bujur Timur dan 0° 38' 44.912" Lintang Selatan
  • Sebelah Selatan : 117° 11' 51.903" Bujur Timur dan 1⁰ 15' 25.360" Lintang Selatan
  • Sebelah Barat : 116° 31' 37.728" Bujur Timur dan 0° 59' 22.510" Lintang Selatan, dan 
  • Sebelah Timur : 117° 18' 28.084" Bujur Timur dan 1° 6' 42.398" Lintang Selatan.

Adapun wilayah  IKN berbatasan dengan daerah-daerah berikut :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, Teluk Balikpapan, dan Kota Balikpapan
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, serta
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makassar.

Sebagai pusat pemerintahan Indonesia, IKN akan dipimpin oleh seorang Kepala Otorita. Kepala Otorita ini akan ditunjuk langsung oleh presiden Republik Indonesia. 

IKN dikembangkan menjadi beberapa kawasan. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang akan menjadi lokasi tempat beradanya kantor-kantor pemerintahan memiliki luas 6.596 hektare. Sementara itu untuk kawasan perkotaan IKN akan memiliki luas 56.180 hektare. Selanjutnya terdapat pula Kawasan Pengembangan IKN yang memiliki luas 199.962 hektare. Semua kawasan tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) IKN dengan luas total 256.142 hektare.

Itulah sejumlah informasi seputar profil IKN beserta letak geografisnya. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.


Rujukan :
https://www.kemenkopmk.go.id/pohon-hayat-lambang-sumber-kehidupan-yang-menjadi-logo-ikn#:~:text=Jokowi%20menuturkan%20logo%20tersebut%20melambangkan,Indonesia%20nantinya%2C%22%20ujar%20Jokowi.
https://news.detik.com/berita/d-5908269/letak-ibu-kota-baru-indonesia-bernama-nusantara-ini-detail-lokasinya
https://regional.kontan.co.id/news/ikn-dibangun-dengan-konsep-green-city-ini-penjelasannya
Bagikan Postingan Ini:

Bontang vs Kediri, Perbandingan Dua Kota 'Sultan' di Indonesia

Salah satu indikator yang dapat dijadikan patokan untuk mengukur kesejahteraan suatu kota adalah angka pendapatan per kapita. Beberapa kota di Indonesia memiliki pendapatan per kapita yang jauh diatas rata-rata nasional. Sekedar informasi, pendapatan per kapita nasional Indonesia saat ini sekitar Rp75 juta.

Baca juga : 10 Kota Terkaya di Indonesia

Untuk dua kota teratas di Indonesia dengan pendapatan per kapita tertinggi di pegang oleh kota Bontang dan Kediri. Kedua kota ini sama-sama memiliki pendapatan per kapita yang jauh diatas rata-rata nasional. Bahkan pendapatan per kapita kedua ini setara dengan negara maju.


Bontang dan Kediri adalah dua kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia
ilustrasi kota Bontang dan Kediri (ghanesagroup.co.id | jawapos.com)

Pada artikel kali ini kita akan mencoba membandingkan antara kota Bontang dengan Kediri. Tentunya perbandingannya tidak hanya diukur berdasarkan pendapatan per kapita, namun juga beberapa indikator lainnya. Seperti apa perbandingan diantara kedua kota tersebut? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara kota Bontang vs Kota Kediri yang dirangkum dari berbagai sumber.


Populasi

Kedua kota ini sama-sama memiliki populasi dibawah 500 ribu jiwa. Kota Bontang tercatat memiliki populasi yang mencapai 178,92 ribu jiwa. Angka tersebut masih cukup jauh dibawah populasi kota Kediri. Populasi kota Kediri tercatat mencapai 293,95 ribu jiwa. Jadi untuk sektor populasi kota Kediri lebih unggul bila dibandingkan dengan kota Bontang. 

Wilayah

Kedua kota ini berada di pulau yang berbeda. Kota Bontang berada di pulau Kalimantan, sedangkan kota Kediri berada di pulau Jawa. Kota Bontang merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Kalimantan Timur. Luas wilayah dari kota Bontang adalah 161,9 km². Sementara itu kota Kediri berada di provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 67,2 km². Jadi dari segi wilayah, kota Bontang lebih unggul dibandingkan kota Kediri. 

PDRB

PDRB merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Semakin besar PDRB suatu daerah, semakin besar pula perputaran perekonomian di daerah tersebut. Kota Kediri tercatat memiliki PDRB yang lebih besar dibandingkan kota Bontang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, PDRB kota Kediri berada diangka Rp152,791 triliun. Jauh diatas PDRB kota Bontang yang berada diangka Rp63,110 triliun.

Pendapatan per kapita

Baik kota Bontang ataupun kota Kediri sama-sama menjadi raja di Indonesia kalau urusan pendapatan per kapita. Kedua kota ini memegang status sebagai kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia. Namun bila kita bandingkan diantara keduanya, Kediri memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar bila dibandingkan dengan Bontang. Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp527,9 juta. Angka tersebut setara dengan pendapatan per kapita negara Korea Selatan. Sementara itu kota Bontang memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp344,6 juta. Angka tersebut setara dengan pendapatan per kapita negara Arab Saudi.

Infrastruktur

Bontang dan kediri sama-sama terkenal sebagai kota industri dan jasa. Jadi infrastruktur dikedua kota ini sama-sama difokuskan untuk mendukung kedua sektor tersebut. Kalau dilihat secara keseluruhan, kota Bontang dan Kediri memiliki infrastruktur yang relatif setara. 

APBD

APDB merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Makin besar APBD suatu daerah tentunya semakin leluasa pula daerah tersebut mengalokasi anggaran untuk kepentingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kota Bontang tercatat memiliki APDB yang mencapai Rp2,6 triliun berdasarkan tahun anggaran 2024. Sementara itu sampai artikel ini dibuat, masih belum ada informasi seputar APBD kota Kediri untuk tahun anggaran 2024. Namun bila kita lihat berdasarkan tahun 2023, kota Kediri memiliki APDB diangka Rp2,8 triliun. Jadi untuk tahun 2024 kemungkinan tidak akan jauh berbeda dari angka tersebut.


Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi tolak ukur capaian pembangunan manusia suatu daerah berdasarkan sejumlah komponen dasar kehidupan. Kalau dilihat berdasarkan IPM, kota Bontang lebih unggul bila dibandingkan dengan kota Kediri. Kota Bontang tercatat memiliki nilai IPM yang mencapai 81,56. Sementara itu kota Kediri memiliki nilai IPM yang mencapai 80,44.

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kota Kediri lebih unggul dibandingkan dengan kota Bontang. Namun tujuan kita bukan untuk mencari kota mana yang terbaik diantara keduanya. Kita semua tentu berharap baik kota Bontang ataupun kota Kediri sama-sama menjadi kota yang lebih maju lagi kedepannya. 


Referensi : 
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
https://bontangpost.id/apbd-bontang-2024-ditetapkan-rp-26-triliun/
https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
Bagikan Postingan Ini:

4 Sistem Transportasi yang akan Menjadikan IKN Kota Paling Modern di Indonesia

Saat ini kota Jakarta sudah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Indonesia. Pemerintah Indonesia telah memutuskan kalau ibu kota Indonesia telah dipindahkan dari Jakarta ke IKN. Melalui UU No.3 tahun 2022, disebutkan bahwa IKN atau Ibu Kota Nusantara menjadi tempat penyelenggaraan pemerintahan pusat, serta tempat kedudukan perwakilan negara-negara asing dan perwakilan organisasi-lembaga internasional. Jadi secara resmi IKN telah ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia. Sementara itu walaupun Jakarta sudah tidak berstatus sebagai ibu kota negara, namun Jakarta akan tetap menjadi daerah otonomi khusus sebagai pusat bisnis di Indonesia dan global.

Sebagai ibu kota Indonesia yang baru, tentunya perlu banyak pembangunan yang dilakukan di IKN. Maklum, IKN dibangun benar-benar dari nol. Namun membangun dari nol ini juga memiliki keuntungan. Pemerintah bisa leluasa melakukan pembangunan tanpa ada hambatan yang berarti. Lokasi IKN ini berada di wilayah kabupaten Kutai Kertanegara dan kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh IKN adalah sektor transportasi. Pemerintah Indonesia cukup fokus terhadap pengembangan sistem transportasi di IKN. Terbukti sudah ada rencana pemerintah Indonesia untuk membangun beberapa sistem transportasi di IKN. Bahkan ada sistem transportasi futuristik yang belum pernah dibangun di Indonesia sebelumnya. 

Tercatat ada 4 sistem transportasi yang kedepannya akan menopang arus mobilitas di IKN. Kalau semuanya terwujud, IKN akan menjadi kota dengan sistem transportasi paling modern di Indonesia. Apa saja sistem transportasi yang akan dibangun di IKN tersebut? Berikut adalah daftarnya.

Autonomous Rail Transit (ART)

Autonomous Rail Transit yang akan diterapkan di IKN
ilustrasi Autonomous Rail Transit (popularmechanics.com)

Autonomous Rail Transit atau ART adalah sistem transportasi dalam kota yang dapat dioperasikan tanpa masinis. Jalur ART ini hanya berupa marka jalan dan tanpa rel. Jadi ART ini beroperasi dengan mengikuti jalur dari marka tersebut. ART yang dibangun di IKN ini akan menggunakan baterai sebagai sumber energinya. 

Satu set ART terdiri dari dua gerbong. Dalam beroperasi, ART tersebut mampu mengangkut penumpang sebanyak 324 orang. Kecepatan operasionalnya adalah 40 km/jam. Sementara itu untuk kecepatan maksimalnya mencapai 70 km/jam. Dalam membangun ART ini pemerintah Indonesia bekerjasama dengan China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC). Proyek ini sudah berjalan dan dibangun dalam 2 tahap. Untuk tahap pertama dibangun sepanjang 1,5 km. Sementara pada tahap kedua akan dibangun sepanjang 5,2 km. 

Mass Rapid Transit (MRT)

MRT Jakarta, satu-satunya sistem transportasi MRT di Indonesia
ilustrasi Mass Rapid Transit (jpnn.com)


Mass Rapid Transit atau MRT adalah sistem transportasi berbasis rel yang memiliki kapasitas besar dan jarak tunggu antar keretanya relatif singkat. Kalau kita berkaca pada MRT jakarta, jarak tunggu antar keretanya hanya 5 menit pada saat jam sibuk. Biasanya MRT ini memiliki jalur khusus yang berupa rel layang atau dibawah tanah. 

Berbeda dengan ART yang disiapkan untuk transportasi dalam kota, MRT dibuat bertujuan untuk menghubungkan IKN dengan daerah mitra. Contohnya adalah Balikpapan. Balikpapan akan menjadi salah satu pintu gerbang utama menuju di IKN. Di kota ini terdapat Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang merupakan bandara terbesar di Kalimantan. 

Kereta Cepat

Sistem transportasi kereta cepat yang menghubungkan jakarta bandung
ilustrasi kereta cepat (kcic.co.id)

Karena memiliki kecepatan yang tinggi, sistem transportasi kereta cepat berfungsi untuk menghubungkan wilayah-wilayah dengan jarak yang relatif jauh. Jadi, sistem transportasi kereta cepat ini dibangun untuk menghubungkan IKN dengan kota-kota besar lainnya di pulau Kalimantan. Saat ini baru kota Jakarta dan Bandung yang terhubung dengan sistem transportasi kereta cepat di Indonesia. 

Taksi Terbang

uji coba taksi terbang yang akan dibangun di IKN
ilustrasi taksi terbang (tempo.co)


Taksi terbang merupakan sistem transportasi yang tergolong masih baru. Masih sedikit kota di dunia ini yang mengadopsi sistem transportasi taksi terbang. IKN sendiri akan menjadi kota pertama yang mengembangkan sistem transportasi taksi terbang di Indonesia. Sistem transportasi dianggap lebih efesien dan murah. Selain efesien, taksi terbang ini juga ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik sebagai sumber dayanya. 

Itulah 4 sistem transportasi yang akan dibangun di IKN. Apabila semuanya terwujud, IKN akan menjadi kota dengan sistem transportasi paling modern di Indonesia. Apalagi IKN akan menerapkan sistem transportasi certas (intelligent transportation system) dengan memanfaatkan teknologi digital. 


Rujukan :
Bagikan Postingan Ini:

4 Kota di Indonesia yang Layak Dikembangkan Sekelas Kota Jakarta

Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat artikel dengan tema perbandingan antara kota-kota di Indonesia dengan kota-kota di Australia. Bagi yang belum membaca artikelnya, silahkan klik link dibawah ini.

Perbandingan Kota-Kota di Indonesia vs Australia

Dari perbandingan tersebut, ada satu hal yang paling menarik perhatian saya. Kota-kota di Indonesia selain Jakarta cenderung sangat jomplang perbedaannya dengan kota Jakarta. Perbedaan yang paling mencolok adalah dari jumlah gedung-gedung pencakar langit. Bahkan gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta masih lebih banyak bila dibandingkan dengan gabungan kota-kota di luar Jakarta.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Australia. Kota terbesar di negara Australia adalah Sydney. Meski Sydney adalah kota terbesar di sana, namun kota-kota lainnya di Australia masih terlihat setara dengan Sydney. Contohnya adalah kota-kota seperti Melbourne, Brisbane dan Perth. Tidak begitu jomplang layaknya seperti kota Jakarta ketika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Indonesia memang bisa bangga karena memiliki kota yang megah seperti Jakarta. Namun hanya Jakarta saja yang bisa menjadi kebanggaan. Selain Jakarta, kota-kota di Indonesia lainnya cenderung biasa-biasa saja. Padahal kita ini merupakan negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Populasi Indonesia saat ini sudah mencapai 275,5 juta jiwa. Dengan populasi sebesar itu harusnya kita sudah memiliki beberapa kota sekelas Jakarta. Australia saja yang populasinya 26,01 juta jiwa mampu memiliki beberapa kota yang sekelas dengan Sydney.

Perlu ada upaya keras agar Indonesia bisa melahirkan kota-kota lainnya yang sekelas dengan Jakarta. Namun kalau boleh memilih, ada beberapa kota di Indonesia yang layak untuk dikembangkan seperti Jakarta. Tepatnya ada 4 kota di Indonesia berpotensi untuk dikembangkan menjadi kota yang sekelas dengan Jakarta. Kota-kota manakah yang dimaksud? Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Balikpapan

Balikpapan salah satu kota penyangga IKN
ilustrasi kota Balikpapan (kaltimtoday.co)

Saat ini Balikpapan masih belum masuk dalam kategori kota metropolitan. Populasi dari kota ini masih dibawah 1 juta jiwa, yaitu sekitar 718 ribu jiwa. Namun kedepannya kota Balikpapan akan memiliki peran yang strategis. Saat ini kota Balikpapan merupakan kota dengan tingkat perekonomian terbesar di pulau Kalimantan. Balikpapan tercatat sebagai salah satu wilayah yang akan menjadi penyangga IKN atau Ibu Kota Nusantara.

Pemerintah Indonesia akan membatasi populasi penduduk di IKN. Jadi IKN benar-benar akan difokuskan sebagai pusat pemerintahan saja. Kota Balikpapan yang menjadi penyangga IKN tentunya akan terkena imbas dari kebijakan ini. Orang-orang yang ingin berbisnis namun dekat dengan pusat pemerintahan, tentunya akan menjadikan kota Balikpapan sebagai pilihan utama. Apalagi kota ini sudah cukup matang dalam hal infrastruktur.

Dengan dikembangkan kota Balikpapan menjadi sekelas Jakarta, tentunya akan meningkatkan daya saing Indonesia di pulau Kalimantan. Seperti yang kita tahu, ada 3 negara yang terdapat di pulau Kalimantan, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei. Balikpapan bisa menjadi simbol kebangkitan perekonomian Indonesia di pulau Kalimantan.

2. Batam

Batam kota paling strategis di Indonesia
ilustrasi kota Batam (youtube.com/@TravelersBatam)

Kota Batam berada di wilayah perdagangan internasional. Ketika pertama kali dibentuk, kota Batam dirancang agar dapat bersaing dengan negara Singapura. Namun upaya tersebut boleh dibilang gagal. Nyatanya saat ini Batam masih jauh kelasnya bila dibandingkan dengan Singapura.

Namun tentunya tidak ada kata terlambat kalau ingin memajukan kota Batam. Bagaimanapun kota Batam berada di lokasi yang strategis. Hal inilah yang mejadi daya tarik kota Batam dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Selain lokasinya yang strategis, Batam juga tergolong kota yang sangat luas. Luas dari kota ini mencapai 1.575 km². Masih sangat leluasa bila ingin mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Batam. Apalagi kota Batam sudah didukung oleh infrastruktur yang memadai. Jaringan jalan di kota Batam adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.

3. Medan

Kota medan pada malam hari
ilustrasi kota Medan (podomorocitydelimedan.com)

Medan adalah kota terbesar di luar pulau Jawa dan terbesar keempat di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Kota ini terletak di pesisir timur pulau Sumatera dan menghadap langsung ke selat Malaka. Ibu kota Sumatera Utara ini adalah salah satu pintu gerbang utama di Indonesia bagian barat. Kota ini sudah didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara, pelabuhan, rel kereta api, jalan tol dll.

Sebagai kota terbesar di pulau Sumatera, sudah selayaknya Medan dikembangkan seperti Jakarta. Apalagi posisi kota Medan yang langsung berhadapan dengan negara Malaysia. Medan memiliki potensi untuk menjadi penggerak utama perekonomian Sumatera layaknya seperti kota Jakarta di pulau Jawa. Hal yang perlu diperhatikan adalah infrastruktur pendukung yang menghubungkan kota medan dengan wilayah penyangganya, serta penghubung kota Medan dengan kota-kota besar lainnya di pulau Sumatera.

4. Makassar

Makassar kota terbesar di kawasan timur Indonesia
ilustrasi kota Makassar (salsawisata.com)

Makassar adalah satu-satunya kota metropolitan di kawasan timur Indonesia. Populasi kota ini sudah melebihi 1,5 juta. Hanya kota Medan dan Palembang yang populasinya lebih besar dibandingkan kota Makassar untuk luar pulau Jawa. Saat ini ibu kota Sulawesi Selatan ini menjadi kota terpenting di kawasan timur Indonesia.

Karena posisinya yang penting bagi Indonesia, pemerintah Indonesia punya rencana untuk menjadikan kota Makassar seperti kota Shenzhen di China. Itu sama saja ingin menjadikan kota Makassar sekelas dengan Jakarta. Dengan demikian Makassar diharapkan bisa menjadi pusat perdagangan utama di Indonesia. Tentunya harapkan tersebut bukan omong kosong semata. Salah satu dibuktikan oleh pemerintah Indonesia dengan membangun pelabuhan terbesar kedua di Indonesia di kota Makassar. Pelabuhan tersebut bernama Makassar New Port. 

Itulah 4 kota yang layak dikembangkan sekelas kota Jakarta versi Kota Kita. Bagaimana menurut pendapat teman-teman sekalian? Apakah ada kota lain yang lebih layak?


Rujukan :
Bagikan Postingan Ini:

IKN Tidak akan Tumbuh Menjadi Kota Metropolitan, Ini Alasannya

Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia dan sekaligus memegang status sebagai ibu kota Negara Indonesia. Namun kedepannya status ibu kota negara tidak lagi dipegang oleh Kota Jakarta. Pemerintah Indonesia telah membangun sebuah kota di Pulau Kalimantan yang akan dijadikan sebagai ibu kota baru Indonesia pengganti Jakarta. Kota tersebut diberi nama Nusantara atau lebih dikenal dengan sebutan IKN (Ibu Kota Nusantara).

Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia untuk saat ini
Ilustrasi Kota Jakarta (Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)

Pemilihan nama Nusantara pernah menimbulkan protes dari negara tetangga kita Malaysia. Pasalnya istilah Nusantara tidak hanya digunakan untuk merepresentasikan kepulauan Indonesia, tetapi juga istilah ini juga dapat mengacu pada sebagian wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia. Itulah sebabnya Malaysia pernah mengajukan protes atas pemakaian nama Nusantara untuk ibukota baru Indonesia. Namun itu hanya protes dikalangan netizen, bukan sikap resmi pemerintah Malaysia.

Sebagai ibu kota negara, pemerintah Indonesia tentunya akan lebih memperhatikan pembangunan di IKN. Berbagai bentuk investasi bakal terfokus di sini.  Dengan lengkapnya fasilitas dan infrastruktur, tentunya IKN bakal cenderung mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun akankah IKN tumbuh menjadi kota terbesar di Pulau Kalimantan dengan segala prioritas yang diberikan oleh pemerintah Indonesia?

Pembangunan IKN terus digenjot oleh pemerintah Indonesia untuk dapat ditinggalin pada bulan juli 2024
Proses pembangunan fasilitas dan infrastruktur di IKN (dok Kementrian PUPR)

Sebenarnya tidak bisa dipastikan apakah IKN akan tumbuh menjadi kota terbesar di Pulau Kalimantan atau tidak. Hanya saja yang pasti pemerintah Indonesia tidak akan membiarkan IKN bakal tumbuh menjadi kota yang padat seperti Jakarta. Pemerintah Indonesia menargetkan bahwa penduduk IKN maksimal hanya 1,91 juta jiwa. Untuk sebuah kota yang pembangunannya dimulai dari nol, tentunya butuh waktu yang panjang untuk mencapai jumlah penduduk sebanyak itu. 

Dapat disimpulkan bahwa IKN tidak dirancang untuk menjadi kota metropolitan seperti Jakarta. Lantas bagaimana langkah pemerintah untuk mencegah IKN tumbuh menjadi kota megapolitan? Tentunya pemerintah harus membangun pusat perekonomian di sekitar IKN. Singkatnya pemerintah harus mencarikan kota alternatif di sekitar IKN yang diperuntukan menjadi kota bisnis seperti Jakarta. Kalau IKN sudah jelas hanya akan diperuntukan sebagai pusat pemerintahan.


Diantara semua wilayah yang bertetangga dengan IKN, Kota Balikpapan paling layak dijadikan sebagai pusat bisnis. Secara infrastruktur Kota Balikpapan merupakan yang paling memadai untuk saat ini. Selain itu Kota Balikpapan merupakan kota dengan perekonomian terbesar di Pulau Kalimantan. Jadi tidak perlu banyak pengembangan lagi kalau Balikpapan ditunjuk sebagai kota bisnis untuk menyangga IKN. 

Balikpapan merupakan kota dengan perekonomian terbesar di Pulau Kalimantan dan merupakan penyangga IKN
Ilustrasi Kota Balikpan (prokal.co)

Kalau IKN hanya diperuntukan sebagai pusat pemerintah, sedangkan Kota Balikpapan dipilih sebagai pusat bisnis, kemungkinan IKN tidak akan tumbuh sebagai kota terbesar di Pulau Kalimantan. Situasi ini tentunya berbeda dengan yang dialami Kota Jakarta. Jakarta bisa tumbuh sebesar sekarang karena Jakarta dijadikan sebagai pusat segalanya. Mulai dari pusat pemerintah, industri, hiburan, bisnis dll. Sementara itu IKN hanya akan difokuskan sebagai pusat pemerintahan. Sementara untuk pusat bisnis dan sebagainya kemungkinan besar akan diarahkan ke Kota Balikpapan. Namun itu semua tentunya membutuhkan dukungan regulasi dari pemerintah. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Bahwa Kota Balikpapan akan dijadikan kota penyangga IKN yang difokuskan sebagai pusat bisnis. 



Rujukan :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221122182527-92-877239/penduduk-ikn-akan-dibatasi-maksimal-hanya-191-juta-orang
https://pu.go.id/berita/kementerian-pupr-targetkan-pembangunan-tahap-i-ikn-nusantara-rampung-di-2024
https://kalimantan.bisnis.com/read/20231206/408/1721539/balikpapan-tumbuh-kuat-di-tengah-pembangunan-ikn
Bagikan Postingan Ini:

Makassar vs Balikpapan, Perbandingan Dua Kota dengan Pertumbuhan yang Pesat

Kota-kota di luar pulau Jawa mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan pusat-pusat perekonomian di luar pulau Jawa. Dua kota yang cukup menarik perhatian adalah kota Makassar dan Balikpapan. Kedua ini berpotensi untuk terus berkembang pesat kedepannya. 


Kota Makassar dan Balikpapan
ilustrasi kota Makassar dan Balikpapan (hotemcombined.com | borneobaycity.com)

Tentunya itu semua bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor yang membuat kedua kota tersebut akan mengalami pertumbuhan yang pesat. Untuk kota Makassar, pemerintah Indonesia terus mengembangkannya agar kota ini menjadi salah satu pusat perdagangan utama Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia menginginkan ibu kota Sulawesi Selatan ini kelak bisa tumbuh pesat seperti kota Shenzhen di China. 

Sementara itu, kota Balikpapan akan menjadi penopang utama bagi IKN (Ibu Kota Nusantara). Sekedar informasi, saat ini Indonesia sedang membangun ibu kota baru di pulau Kalimantan yang lokasinya berdekatan dengan kota Balikpapan, yang dikenal dengan nama IKN. Pembangunan IKN ini tentunya akan memberikan dampak yang besar bagi kota Balikpapan. 

Pada tulisan kali ini kita akan coba membandingkan kota Makassar dengan kota Balikpapan dari beberapa aspek seperti populasi, perekonomian dll. Seperti apa perbandingannya? Berikut adalah ulasannya.


Populasi

Dari segi populasi, Makassar jauh lebih unggul dibandingkan Balikpapan. Kota Makassar tercatat memiliki populasi yang sudah melebihi 1,5 juta jiwa. Bahkan Makassar sudah bisa dikategorikan sebagai kota metropolitan. Sementara itu kota Balikpapan memiliki populasi yang masih dibawah 1 juta jiwa, tepatnya sekitar 852 ribu jiwa.

Wilayah

Untuk luas wilayah berbanding terbalik dengan populasi. Meski populasinya lebih kecil, ternyata wilayah kota Balikpapan lebih luas bila dibandingkan dengan kota Makassar. Balikpapan memiliki luas wilayah yang mencapai 503,3 km². Sementara kota Makassar memiliki wilayah yang jauh lebih kecil dibandingkan Balikpapan. Luas wilayah kota Makassar hanya mencapai 175,8 km².


PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto adalah nilai keseluruhan barang dan jasa di suatu wilayah selama satu periode tertentu. Biasanya PDRB dijadikan sebagai indikator untuk  mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Dari segi PDRB, Makassar lebih unggul bila dibandingkan dengan Balikpapan. Kota Makassar tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp133,1 triliun. Sementara itu PDRB kota Balikpapan sedikit dibawahnya, yaitu 127,3 triliun. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah jumlah uang yang diperoleh masing-masing orang di suatu wilayah pada periode tertentu. Boleh dibilang nilai pendapatan per kapita dapat dijadikan indikator untuk mengukur kemakmuran suatu wilayah. Untuk urusan pendapatan per kapita, lebih unggul kota Balikpapan daripada kota Makassar. Pendapata per kapita kota Balikpapan tercatat mencapai Rp181 juta. Sedangkan kota Makasar memiliki pendapatan per kapita Rp146 juta.


Infrastruktur

Dari segi infrastruktur tidak ada yang yang benar-benar unggul mutlak diantara kedua kota. Hanya saja skala infrastruktur di kota Makassar cenderung lebih besar dibandingkan kota Balikpapan. Misalnya untuk infrastruktur pelabuhan dan bandara di kota Makassar ukuran dan kapasitasnya lebih besar dibandingkan kota Balikpapan. 

Namun Makassar baru-baru ini telah memiliki infrastruktur berbasis rel kereta api. Rel tersebut dirancang untuk menghubungkan kota Makassar dengan kota Parepare. Sementara di Balikpapan belum ada infrastruktur berbasil rel kereta api. Namun sudah ada rencana pembangunan rel kereta api yang akan menghubungkan kota Balikpapan dengan IKN.


APBD

APBD kota Makassar untuk tahun anggaran 2024 ditetapkan sebesar Rp5,73 triliun. Sementara itu APBD kota Balikpapan untuk tahun anggaran 2024 ditetapkan sebesar Rp4,1 triliun. Jadi untuk urusan APDB, kota Makassar lebih unggul bila dibandingkan dengan kota Balikpapan.

Indeks Pembangunan Manusia

Makassar juga lebih unggul dibandingkan Balikpapan dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM ini digunakan untuk mengukur kualitas sumber daya manusia suatu wilayah. IPM kota Makassar memiliki skor yang mencapai 83,52. Sementara IPM kota Balikpapan berada dibawahnya dengan skor 81,66.


Dari beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau kota Makassar lebih unggul dalam banyak hal dibandingkan kota Balikpapan. Namun perbandingan ini tentunya bukan untuk mencari kota mana yang lebih baik. Tujuannya hanya sekedar untuk menyajikan informasi dan semoga informasi tersebut dapat bermanfaat. Kita semua tentu berharap baik kota Makassar ataupun Balikpapan dapat sama-sama tumbuh menjadi kota yang lebih maju.


Rujukan :

Sumber1

Sumber2

Sumber3

Bagikan Postingan Ini:

Pendapatan per Kapita 10 Kota Terkaya di Indonesia Setara dengan Negara-Negara Ini

Jakarta Kota dengan perekonomian terbesar di Indonesia
Ilustrasi Kota Jakarta, Salah satu kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia (kabarbumn.com)

Indonesia digolongkan kedalam negara berpendapatan menengah kalau dilihat berdasarkan pendapatan per kapita. Berdasarkan data yang dirilis BPS, pendapatan per kapita Indonesia berada diangka Rp62,2 juta. Umumnya pendapatan per kapita Indonesia selalu naik setiap tahunnya.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki pendapatan per kapita yang berbeda-beda. Ada yang memiliki pendapatan per kapita diatas rata-rata nasional, ada pula yang memiliki pendapatan per kapita dibawah rata-rata nasional. Wilayah yang memiliki pendapatan per kapita diatas rata-rata nasional kebanyakan wilayah yang kaya dengan sumber daya alam atau wilayah yang menjadi pusat bisnis dan industri. 

Menurut data PBS, banyak wilayah di Indonesia yang memiliki pendapatan per kapita jauh diatas rata-rata nasional. Termasuk 10 wilayah kota yang akan kita bahas kali ini. Bahkan pendapatan per kapita kota-kota tersebut bisa kita adu dengan negara-negara lain yang lebih kaya daripada Indonesia. Apa saja kota-kota tersebut? Negara mana saja yang pendapatan per kapitanya setara dengan kota-kota tersebut? Berikut adalah daftar serta ulasan singkatnya.

1. Kediri

Kediri merupakan kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia. Dilansir BPS, kota yang berada di Provinsi Jawa Timur ini memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp527,9 juta. Kalau dikonversi ke Dolar Amerika, pendapatan per kapita Kota Kediri berada diangka 33.559 Dolar.  Angka tersebut setara dengan pendapatan per negara Korea Selatan. Negara Korea Selatan memiliki pendapatan ker kapita 33.719 Dolar Amerika. 

2. Bontang

Kota Bontang adalah kota dengan pendapatan per kapita tertinggi kedua di Indonesia. Sementara untuk di Pulau Kalimantan, pendapatan per kapita Kota Bontang menduduki posisi pertama. Kota ini memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp344,6 juta. Kalau dikonversi ke Dolar Amerika, pendapatan per kapita Bontang setara 21.917 Dolar. Angka tersebut sedikit lebih tinggi daripada pendapatan negara Arab Saudi yang berada diangka 21.139 Dolar. 

3. Jakarta

Meski terkenal sebagai kota dengan perekonomian terbesar di Indonesia, untuk urusan pendapatan per kapita Jakarta hanya berada pada posisi ketiga se-Indonesia. Kota yang merupakan ibu kota negara Indonesia ini memilik pendapatan per kapita Rp298,3 juta. Angka tersebut setara dengan 18.969,86 Dolar Amerika. Kalau kita bandingkan dengan negara Asia, pendapatan per kapita Jakarta setara dengan negara Oman. Negara Oman memiliki pendapatan per kapita 18.857 Dolar.

4. Cilegon

Cilegon adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Banten. Kota ini terkenal dengan industri bajanya. Kota Cilegon memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp268,2 juta atau setara dengan 17.052 Dolar Amerika. Untuk di Asia, tidak ada negara yang memiliki pendapatan per kapita yang setara dengan Kota Cilegon. Namun pendapatan per kapita Kota Cilegon setara dengan salah satu negara di Eropa, yaitu Latvia. Latvia memiliki pendapatan per kapita 17081 Dolar Amerika.

5. Surabaya

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini memiliki pendapatan per kapita Rp227,1 juta. Angka tersebut setara dengan 14.439,18 Dolar Amerika. Salah satu negara yang memiliki pendapatan per kapita yang setara dengan Kota Surabaya adalah negara Chili yang berada di benua Amerika. Chili memiliki pendapatan per kapita 14.346 Dolar Amerika.

6. Tarakan

Kota Tarakan adalah salah satu kota yang berada di pulau Kalimantan, tepatnya di provinsi Kalimantan Utara. Kota ini terkenal memiliki kekayaan minyak bumi. Pendapatan per kapita kota Tarakan mencapai Rp190,8 juta atau setara 12.128,77 Dolar Amerika. Pendapatan per kota Tarakan setara dengan negara Rumania yang berada di benua Eropa. Rumania memiliki pendapatan per kapita yang mencapai 12.189 Dolar AMerika.

7. Balikpapan

Sama halnya seperti Tarakan, Kota Balikpapan juga berasal dari Pulau Kalimantan. Kota ini juga terkenal dengan kekayaan minyak buminya, sama seperti kota Tarakan. Kota yang berasal dari Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki pendapatan Rp181 juta. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan kalau dikonversi ke Dolar Amerika berada diangka 11.505,85 Dolar. Angka tersebut setara dengan pendapatan per kapita negara China, yaitu 11.560 Dolar.

8. Batam

Batam merupakan kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di wilayah Sumatera. Kota yang berada di provinsi Kepulauan Riau ini memiliki pendapatan per kapita Rp153,5 juta. Dalam Dolar, pendapatan per kapita Kota Batam setara 9.758,93 Dolar Amerika. Angka tersebut hampir sama dengan pendapatan per kapita negara Bulgaria, yaitu 9.551 Dolar Amerika.

9. Makassar

Makassar adalah kota termaju dan terbesar di Pulau Sulawesi. Ibukota provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki pendapatan per kapita yang hampir sama dengan Kota Batam, yaitu Rp145,9 juta. Kalau dikonversi ke Dolar Amerika, pendapatan per kapita Kota Makassar setara 9.272,19 Dolar. Pendapatan per kapita Kota Makassar juga hampir sama dengan pendapatan per kapita negara Bulgaria.

10. Pekanbaru

Di urutin terakhir kita ada kota Pekanbaru yang merupakan ibukota dari provinsi Riau. Kota ini memiliki pendapatan per kapita Rp143,5 juta atau setara 9.120,61 Dolar Amerika. Negara yang memiliki pendapatan per kapita paling mendekati Kota Pekanbaru adalah Brazil. Brazil memiliki pendapatan per kapita diangka 8831 Dolar Amerika.
Bagikan Postingan Ini:

Inilah 10 Kota Terkaya di Indonesia, Kota Jakarta Hanya Urutan Ketiga

Jakarta salah satu kota terkaya d Indonesia


Kalau ditanya apa kota paling maju di Indonesia, sebagian besar dari kita pasti akan menjawab Kota Jakarta. Bagaimanapun faktanya memang demikian. Jakarta adalah kota paling maju sekaligus kota dengan perekonomian terbesar di Indonesia. Bahkan perekonomian Kota Jakarta adalah salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Namun kalau ditanya tentang kota paling kaya di Indonesia, Jakarta bukanlah pemegang tahtanya. Kekayaan yang dimaksud dilihat perdasarkan pendapatan per kapita penduduk kota bersangkutan. Nah, kalau kita lihat berdasarkan pendapatan per kapita, Kota Jakarta hanya berada pada urutan ketiga. 

Ini berarti masih ada dua kota lagi di Indonesia dengan pendapatan per kapita lebih besar dibandingkan Kota Jakarta. Namun biar lebih jelas, kali ini akan ulas tentang 10 kota terkaya di Indonesia berdasarkan pendapatan per kapita. Apakah kotamu masuk dalam daftar tersebut? Yuk simak daftar 10 kota terkaya di Indonesia berikut ini.

1. Kediri

Kediri kota terkaya di Indonesia
Ilustrasi Kota Kediri (sisternet.co.id)

Kota Kediri adalah pemegang tahta sebagai kota dengan pendapatan per kapita terbesar di Indonesia. Bahkan kalau dibandingkan dengan pendapatan per kapita nasional sangat jomplang jaraknya. Kota yang berada di Provinsi Jawa Timur ini memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp527,9 juta. Bandingkan dengan pendapatan per kapita nasional Indonesia yang cuma diangka Rp71 juta. 

Tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri ditopang oleh pabrik berkala besar seperti PT Gudang Garam Tbk, PT Afi Farma, PT Halim Wonowidjojo dll. Selain hadirnya pabrik-pabrik besar, geliat umkm di Kota Kediri juga berkembang pesat. Berdasarkan data BPS, jumlah lapangan usaha sekunder di Kota Kediri mencapai lebih dari 80% atau yang tertinggi di Jawa Timur.

2. Bontang

Bontang kota terkaya di Pulau Kalimantan
Ilustrasi Kota Bontang (kitamudamedia.com)

Bontang adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Kota ini merupakan kota terkaya di Pulau Kalimantan dalam hal pendapatan per kapita. Kota yang memiliki pendapatan per kapita 344,6 juta ini terkenal akan kekayaan alamnya, terutama gas bumi. Bahkan kota Bontang sedang dikembangkan menjadi kota gas berkat sumber daya gas alamnya yang berlimpah tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi.

Selain gas bumi, Kota Bontang juga terkenal sebagai penghasil batubara. Perusahaan-perusahaan besar sektor tambang yang beroperasi di Kota Bontang diantaranya Badak NGL (perusahaan tambang gas alam), Indominco Mandiri (perusahaan tambang batubara), dan masih banyak yang lainnya. Di luar sektor tambang, perekonomian Kota Bontang juga ditopang oleh sekter perkebunan seperti kepala sawit, karet, dan aren. 

3. Jakarta

Jakarta kota terkaya ketiga di Indonesia
Ilustrasi Kota Jakarta (jakarta.go.id)

Sepertinya yang kita bahas sebelumnya, dalam hal pendapatan per kapita Kota Jakarta hanya berada pada posisi ketiga. Padahal boleh dibilang Kota Jakarta adalah pusat segala-galanya di Indonesia. Mulai dari pusat bisnis, perdagangan, pemerintahan, hiburan, industri, jasa dll.  Ibukota negara kita ini memiliki pendapatan per kapita Rp298,3 juta. Meski tidak berada pada posisi pertama, namun pendapatan per kapita Kota Jakarta tetap jauh lebih besar dibandingkan pendapatan per kapita nasional.

4. Cilegon

cilegon kota terkaya di Banten
Ilustrasi Kota Cilegon (bantenraya.com)

Kota Cilegon terkenal dengan industri disektor petrokimia, besi, dan baja. Setiap tahunnya industri yang yang bergerak diketiga sektor tersebut  selalu bertambah di Kota Cilegon. Krakatau Steel yang merupakan salah satu produsen baja terbesar di Indonesia berada di kota ini. Dengan pendapatan per kapita yang mencapai Rp268,1 juta, menjadikan Cilegon sebagai kota terkaya di Provinsi Banten.

5. Surabaya

Surabaya kota terbesar kedua di Indonesia
Ilustrasi Kota Surabaya (instagram.com/adieast)

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan memegang status sebagai ibukota Jawa Timur. Sektor perdagangan dan jasa menjadi penopang utama perekonomian Kota Surabaya. Berkat perkembangan infrastruktur dan ekonomi padat karya yang berbasis kerakyatan, Surabaya mampu menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di Indonesia. Saat ini Kota Surabaya memiliki pendapatan per kapita Rp227,1 juta

6. Tarakan

Tarakan kota terkaya di Kalimantan Utara
Ilustrasi Kota Tarakan (niaga.asia)

Tarakan merupakan kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Kota ini terpisah dari daratan utama Pulau Kalimantan dan terdiri atas dua pulau. Sektor migas menjadi  penopang utama ekonomi Kota Tarakan. Namun secara perlahan Kota yang memiliki pendapatan per kapita Rp190,8 juta ini juga terus mengembangkan sektor lainnya dalam mendongkrak perekonomian. Sepertinya misalnya sektor UMKM yang terus mengalami peningkatan. 

7. Balikpapan

Balikpapan kota terbesar di Kalimantan
Ilustrasi Kota Balikpapan (jpnn.com

Kota Balikpapan terkenal akan kekayaan alamnya disektor migas. Perusahaan-perusahaan tambang sektor migas baik dari dalam dan luar negeri telah banyak beroperasai di Kota Balikpapan. Contohnya adalah Pertamina, Haliburton dll. Berkat kekayaan migasnya, Kota Balikpapan mampu memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp181 juta. 

8. Batam

Batam kota terbesar di Kepulauan Riau
Ilustrasi Kota Batam (mejaredaksi.co.id)

Boleh dibilang Batam adalah salah satu pintu gerbang utama Indonesia. Kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau ini berada langsung di kawasan pelayaran internasional dan posisinya dekat dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Dengan posisinya yang strategis tersebut, banyak perusahaan sektor industri di Kota Batam memiliki produk yang berbasis ekspor. Pendapatan per kapita Kota Batam saat ini mencapai Rp153,5 juta.

9. Makassar

Makassar kota terbesar di Pulau Sulawesi
Ilustrasi Kota Makassar (urbanjabar.com)

Makassar adalah kota terbesar di Pulau Sulawesi. Kota yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan ini memiliki pendapatan per kapita Rp145,9 juta. Sektor bisnis, perdagangan, jasa serta properti menjadi penopang utama perekonomian Kota Makassar.

10. Pekanbaru

Pekanbaru kota terbesar di Riau
Ilustrasi Kota Pekanbaru (goriau.com)

Kota Pekanbaru adalah ibukota dari Provinsi Riau. Kot aini memiliki pendapatan per kapita Rp143,5 juta rupiah. Sektor kontruksi, perdagangan, dan industri pengolahan menjadi penopang utama perekonomian Kota Pekanbaru.


rujukan :
https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts