Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Asia Tenggara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asia Tenggara. Tampilkan semua postingan

10 Kota dengan PDB Terbesar di Asia Tenggara, 4 Diantaranya Berasal dari Indonesia

PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan indikator paling penting untuk mengukur perkembangan perekonomian suatu wilayah. Didalam bahasa Inggris PDB dikenal dengan istilah GDP (Gross Domestic Product). Ada beberapa komponen yang digunakan untuk mengukur PDB suatu wilayah. Diantaranya adalah konsumsi publik, investasi, dan pengeluaran pemerintah. 

Asia Tenggara, salah satu regional yang paling berkembang pesat di Asia
ilustrasi peta Asia Tenggara (indiana.edu)

Pada artikel kali ini kita akan mengulas tentang daftar 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara. Asia Tenggara merupakan salah satu regional di Asia yang memiliki perkembangan perekonomian yang pesat.  Menariknya, kota-kota dari Indonesia mendominasi pada daftar. 

Dari 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara, 4 diantaranya merupakan kota yang berasal dari Indonesia. Ini menandakan bahwa dari segi kekuatan ekonomi kota-kota dari Indonesia cukup dominan di Asia Tenggara. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara.

1. Singapura

Posisi pertama kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara dipegang oleh Singapura. Rasanya akan sulit bagi kota manapun untuk menggeser Singapura dari posisi pertama. Kota Singapura meliputi seluruh wilayah dari Negara Singapura, sehingga Singapura dikenal sebagai negara kota. Saat ini Singapura satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berstatus negara maju.

Kota Singapura memiliki peranan penting sebagai pusat keuangan dan perdagangan global. Hal ini tidak terlipas dari letak geografis Singapura yang berada di jalur perdangan internasional. Maka dari itu tidak heran kalau kota ini berada diposisi pertama di Asia Tenggara dalam urusan PDB. Kota Singapura memiliki PDB yang mencapai US$525,228 miliar. 

Populasi dari Kota Singapura tercatat mencapai 5.917.600 jiwa. Angka tersebut masih dibawah populasi Kota Jakarta, Bangkok, dan Manila. Namun karena memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, membuat PDB Singapura lebih tinggi dibandingkan kota manapun di Asia Tenggara. Pendapatan per kapita dari Kota Singapura tercatat mencapai US$88,447 ribu. 

2. Jakarta

Kota dengan PDB terbesar ke-2 di Asia Tenggara dipegang oleh Jakarta. Dengan populasi penduduk yang mencapai 10.672.100 jiwa, menjadikan Jakarta sebagai kota dengan populasi terbesar di Negara Indonesia dan posisi kedua di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia ingin fokus menjadikan Jakarta sebagai kota global setelah kota ini tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Indonesia. 

Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang jauh dibawah Singapura, yaitu US$21,2 ribu. Kalau dilihat berdasarkan angka tersebut, pendapatan per kapita Jakarta kurang dari seperempat pendapatan per kapita Singapura. Namun populasi yang besar memberikan pengaruh terhadap PDB Kota Jakarta. Kota Jakarta tercatat memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar.

3. Bangkok

Bangkok adalah kota terbesar di Negara Thailand. Ibu kota Negara Thailand ini memiliki populasi yang mencapai 9.034.000 jiwa. Populasi penduduk Kota Bangkok merupakan yang terbesar keempat di Asia Tenggara Setelah Manila, Jakarta, dan Ho Chi Minh City. Dari segi PBD, Bangkok menduduki posisi ke-3 di Asia Tenggara. 

Kota Bangkok memiliki PDB yang mencapai US$167,975 miliar. Sementara itu pendapatan per kapita Bangkok berada dibawah Jakarta, yaitu US$18,589 ribu. 

4. Manila

Manila merupakan kota terbesar di Asia Tenggara kalau dilihat berdasarkan populasi penduduk. Namun berdasarkan angka PDB, Manila menduduki posisi ke-4 di Asia Tenggara. Hal ini karena Kota Manila memiliki pendapatan per kapita yang relatif kecil bila dibandingkan dengan 3 kota yang kita bahas sebelumnya. Kota ini memiliki pendapatan per kapita diangka US$8,947 ribu. 

Populasi dari Kota Manila adalah 13.484.462 jiwa. Karena pendapatan per kapita Manila tergolong kecil, besarnya jumlah populasi tidak berimbas banyak terhadap PDB Manila. PDB Kota Manila berada diangka US$124,966 miliar.

5. Ho Chi Minh City

Ho Chi Minh City adalah kota terbesar di Negara Vietnam. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 9.165.800 jiwa. Ho Chi Minh City memiliki PDB yang berada diangka US$68,0 miliar. Angka tersebut menempatkan Ho Chi Minh City sebagai kota dengan PDB terbesar ke-5 di Asia Tenggara. Sementara itu pendapatan per kapita dari Ho Chi Minh City sekitar US$7,0 ribu.

6. Kuala Lumpur

Kuala Lumpur adalah kota dengan PDB terbesar ke-6 di Asia Tenggara. Kota ini merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar dari Negara Malaysia. Populasi dari Kuala Lumpur tergolong kecil bila kita bandingkan dengan kota-kota yang dibahas sebelumnya. Kota ini memiliki populasi sekitar 2,1 juta jiwa. Namun karena pendapatan per kapita dari Kota Kuala Lumpur tergolong tinggi, membuat PDB dari kota ini cukup bersaing. Kuala Lumpur memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$28,909 ribu. Sementara itu PDB dari Kota Kuala Lumpur adalah  US$59,711 miliar.

7. Hanoi

Hanoi merupakan ibu kota dari Negara Vietnam dan merupakan kota terbesar kedua di Vietnam. Kota ini memiliki populasi 8.330.800 jiwa. Dari 10 negara dengan PDB terbesar di Asia Tenggara, Hanoi memiliki pendapatan per kapita paling kecil. Pendapatan per kapita dari Kota Hanoi adalah US$5,553 ribu. Sementara Hanoi memiliki PDB diangka US$46,096 miliar dan menduduki posisi ke-7 di Asia Tenggara.

8. Surabaya

Kota dengan PDB terbesar ke-8 di Asia Tenggara dipegang oleh Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dengan populasi 2.887.223 jiwa. Kota ini memiliki PDB yang mencapai US$41,250 miliar. Sementara itu pendapatan per kapita dari Kota Surabaya adalah US$14.332. 

9. Bandung

Bandung merupakan kota dengan PDB terbesar ke-9 di Asia Tenggara dan ke-3 di Indonesia. Kota ini memiliki populasi 2.510.103 jiwa. PDB dari Kota Bandung adalah US$20,766 miliar dengan pendapatan per kapita US$8,466 ribu.

10. Medan

Kota Medan menduduki posisi ke-10 sebagai kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara. Kota dengan populasi 2.494.512 jiwa ini memiliki PDB yang mencapai US$17,802 jiwa. Sementara itu pendapatan per kapita dari Kota Medan adalah US$7,234 ribu. 



Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_Singapore
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ASEAN_country_subdivisions_by_GDP




Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Bangkok, Mana yang Lebih Unggul Diantara Kedua Ibu Kota Negara Ini?

Jakarta dan Bangkok merupakan dua diantara kota-kota metropolitan yang berada di Asia Tenggara. Kedua kota ini sama-sama berstatus kota terbesar di negara masing-masing. Jakarta merupakan kota terbesar di Negara Indonesia, sementara Bangkok merupakan kota terbesar di Negara Thailand.

Saat ini baik Jakarta maupun Bangkok sama-sama mengalami perkembangan yang pesat. Melihat perkembangan kedua kota tersebut, tentunya menarik bila kita melihat perbandingan Kota Jakarta dengan Kota Bangkok dari berbagai aspek. Berikut adalah beberapa perbandingan antara Kota Jakarta dengan Kota Bangkok.

Populasi

Dilansir dari data BPS, untuk tahun 2022 Kota Jakarta memiliki populasi penduduk yang mencapai 10,64 juta jiwa. Angkak tersebut sedikit lebih besar bila dibandingkan dengan populasi Kota Bangkok. Kota Bangkok untuk tahun 2022 memiliki populasi sekitar 10,54 juta jiwa. Jadi bila dilihat berdasarkan populasi penduduk, Jakarta lebih besar dibandingkan Bangkok. 

Luas wilayah

Walaupun populasi Kota Bangkok lebih kecil dibandingkan Jakarta, ternyata untuk luas wilayah Bangkok lebih besar dibandingkan Jakarta.  Jakarta memiliki wilayah dengan luas 661,52 km². Sementara itu luas wilayah Bangkok mencapai 1.565 km². Angka tersebut lebih dari dua kali lipat luas wilayah Kota Jakarta. 

Produk Domestik Bruto

PDB atau Produk Domestik Bruto menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Jakarta sendiri memiliki PDB yang lebih besar dibandingkan Bangkok. PBD Kota Jakarta berada diangka 214,6 juta Dolar Amerika. Sementara Kota Bangkok sendiri memiliki PDB yang mencapai 174 juta Dolar Amerika. 

Pendapatan per kapita

Jakarta tidak hanya memiliki PDB yang lebih besar, namun juga memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Bangkok. Pendapatan per kapita Kota Jakarta berada diangka 20.093 Dolar Amerika. Unggul tipis bila dibandingkan dengan pendapatan per kapita Kota Bangkok yang berada diangka 19.746 Dolar Amerika. 

Transportasi publik

Transportasi publik menjadi faktor utama dalam menunjang arus mobilitas penduduk suatu kota, khususnya transportasi publik berbasis rel. Untuk transportasi publik, Kota Bangkok jauh lebih berkembang dibandingkan Jakarta. Kota Bangkok sudah memiliki transportasi publik berbasis rel sejak tahun 1999 yang bernama BTS Skytrain. Sedangkan Kota Jakarta baru memiliki transportasi perkotaan berbasis rel pertama kali pada tahun 2019 yang diberi nama Jakarta MRT. 

Penataan Kota

Harus diakui kalau Bangkok lebih unggul dalam hal penataan kota dibandingkan Jakarta. Antara area pemukiman dengan area komersil tidak terlalu campur aduk seperti yang terdapat di Kota Jakarta. Namun harus diakui saat ini Kota Jakarta terus mengalami pembenahan sehingga kondisinya juga jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Indeks Pembangunan Manusia

Kota Bangkok memiliki Indeks Pembangunan Manusia atau IPM yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Kota Jakarta. IPM Kota Bangkok memiliki poin 0,839. Sedangkan untuk Jakarta, memiliki IPM diangka 0,811.

Bila dirujuk dari beberapa aspek diatas, kota Jakarta dan Bangkok masih berada pada level yang sama. Tidak ada perbedaan yang begitu mencolok diantara kedua kota. Hal ini bisa dimaklumi karena kedua kota tersebut sama-sama berada di negara berkembang. Ditambah lagi posisi Indonesia dan Thailand tempat Kota Jakarta dan Bangkok berada di regional yang sama, yaitu Asia Tenggara. 


Rujukan :

https://jakarta.bps.go.id/indicator/26/744/1/indeks-pembangunan-manusia-ipm-menurut-kabupaten-kota-administrasi.html

https://globaldatalab.org/shdi/table/shdi/THA/

https://www.boi.go.th/index.php?page=demographic&language=fr

https://kaltara.antaranews.com/berita/503781/catatan-ilham-bintang--jakarta-bangkok-sebelas-duabelas#:~:text=Luas%20Kota%20Bangkok%201.565%20km,yang%20hanya%20650%20km%20persegi.

https://jakarta.bpk.go.id/pemerintah-provinsi-dki-jakarta/#:~:text=Provinsi%20DKI%20Jakarta%20mempunyai%20luas,yang%20tersebar%20di%20Kepulauan%20Seribu.

https://beglobal-network.com/cities/bangkok/

https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta

https://en.wikipedia.org/wiki/Rail_transport_in_Bangkok




Bagikan Postingan Ini:

Vietnam Lebih Miskin daripada Indonesia, tapi Lihat Kota-Kotanya

Vietnam merupakan salah satu negara yang berada di Asia Tenggara (Southeast Asia). Dengan populasi yang mencapai 92,7 juta jiwa, menempatkan Vietnam sebagai negara dengan penduduk terbesar ketiga di Asia Tenggara setelah Indonesia dan Filipina. Negara ini adalah negara paling timur diantara negara-negara lainnya di Asia Tenggara yang berada di Semenanjung Indochina.

Secara perekonomian, Vietnam berada jauh dibawah Indonesia. Negara ini memiliki pendapatan per kapita 2.185,69 USD. Sementara Indonesia memiliki pendapatan per kapita yang mencapai 3.570,29 USD. Dengan populasi yang lebih besar dan pendapatan per kapita yang lebih besar pula, otomatis Indonesia memiliki PDB (Produk Domestik Bruto) yang lebih besar dibandingkan. PDB Indonesia mencapai angka 932, 3 miliar USD. Sementara PDB Vietnam hanya 202,6 miliar USD.

Dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi, tidak selalu membuat Indonesia unggul dari Vietnam. Salah satunya bila dilihat berdasarkan perkembangan kota-kota di kedua negara. Indonesia memang memiliki Kota Jakarta yang unggul telak dibandingkan kota-kota di Vietnam. Namun Indonesia kalah dalam hal pemerataan pembangunan kota.

Jakarta bila dibandingkan dengan kota terbesar kedua di Indonesia yaitu Surabaya, tampak begitu jomplang perbedaannya. Baik dilihat dari segi infrastruktur, perekonomian dan populasi. Berbeda dengan Vietnam. Dua kita terbesar di Vietnam yaitu Saigon dan Hanoi, boleh dibilang dalam posisi yang relatif setara. Saigon memegang status sebagai kota terbesar di Vietnam, sementara status kota terbesar kedua dipegang oleh Hanoi

Saigon kota terbesar di Vietnam
Hanoi kota terbesar kedua di Vietnam
ilustrasi kota Saigon dan Hanoi (travel365.it | hanoitimes.vn)

Gambar diatas merupakan gambar dari dua kota terbesar di Negara Vietnam. Gambar pertama adalah Kota Saigon (Ho Chi Minh), sedangkan gambar kedua adalah kota Hanoi. Bila dilihat secara kasat mana, tidak ada perbedaan yang mencolok diantara kedua kota ini. Kondisi kedua kota ini kelihatan nyaris berimbang dalam berbagai hal. Entah itu dalam hal infrastruktur maupun dalam hal pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit. Ini menunjukan bahwa pembangunan di Vietnam tidak hanya fokus di satu kota saja. Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia selama ini pembangunannya hanya fokus di Kota Jakarta.

Bila kita Bandingkan antara Kota Jakarta dengan Kota Surabaya, akan tampak perbedaan yang sangat mencolok. Seperti yang kita singgung sebelumnya, pembangunan di Indonesia sangat terfokus di Kota Jakarta. Jadi, kota-kota selain Kota Jakarta pembangunannya jauh tertinggal. Misalnya dalam pembangunan sistem angkutan cepat (rapid transit). Surabaya yang notabene merupakan kota terbesar kedua di Indonesia, belum ada satupun angkutan cepat yang sedang dibangun di sana. Berbeda dengan Kota Jakarta yang saat ini sedang gencar melakukan pembangunan angkutan cepat seperti MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit).

Hal sebaliknya justru terjadi di Vietnam. Vietnam juga sama seperti Indonesia yang mana kota di sana baru memulai melakukan pembangunan angkutan cepat, khususnya dalam pembangunan MRT (Mass Rapid Transit). Kalau Indonesia hanya membangun MRT di Kota Jakarta saja, Vietnam justru membangun MRT di dua kota sekaligus. Kota-kota tersebut merupakan dua kota yang kita bahas sebelumnya, yaitu Saigon dan Hanoi. Rencananya pembangunan MRT dikedua kota tersebut paling cepat akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

ilustrasi kota Da Nang (Foto : Booking.com)

Selain dua kota diatas, ada beberapa kota lainnya di Vietnam yang juga berkembang pesat. Diantaranya adalah Kota Da Nang dan Kota Nha Trang. Kondisi kedua kota ini tampak tidak jauh berbeda dengan Kota Surabaya di Indonesia, terutama bila dilihat dari keberadaan gedung-gedung pencakar langit.


ilustrasi kota Nha Trang (foto : baomoi.com)

Salah satu keunggulan kota-kota di Vietnam adalah wilayahnya yang luas. Kota Saigon memiliki luas area yang mencapai 2.096,56 km². Sementara Hanoi memiliki area yang lebih luas lagi. Luas area Kota Hanoi adalah 3.328,9 km². Sedangkan Kota Haiphong yang merupakan kota terbesar ketiga di Vietnam memiliki area seluas 1.527,4 km². Dengan wilayah yang luas tersebut, menjadikan pengembangan kota-kota utama  di Vietnam tersebut akan lebih leluasa dimasa mendatang. Bandingkan dengan Jakarta dan Surabaya yang hanya memiliki area seluas 661,5 km² dan 350,5 km².
Bagikan Postingan Ini:

Perbandingan Transportasi Jakarta dengan Kota ASEAN Lainnya

Sebagai kota terbesar di Indonesia, Jakarta tentunya memiliki keunggulan dalam banyak hal dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Salah satunya dalam hal fasilitas publik. Jakarta memang memiliki fasilitas publik yang terdepan bila dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Contohnya dapat dilihat dari sektor transportasi. Namun bagaimana kondisi Kota Jakarta bila dibandingkan dengan kota-kota utama ASEAN lainnya bila dilihat dalam hal transportasi? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan transportasi Kota Jakarta dengan kota-kota utama ASEAN lainnya.

Jakarta vs Singapura

MRT Singapura
MRT Singapura (foto : jayasukses.com)

Boleh dibilang kondisi transportasi di Kota Jakarta tertinggal jauh bila dibandingkan dengan Kota Singapura. Singapura masuk dalam daftar kota dengan moda transportasi terbaik di Asia. Singapura mengandalkan sistem MRT (Mass Rapid Transit) sebagai moda transportasi andalannya. Berbeda dengan Kota Jakarta yang mengandalkan sistem BRT (Bus Rapid Transit) yang kita kenal dengan sebutan busway. Sistem MRT jelas jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan BRT. Selain frekuensinya yang lebih tinggi karena memiliki jalur sendiri, kapasitasnya juga lebih besar bila dibandingkan dengan BRT.

Singapura sendiri tidak memiliki sistem BRT seperti yang ada di Jakarta. Sekedar informasi, Jakarta merupakan kota dengan jalur BRT terpanjang di dunia. Namun walau demikian, kondisi bus yang ada di Kota Singapura jauh lebih baik bila dibandingkan dengan Jakarta. Bus di sana jauh lebih bersih dan jauh lebih terawat.

Kuala Lumpur vs Jakarta

MRT Kuala Lumpur (foto : voicendata.com)

Kondisi transportasi di Kota Kuala Lumpur masih berada dibawah Kota Singapura. Namun bila dibandingkan dengan Kota Jakarta, Kuala Lumpur masih unggul cukup jauh. Seperti yang kita ketahui, Jakarta hanya mengandalkan BRT sebagai moda transportasi utama. Sementara Kuala Lumpur telah memiliki sistem angkutan berbasis rel seperti yang ada di Singapura. Singapura telah memiliki 3 jalur LRT (Light Rail Transit) dan 1 jalur MRT (Mass Rapid Transit). Selain itu Kuala Lumpur juga telah memiliki satu jalur BRT (Bus Rapid Transit). Untuk angkutan bus, secara umum kondisi bus di Kota Kuala Lumpur tidak jauh berbeda dengan Singapura. Dengan demikian tentunya kondisi bus di Kuala Lumpur jauh lebih baik dibandingkan Jakarta.

Bangkok vs Jakarta

Skytrain Bangkok (foto : investvine.com)

Tidak jauh berbeda dengan kota-kota sebelumnya, transportasi di Kota Jakarta juga cenderung tertinggal bila dibandingkan dengan Bangkok. Sama seperti Singapura dan KL, Kota Bangkok juga telah memiliki sistem rapid transit. Ada dua layanan sistem rapid transit yang beroperasi di Kota Bangkok. Kedua sistem rapid transit tersebut adalah BTS Skytrain dan Bangkok MRT. Masing-masing sistem rapid transit memiliki dua jalur.

Bangkok juga telah memiliki Bus Rapid Transit (BRT) sejak tahun 2010 lalu. Namun BRT yang beroperasi di Kota Bangkok baru satu jalur saja.

Manila vs Jakarta

LRT Manila (foto : lrmc.com)

Kota Manila sama seperti tiga kota yang kita bahas sebelumnya. Kota ini juga telah memiliki sistem rapid transit. Kota Manila memiliki tiga jalur sistem rapid transit jenis LRT (Light Rail Transit). Diantara kota-kota lainnya di ASEAN, Manila merupakan kota tertua yang memiliki sistem rapid transit. Namun di luar sistem rapid transit tersebut, transportasi di Kota Manila tidak lebih baik bila dibandingkan Jakarta.

Hanoi vs Jakarta

BRT Hanoi (foto : vietnamnet.vn)

Dari semua kota yang kita bandingkan dengan Kota Jakarta, boleh dibilang hanya kota hanoi yang posisinya berada dibawah Kota Jakarta. Baik Hanoi ataupun Jakarta sama-sama belum memiliki sistem rapid transit. Kondisi bus ataupun angkutan yang menggunakan jalan raya lainnya yang berada di Kota Hanoi kondsinya masih berada dibawah Kota Jakarta. Sama seperti Jakarta, Hanoi masih mengandalkan transportasi bus sebagai moda transportasi utama.
Bagikan Postingan Ini:

15 Kota dengan Skyline Terbaik di Asia Tenggara

Asia Tenggara (Southeast Asia) merupakan salah satu regional yang paling berkembang pesat di Asia. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan perekonomian yang pesat pada sejumlah negara di sana. Terutama negara-negara yang masuk dalam daftar 6 besar penggerak utama perekonomian Asia Tenggara. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura.

Perkembangan pesat tersebut tercermin dari kehadiran gedung-gedung pencakar langit yang semakin menjamur, khususnya pada kota-kota di 6 negara yang disebutkan diatas. Pesatnya pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit membuat skyline kota di negara-negara tersebut semakin padat. Bagi yang belum tahu, skyline merupakan garis cakrawala yang terbentuk oleh daratan atau  kumpulan gedung. Dalam kamus Oxford, skyline didefinisikan sebagai an outline of land or buildings defined against the sky.

Bicara tentang skyline, mungkin kita perlu tahu seperti apa kondisi skyline dari kota-kota di Asia Tenggara untuk saat ini. Untuk itu pada kesempatan ini kita akan membahas tentang 15 kota dengan skyline terbaik di Asia Tenggara versi Kota Kita. Untuk lebih jelas, berikut adalah daftarnya.

1. Singapura

skyline kota singapura terbaik di Asia Tenggara
ilustrasi skyline kota Singapura (channelnewsasia.com)

Posisi pertama diduduki oleh Singapura. Boleh dibilang Singapura merupakan salah satu kota dengan skyline terbaik di Asia. Hal tersebut dapat dilihat dari padatnya gedung-gedung pencakar langit di di sana. Keterbatasan lahan membuat pembangunan gedung-gedung vertikal menjadi sesuatu yang mutlak di Singapura. Selain memiliki banyak gedung tinggi, Singapura juga meerupakan sebuah kota yang modern. Kota ini merupakan kota terkaya di Asia Tenggara bila dilihat berdasarkan pendapatan per kapita.

2. Bangkok

skyline kota bangkok
ilustrasi skyline kota Bangkok (mibreit-photo.com)

Bangkok adalah kota terbesar di Thailand. Kota ini merupakan kota dengan skyline terbaik kedua di Asia Tenggara. Sama halnya seperti Singapura, Bangkok juga memiliki gedung-gedung pencakar langit yang padat. Apalagi gedung-gedung di Kota Bangkok ketinggiannya tampak begitu variatif sehingga menambah kesan cantik  skyline-nya.

3. Kuala Lumpur

skyline kota kuala lumpur
ilustrasi skyline kota Kuala Lumpur (travel2next.com)

Kuala Lumpur merupakan kota dengan skyline terbaik ketiga di Asia Tenggara. Salah satu yang membuat skyline Kuala Lumpur tampak menarik adalah karena keberadaan Menara Kembar Petronas yang terkenal. Menara ini merupakan menara kembar tertinggi di dunia. Gedung-gedung pencakar langit di kota Kuala Lumpur juga cukup padat, meski tidak sepadat Singapura dan Bangkok. Kota ini merupakan kota terdepan di Asia Tenggara dalam kepemilikin gedung-gedung pencakar langit dengan ketinggian diatas 300 m.

4. Manila


ilustrasi skyline kota Manila (nairaland.com)

Kota dengan skyline terbaik keempat di Asia Tenggara dipegang oleh Kota Manila. Manila merupakan kota terbesar di Filipina. Skyline di kota ini cukup padat.. Hanya saja karena penataan kotanya yang tidak terlalu baik, membuat skyline Manila tidak sebagus Singapura, Bangkok dan KL. Tidak jauh berbedalah dengan kondisi Kota Jakarta.

5. Jakarta


ilustrasi skyline kota Jakarta (detik.com)

Jakarta berada diposisi kelima untuk skyline terbaik di Asia Tenggara. Gedung-gedung di kota terbesar di Indonesia ini bukannya kalah banyak bila dibandingkan kota-kota yang kita bahas sebelumnya. Jakarta hanya kalah dalam hal kerapatan gedung karena pembangunan gedung-gedung tinggi di Kota Jakarta yang cenderung menyebar. Kalau dilihat berdasarkan pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit dengan ketinggian diatas 200 m, Jakarta justru berada pada posisi teratas.

6. Hanoi


ilustrasi skyline kota Hanoi (ietyatourist.com)

Boleh dibilang Hanoi tertinggal selangkah bila dibandingkan dengan empat kota sebelumnya. Kondisi gedung-gedung di Kota Hanoi masih kalah banyak dan kalah rapat. Namun ibukota Vietnam ini mengalami pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit yang pesat dalam beberapa tahun ini. Bahkan kota ini telah memiliki gedung dengan ketinggian diatas 300 m. Jakarta saja untuk saat ini belum memiliki gedung dengan ketinggian diatas 300 m. 

7. Saigon

skyline kota saigon
ilustrasi skyline kota Saigon (vecteezy.com)

Saigon merupakan kota terbesar di Vietnam. Vietnam memang belum memiliki kota dengan skyline sebagus Singapura, Bangkok, KL dan Jakarta. Namun negara ini beruntung karena memiliki dua kota dengan skyline yang tidak jauh berbeda. Antara Saigon dan Hanoi perbedaan skyline-nya memang tidak terlalu mencolok. Masih bisa diperdebatkan mana kota dengan skyline terbaik diantara kedua kota ini. 

8. Penang

skyline kota Penang
ilustrasi skyline kota Penang (malaymail.com)

Penang merupakan salah satu kota utama tujuan wisatawan di Malaysia. Statusnya sebagai kota wisata membuat kebutuhan akan hunian menjadi meningkat di kota ini, khususnya bagi wisatawan. Inilah sebabnya Penang memiliki skyline yang cukup padat walaupun populasinya tidak terlalu besar. Hanya saja karena mayoritas gedung-gedung di Penang diperuntukan untuk hunian, menyebabkan desain gedung-gedung di sana tampak tak menarik. 

9. Johor Bahru

skyline kota johor bahru
ilustrasi skyline kota Johor Bahru (nst.com.my)

Johor Bahru merupakan kota penghubung antara Malaysia dengan Singapura. Boleh dibilang Johor Bahru merupakan kota satelit bagi Singapura. Posisinya yang strategis membuat kota ini menjadi salah satu tujuan menarik untuk investasi. Salah satunya adalah investasi disektor properti. Apalagi Johor Bahru tidak membatasi kepemilikan properti oleh asing. Hal inilah yang membuat kota ini mengalami pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit yang cukup pesat. 

10. Pattaya

skyline kota pattaya
ilustrasi skyline kota Pattaya (.vecteezy.com)

Sama halnya seperti Penang, pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit di Kota Pattaya ditopang oleh sektor pariwisata. Tanpa sektor pariwisata, sudah pasti Pattaya tidak akan memiliki pencakar langit sebanyak saat ini. Pasalnya penduduk kota ini hanya 100 ribuan orang.


11. Surabaya

skyline kota Surabaya
ilustrasi skyline kota Surabaya (jawapos.com)

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Kota ini menjadi penghubung antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur. Pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit di Kota Surabaya tergolong pesat. Namun sama seperti Jakarta, keberadaan gedung-gedung pencakar langit di Kota Surabaya cenderung menyebar. 

12. Cebu

skyline kota cebu
ilustrasi skyline kota Cebu (philstar.com)

Dari segi populasi, Cebu merupakan kota terbesar ketiga di Filipina. Namun untuk urusan skyline, Cebu berada diposisi kedua setelah Kota Manila. Kota Cebu mengalami pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit yang cukup pesat dalam beberapa tahun belakangan. Imbasnya skyline kota ini tampak semakin padat. 

13. Da Nang


ilustrasi skyline kota Da Nang (liveandinvestoverseas.com)

Da Nang adalah kota dengan skyline terbaik ketiga di Vietnam. Padahal Da Nang sebenarnya merupakan kota terbesar keenam di Vietnam. Kota ini memiliki gedung-gedung pencakar langit yang relatif tinggi, walaupun sebenarnya jumlahnya tidak terlalu banyak. 

14. Tangerang


ilustrasi skyline kota Tangerang (https://www.instagram.com/yb2eya)

Tangerang adalah kota terbesar di Provinsi Banten. Sama seperti Da Nang, Tangerang juga memiliki gedung-gedung yang relatif tinggi walau jumlahnya tidak terlalu banyak. Dengan demikian skyline Kota Tangerang tampak cukup baik. 


15. Malaka

skyline kota malaka
ilustrasi skyline kota Malaka (akarpadinews.com)

Beberapa tahun lalu skyline Malaka tidak ada apa-apanya. Namun kota ini terus mengalami pertumbuhan pencakar langit yang pesat. Sekarang telah menjadi kota dengan skyline terbaik keempat di Malaysia. 
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts