Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Ternate vs Tidore, Perbandingan Dua Kota Otonom di Provinsi Maluku Utara

Ternate dan Tidore merupakan dua nama kota yang sudah cukup familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kedua kota ini adalah warisan dari kerajaan Nusantara yang bernama Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore. Kota Ternate dan Tidore sama-sama berada di Provinsi Maluku Utara. 

Kota Ternate, kota terbesar di Provinsi Maluku Utara
ilustrasi Kota Ternate (foto : jmg) 

Saat ini hanya Kota Ternate dan Tidore yang berstatus sebagai kota otonom di Provinsi Maluku Utara. Tentunya menarik bila dibuat ulasan tentang perbandingan diantara kedua kota tersebut. 

Kota Tidore, kota terluas di Provinsi Maluku Utara
ilustrasi Kota Tidore (foto : maestrobali.com) 

Pada tulisan kali ini akan dicoba membandingkan kedua kota tersebut dari beberapa aspek. Penasaran seperti apa hasilnya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Ternate vs Kota Tidore. 

Populasi

Kota Ternate dan Tidore sama-sama memiliki populasi yang relatif kecil. Populasi dari kedua kota tersebut sama-sama jauh dibawah 500 ribu jiwa. Untuk Kota Ternate memiliki populasi 204.920 jiwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. Sementara itu Kota Tidore memiliki populasi 120.605 jiwa. Jadi secara populasi lebih besar Kota Ternate dibandingkan Tidore. 

Wilayah

Ternate memang memiliki populasi penduduk yang lebih banyak dibandingkan Tidore. Namun kalau dari segi luas wilayah, Tidore jauh lebih besar dibandingkan Ternate. Bahkan Tidore merupakan Kota terluas di Indonesia setelah Palangkaraya dan Dumai. Luas dari Kota Tidore menurut situs resmi pemerintahan Kota Tidore adalah 1.550,37 km². Sementara itu luas wilayah Kota Ternate menurut Badan Pusat Statistik adalah 111,39 km². Jadi luas wilayah dari Kota Tidore hampir 14 kali lipat dari luas wilayah Kota Ternate. 

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto adalah seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam periode tertentu. Jadi PDRB berkaitan dengan perekonomian suatu wilayah secara keseluruhan. Antara Kota Ternate dan Tidore memiliki perbedaan PDRB yang cukup mencolok. Kota Ternate memiliki PDRB yang mencapai Rp13,675 triliun. Angka tersebut jauh mengungguli PDRB Kota Tidore. Kota Tidore memiliki PDRB sebesar Rp3,511 triliun. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan yang diperoleh masing-masing penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatan per kapita maka semakin makmur penduduk di wilayah tersebut. 

Dari angka pendapatan per kapita, lagi-lagi Kota Ternate lebih unggul dibandingkan Kota Tidore. Kota Ternate memiliki pendapatan per kapita Rp64,498 juta, sedangkan Kota Tidore memiliki pendapatan per kapita Rp29,529 juta. 

Infrastruktur

Ternate pernah menyandang status sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara sebelum akhirnya dipindah ke Sofifi. Sebagai Kota terbesar di Provinsi Maluku Utara dan pernah menyandang status sebagai ibu kota provinsi, infrastruktur di Kota Ternate cenderung lebih berkembang dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Maluku Utara. Termasuk bila dibandingkan dengan Kota Tidore. 

Unggulnya infrastruktur Kota Ternate dapat dilihat dari transportasi laut dan udara di kota tersebut. Kota Ternate merupakan pemilik bandara dan pelabuhan terbesar di Provinsi Maluku Utara. 

APBD

APBD merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Semakin besar APBD maka semakin leluasa suatu daerah dalam melakukan pembangunan dan menggaji para pegawai pemerintahan. 

Dilansir situs resmi pemerintahan Kota Ternate, APBD Kota Ternate untuk tahun 2024 adalah Rp1,1 triliun. Angka tersebut setara dengan APBD Kota Tidore. Kota Tidore juga memiliki APBD Rp1,1 triliun menurut situs tandaseru.com.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berkaitan dengan kualitas hidup manusia di suatu wilayah. Ada beberapa indikator yang biasa dipakai untuk mengukur IPM, diantaranya adalah angka harapan hidup, sanitasi, kesehatan, dan pendidikan dll. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik, Kota Ternate memiliki IPM 81,35. Angka tersebut jauh diatas IPM kota Tidore yang berada diangka 72,40.

Berdasarkan beberapa ulasan diatas, bisa dikatakan kalau Kota Ternate unggul telak bila dibandingkan dengan Kota Tidore. Kota Tidore hanya unggul dalam hal luas wilayah dibandingkan Kota Ternate. Itupun luas wilayah tidak berkaitan langsung dengan aktivitas perekonomian dan perkembangan suatu kota. 

Bagikan Postingan Ini:

Sulitnya Membangun Sistem Angkutan Cepat di Kota-Kota di Indonesia

Negara Indonesia tergolong telat membangun sistem angkutan cepat perkotaan. Di dalam bahasa Inggris angkutan cepat ini dikenal dengan istilah rapid transit. Sistem angkutan cepat dapat berupa kereta api atau bus berkapasitas besar. Perbedaan utama angkutan cepat dibandingkan sistem transportasi lainnya adalah jalurnya yang yang dibuat khusus dan terpisah dari lalu lintas lainnya. Selain itu headway atau interval antar keretanya relatif singkat. Biasanya sekitar 3-5 menit atau bisa bisa lebih singkat daripada itu. 

Di Indonesia hanya Kota Jakarta yang sudah memiliki angkutan cepat. Sebenarnya ada kota lainnya di Indonesia yang sudah memiliki sistem transportasi Light Rail Transit (LRT) dengan jalur yang terpisah dari lalu lintas lainnya. Namun hedway atau jarak antar keretanya rata-rata 17 menitan. Kota tersebut adalah Palembang. Meski memiliki headway yang relatif lama, beberapa sumber masih menyebut LRT Palembang sebagai angkutan cepat. 

LRT Palembang, LRT pertama di Pulau Sumatera
ilustrasi LRT Palembang (jpnn.com) 

Situasi yang berbeda akan kita dijumpai dari Kota Jakarta. Sama seperti Palembang, Kota Jakarta juga sudah memiliki moda transportasi LRT. Namun LRT Jakarta memiliki headway yang relatif singkat, yaitu 5 menit dijam sibuk dan 10 menit di luar jam sibuk. 

Hal serupa juga berlaku untuk Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta. Selain LRT, Kota Jakarta juga memiliki MRT yang sudah beroperasi sejak 24 Maret 2019. MRT Jakarta ini merupakan angkutan cepat yang pertama kali beroperasi di Indonesia. Jadi Indonesia baru pada tahun 2019 mulai memiliki sistem angkutan cepat. 

Indonesia cukup telat bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga dalam membangun sistem angkutan cepat. Negara tetangga kita Malaysia, sudah memiliki angkutan cepat sejak tahun 1996 silam. Begitupula dengan Singapura yang sudah memiliki angkutan cepat sejak tahun 1987. Namun negara pertama yang memiliki angkutan cepat di Asia Tenggara adalah Filipina. Dilansir railway-technology.com, Filipina sudah memiliki angkutan cepat sejak tahun 1984.

LRT Manila, angkutan cepat pertama di Asia Tenggara
ilustrasi LRT Manila, angkutan cepat pertama di Asia Tenggara (wikidata.org) 

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, seharusnya angkutan cepat telah beroperasi dibeberapa kota di Indonesia. Sebenarnya wacana untuk membangun angkutan cepat di luar Kota Jakarta sudah sejak lama bergulir. Contohnya di Kota Surabaya yang merupakan Kota terbesar kedua di Indonesia. 

Sejak tahun 2013 sudah muncul wacana untuk membangun monorel di Kota Surabaya. Bahkan bukan hanya monorel yang direncanakan akan dibangun di Kota Surabaya, tetapi juga trem. Saat itu pemerintah Kota Surabaya menggandeng pihak ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) untuk mengawal proyek angkutan cepat mulai dari proses tender hingga operasional. 

Dilansir detik.com, angkutan cepat yang dibangun di Kota Surabaya akan menghubungkan kawasan Surabaya barat dan timur, serta kawasan utara dan selatan. Untuk koridor barat dan timur akan dihubungkan oleh monorel, sedangkan koridor utara dan selatan akan dihubungkan oleh trem. 

Sayangnya setelah lebih dari 10 tahun berlalu, belum ada tanda-tanda akan dibangunnya angkutan cepat di Kota Surabaya. Informasi terbaru malah menyebutkan kalau pemerintah Kota Surabaya lebih tertarik membangun Autonomous Rail Transit (ART) daripada monorel atau trem. Alasannya karena biaya pembangunan ART dianggap lebih murah. 

ART ini tidak menggunakan rel, tetapi menggunakan ban konvensional seperti pada bus. Jadi tidak perlu membangun jalur khusus berupa rel, tetapi bisa memanfaatkan jalan aspal yang sudah ada. Namun kelemahannya adalah tidak memenuhi kriteria sebagai angkutan cepat apabila jalurnya tidak terpisah dari lalu lintas lainnya. Sistem transportasi ART ini sudah diuji coba di IKN (Ibu Kota Nusantara). 

Situasi yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Kota Bandung. Dilansir kompas.com, pembangunan LRT Bandung akan mulai dilakukan pada tahun 2027. Padahal wacananya sudah ada sejak lama. Rencana pembangunan LRT Bandung sudah muncul di media sejak tahun 2015 silam. Bahkan sempat muncul informasi kalau pembangunan LRT Bandung akan mulai dilakukan pada tahun 2016. Namun kenyataannya jauh panggang dari api. Sampai detik ini belum ada secuilpun pembangunan LRT di Kota Bandung. Malahan justru kereta cepat Jakarta-Bandung yang lebih dulu terwujud. Padahal anggaran pembangunannya jauh lebih mahal dibandingkan pembangunan LRT atau MRT

Selain Surabaya dan Bandung, juga sempat muncul wacana pembangunan LRT dibeberapa kota lainnya di Indonesia. Diantaranya adalah Kota Makassar dan Medan. Untuk Kota Makassar, semenjak mundurnya pihak Kalla Group dalam proyek monorel, sudah tidak ada lagi muncul wacana pembangunan LRT di sana. Sementara itu pembangunan LRT di Kota Medan juga tidak ada kejelasan. Padahal kota-kota metropolitan seperti Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan sudah selayaknya memiliki sistem transportasi angkutan cepat. 

Sampai sekarang masih menjadi tanda tanya besar mengapa begitu sulitnya membangun angkutan cepat di Indonesia. Bahkan untuk kota sekelas Jakarta yang sudah memiliki populasi diatas 10 juta jiwa, baru memiliki angkutan cepat pada tahun 2019. Kalau situasi seperti ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin transportasi Indonesia kedepannya akan semakin tertinggal. 

Bagikan Postingan Ini:

5 Kota dengan Perekonomian Terbesar di Indonesia Timur

Kawasan timur Indonesia dikenal sebagai wilayah yang belum maksimal tersentuh oleh pembangunan. Itulah sebabnya wilayah timur Indonesia cenderung lebih tertinggal dibandingkan wilayah barat Indonesia. Hal ini sebenarnya bukan tanpa alasan. Salah satu penyebab kurangnya pembangunan di wilayah timur Indonesia dikarenakan populasi penduduk di sana yang relatif sedikit. Dengan demikian aktivitas perekonomian di sana juga relatif kecil sehingga membuat pembangunan cenderung lambat. 

Seiring berjalannya waktu pemerintah Indonesia mulai serius melakukan pembangunan di wilayah timur Indonesia. Saat ini pemerintah mencoba memaksimalkan pusat-pusat perekonomian di wilayah timur Indonesia. Contohnya adalah Kota Makassar yang merupakan kekuatan ekonomi utama di wilayah timur Indonesia. 

Kota Makassar, kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia
ilustrasi Kota Makassar, kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia (ef.co.id) 

Namun pada tulisan kali ini tidak hanya mengulas tentang Kota Makassar, tetapi juga kota-kota lainnya yang memiliki perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia. Lebih tepatnya 5 kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia. Berikut adalah ulasannya. 

1. Makassar

Makassar merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Selatan. Kota ini menjadi satu-satunya area metropolitan di kawasan timur Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik, populasi Kota Makassar untuk tahun 2023 telah menyentuh 1.474.393 jiwa. 

Kota Makassar beserta daerah penyangganya memiliki area metropolitan yang bernama Mamminasata. Mamminasata merupakan akronim dari Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar, dan Pangkep. 

Besaran perekonomian suatu kota diukur berdasarkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). PDRB Kota Makassar mampu menyaingi kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Medan dan Semarang. Menurut Badan Pusat Statistik, Kota Makassar memiliki PDRB yang mencapai Rp226,903 triliun dan merupakan kota dengan PDRB terbesar di kawasan timur Indonesia. Penopang utama perekonomian Makassar adalah sektor perdanganan, jasa, properti hingga kontruksi. 

2. Denpasar

Sebagai ibu kota dari Provinsi Bali, sektor pariwisata menjadi penopang utama perekonomian Kota Denpasar. Kota yang memiliki populasi 726.808 jiwa ini memiliki PDRB Rp 60,100 triliun. Dengan demikian menempatkan perekonomian Kota Denpasar terbesar kedua di kawasan timur Indonesia setelah Kota Makassar. Selain pariwisata, perekonomian Kota Denpasar juga ditopang oleh sektor pertanian, kelautan dan perikanan serta industri. 

3. Manado

Kota Manado memiliki PDRB yang mencapai Rp48,556 triliun. Dengan PDRB sebesar itu menempatkan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut berada pada posisi ketiga sebagai kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia. 

Manado merupakan kota dengan populasi terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar. Populasi penduduk dari Kota Manado untuk tahun 2023 adalah 458.582 jiwa. 

4. Jayapura

Selama ini banyak yang salah kaprah menganggap Jayapura sebagai kota yang miskin. Padahal dengan populasi 417.611 jiwa, Kota Jayapura mampu memiliki PDRB Rp37,797 triliun. PDRB Kota Jayapura adalah yang terbesar keempat di kawasan timur Indonesia. Sektor ekonomi unggulan Kota Jayapura diantaranya adalah industri pengolahan, perdangan, keuangan dll. Jayapura sendiri merupakan ibu kota dari Provinsi Papua. 

5. Palu

Posisi kelima kota dengan perekonomian terbesar di kawasan timur Indonesia dipegang oleh Kota Palu. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Tengah. PDRB Kota Palu menurut data Badan Pusat Statistik adalah Rp30,787 triliun. 

Berdasarkan data dan ulasan diatas, kelihatan kalau kota-kota dari Pulau Sulawesi mendominasi pada daftar. Hal ini tidak mengherankan karena Sulawesi merupakan pulau dengan populasi terbesar di kawasan timur Indonesia. 


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
Bagikan Postingan Ini:

Mungkinkah Kota Makassar Bisa Mengejar Shenzhen? Beginilah Perbandingan antara Kedua Kota

Makassar adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota ini berada di Pulau Sulawesi dan merupakan satu-satunya kota metropolitan di kawasan Indonesia timur. Karena memiliki potensi perekonomian yang relatif besar, pemerintah Indonesia berniat untuk menjadikan Kota Makassar bisa tumbuh seperti Kota Shenzhen di China. 

Kota Makassar, kota terbesar di kawasan timur Indonesia
ilustrasi Kota Makassar, Kota terbesar di kawasan Indonesia timur (terkini.id) 

Shenzhen sendiri merupakan salah satu kota dengan perkembangan paling pesat di China. Pada tahun 1953 Shenzhen masih berstatus sebagai desa. Status Shenzhen baru dinaikan sebagai kota pada tahun 1979. Sekarang Shenzen telah tumbuh menjadi kota dengan perekonomian yang lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Kota Shenzhen, salah satu kota dengan perkembangan terpesar di China
ilustrasi Kota Shenzhen, salah satu kota dengan perkembangan paling pesat di Negara China (cmn.com) 

Melihat kondisi Kota Makassar saat ini, butuh waktu yang sangat lama agar bisa tumbuh seperti Shenzhen. Namun kita akan mencoba melihat seberapa jauh perbedaan diantara kedua kota dengan membuat perbandingan dari beberapa sektor. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Makassar vs Shenzhen. 


Populasi

Secara populasi Kota Makassar kalah jauh bila dibandingkan dengan Shenzhen. Bahkan Kota Shenzhen memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Jakarta. Untuk tahun 2020 saja, populasi Kota Shenzhen sudah mencapai 17,56 juta jiwa. Bagaikan bumi dan langit bila kita bandingkan dengan Populasi Kota Makassar. Kota Makassar untuk tahun 2023 memiliki populasi 1,474 juta jiwa. 


Wilayah

Kota Shenzhen memiliki wilayah yang sangat luas. Kalau dibandingkan dengan Kota Makassar jelas tidak ada apa-apanya. Luas wilayah dari Kota Shenzhen mencapai 1.748 km². Jauh lebih luas daripada Kota Makassar yang memiliki wilayah seluas 175,8 km². Jadi luas Kota Shenzhen hampir 10 kali lipat luas wilayah Kota Makassar. 


PDB

PDB atau Produk Domestik Bruto adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu. Secara garis besar, angka PDB bisa menjadi gambaran besaran perekonomian suatu wilayah. 

Shenzhen memiliki PDB yang jauh lebih besar dibandingkan Makassar. Jangankan dibandingkan dengan Makassar, dibandingkan dengan Jakarta sekalipun masih lebih besar PDB Shenzhen. PDB Shenzhen tercatat mencapai $482 miliar. Bandingkan dengan PDB Kota Makassar yang hanya mencapai $14, 886 miliar. 

Pendapatan per kapita

Shenzhen memiliki pendapatan per kapita yang relatif besar bila dibandingkan dengan Makassar. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya aktivitas perekonomian dan pesatnya perkembangan Kota Shenzhen. Bahkan pendapatan per kapita Shenzhen lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Pendapatan per kapita Kota Shenzhen mencapai $27.705. Angka tersebut hampir mencapai tiga kali lipat pendapatan per kapita Kota Makassar. Pendapatan per kapita Kota Makassar berada diangka $10.232. 

Infrastruktur

Shenzhen dikenal sebagai kota terdepan dalam hal inovasi teknologi di lembah silikon China. Hal ini menjadikan berbagai perusahaan berbasis teknologi dari China dan mancanegara menjadikan Shenzhen sebagai pilihan untuk investasi. Besarnya investasi juga berimbas terhadap perkembangan infrastruktur Shenzhen. 

Makassar tentunya masih kalah jauh dibandingkan Shenzhen dalam hal infrastruktur. Contohnya saja dalam hal transportasi. Shenzhen telah memiliki 12 jalur MRT (Mass Rapid Transit) dengan total panjang lintasan 419 km. Sementara itu Kota Makassar belum memiliki satupun jalur MRT. 

Shenzhen juga dikenal sebagai kota yang banyak memiliki mobil listrik. Untuk tahun 2023, 70% mobil yang beroperasi di Kota Shenzhen merupakan mobil listrik. 

Pencakar langit

Untuk kota-kota di Asia, pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit bisa menjadi patokan pesatnya geliat perekonomian di kota yang bersangkutan. Shenzhen merupakan salah satu kota dengan jumlah pencakar langit terbanyak di dunia. Dari seluruh kota di dunia, hanya Hongkong yang memiliki pencakar langit lebih banyak dibandingkan Shenzhen. Untuk Kota Makassar sendiri tidak masuk dalam daftar 100 kota pemilik pencakar langit terbanyak di dunia. 

Dari semua indikator diatas, sangat jauh perbedaan antara Kota Makassar dengan Shenzhen. Bahkan Shenzhen masih sedikit lebih unggul dibandingkan Jakarta. Jadi agar Kota Makassar seperti Shenzhen, tidak cukup hanya dengan waktu 10 atau 20 tahun. Kemungkinan besar butuh waktu hingga diatas 50 tahun. Itupun hanya untuk mengejar kota Shenzhen yang seperti sekarang. 


Referensi :

  • https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240227172108-532-1067941/jokowi-ingin-ubah-makassar-dan-sekitarnya-mirip-shenzhen-china
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Shenzhen
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Makassar

Bagikan Postingan Ini:

5 Keuntungan Memindahkan Pusat Pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke IKN

Pulau Kalimantan dipilih oleh pemerintah Indonesia sebagai lokasi untuk ibu kota baru Indonesia. Pemerintah Indonesia menamai ibu kota baru tersebut dengan nama IKN atau Ibu Kota Nusantara. Hadirnya IKN disebut-sebut akan memberikan dampak positif terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia.

Sebelumnya status ibu kota Indonesia dipegang oleh Kota Jakarta. Selain berstatus sebagai ibu kota negara, Jakarta juga memegang status sebagai kota terbesar di Indonesia. Jakarta akan tetap menjalankan roda pemerintahan Indonesia sebelum adanya keputusan presiden (kepres) tentang penetapan pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN. 

Upacara bendera pertama di IKN dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia
ilustrasi pelaksanaan upacara bendera HUT kemerdekaan Indonesia di IKN (setneg.go.id) 

Beberapa pihak memandang skeptis terhadap penetapan IKN sebagai ibu kota Indonesia. Ada yang mengatakan IKN sepi investor, proyek mangkrak dll. Padahal sebenarnya ada beberapa keuntungan apabila ibu kota Indonesia dipindahkan ke IKN. Setidaknya ada 5 keuntungan bagi Indonesia apabila pusat pemerintahan dipindahkan ke IKN. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 5 keuntungan memindahkan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke IKN. 


Mengurai kepadatan penduduk Kota Jakarta

Selama ini pembangunan di Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta. Itulah yang menyebabkan perkembangan Kota Jakarta jauh lebih signifikan dibandingkan kota lainnya di Indonesia. Hal ini juga berdampak terhadap pertumbuhan penduduk Kota Jakarta yang melonjak tajam. 

Berdasarkan data dari situs resmi Badan Pusat Statistik, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 sudah menyentuh 10.672.100 jiwa. Dengan demikian Jakarta merupakan satu-satunya Kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta jiwa. 

Besarnya jumlah populasi menimbulkan berbagai masalah seperti kemacetan, kesembrawuran dan permasalahan sosial. Dengan adanya IKN, kepadatan penduduk di Kota Jakarta bisa sedikit berkurang. Jakarta juga akan terbebas dari kesibukan urusan kenegaraan. Para pejabat, ASN pemerintah pusat dan perwakilan negara-negara sahabat otomatis akan angkat kaki dari Kota Jakarta. 

Mengakselerasi pembangunan di Pulau Kalimantan

Kalimantan dikenal sebagai pulau yang kaya akan sumber daya alam. Meskipun kaya, namun pembangunan di Pulau Kalimantan belum terlalu maksimal. Masih kalah bila dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Sumatera. 

Adanya IKN akan mempercepat pembangunan di Pulau Kalimantan. Tentunya pemerintah Indonesia akan memaksimalkan konektivitas antara IKN dengan kota-kota lainnya di Pulau Kalimantan. Jadi IKN tidak menjadi kota yang terisolasi. 

Sebelum adanya IKN, sejumlah proyek infrastruktur di Pulau Kalimantan hanya sebatas wacana. Contohnya adalah infrastruktur rel kereta api. Namun setelah adanya IKN, upaya untuk mewujudkan hadirnya rel kereta api di Pulau Kalimantan mendekati kenyataan. Dilansir  cnbcindonesia.com, beberapa proyek rel kereta api yang berkaitan dengan IKN akan dimulai tahun 2025. Ada 4 proyek rel kereta api yang akan dibangun, yaitu kereta bandara, kereta Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), perkotaan di dalam Kalimantan dan intercity

Mewujudkan ibu kota negara yang aman dan nyaman

Jakarta dengan segala permasalahannya tentunya bukanlah kota yang ideal sebagai ibu kota negara. Ibu kota negara harusnya memberikan rasa yang nyaman dan jauh dari segala permasalahan. Karena itulah IKN yang sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia hanya difokuskan sebagai pusat pemerintah saja. Untuk urusan bisnis kemungkinan akan diarahkan ke daerah penyangga seperti Balikpapan. 

Hal ini tentunya memiliki situasi yang berbeda dengan Kota Jakarta. Saat ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia, Kota Jakarta juga tumbuh menjadi kota bisnis utama di Indonesia. Hal ini membuat Kota Jakarta tumbuh menjadi kota metropolitan dengan segala permasalahannya. Belajar dari hal tersebut, pemerintah Indonesia tidak ingin melakukan kesalahan serupa. Makanya IKN hanya akan diperuntukan sebagai pusat pemerintahan. 

Memecah konsentrasi musuh apabila menyerang Indonesia

Menjadikan Jakarta sebagai kota bisnis dan IKN sebagai pusat pemerintahan merupakan langkah yang tepat bagi Indonesia. Seandainya ada negara musuh ingin menyerang Indonesia, fokus mereka akan terpecah. Apakah mereka harus menyerang IKN yang merupakan roda penggerak pemerintahan, atau menyerang Jakarta yang menjadi pusat perekonomian utama di Indonesia. Apabila ingin menyerang keduanya tentunya akan memerlukan biaya yang lebih besar bagi musuh. 

Meningkatkan daya tawar Indonesia di Pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan dimiliki oleh 3 negara sekaligus, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Selama ini wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan dianggap lebih tertinggal dibandingkan wilayah Malaysia dan Brunei, terutama di perbatasan. Dengan adanya IKN, tentunya posisi Indonesia lebih diperhitungkan lagi. Apalagi akan ada sejumlah pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menopang IKN sebagai ibu kota negara. 

Daya tawar Indonesia di Pulau Kalimantan akan lebih meningkat setelah adanya IKN. Negara seperti Malaysia tentunya akan berpikir dua kali apabila ingin melakukan sengketa wilayah dengan Indonesia di Pulau Kalimantan. 
Bagikan Postingan Ini:

Bekasi vs Depok vs Tangerang, Tiga Kota Terbesar Penyangga Jakarta

Jakarta adalah kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Kota ini memiliki area metropolitan yang dikenal dengan nama Jabodetabek atau Jakarta Raya. Wilayah Jabodetabek terdiri dari kota Jakarta, kota Bogor, kota Depok, kota Tangerang, kota Tangerang Selatan, kota Bekasi, kabupaten Bogor, kabupaten Tangerang, dan kabupaten Bekasi. Posisi Jakarta merupakan sebagai kota inti, sedangkan wilayah-wilayah lainnya merupakan penyangga bagi kota Jakarta.

Peta area metropolitan Jabodetabek
ilustrasi peta area metropolitan Jabodetabek (nafas.co.id) 

Dari semua wilayah penyangga Jakarta, terdapat 5 wilayah yang memiliki status sebagai kota otonom. Diantara 5 Kota otonom tersebut, status 3 kota terbesar dipegang oleh Kota Bekasi, Depok dan Tangerang. Kota Bekasi dan Depok berada di Provinsi Jawa Barat, sedangkan Kota Tangerang berada di Provinsi Banten. 

Tentunya masih banyak diantara para pembaca yang belum mengetahui seperti apa kondisi diantara ketiga tersebut. Untuk itu pada tulisan kali ini akan diulas tentang perbandingan antara Kota Bekasi vs Depok vs Tangerang. Tentunya ini akan menjadi perbandingan yang menarik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Bekasi, Depok dan Tangerang yang dilihat berdasarkan beberapa indikator. 


Populasi

Bekasi, Depok dan Tangerang sama-sama memiliki populasi yang relatif besar. Namun diantara ketiga kota tersebut, Kota Bekasi memiliki populasi yang paling besar. Menurut data dari  Badan Pusat Statistik, populasi Kota Bekasi untuk tahun 2020 adalah 3.075.690 jiwa. Kota Depok berada diposisi kedua dengan populasi penduduk 2.484.186 jiwa. Posisi terakhir dipegang oleh Kota Tangerang dengan populasi penduduk 1.930.556 jiwa. 

Wilayah

Bekasi tidak hanya lebih besar dalam hal populasi, tetapi juga lebih besar dari segi luas wilayah bila dibandingkan dengan Depok dan Tangerang. Luas wilayah dari Kota Bekasi adalah 210,5 km². Untuk posisi kedua dipegang oleh Kota Depok dengan luas wilayah 200,5 km². Selanjutnga adalah Kota Tangerang yang memiliki wilayah seluas 165,5 km².

PDRB

PDRB adalah singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Angka PDRB dihasilkan berdasarkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu kota pada periode tertentu. Tingginya angka PDRB menentukan seberapa besar kekuatan ekonomi suatu kota. Diantara ketiga kota diatas, status kota dengan PDRB terbesar dipegang oleh Kota Tangerang.  PDRB dari Kota Tangerang tercatat mencapai Rp206,697 triliun. Posisi kedua dipegang oleh Kota Bekasi dengan PDRB Rp118,963 triliun. Selanjutnga ada Kota Depok diposisi terakhir yang memiliki PDRB Rp87,569 triliun. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator yang biasa dipakai untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. Kota Tangerang tercatat memiliki pendapatan per kapita yang jauh lebih besar dibandingkan Bekasi dan Depok. Pendapatan per kapita Kota Tangerang berada diangka Rp105,916 juta. Posisi kedua adalah Kota Bekasi yang memiliki pendapatan per kapita Rp45,281 juta. Selanjutnya ada Kota Depok dengan pendapatan per kapita Rp40,817 juta. 

Infrastruktur

Sebagai penyangga Kota Jakarta, infrastruktur dari ketiga kota yang sedang dibahas berkaitan erat dengan Kota Jakarta. Contohnya adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta di Kota Tangerang. Meski berada di Kota Tangerang, Bandara Internasional Soekarno Hatta menjadi salah satu pintu masuk utama menuju Kota Jakarta. 

Kota Bekasi memiliki infrastruktur yang cenderung lebih berkembang daripada dua kota lainnya. Akses transportasi antara Kota Bekasi dengan Kota Jakarta lebih lengkap dibandingkan Depok dan Tangerang. Antara Kota Bekasi dengan Jakarta sudah terhubung dengan jalan tol, KRL (Kereta Rel Listrik), dan LRT (Light Rail Transit). Kedepannya antara Kota Jakarta dengan Kota Bekasi juga akan terhubung dengan MRT (Mass Rapid Transit). 

APBD

APBD adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kota Bekasi tercatat memiliki APBD untuk tahun 2024 mencapai Rp6,3 triliun. Denga demikian Kota Bekasi memiliki APBD yang lebih besar dibandingkan 2 kota lainnya. Posisi kedua ada Kota Tangerang yang memiliki APBD Rp5,38 triliun. Terakhir Kota Depok yang memiliki APBD Rp4,2 triliun. Semakin besar APBD, semakin leluasa Kota tersebut dalam mengelola pembangunan. 

Indeks Pembangunan Manusia

Kualitas sumber daya manusia sangat penting dalam mendukung kemajuan suatu kota. Melalui angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sedikit banyaknya bisa dijadikan patokan kualitas sumber daya manusia di suatu kota. Dari ketiga kota yang sedang dibahas, Kota Bekasi tercatat memiliki angka IPM yang paling tinggi. Kota Bekasi memiliki IPM yang mencapai 83,03. Selanjutnya diposisi kedua ada Kota Depok yang memiliki IPM 82,38. Terakhir adalah Kota Tangerang yang memiliki IPM 79,46.

Bila kita berpatokan pada semua indikator diatas, harus diakui kalau Kota Bekasi lebih unggul dibandingkan Depok dan Tangerang. Ini bisa menjadi gambaran bahwa Kota Bekasi cenderung lebih berkembang. Namun yang patut dicermati adalah, Kota Tangerang mendominasi untuk sektor yang perkaitan dengan perekonomian. Dengan demikian bisa jadi masyarakat Tangerang lebih sejahtera dibandingkan Bekasi dan Depok. 



Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://news.detik.com/berita/d-7535316/jokowi-yakin-proyek-mrt-bekasi-jakbar-bakal-dukung-jakarta-jadi-kota-global

Bagikan Postingan Ini:

Status Kota Terbaik di Indonesia Layak Dinobatkan untuk Kota Batam

Batam adalah kota Terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Menurut data Badan Pusat Statistik, populasi penduduk dari Kota Batam untuk tahun 2020 mencapai 1.196.396 jiwa. Di wilayah Sumatera, hanya Kota Medan dan Palembang yang memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Kota Batam. 

Kota Batam, kota terbaik di Indonesia
ilustrasi Kota Batam, salah satu kota dengan perkembangan terpesat di Indonesia (youtube.com/@travelersbatam) 

Boleh dibilang Batam merupakan salah satu kota di Indonesia yang paling banyak memiliki keunggulan. Dengan segala keunggulan tersebut, Batam layak dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia. Apa saja keunggulan Kota Batam dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia? Berikut asalah ulasannya satu per satu. 


Berada di lokasi yang strategis

Rasanya tidak ada kota lain di Indonesia yang memiliki lokasi yang lebih strategis dibandingkan Kota Batam. Kota Batam berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Dari Batam kita dapat melihat langsung pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura. Kawasan perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura ini dijuluki juga dengan istilah Segitiga Emas ASEAN. 

Memiliki perencanaan pembangunan yang matang

Umumnya kota-kota di Indonesia memiliki rencana pembangunan yang tak jelas. Hal ini menyebabkan penataan kota menjadi sembrawut yang menimbulkan berbagai permasalahan. Contohnya menyebabkan terjadinya campur aduk antara kawasan komersil dengan pemukiman. 

Kota Batam cukup baik dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Jadi cukup jelas zonasinya antara kawasan pemukiman dengan pusat bisnis dan komersil. Contohnya adalah kawasan Batam Center yang sukses dikembangkan sebagai pusat bisnis terpadu. Kawasan ini dikelola dengan baik sehingga benar-benar diperuntukan untuk bisnis dan tidak campur aduk dengan pemukiman masyarakat. 

Dari awal dibangun, Kota Batam memang sudah dipersiapkan menjadi kota metropolitan. Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur di Kota Batam yang tidak hanya dipersiapkan untuk masa sekarang. Contohnya adalah jarak antara bangunan dengan jalan raya yang sudah diatur sedemikian rupa. Jadi apabila akan dilakukan pelebaran jalan di masa mendatang, pemerintah tidak perlu repot-repot membebaskan lahan atau menghancurkan bangunan. 

Salah satu bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia

Hanya ada 4 daerah di Indonesia yang menjadi bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) di Indonesia. Ke-4 daerah tersebut adalah Sabang, Batam, Bintan dan Karimun. Sebagai bagian dari KPBPB, ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Kota Batam. 

Keistimewaan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas adalah harga barang-barang di sana yang relatif murah dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Hal ini dikarenakan barang-barang yang masuk ke Kota Batam bebas dari beberapa jenis pajak, seperti bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPBM), dan cukai. Berbagai keringanan pajak tersebut berimbas terhadap pesatnya perkembangan sektor perdagangan, jasa, dan manufaktur di Kota Batam. 

Memiliki pendapatan per kapita yang relatif besar

Pendapatan per kapita Kota Batam relatif lebih besar bila dibandingkan dengan mayoritas Kota di Indonesia. Diantara kota-kota metropolitan yang memiliki populasi diatas 1 juta jiwa, hanya Kota Jakarta dan Surabaya yang memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Batam.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pendapatan per kapita Kota Batam untuk tahun 2023 mencapai Rp171,968 juta. Angka tersebut jauh melebihi pendapatan per kapita nasional yang berada diangka Rp75 juta. Sekedar informasi, pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. 

Sektor pariwisata yang relatif berkembang 

Batam adalah kota paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara setelah Bali dan Jakarta. Selain karena dipengaruhi oleh lokasi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, banyaknya kunjungan wisatawan juga dipengaruhi oleh potensi pariwisata Kota Batam yang relatif besar. 

Sebagai sebuah kota pulau, Batam dianugerahi berbagai pantai yang indah. Dintaranya adalah Pantai Nongsa, Pantai Marina, Pantai Sekilak, Pantai Tanjung Pinggir dll. Selain wisata alam, banyak berbagai jenis objek wisata lainnya di Kota Batam. Contohnya adalah Nagoya Hill bagi yang ingin menikmati wisata belanja, atau Kampung Pengungsian Vietnam bagi yang ingin wisata sejarah. 

Rasanya tidak berlebihan kalau Batam layak dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia dengan segala keunggulan yang dimiliki. Walaupun harus diakui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki dari Kota Batam. Misalnya sektor transportasi dan pendidikan. 


Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://batampos.jawapos.com/berita/2424062916/anggota-dewan-sebut-mutu-pendidikan-di-batam-menurun
  • https://jdih.maritim.go.id/kawasan-perdagangan-bebas-dan-pelabuhan-bebas
  • https://ytprayeh.com/politik/p-c16680564381248/segitiga-emas-batam-malaka-dan-singapura


Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Singapura, Perbandingan Dua Kekuatan Ekonomi Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta adalah kota terbesar yang ada di Indonesia saat ini. Kota Jakarta tidak hanya terbesar di Indonesia dalam hal populasi, tetapi juga terbesar dalam hal perekonomian. Bahkan perekonomian kota Jakarta adalah yang terbesar kedua di Asia Tenggara. 

Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia (asiatoday.id) 

Dari semua kota di Asia Tenggara, hanya Singapura yang memiliki perekonomian lebih besar dibandingkan Jakarta. Besarnya perekonomian Singapura disebabkan karena letaknya yang strategis serta kerja keras pemerintahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Saat ini Singapura satu-satunya wilayah di Asia Tenggara yang berstatus sebagai negara maju. Sekedar informasi, Singapura adalah sebuah negara yang hanya terdiri dari satu kota. 

Kota Singapura, kota dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara
ilustrasi Kota Singapura, kota dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara (engadget.com) 

Namun bagaimana jadinya kalau kedua kota tersebut dibandingkan dari berbagai aspek? Untuk itu pada tulisan kali ini akan dibuat sejumlah perbandingan antara Kota Jakarta vs Singapura. Penasaran seperti apa hasilnya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Jakarta vs Singapura. 


Populasi

Populasi adalah faktor utama dalam terbentuknya sebuah kota. Umumnya suatu wilayah dikategorikan sebagai kota apabila memiliki populasi yang relatif besar. Kalau melihat berdasarkan jumlah populasi penduduk, Kota Jakarta lebih unggul dibandingkan Kota Singapura. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Sementara itu populasi Kota Singapura di tahun yang sama adalah 5.789.090.


Wilayah

Seperti yang dibahas sebelumnya, Singapura adalah sebuah negara yang terdiri dari 1 kota. Jadi luas wilayah Kota Singapura mencakup seluruh luas wilayah Negara Singapura. Singapura tercatat memiliki wilayah dengan luas 734,3 km². Angka tersebut lebih besar dibandingkan luas wilayah Kota Jakarta. Luas wilayah dari Kota Jakarta adalah 661,5 km².

Produk Domestik Bruto

Produk Domestik Bruto atau PDB adalah indikator yang biasa dipakai untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Jakarta dan Singapura adalah 2 kota yang memiliki PDB terbesar di Asia Tenggara. Posisi pertama kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara dipegang oleh Singapura. PDB dari Kota Singapura tercatat mencapai US$525,228. Sementara itu posisi kedua dipegang oleh Kota Jakarta dengan PDB yang berada diangka US$225,88 miliar. Jadi secara PDB, Singapura lebih unggul dibandingkan Jakarta. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk yang diukur berdasarkan angka PDB dibagi dengan populasi penduduk. Singapura memiliki PDB yang lebih besar daripada Jakarta, namun memiliki populasi yang lebih kecil. Dengan demikian, Singapura memiliki pendapatan per kapita yang jauh lebih besar dibandingkan Jakarta. 

Singapura tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$88,447 ribu. Jauh diatas pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka US$21,2 ribu. Angka pendapatan per kapita dapat dijadikan indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. 

Infrastruktur

Harus diakui infrastruktur Kota Jakarta semakin berbenah dalam beberapa tahun ini. Namun bila dibandingkan dengan Singapura, Jakarta masih cukup jauh tertinggal. Singapura adalah pemilik bandara terbaik di Asia Tenggara. Bandara tersebut dikenal dengan nama Cangi International Airport. Singapura juga pemilik pelabuhan terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia yang bernama Port of Singapura. 

Belum lagi kalau kita lihat berdasarkan sistem transportasi perkotaan. Contohnya saja adalah sistem transportasi MRT (Mass Rapid Transif). Singapura tercatat telah memiliki 8 jalur MRT dengan panjang lintasan 241 km. Sementara itu Kota Jakarta baru memiliki 1 jalur MRT dengan panjang lintasan 15,7 km. 

Pencakar langit 

Sebenarnya kehadiran gedung pencakar langit tidak selalu berbanding lurus dengan kemajuan suatu kota. Namun gedung pencakar langit bisa menjadi gambaran tingginya aktivitas perekonomian di suatu Kota. Apalagi Jakarta dan Singapura merupakan kota yang sama-sama bertabur gedung pencakar langit. Jadi tidak ada salahnya bila kita bandingkan jumlah gedung pencakar langit dari kedua kota tersebut. 

Jakarta memiliki jumlah pencakar langit yang lebih banyak dibandingkan Singapura. Menurut situs skyscrapercenter.com, Kota Jakarta memiliki 114 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. Sementara itu Kota Singapura memiliki 98 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. 

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia suatu kota. Hal ini karena IPM diukur berdasarkan kemampuan suatu kota dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakatnya. Contohnya seperti sanitasi, kesehatan, pendidikan dll. 

Singapura tercatat sebagai kota yang memiliki IPM yang sangat tinggi. IPM dari Kota Singapura tercatat mencapai 
0,949. Walaupun masih dibawah Singapura, namun IPM Kota Jakarta sudah cukup tinggi yang berada diangka 0,836. 

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau kondisi Kota Jakarta cukup jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Singapura. Singapura unggul dalam hal yang berkaitan dengan perekonomian dan infrastruktur perkotaan. Sementara itu Kota Jakarta hanya unggul dalam hal kuantitas, seperti populasi penduduk dan jumlah gedung pencakar langit. 


Referensi :
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.businesstoday.in/latest/economy/story/here-are-10-fastest-growing-major-economies-in-the-last-10-years-444722-2024-09-06
  • https://www.cnbc.com/2024/04/18/skytrax-names-best-airports-of-2024-singapores-changi-no-longer-no-1.html
  • https://en.m.wikipedia.org/wiki/Mass_Rapid_Transit_(Singapore)







Bagikan Postingan Ini:

8 Gedung Tertinggi di Kota Manado, Salah Satunya Memiliki 28 Lantai

Manado adalah kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Kota Makassar. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Kota Manado memiliki populasi 460.430 jiwa dan luas wilayah 157,3 km².

Sebagai kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi, tentunya aktivitas ekonomi di Kota Manado juga relatif besar. Salah satunya dapat dilihat dari kehadiran gedung-gedung tinggi di kota ini yang selalu bertambah. 

Dengan semakin banyaknya gedung-gedung tinggi di Kota Manado, pada tulisan kali ini kita mencoba merangkum daftar gedung-gedung tinggi di Kota Manado. Lebih tepatnya adalah 8 gedung tertinggi di Kota Manado. Apa saja gedung-gedung yang masuk dalam daftar? Berikut adalah ulasannya.


1. Tamansari Lagoon Manado

Tamansari Lagoon Manado, gedung tertinggi di Kota Manado yang memiliki 28 lantai
ilustrasi Tamansari Lagoon Manado, gedung tertinggi di Kota Manado (wika.co.id) 

Tamansari Lagoon Manado adalah gedung tertinggi di Kota Manado untuk saat ini. Gedung ini merupakan sebuah bangunan apartemen dan condotel. Tamansari Lagoon Manado ini memiliki ketinggian 112 m yang terdiri dari 28 lantai. Gedung ini juga merupakan salah satu gedung tertinggi di Pulau Sulawesi. 

Lokasi dari gedung ini berada di kawasan malalayang dan dekat dengan bibir pantai. Tamansari Lagoon Manado adalah sebuah proyek high rise milik PT Wika Realty. Lokasinya berjarak sekitar 14,95 km dari Bandara Internasional Sam Ratulangi. 

2. Four Points by Sheraton Manado

Posisi gedung tertinggi kedua di Kota Manado dipegang oleh Four Points by Sheraton. Gedung ini merupakan sebuah hotel bintang 4. Melalui gedung ini kita dapat menikmati pemandangan laut yang memukau. 

Gedung ini hanya berjarak 2,5 km dari pusat Kota Manado. Four Points by Sheraton berada persis di pusat perbelanjaan Manado Town Square 3. Sebagai gedung tertinggi kedua di Kota Manado, Four Points by Sheraton memiliki 15 lantai. 

3. Ibis Hotel 

Ibis Hotel adalah sebuah bangunan yang terdiri dari 14 lantai. Dengan demikian, Ibis Hotel menempati posisi ketiga sebagai gedung tertinggi di Kota Manado. Ibis Hotel merupakan sebuah hotel bintang 3.

Ibis Hotel barada di wilayah Sario Utara, Lingkungan 3, Kota Manado. Hanya butuh waktu 2 menit dari Ibis Hotel untuk menjangkau kawasan Manado Town Square. 

4. Aryaduta Manado

Aryaduta Manado adalah sebuah hotel bintang 4 yang menghadap langsung ke Teluk Manado. Gedung ini merupakan bangunan tertinggi keempat di Kota Manado. Lokasinya di kawasan Boulevard Manado dan terhubung kangsung ka Siloam Hospital

Bangunan dari Aryaduta Manado ini terdiri dari 12 lantai. Jaraknya cukup dekat dengan Megamas Manado dan hanya butuh waktu 5 menit dengan berjalan kaki. 

5. Swiss-Belhotel Maleosan

Swiss-Belhotel Maleosan berada di area ekowisata dan area bisnis di Jalan Jenderal Sudirman. Gedung ini terdiri dari 12 lantai dan merupakan gedung tertinggi kelima di Kota Manado. 

Swiss-Belhotel Maleosan adalah sebuah hotel bintang 4. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menjangkau Swiss-Belhotel dari Bandara Internasional Sam Ratulangi. 

6. Hotel Gran Puri

Hotel Gran Puri adalah salah satu hotel bintang 4 di Kota Manado. Hotel ini berada di Kecamatan Sario, Kota Manado. Hotel Gran Puri berada di lokasi strategis dan hanya 9 menit dari Gedung Grand Merciful. Jumlah lantai yang dimiliki oleh Hotel Gran Puri adalah 12 dan merupakan gedung tertinggi keenam di Kota Manado. 

7. Fakultas Hukum Unsrat

Posisi gedung tertinggi ketujuh di Kota Manado dipegang oleh Fakultas Hukum Unsrat. Jumlah lantai yang dimiliki oleh gedung ini sama seperti Hotel Gran Puri, yaitu 12 lantai. Fakultas Hukum Unsrat merupakan satu-satunya gedung non komersil yang ada pada daftar. Sesuai dengan namanya, gedung Fakultas Hukum Unsrat ini difungsikan sebagai pusat kegiatan belajar dan mengajar untuk mahasiswa jurusan hukum di Universitas Sam Ratulangi. 

8. Luwansa Hotel

Luansa Hotel menduduki posisi kedelapan atau terakhir dalam daftar 8 gedung tertinggi di Kota Manado. Gedung ini merupakan sebuah hotel bintang 4. Gedung Luwansa Hotel terdiri dari 12 lantai. Lokasinya berada di Kecamatan Tikala, Kota Manado. 


Referensi :

  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_bangunan_tertinggi_di_Manado
  • https://www.skyscrapercenter.com/city/manado

Bagikan Postingan Ini:

4 Ibu Kota Provinsi di Pulau Sumatera yang Memiliki Rel Kereta Api

Sumatera dikenal sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau ini memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Itulah sebabnya infrastruktur di Pulau Sumatera cukup diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya asalah infrastruktur rel kereta api. 

Saat ini hanya ada 3 pulau besar di Indonesia yang memiliki rel kereta api. Pulau Sumatera adalah salah satunya. Hanya saja infrastruktur rel di Pulau Sumatera belum semasif di Pulau Jawa. 

Semua ibu kota provinsi di Pulau Jawa sudah terhubung dengan jalur kereta api. Namun untuk di Pulau Sumatera, hanya 4 ibu kota provinsi yang sudah memiliki jalur rel kereta api. Penasaran apa saja kota-kota tersebut? Untuk lebih detailnya, berikut adalah ulasan tentang 4 ibu kota provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki rel kereta api. 

1. Medan

Kereta api bandara melintasi rel layang di Kota Medan
ilustrasi kereta bandara sedang melintasi rel layang di Kota Medan (karosatuklik.com) 

Medan adalah kota terbesar di Pulau Sumatera dan sekaligus merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa. Infrastruktur di Kota Medan salah satu yang terbaik di Indonesia untuk saat ini, termasuk infrastruktur rel kereta api. Medan merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki kereta bandara. Kereta bandara ini menghubungkan Stasiun Medan dengan Stasiun Bandara Internasional Kuala Namu. Stasiun Medan merupakan stasiun utama yang menghubungkan Kota Medan dengan berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Utara. 

Jalur kereta api yang ada di Kota Medan saat ini baru menjangkau kota-kota lain di Provinsi Sumatera Utara. Jadi belum ada jalur kereta api di sana yang menjangkau lintas provinsi. Walaupun demikian, berbagai jenis layanan kereta api sudah terdapat di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut. Diantaranya adalah kereta Lin Sri Lelawangsa yang merupakan sebuah layanan kereta komuter dan bandara, serta Siantar Ekspres yang merupakan layanan kereta lokal yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Pematang Siantar. 

Selain itu juga terdapat kereta api Sribilah Utama, Sribilah Fakultatif, dan Deli Putri yang merupakan layanan kereta api jarak jauh. Kereta Sribilah menghubungkan Kota Medan dangan Rantau Prapat di Kabupaten Labuhanbatu, sementata kereta Deli Putri menghubungkan Kota Medan dengan Kota Tanjungbalai. Karena cukup banyaknya layanan kereta api di Kota Medan, pemerintah akhirnya membangun rel layang yang terhubung dengan Stasiun Medan. 

2. Palembang

LRT Palembang satu-satunya angkutan cepat di Pulau Sumatera
ilustrasi LRT Palembang saat berada di stasiun (kompas.com)

Palembang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera. Stasiun utama di kota ini bernama Stasiun Kertapati. Saat ini Palembang satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang sudah memiliki LRT. LRT atau Light Rail Transit merupakan angkutan massal perkotaan berbasis rel listrik yang lintasannya dibuat khusus. Karena memiliki lintasan yang terpisah dari moda transportasi lain, LRT dapat beroperasi secara cepat dan aman. Hadirnya LRT ini juga menjadikan Palembang sebagai satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang memiliki kereta api listrik. 

Di Kota Palembang terdapat beberapa layanan kereta api antar kota. Diantaranya kereta Sindang Marga yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Lubuklinggau dan kereta Sriwijaya yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Bandar Lampung. Jadi terdapat layanan kereta api lintas provinsi yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Bandar Lampung. 

Ada juga layanan kereta barang yang menghubungkan Kota Palembang dengan beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Selatan. Jenis angkutan barang yang terdapat di Kota Palembang adalah angkutan batubara, angkutan Semen Baturaja, dan angkutan BBM Pertamina. 

3.Bandar Lampung

Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung
ilustrasi Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung (republika.co.id) 

Stasiun Tanjung Karang merupakan stasiun utama dari Kota Bandar Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki beberapa layanan kereta api penumpang antar kota. Salah satunya tentunya kereta api Sriwijaya yang kita bahas sebelumnya. Layanan kereta api ini menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Kota Palembang. Selain itu juga ada kereta Kuala Stabas yang menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu. 

Kota Bandar Lampung juga memiliki layanan kereta api batubara yang disebut kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang). Layanan kereta api ini merupakan angkutan batu bara miliki PT Bukit Asam yang terdapat di Kabupaten Muara Enim. 

4. Padang

Kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau
ilustrasi kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau

Padang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Saat ini ada 2 layanan kereta api yang beroperasi secara reguler di Kota Padang. Pertama adalah kereta api Pariaman Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Pariaman. Kedua adalah kereta api Minangkabau Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).


Referensi :
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tanjungkarang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Medan
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Padang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Kertapati
  • https://www.google.com/amp/s/sumsel.idntimes.com/business/economy/amp/noer-suhasbi/5-fakta-babaranjang-angkutan-kereta-batu-bara-di-sumsel
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts