Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Sumatera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera. Tampilkan semua postingan

Status Kota Terbaik di Indonesia Layak Dinobatkan untuk Kota Batam

Batam adalah kota Terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Menurut data Badan Pusat Statistik, populasi penduduk dari Kota Batam untuk tahun 2020 mencapai 1.196.396 jiwa. Di wilayah Sumatera, hanya Kota Medan dan Palembang yang memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Kota Batam. 

Kota Batam, kota terbaik di Indonesia
ilustrasi Kota Batam, salah satu kota dengan perkembangan terpesat di Indonesia (youtube.com/@travelersbatam) 

Boleh dibilang Batam merupakan salah satu kota di Indonesia yang paling banyak memiliki keunggulan. Dengan segala keunggulan tersebut, Batam layak dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia. Apa saja keunggulan Kota Batam dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia? Berikut asalah ulasannya satu per satu. 


Berada di lokasi yang strategis

Rasanya tidak ada kota lain di Indonesia yang memiliki lokasi yang lebih strategis dibandingkan Kota Batam. Kota Batam berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Dari Batam kita dapat melihat langsung pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura. Kawasan perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura ini dijuluki juga dengan istilah Segitiga Emas ASEAN. 

Memiliki perencanaan pembangunan yang matang

Umumnya kota-kota di Indonesia memiliki rencana pembangunan yang tak jelas. Hal ini menyebabkan penataan kota menjadi sembrawut yang menimbulkan berbagai permasalahan. Contohnya menyebabkan terjadinya campur aduk antara kawasan komersil dengan pemukiman. 

Kota Batam cukup baik dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Jadi cukup jelas zonasinya antara kawasan pemukiman dengan pusat bisnis dan komersil. Contohnya adalah kawasan Batam Center yang sukses dikembangkan sebagai pusat bisnis terpadu. Kawasan ini dikelola dengan baik sehingga benar-benar diperuntukan untuk bisnis dan tidak campur aduk dengan pemukiman masyarakat. 

Dari awal dibangun, Kota Batam memang sudah dipersiapkan menjadi kota metropolitan. Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur di Kota Batam yang tidak hanya dipersiapkan untuk masa sekarang. Contohnya adalah jarak antara bangunan dengan jalan raya yang sudah diatur sedemikian rupa. Jadi apabila akan dilakukan pelebaran jalan di masa mendatang, pemerintah tidak perlu repot-repot membebaskan lahan atau menghancurkan bangunan. 

Salah satu bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia

Hanya ada 4 daerah di Indonesia yang menjadi bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) di Indonesia. Ke-4 daerah tersebut adalah Sabang, Batam, Bintan dan Karimun. Sebagai bagian dari KPBPB, ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Kota Batam. 

Keistimewaan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas adalah harga barang-barang di sana yang relatif murah dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Hal ini dikarenakan barang-barang yang masuk ke Kota Batam bebas dari beberapa jenis pajak, seperti bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPBM), dan cukai. Berbagai keringanan pajak tersebut berimbas terhadap pesatnya perkembangan sektor perdagangan, jasa, dan manufaktur di Kota Batam. 

Memiliki pendapatan per kapita yang relatif besar

Pendapatan per kapita Kota Batam relatif lebih besar bila dibandingkan dengan mayoritas Kota di Indonesia. Diantara kota-kota metropolitan yang memiliki populasi diatas 1 juta jiwa, hanya Kota Jakarta dan Surabaya yang memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Batam.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pendapatan per kapita Kota Batam untuk tahun 2023 mencapai Rp171,968 juta. Angka tersebut jauh melebihi pendapatan per kapita nasional yang berada diangka Rp75 juta. Sekedar informasi, pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. 

Sektor pariwisata yang relatif berkembang 

Batam adalah kota paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara setelah Bali dan Jakarta. Selain karena dipengaruhi oleh lokasi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, banyaknya kunjungan wisatawan juga dipengaruhi oleh potensi pariwisata Kota Batam yang relatif besar. 

Sebagai sebuah kota pulau, Batam dianugerahi berbagai pantai yang indah. Dintaranya adalah Pantai Nongsa, Pantai Marina, Pantai Sekilak, Pantai Tanjung Pinggir dll. Selain wisata alam, banyak berbagai jenis objek wisata lainnya di Kota Batam. Contohnya adalah Nagoya Hill bagi yang ingin menikmati wisata belanja, atau Kampung Pengungsian Vietnam bagi yang ingin wisata sejarah. 

Rasanya tidak berlebihan kalau Batam layak dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia dengan segala keunggulan yang dimiliki. Walaupun harus diakui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki dari Kota Batam. Misalnya sektor transportasi dan pendidikan. 


Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://batampos.jawapos.com/berita/2424062916/anggota-dewan-sebut-mutu-pendidikan-di-batam-menurun
  • https://jdih.maritim.go.id/kawasan-perdagangan-bebas-dan-pelabuhan-bebas
  • https://ytprayeh.com/politik/p-c16680564381248/segitiga-emas-batam-malaka-dan-singapura


Bagikan Postingan Ini:

4 Ibu Kota Provinsi di Pulau Sumatera yang Memiliki Rel Kereta Api

Sumatera dikenal sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau ini memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Itulah sebabnya infrastruktur di Pulau Sumatera cukup diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya asalah infrastruktur rel kereta api. 

Saat ini hanya ada 3 pulau besar di Indonesia yang memiliki rel kereta api. Pulau Sumatera adalah salah satunya. Hanya saja infrastruktur rel di Pulau Sumatera belum semasif di Pulau Jawa. 

Semua ibu kota provinsi di Pulau Jawa sudah terhubung dengan jalur kereta api. Namun untuk di Pulau Sumatera, hanya 4 ibu kota provinsi yang sudah memiliki jalur rel kereta api. Penasaran apa saja kota-kota tersebut? Untuk lebih detailnya, berikut adalah ulasan tentang 4 ibu kota provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki rel kereta api. 

1. Medan

Kereta api bandara melintasi rel layang di Kota Medan
ilustrasi kereta bandara sedang melintasi rel layang di Kota Medan (karosatuklik.com) 

Medan adalah kota terbesar di Pulau Sumatera dan sekaligus merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa. Infrastruktur di Kota Medan salah satu yang terbaik di Indonesia untuk saat ini, termasuk infrastruktur rel kereta api. Medan merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki kereta bandara. Kereta bandara ini menghubungkan Stasiun Medan dengan Stasiun Bandara Internasional Kuala Namu. Stasiun Medan merupakan stasiun utama yang menghubungkan Kota Medan dengan berbagai wilayah di Provinsi Sumatera Utara. 

Jalur kereta api yang ada di Kota Medan saat ini baru menjangkau kota-kota lain di Provinsi Sumatera Utara. Jadi belum ada jalur kereta api di sana yang menjangkau lintas provinsi. Walaupun demikian, berbagai jenis layanan kereta api sudah terdapat di ibu kota Provinsi Sumatera Utara tersebut. Diantaranya adalah kereta Lin Sri Lelawangsa yang merupakan sebuah layanan kereta komuter dan bandara, serta Siantar Ekspres yang merupakan layanan kereta lokal yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Pematang Siantar. 

Selain itu juga terdapat kereta api Sribilah Utama, Sribilah Fakultatif, dan Deli Putri yang merupakan layanan kereta api jarak jauh. Kereta Sribilah menghubungkan Kota Medan dangan Rantau Prapat di Kabupaten Labuhanbatu, sementata kereta Deli Putri menghubungkan Kota Medan dengan Kota Tanjungbalai. Karena cukup banyaknya layanan kereta api di Kota Medan, pemerintah akhirnya membangun rel layang yang terhubung dengan Stasiun Medan. 

2. Palembang

LRT Palembang satu-satunya angkutan cepat di Pulau Sumatera
ilustrasi LRT Palembang saat berada di stasiun (kompas.com)

Palembang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera. Stasiun utama di kota ini bernama Stasiun Kertapati. Saat ini Palembang satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang sudah memiliki LRT. LRT atau Light Rail Transit merupakan angkutan massal perkotaan berbasis rel listrik yang lintasannya dibuat khusus. Karena memiliki lintasan yang terpisah dari moda transportasi lain, LRT dapat beroperasi secara cepat dan aman. Hadirnya LRT ini juga menjadikan Palembang sebagai satu-satunya kota di luar Pulau Jawa yang memiliki kereta api listrik. 

Di Kota Palembang terdapat beberapa layanan kereta api antar kota. Diantaranya kereta Sindang Marga yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Lubuklinggau dan kereta Sriwijaya yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Bandar Lampung. Jadi terdapat layanan kereta api lintas provinsi yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kota Bandar Lampung. 

Ada juga layanan kereta barang yang menghubungkan Kota Palembang dengan beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Selatan. Jenis angkutan barang yang terdapat di Kota Palembang adalah angkutan batubara, angkutan Semen Baturaja, dan angkutan BBM Pertamina. 

3.Bandar Lampung

Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung
ilustrasi Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung (republika.co.id) 

Stasiun Tanjung Karang merupakan stasiun utama dari Kota Bandar Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki beberapa layanan kereta api penumpang antar kota. Salah satunya tentunya kereta api Sriwijaya yang kita bahas sebelumnya. Layanan kereta api ini menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Kota Palembang. Selain itu juga ada kereta Kuala Stabas yang menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu. 

Kota Bandar Lampung juga memiliki layanan kereta api batubara yang disebut kereta api batu bara rangkaian panjang (Babaranjang). Layanan kereta api ini merupakan angkutan batu bara miliki PT Bukit Asam yang terdapat di Kabupaten Muara Enim. 

4. Padang

Kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau
ilustrasi kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau

Padang adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Saat ini ada 2 layanan kereta api yang beroperasi secara reguler di Kota Padang. Pertama adalah kereta api Pariaman Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Pariaman. Kedua adalah kereta api Minangkabau Ekspres yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).


Referensi :
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tanjungkarang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Medan
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Padang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Kertapati
  • https://www.google.com/amp/s/sumsel.idntimes.com/business/economy/amp/noer-suhasbi/5-fakta-babaranjang-angkutan-kereta-batu-bara-di-sumsel
Bagikan Postingan Ini:

5 Kota dengan Perekonomian Terbesar di Sumatera

Sumatera adalah salah satu regional di Indonesia yang terdiri dari Pulau Sumatera serta pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya. Perekonomian Sumatera adalah yang terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa. Hal tersebut tercermin dari kota-kota di Sumatera yang banyak masuk dalam jajaran kota dengan perekonomian terbesar di Indonesia. 

Peta provinsi di Pulau Sumatera
ilustrasi peta Sumatera (detik.com) 

Mungkin masih banyak yang belum tahu kota mana saja dengan perekonomian terbesar di Sumatera. Maklum, kota-kota di Sumatera tidak sepopuler kota-kota di Jawa. Untuk itu pada artikel kali ini akan diulas tentang 5 kota dengan perekonomian terbesar di Sumatera. Kota mana sajakah yang masuk dalam daftar? Berikut adalah ulasannya. 

1. Medan

Medan adalah kota dengan perekonomian terbesar di Sumatera. Perekonomian Kota Medan adalah yang terbesar ke-4 di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Besaran perekonomian suatu daerah diukur berdasarkan angka PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). PDRB Kota Medan tercatat mencapai Rp303,312 triliun. 

Besarnya perekonomian Kota Medan ditopang oleh populasi yang besar. Ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki populasi penduduk yang mencapai 2.494.512 jiwa. Pemerintah Indonesia juga terus menggenjot infrastruktur untuk menjadikan Kota Medan sebagai salah penggerak utama perekonomian Indonesia di luar Jawa. Diantaranya adalah infrastruktur rel dan jalan tol. 

2. Batam

Batam adalah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam memiliki populasi penduduk yang mencapai 1.260.785 jiwa. Secara perekonomian Kota Batam menduduki posisi ke-2 terbesar di Sumatera. Diantara semua kota dengan perekonomian terbesar di Sumatera, Kota Batam yang memiliki lokasi paling strategis. 

Kota Batam berada di lokasi segi tiga emas ASEAN yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Berkat lokasi yang strategis tersebut, Kota Batam ditetapkan sebagai Zona Perdagangan Bebas. Hal inilah membuat Kota Batam tumbuh pesat dan menjadi salah satu kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Jawa. Kota Batam tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp216,098 triliun. 

3. Palembang

Palembang dikenal sebagai kota tertua di Indonesia. Palembang memiliki posisi yang cukup penting karena dilalui jalan lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Sumatera. Di kota ini mengalir Sungai Musi yang merupakan penggerak utama perekonomian Palembang dimasa lalu. Palembang tercatat sebagai kota dengan perekonomian terbesar ke-3 di Sumatera. 

Palembang adalah kota dengan populasi terbanyak kedua di Sumatera setelah Kota Medan. Populasi penduduk dari Kota Palembang tercatat mencapai 1.781.672. Dengan populasi yang besar tersebut menjadikan PDRB Palembang salah satu yang terbesar di Sumatera. Kota Palembang tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp194,570 triliun. 

4. Pekanbaru

Kota dengan PDRB terbesar ke-4 di Sumatera dipegang oleh Kota Pekanbaru. Urbanisasi di ibu kota Provinsi Riau ini cukup signifikan sehingga saat ini populasi penduduk di sana sudah menyentuh 1.138.530 jiwa. Sektor perdagangan dan minyak bumi memberikan pengaruh besar terhadap PDRB Kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp159,961 triliun. 

5. Padang

PDRB Kota Padang adalah yang terbesar ke-5 di Sumatera.  Kota Padang memiliki PDRB Rp79,705 triliun. Ibu kota Provinsi Sumatera Barat ini merupakan kota terbesar di pesisir barat Sumatera. Kota Padang tercatat memiliki populasi 919.145 jiwa. 



Rujukan :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Pekanbaru
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang



Bagikan Postingan Ini:

Perbedaan Batam dan Johor Bahru, Dua Kota Tetangga Singapura

Singapura adalah kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. PDB dari Kota Singapura tercatat mencapai $466,8 miliar. Besarnya perekonomian Singapura tidak terlepas dari posisinya yang strategis serta upaya keras pemerintah Singapura dimasa lalu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Sebagai kota dengan perekonomian yang besar, tentunya Singapura memberikan pengaruh terhadap kota-kota di sekitarnya. Terdapat dua kota yang bertetangga langsung dengan Singapura, yaitu Batam dan Johor Bahru. Namun tentunya Batam dan Johor Bahru tidak memiliki perbatasan darat dengan Singapura karena Singapura adalah sebuah kota pulau. Sebagai sesama kota yang dipengaruhi oleh Singapura, kedua kota tersebut mengalami perkembangan yang berbeda. 

Johor Bahru, kota terbesar kedua di Malaysia
ilustrasi Kota Johor Bahru (chinapress.com.my) 

Johor Bahru adalah ibu kota dari Negara Bagian Johor, Malaysia. Boleh dibilang Johor Bahru lebih bisa memanfaatkan posisinya sebagai tetangga Singapura dibandingkan Batam. Kota Johor Bahru telah menjelma menjadi salah satu pusat perniagaan terpenting di Negara Malaysia. Saat ini Johor Bahru memegang status sebagai kota terbesar kedua di Negara Malaysia setelah Kota Kuala Lumpur. 

Johor memiliki akses transportasi yang lebih memadai dengan Singapura dibandingkan Batam. Saat ini Johor dengan Singapura dapat diakses melalui jalur darat karena terdapat jembatan yang menghubungkan kedua wilayah. Terdapat dua jembatan yang menghubungkan Kota Johor Bahru dengan Singapura. Untuk jembatan pertama dikenal dengan nama Jalan Layang Johor-Singapura yang selesai dibangun pada tahun 1923. Jembatan yang kedua dikenal dengan nama Penghubung Kedua Malaysia-Singapura yang selesai dibangun pada tahun 1998. Untuk jembatan pertama memiliki panjang 1.056 m, sedangkan jembatan kedua memiliki panjang 1.920 m. 

Untuk Kota Batam hanya terhubung jalur laut dan udara dengan Singapura. Pasalnya kedua kota tersebut memiliki jarak yang relatif jauh. Jarak antara Batam dan Singapura sekitar 20 sampai 25 km. Jadi butuh modal yang besar kalau seandainya dibangun jembatan penghubung antara kedua kota. Beberap kali memang sempat muncul wacana untuk membangun jembatan yang menghubungkan Batam-Singapura. Namun sampai saat ini wacana tersebur belum menemukan titik terang. 

Kota Batam, kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau
ilustrasi Kota Batam (youtube.com/@travelersbatam)

Karena jarak yang relatif dekat, banyak warga Singapura yang menjadikan Johor Bahru sebagai rumah kedua mereka. Hal ini juga ditopang oleh kebijakan pemerintah Malaysia yang relatif longgar terhadap izin kepemilikan properti oleh asing. Ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh warga asing bila ingin memiliki properti di Malaysia. Pertama harus membeli properti dengan harga minimal 1 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp3,5 miliar. Syarat kedua adalah hunian yang dibeli oleh warga asing hanya boleh berupa apartemen atau high rise building. 

Kebijakan yang kedua ini menjadi salah satu pemicu pesatnya pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit di Malaysia, termasuk di Johor Bahru. Kalau dibandingkan dengan Batam, jelas Johor Bahru unggul jauh dalam kepemilikian gedung-gedung pencakar langit. Banyaknya gedung-gedung pencakar langit membuat kondisi Johor Bahru kelihatan kebih metropolis dibandingkan Batam. Padahal populasi Kota Batam lebih besar dibandingkan Johor Bahru. Populasi Kota Batam untuk tahun 2023 tercatat mancapai 1.260.785 jiwa, sedangkan populasi Kota Johor Bahru ditahun yang sama tercatat mencapai 858.118 jiwa. 

Sebenarnya Kota Batam juga telah menerapkan izin kepemilikan properti oleh warga asing. Hanya saja warga asing tidak hanya diizinkan memiliki apartemen, tetapi juga diizinkan memiliki rumah tapak atau landed house. Jadinya izin kepemilikian properti terhadap warga asing tidak berimbas signifikan terhadap pertumbuhan pencakar langit di Kota Batam. Warga asing masih punya pilihan untuk membeli rumah tapak seperti ruko misalnya. 

Kedepannya Johor Bahru dan Singapura akan semakin terintegrasi dengan adanya proyek MRT (Mass Rapid Transit) yang sedang dibangun. MRT tersebut memiliki panjang 4 km dan menghubungkan antara Woodlands North di Singapura dengan dengan Bukit Changar di Johor Bahru. Kontruksi keseluruhan dari MRT diharapkan selesai pada akhir 2026 dan mulai beroperasi diawal 2027.



Referensi :

  • https://www.businesstimes.com.sg/companies-markets/transport-logistics/construction-jb-singapore-rts-link-65-complete-track-end-2026
  •  https://www.worldometers.info/world-population/malaysia-population/
  •  https://kbsproperty.co.id/apakah-warga-negara-asing-dapat-membeli-properti-di-batam/ 
  •  https://properti.kompas.com/read/2018/08/04/200000221/syarat-membeli-properti-di-malaysia
  •  https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam

Bagikan Postingan Ini:

Manakah Kota Terbesar Ketiga di Indonesia? Apakah Bekasi, Bandung atau Medan?

Indonesia memiliki Kota Jakarta dan Surabaya yang secara mutlak berada pada posisi pertama dan kedua sebagai kota terbesar di Indonesia. Jadi ketika ditanya kota terbesar di Indonesia, jawabannya sudah pasti Kota Jakarta. Begitupula kalau ditanya kota terbesar kedua di Indonesia, jawabannya sudah pasti Kota Surabaya.

Namun ketika kita mencari tahu tentang kota terbesar ketiga di Indonesia, maka jawabannya akan berbeda-beda. Ada sejumlah sumber yang menyatakan bahwa Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Ada juga sumber yang menyatakan bahwa Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Kita semakin dibuat bingung karena nama Kota Bekasi juga mencuat disebut-sebut sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia karena populasinya yang besar. Bahkan ada yang menyebut populasi Kota Bekasi telah melebihi populasi Kota Surabaya.

Kota Bekasi, Kota dengan populasi terbesar ketiga di Indonesia
Pemandangan Kota Bekasi yang dihiasi gedung-gedung pencakar langit (instagram.com/alivikry)

Kota Bekasi memang mengalami lonjakan pertumbuhan penduduk yang signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Kalau kita melihat data dari BPS provinsi Jawa Barat, populasi penduduk Kota Bekasi telah menyentuh angka 3.075.690 jiwa. Namun besarnya populasi penduduk Kota Bekasi disebabkan karena posisinya sebagai penyangga Kota Jakarta. Banyak pekerja komuter yang bekerja di Jakarta menjadikan Bekasi sebagai pilihan untuk tempat tinggal. Jadi ini menjadi salah satu pemicu besarnya lonjakan penduduk Kota Bekasi.

Meski unggul dalam hal populasi, namun perekonomian Kota Bekasi masih kalah dibandingkan Bandung dan Medan. Populasi Kota Bandung berada diangka 2.510.103 jiwa, sedangkan populasi Kota Medan berada diangka 2.435.252. Meski memiliki populasi yang lebih kecil dibandingkan Bekasi, namun Kota Bandung dan Medan menyandang status sebagai kekuatan ekonomi utama di Indonesia setelah Kota Jakarta dan Surabaya. Lebih tepatnya Bandung merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di Indonesia dan Medan merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di Indonesia. Bersama dengan Jakarta dan Surabaya, Medan dan Bandung masuk dalam daftar 10 kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.


Perbedaan perekonomian antara Kota Bandung dan Medan dengan Kota Bekasi cukup kentara bila kita lihat berdasarkan PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. PDRB Kota Bandung menurut data BPS tahun 2023 mencapai Rp351,283 triliun, sedangkan Kota Medan di tahun yang sama memiliki PDRB Rp303,312 triliun. Untuk Kota Bekasi memiliki PDRB jauh dibawah kedua kota tersebut, yaitu diangka Rp118,963 triliun.

Kota Bandung, kota dengan perekonomian terbesar ketiga di Indonesia
Salah satu sudut Kota Bandung yang diambil dari ketinggian (asiatoday.id)

Dengan perekonomian yang besar, Medan dan Bandung mampu memberikan pengaruh terhadap daerah-daerah disekitarnya. Kota Medan memiliki kawasan metropolitan yang dikenal dengan nama Mebidangro yang terdiri dari Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Karo. Untuk Kota Bandung memiliki kawasan metropolitan yang bernama Bandung Raya yang terdiri dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Kawasan metropolitan Bandung Raya memiliki populasi dan luas wilayah yang lebih besar dibandingkan kawasan metropolitan Mebidangro. 

Kota Medan, kota terbesar di luar Pulau Jawa
Kota Medan, kota terbesar di luar Pulau Jawa (skyscrapercity.com/members/rahul-medan.863910/)

Kota Bekasi justru kebalikan dari Medan dan Bandung. Kalau Medan dan Bandung memberikan pengaruh terhadap wilayah-wilayah sekitarnya, Bekasi justru berkembang berkat pengaruh dari Kota Jakarta. Jadi berdasarkan beberapa indikator yang kita bahas sebelumnya, pilihan kota terbesar ketiga di Indonesia mengerucut antara Kota Medan dan Bandung saja.

Namun jawaban tentang kota terbesar ketiga di Indonesia sebenarnya sudah bisa ditebak dari ulasan-ulasan diatas. Indikator-indikator yang kita bandingkan diatas menunjukan bahwa Bandung lebih besar dibandingkan Medan. Diantaranya adalah dalam hal populasi, kekuatan, ekonomi dan area metropolitan. Jadi kalau ada pertanyaan tentang kota manakah terbesar ketiga di Indonesia, maka jawaban yang paling tepat adalah Kota Bandung.



Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

5 Kota di Indonesia yang Harusnya Sudah Memiliki MRT atau LRT

MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) merupakan sistem transportasi perkotaan yang umum dijumpai di kota-kota metropolitan. Sistem transportasi ini berbasis rel dan memiliki jarak waktu antar kereta yang berdekatan. Perbedaan antara MRT dengan LRT yang paling kentara terdapat dalam hal kapasitas. MRT memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan LRT. 

Di Indonesia terdapat dua kota yang sudah memiliki MRT ataupun LRT, yaitu Kota Jakarta dan Palembang. Untuk Kota Jakarta sudah memiliki LRT dan MRT sekaligus, sementara Kota Palembang Hanya memiliki LRT saja. Di luar Jakarta Jakarta dan Palembang, sebenarnya ada beberapa kota lainnya yang pantas memiliki sistem transportasi MRT atau LRT.

Dengan mempertimbangkan beberapa hal, ada 5 kota di Indonesia yang layak memiliki MRT atau LRT. Apa sajakah kota yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.


1. Surabaya

Kota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia
ilustrasi Kota Surabaya (jawapos.com)

Di luar Kota Jakarta, rasanya tidak ada kota lainnya yang lebih layak dibangun MRT atau LRT selain Kota Surabaya. Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini merupakan kota terbesar kedua di Indonesia baik dari segi populasi ataupun perekonomian. Harusnya sudah sejak lama Kota Surabaya memiliki MRT atau LRT. Bahkan dari beberapa tahun lalu sudah tersiar kabar akan dibangun MRT atau LRT di Kota Surabaya. Namun sayangnya sampai saat ini belum satu jalurpun yang sudah berhasil dibangun. Padahal permasalahan kemacetan di Kota Surabaya sudah ke tahap yang memprihatinkan. Bahkan Surabaya pernah disebut-sebut sebagai kota termacet di Indonesia.

2. Bandung

Kota Bandung, kota terbesar ketiga di Indonesia
ilustrasi Kota Bandung (https://skyscrapercity.com/members/endar.886632)

Kota Bandung sudah sejak lama diiming-imingi dengan proyek LRT. Proyek tersebut dirancang untuk sistem transportasi antara Kota Bandung dengan daerah-daerah penyangganya yang dikenal dengan sebutan LRT Bandung Raya. Namun proyek tersebut sampai saat ini belum ada yang terealisasi. 

Kebutuhan sistem transportasi LRT semakin mendesak di Kota Bandung semenjak adanya kereta cepat. Stasiun kereta cepat berada di lokasi yang jauh dari pusat Kota Bandung. Jadi dibutuhkan sistem transportasi yang mumpumi seperti LRT untuk menghubungkan pusat Kota Bandung dengan stasiun kereta cepat. 

3. Medan

Kota Medan, kota terbesar ketiga di Indonesia
ilustrasi Kota Medan (youtube.com/@matadroneid2384)

Medan adalah kota terbesar di luar Pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini gencar membangun sejumlah infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya Kota Medan masih luput dari proyek LRT ataupun MRT. Padahal dengan adanya LRT atau MRT di Kota Medan, bisa menjadi pemicu pemerataan pembangunan yang diidamkan pemerintah Indonesia. 

4. Makassar

Kota Makassar, kota terbesar di kawasan Indonesia timur
ilustrasi Kota Makassar (youtube.com/@RajaDroneID)

Makassar adalah satu-satunya kota metropolitan di kawasan timur Indonesia. Beberapa tahun lalu pernah ada rencana untuk membangun monorel di Kota Makassar yang digagas oleh Kalla Group. Sayangnya pihak Kalla Group akhirnya memilih mundur dari proyek tersebut. 

Kalau saat ini pemerintah Indonesia pernah mengeluarkan pernyataan ingin menjadi Kota Makassar seperti Kota Shenzhen di China. Untuk mewujudkan rencana tersebut, tentunya sistem transportasi di Kota Makassar juga perlu dibenahi.

5. Batam

Kota Batam, kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau
ilustrasi Kota Batam (youtube.com/@TravelersBatam)

Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Kota ini berada di lokasi strategis yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura. Hal tersebut menyebabkan banyak wisatawan dari kedua negara tersebut bolak-balik berwisata di Kota Batam.

Potensi disektor pariwisata tersebut yang membuat Batam memerlukan sistem transportasi yang memadai. Apalagi dalam beberapa tahun ini populasi penduduk Batam mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tidak terlepas dari potensi ekonomi Kota Batam yang relatif besar. Meski sempat beberapa kali muncul rencana pembangunan LRT di Kota Batam, namun sampai saat ini belum ada yang terwujud.

Itulah 5 kota di Indonesia yang harusnya sudah memiliki sistem transportasi MRT atau LRT. Semoga dalam waktu dekat keinginan tersebut dapat terwujud, sehingga memberikan dampak positif terhadap kota-kota tersebut.




Referensi :
Bagikan Postingan Ini:

7 Kelompok Etnis Terbesar di Kota Batam

Batam adalah salah satu kota terbesar di luar Pulau Jawa. Kota ini memiliki komposisi penduduk yang sangat heterogen. Berbagai macam suku bangsa dan golongan dapat dijumpai di Kota Batam. Hal ini tidak terlepas dari status Kota Batam yang menjadi salah satu lokasi favorit bagi kaum perantau untuk mencari pekerjaan yang layak. Ditambah lagi Batam merupakan salah satu kota terkaya di Indonesia.

Kota Batam yang semakin maju
ilustrasi gedung-gedung pencakar langit yang menjadi simbol semakin majunya Kota Batam (youtube.com/@travelersbatam)

Keberagaman Kota Batam dapat dilihat dari susunan kelompok etnis yang berdomisili di sana. Di Kota Batam dengan mudah kita dapat jumpai kelompok etnis yang bukan asli dari Kota Batam. Kelompok etnis yang asli berasal dari Batam adalah Orang Melayu. Untuk lebih mengetahui etnis mana saja yang ada di Kota Batam, berikut kita rangkum tentang 7 kelompok etnis terbesar di Kota Batam.

1. Melayu


Orang Melayu adalah suku bangsa asli yang berasal dari Kota Batam. Jadi tidak heran kalau Melayu merupakan kelompok etnis terbesar di Kota Batam. Lebih dari seperempat penduduk Kota Batam merupakan Etnis Melayu. Komposisi Orang Melayu mencapai 26,78% dari total populasi Kota Batam. Sekedar informasi, populasi penduduk Kota Batam saat ini mencapai 1.240.792 jiwa. 

2. Jawa


Kelompok etnis terbesar kedua di Kota Batam adalah Suku Jawa. Suku ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara keseluruhan, Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia. Untuk di Kota Batam, komposisi Suku Jawa meliputi 17,61% dari total populasi Kota Batam. 

3. Batak


Bersama dengan Suku Melayu, Suku Batak merupakan kelompok etnis terbesar di luar Pulau Jawa. Suku Batak berasal dari wilayah Sumatera Utara. Di Kota Batam Suku Batak merupakan kelompok dengan jumlah populasi terbesar ketiga. Populasi Suku Batak mencapai 14,97% dari total populasi Kota Batam.

4. Minangkabau


Suku Minangkabau adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah Sumatera Barat. Populasi Orang Minangkabau di Kota Batam adalah 14,93% dari total populasi Kota Batam. Dengan demikian Orang Minangkabau adalah kelompok etnis terbesar keempat di Kota Batam.

5. Tionghoa


Kota Batam memiliki populasi Etnis Tionghoa yang cukup signifikan. Etnis Tionghoa yang berdomisili di Kota Batam mencapai 6,28% dari total populasi Kota Batam. Populasi Etnis Tionghoa menduduki posisi kelima terbesar di Kota Batam. 

6. Bugis


Populasi Suku Bugis menduduki posisi keenam terbesar di Kota Batam. Ada sekitar 2,29% Orang Bugis dari total populasi penduduk Kota Batam. Suku Bugis adalah suku asli dari Provinsi Sulawesi Selatan. 

7. Madura


Dari namanya kita sudah tahu bahwa Suku Madura berasal dari Pulau Madura. Komposisi Orang Madura adalah 0,67% dari total populasi Kota Batam. Populasi Suku Madura menduduki posisi ketujuh terbesar di Kota Batam. 


Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam
Bagikan Postingan Ini:

Bengkulu vs Jambi, Dua Kota Paling Underrated di Pulau Sumatera

Bengkulu dan Jambi adalah dua ibu kota Provinsi yang sama-sama berada di Pulau Sumatera. Kota Bengkulu merupakan ibu kota dari Provinsi Bengkulu, sedangkan Kota Jambi merupakan ibu kota dari Provinsi Jambi. 

Salah satu sudut Kota Bengkulu
ilustrasi salah satu sudut Kota Bengkulu (disway.id)

Kedua kota ini sama-sama kurang terdengar gaungnya dibandingkan ibu kota provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Jadi boleh dibilang Kota Bengkulu dan Jambi merupakan ibu kota provinsi paling underrated di Pulau Sumatera.

Foto udara Kota Jambi
ilustrasi pemandangan Kota Jambi dari udara (jambinetwork.com)

Untuk lebih mengenal kedua tersebut, kita akan mencoba membuat perbandingan antara Kota Bengkulu vs Kota Jambi yang dibandingkan berdasarkan beberapa sektor. Seperti apakah perbandingannya? Berikut adalah ulasannya. 

Populasi

Bila dilihat berdasarkan populasi, Kota Jambi lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Kota Jambi memiliki populasi penduduk yang mencapai 627,8 ribu jiwa. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan populasi penduduk Kota Bengkulu  yang berada diangka 384,8 ribu jiwa.

Luas Wilayah

Baik Kota Jambi ataupun Kota Bengkulu sama-sama memiliki wilayah yang tidak terlalu luas. Namun bila kita bandingkan diantara kedua kota tersebut, Kota Jambi masih lebih luas. Kota Jambi tercatat memiliki wilayah dengan luas 205,4 km², sedangkan Kota Bengkulu memiliki wilayah dengan luas 151,7 km².

PDRB

PDRB bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui kekuatan ekonomi suatu wilayah. PDRB sendiri merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Bila dilihat berdasarkan angka PDRB, Kota Jambi lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Kota Jambi memiliki PDRB yang mencapai Rp40,581 triliun. Sementara itu PDRB Kota Bengkulu adalah Rp30,811 triliun.

Pendapatan per Kapita

Kota Bengkulu tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp78,778 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita rata-rata nasional yang berada diangka Rp75 juta. Untuk Kota Jambi memiliki pendapatan per kapita dibawah rata-rata nasional, yaitu Rp64,642 juta. Jadi Kota Bengkulu lebih unggul dibandingkan dengan Kota jambi bila dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita. 

Infrastruktur

Infrastruktur di Kota Jambi lebih berkembang dibandingkan Kota Bengkulu. Hal ini tidak terlepas dari posisi Kota Jambi yang lebih strategis. Bahkan pemerintah Indonesia telah membangun jalan tol yang akan menghubungkan Kota Jambi dengan Kota Palembang. Sementara Kota Bengkulu berada dilokasi yang cukup terisolasi di pesisir barat Pulau Sumatera. Lokasi cenderung jauh dari kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatera. Hal ini yang menjadikan infrastruktur di Kota Bengkulu tidak terlalu berkembang.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Nilai IPM dihitung berdasarkan kemampuan wilayah dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti sanitasi, pendidikan, kesehatan dll. 

Kota Jambi tercatat memiliki IPM diangka 80,15. Angka tersebut masih dibawah IPM kota Bengkulu yang mencapai 81,45. Jadi kalau diukur berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Manusia, Kota Bengkulu lebih unggul dibandingkan Kota jambi. 

Bila kita melihat hasil dari perbandingan diatas, Kota Jambi masih sedikit lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Namun yang harus yang digarisbawahi, Kota Bengkulu unggul dalam kualitas IPM dan pendapatan per kapita. Jadi Kota Bengkulu lebih baik dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia dan cenderung lebih makmur dibandingkan Kota Jambi.


Referensi :

  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar di Luar Pulau Jawa

Lebih dari 50 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh Pulau Jawa. Menurut data BPS, Pulau Jawa berkontribusi terhadap 57,05% perekonomian Indonesia. Hal tersebut juga terlihat dari dominasi kota-kota di Pulau Jawa yang banyak menduduki posisi teratas disektor perekonomian.

Kontribusi masing-masing pulau terhadap pdrb Indonesia
Kontribusi PDRB Indonesia berdasarkan pulau (cnbcindonesia.com)

Besarnya tingkat perekonomian suatu kota dapat diukur berdasarkan nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) dari kota bersangkutan. Tiga kota dengan PDRB terbesar di Indonesia semuanya berasal dari Pulau Jawa. Ini menjadi gambaran bahwa kota-kota dari Pulau Jawa begitu mendominasi secara perekonomian.

Meskipun demikian bukan berarti kota-kota di luar Pulau Jawa tidak mengalami perkembangan yang berarti. Apalagi semenjak era otonomi daerah yang membuat kota-kota di luar Pulau Jawa mengalami perkembangan perekonomian yang cukup pesat. 

Tentunya menarik bila kita mengulas tentang daftar kota di luar Pulau Jawa yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 10 kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa. 

Medan

Posisi pertama kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Medan. Medan sekaligus merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar di luar Pulau Jawa. Bila dilihat secara nasional, perekonomian Kota Medan menduduki peringkat keempat setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Menurut data BPS, Kota Medan memiliki PDRB yang mencapai Rp303,312 triliun.

Makassar

Makassar merupakan kota terbesar di kawasan timur Indonesia. Kota ini memegang status sebagai kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan. Ibu Kota Sulawesi Selatan ini memiliki PDRB yang berada diangka Rp226,903 triliun. 

Batam

Posisi ketiga kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Batam. Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau dan berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Kota Batam memiliki PDRB yang berada diangka Rp216,086 triliun.

Palembang

Palembang merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di luar Pulau Jawa. PDRB Kota Palembang tercatat mencapai Rp194,540 triliun. Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa setelah Kota Medan.

Pekanbaru

Pekanbaru adalah kota terbesar dan sekaligus ibu kota dari Provinsi Riau. Kota Pekanbaru tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp159,961 triliun. Dengan demikian menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di luar Pulau Jawa.

Balikpapan

Balikpapan  menduduki posisi keenam sebagai kota dengan kekuatan terbesar di luar Pulau Jawa. Kota yang berada di Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki PDRB terbesar di Pulau Kalimantan. PDRB Kota Balikpapan tercatat mencapai Rp143,169 triliun.

Samarinda

Sama seperti Balikpapan, Kota Samarinda juga berada di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki PDRB yang mencapai Rp89,269 triliun. Kota Samarinda menempati posisi ketujuh sebagai kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa.

Padang

Kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kedelapan di luar Pulau Jawa diduduki oleh Kota Padang. Kota Padang merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. PDRB Kota Padang tercatat mencapai Rp79,705.

Bandar Lampung

Bandar Lampung adalah ibu kota dari Provinsi Lampung. Kota Bandar Lampung memiliki PDRB Rp74,104 triliun dan merupakan kota dengan kekuatan ekonomi terbesar kesembilan di luar Pulau Jawa.

Bontang

Posisi kesepuluh kota dengan kekuatan ekonomi di luar Pulau Jawa dipegang oleh Kota Bontang. Kota Bontang memiliki PDRB yang berada diangka Rp68,106 triliun. 

Berdasarkan data diatas, mayoritas kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di luar Pulau Jawa berasal dari Pulau Sumatera. Ini berbanding lurus dengan status Pulau Sumatera yang memberikan kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian nasional setelah Pulau Jawa.


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

Sabang vs Padang Panjang, Perbandingan Dua Kota dengan Populasi Terkecil di Indonesia

Populasi penduduk menjadi salah satu faktor utama terbentuknya sebuah kota. Biasanya untuk mengukur besar atau kecilnya sebuah kota dilihat berdasarkan populasi penduduk tersebut. Untuk di Indonesia sendiri Kota Jakarta merupakan pemegang status sebagai kota dengan populasi penduduk terbesar.

Namun pada artikel kali ini kita tidak akan membahas tentang kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Justru sebaliknya, yaitu mengulas tentang kota dengan populasi terkecil di Indonesia. Saat ini kota dengan populasi terkecil di Indonesia dipegang oleh Kota Sabang dan Kota Padang Panjang.

Ilustrasi Kota Sabang dan Padang Panjang (posaceh.com | padangpanjang.go.id)

Bagaimana jadinya kalau kita bandingkan kedua kota tersebut dari beberapa sektor? Tentunya ini akan menjadi perbandingan yang menarik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Sabang vs Kota Padang Panjang yang dilihat dari beberapa sektor.

1. Populasi

Kota Padang panjang memiliki populasi yang sedikit lebih besar dibandingkan Kota Sabang. Dilansir bps.go.id, Kota Padang Panjang memiliki populasi penduduk yang mencapai 56.311 jiwa. Sementara itu Kota Sabang memiliki populasi penduduk 41.197 jiwa. Dengan demikian Kota Sabang menyandang status sebagai kota dengan populasi penduduk terkecil di Indonesia.

2. Wilayah

Kota Padang Panjang tidak hanya memiliki populasi penduduk yang kecil, tetapi juga memiliki luas wilayah yang kecil. Luas wilayah kota Padang Panjang hanya mencapai 23 km², sehingga menempatkan Kota Padang Panjang sebagai salah satu kota dengan wilayah terkecil di Indonesia. Sementara itu Kota Sabang memiliki wilayah yang masih cukup luas, yaitu 156,3 km². Jadi kalau dilihat berdasarkan luas wilayah, masih lebih unggul Kota Sabang dibandingkan Kota Padang Panjang.

3. PDRB

PDRB merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Dari nilai PDRB dapat dilihat seberapa kuat perekonomian sebuah kota. Berdasarkan data dari BPS, Kota Padang Panjang memiliki PDRB yang lebih besar dibandingkan Kota Sabang. Kota Padang Panjang tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp4,474 triliun. Sementara itu PDRB Kota  Sabang tidak sampai setengahnya, yaitu berada diangka Rp1,747 triliun.

4. Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita biasanya dijadikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran sebuah kota. Secara nasional pendapatan per kapita Indonesia berada diangka Rp75 juta. Kota Padang Panjang tercatat memiliki pendapatan per kapita diatas rata-rata nasional, yaitu mencapai Rp76,314 juta. Angka tersebut jauh diatas pendapatan per kapita Kota Sabang. Pendapatan per kapita Kota Sabang berada dibawah rata-rata nasional, yaitu hanya mencapai Rp40,732 juta.

5. Infrastruktur

Posisinya yang strategis membuat infrastruktur Kota Sabang sedikit lebih baik bila dibandingkan dengan Kota Padang Panjang. Kota Sabang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti India, Thailand, dan Malaysia. Kota Sabang merupakan jalur pelayaran internasional bagi kapal-kapal yang akan masuk dan keluar wilayah Indonesia dari arah barat. Terdapat sebuah bandara di Kota Sabang yang bernama Bandara Maimun Saleh.

6. Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi indikator untuk mengukur kualitas manusia di suatu wilayah. Kota  Padang Panjang tercatat memiliki IPM yang lebih tinggi dibandingkan Kota Sabang. IPM Kota Padang Panjang berada diangka 79,26, sedangkan Kota Sabang memiliki IPM yang berada diangka 77,52.

Itulah ulasan tentang perbandingan kota Sabang vs Kota Padang Panjang yang dilihat berdasarkan beberapa sektor. Dari semua sektor yang kita ulas, boleh dibilang Kota Padang Panjang lebih unggul dibandingkan dibandingkan Kota Sabang. Namun tentunya kita berharap kedua akan semakin baik lagi kedepannya, karena ulasan ini tidak bertujuan untuk memuji kota yang lebih unggul ataupun membuli kota kalah. 


Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan Udara Paling Berpolusi di Indonesia

Kualitas udara menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat suatu kota. Hal ini karena kualitas udara berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan hidup. Baik atau tidaknya kualitas udara suatu wilayah diukur berdasarkan Indeks Kualitas Udara.

Kota dengan kualitas udara yang buruk
ilustrasi wilayah perkotaan dengan kualitas udara yang buruk (rri.co.id)

Indeks Kualitas Udara adalah ukuran yang digunakan untuk menilai polusi udara di suatu wilayah. Indeks Kualitas Udara diperoleh berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara tahunan.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Jadi boleh dibilang 10 kota ini merupakan kota yang paling berpolusi di Indonesia. Apa saja kota-kota yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.

1. Tangerang Selatan

Diposisi pertama ada Kota Tangerang Selatan. Tangerang Selatan adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Banten. Kota ini juga menjadi salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota Tangerang Selatan tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 71.7. Menurut situs IQAir.com, kota-kota yang memiliki Indeks Kualitas Udara 50-100 masuk dalam kategori sedang. Sementara itu kota-kota yang memiliki Indeks Kualitas Udara dibawah 50, berarti memiliki kualitas udara yang baik. 

2. Tangerang

Kota dengan kualitas udara terburuk kedua di Indonesia masih berada di Provinsi Banten, yaitu Kota Tangerang. Di Indonesia sendiri hanya Kota Tangerang dan Tangerang Selatan saja yang memiliki Indeks Kualitas Udara diatas 50 kalau dilihat secara tahunan. Untuk Kota Tangerang memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 54,1.

3. Bekasi

Kota dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia dipegang oleh Kota Bekasi. Sama seperti Tangerang dan Tangerang Selatan, Bekasi merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Jawa Barat atau Jabar. Kota Bekasi memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 49,9. Dengan Indeks Kualitas Udara yang berada dibawah 50, kualitas udara di Kota Bekasi masih bisa dikategorikan baik.

4. Jakarta

Kota Jakarta menduduki posisi keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Hal ini tidak mengejutkan karena Jakarta merupakan kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Kota Jakata tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 43,8. 4 Kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dipegang oleh kota-kota yang masuk dalam area metropolitan Jabodetabek. 

5. Bandung

Kota dengan kualitas udara terburuk kelima di Indonesia dipegang oleh Kota Bandung. Kota Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia dan merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat. Indeks Kualitas Udara di Kota Bandung Berada diangka 39,6.

6. Depok

Sama seperti Bandung, Depok juga merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Depok juga berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Dengan Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 37,6, menempatkan Depok sebagai kota paling berpolusi keenam di Indonesia.

7. Serang

Serang adalah ibu kota dari Provinsi Banten. Kota ini merupakan kota paling berpolusi ketujuh di Indonesia. Indeks Kualitas Udara dari Kota Serang adalah 35,6.

8. Palembang

Palembang menjadi salah satu dari dua kota di luar Pulau Jawa yang masuk dalam daftar 10 kota paling berpolusi di Indonesia. Ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki Indeks Kualitas Udara 32,8 dan merupakan kota dengan kualitas udara terburuk kedelapan di Indonesia.

9. Indralaya

Indralaya adalah ibu kota dari Kabupaten Ogan Illir. Sama seperti Palembang, kota ini berada di Provinsi Sumatera Selatan atau Sumsel. Indralaya memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 29. 

10. Semarang

Posisi kesepuluh kota paling berpolusi di Indonesia diduduki oleh Kota Semarang. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 28,1.

Itulah daftar 10 kota  dengan udara paling berpolusi di Indonesia. Semoga kota-kota di Indonesia memiliki kualitas udara yang semakin baik sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. 


Referensi : 

  • https://www.iqair.com/id/world-most-polluted-cities?continent=59af92b13e70001c1bd78e53&country=Rqrg4reHqi8taY4re&state=&sort=-rank&page=1&perPage=50&cities=
  • https://news.detik.com/berita/d-6700309/indeks-kualitas-udara-pengertian-manfaat-dan-kategorinya

Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Medan, Perbandingan Kota Terbesar di Pulau Jawa dan Sumatera

Kota Jakarta memegang status sebagai kota terbesar di Indonesia untuk saat ini. Bahkan Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Bila kita bandingkan dengan kota-kota lainnya di Indonesia, Kota Jakarta unggul sangat telak dalam berbagai hal. Hal ini dipicu karena selama puluhan tahun pembangunan Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta.

Ilustrasi Kota Jakarta dan Kota Medan (jakarta-tourism.go.id | travellingindonesia.com)

Namun bagaimana jadinya bila kita bandingkan antara Kota Jakarta dengan kota terbesar di Pulau Sumatera? Saat ini kota terbesar di Pulau Sumatera dipegang oleh Kota Medan. Sementera itu seperti yang kita tahu, Kota Jakarta sendiri berlokasi di Pulau Jawa. Jadi perbandingan berikut ini merupakan perbandingan antara kota terbesar di Pulau Jawa vs Kota terbesar di Pulau Sumatera. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Medan yang dilihat berdasarkan beberapa indikator.

1. Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia. Populasi menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan besar kecilnya sebuah kota. Berdasarkan data bps.go.id, Kota Jakarta memiliki populasi yang mencapai 10.672.100 jiwa. Jauh diatas populasi Kota Medan yang berada diangka 2.474.166 jiwa.

2. Luas wilayah

Selain populasi, wilayah juga menjadi salah satu faktor utama terbentuknya suatu kota. Walaupun Jakarta memegang status kota terbesar di Indonesia, namun Jakarta bukanlah kota dengan wilayah terluas di Indonesia. Hanya saja kalau dibandingkan dengan Kota Medan, memang masih unggul Kota Jakarta dari segi luas wilayah.

Kota Jakarta memiliki wilayah dengan luas 661,3 km². Angka tersebut lebih dari dua kali lipat luas wilayah Kota Medan. Kota Medan tercatat memiliki wilayah seluas 265,1 km².

3. PDRB

Sama seperti dua indikator sebelumnya, Kota Jakarta unggul telak bila dibandingkan Kota Medan bila dilihat berdasarkan PDRB. PDRB sendiri merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Kota Jakarta tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp3.443 triliun. Unggul sangat telak dibandingkan PDRB Kota Medan yang berada diangka Rp303,3 triliun.

4. Pendapatan per kapita

Berdasarkan angkat pendapatan per kapita, lagi-lagi Kota Jakarta unggul telak bila dibandingkan dengan Kota Medan. Kota Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang cukup tinggi untuk ukuran Indonesia, yaitu Rp322,615 juta. Angka tersebut unggul jauh diatas pendapatan per kapita nasional yang berada diangka Rp75 juwa. Sementara itu Kota Medan memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp122,592 juta.

5. Infrastruktur

Jakarta merupakan kota dengan infrastruktur terbaik di Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kota Jakarta memiliki infrastruktur yang lebih baik bila dibandingkan dengan Kota Medan. Berbagai infrastruktur yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di Indonesia dapat kita jumpai di Kota Jakarta. Contohnya seperti MRT (Mass Rapid Transit). Infrastruktur-infrastruktur terbaik di Indonesia juga dapat kita temui di Kota Jakarta, seperti misalnya pelabuhan dan bandara. 

6. APBD

APBD adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kota Jakarta memililiki APBD yang unggul jauh dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Jakarta memiliki status setingkat provinsi. Bahkan dibandingkan provinsi manapun di Indonesia, APBD Kota Jakarta masih lebih unggul.

Berdasarkan situs resmi pemerintah provinsi DKI Jakarta, APDB Kota Jakarta untuk tahun 2024 mencapai Rp81,7 triliun. Sementara itu APBD Kota Medan tidak mencapai sepersepuluhnya, yaitu Rp8,02 triliun.

7. Indeks Pembangunan Manusia

Dari semua indikator yang kita ulas, hanya sektor Indeks Pembangunan Manusia yang perbedaannya tidak terlalu mencolok. Namun Kota Jakarta masih tetap lebih unggul dibandingkan dengan Kota Medan. Kota Medan tercatat memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang berada diangka 82,19. Sementara itu Kota Jakarta lebih baik, yaitu berada diangka 82,46.

Itulah ulasan tentang perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Medan yang dilihat berdasarkan beberapa indikator. Boleh dibilang Kota Medan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Kota Jakarta. Namun ini juga menjadi gambaran bahwa ketimpangan antara Kota Jakarta dengan kota-kota di luar Pulau Jawa sangat kentara. Padahal Medan merupakan kota terbesar di luar Pulau dan terbesar keempat di Indonesia. 


Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://medankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-kota-medan-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin.html
  • https://jakarta.bps.go.id/indicator/12/1270/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html
Bagikan Postingan Ini:

Harusnya Pariwisata Kota Padang Bisa Dikembangkan Sekelas Kota Bangkok

Padang adalah kota terbesar di pesisir barat Pulau Sumatera ini. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Menurut data bps.go.id, Kota Padang memiliki populasi penduduk yang mencapai 919.145 jiwa. Sementara itu luas wilayah dari Kota Padang adalah 694,96 km².

Seperti kota-kota lainnya di Provinsi Sumatera Barat, banyak kita jumpai gedung-gedung dengan arsitektur Rumah Gadang di Kota Padang. Rumah Gadang sendiri merupakan rumah adat khas dari suku Minangkabau. Keunikan dari desain Rumah Gadang ini adalah bentuk atapnya yang menyerupai tanduk kerbau. Beberapa bangunan terkenal di Kota Padang yang memiliki desain Rumah Gadang diantaranya adalah Masjid Raya Sumbar, Kantor Bank Indonesia, dan Museum Adityawarman.

Masjid Raya Sumbar
Masjid Raya Sumbar, salah satu gedung di Kota Padang yang mengadopsi desain Rumah Gadang (padang.go.id)

Bangunan-bangunan dengan desain Rumah Gadang telah menjadi identitas tersendiri bagi Kota Padang. Hampir di setiap sudut kota bisa kita jumpai bangunan-bangunan berdesain rumah gadang. Hal tersebut mengingatkan kita dengan Kota Bangkok di Thailand. Di Bangkok sangat gampang kita jumpai bangunan-bangunan dengan arsitektur khas Thailand yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. 

Bangunan dengan arsitektur khas thailand di Kota Bangkok
Bangunan dengan arsitektur khas Thailand di Kota Bangkok (harianhaluan.com)

Persamaan lainnya Kota Padang dengan Kota Bangkok adalah sektor kuliner. Provinsi Sumatera Barat terkenal sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Kota Padang yang merupakan pusat pemerintahan dan kota terbesar di Provinsi Sumatera Barat tentunya menjadi pilihan utama bagi wisatawan untuk berburu kuliner khas Sumatera Barat. Sayangnya wisata kuliner di Kota Padang belum dikemas dengan baik seperti yang diterapkan di Kota Bangkok.

Bila kita berbicara potensi, sebenarnya potensi Kota Padang tidak kalah dibandingkan dengan Kota Bangkok. Namun kenapa Kota Padang tidak mampu menggaet banyak wisatawan seperti Kota Bangkok? Apalagi daya tarik Kota Padang bukan hanya keindahan arsitektur dan kuliner. Kota Padang juga memiliki keindahan alam dan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Sepanjang tahun 2023, Kota Bangkok mampu menggaet wisatawan asing sebanyak 22,78 juta. Kota ini bahkan meraih predikat sebagai kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisawatan asing dari semua kota di dunia. Sementara itu Kota Padang hanya mampu meraih 22,995 ribu wisatawan asing. Angka tersebut hanya 1/1.000 dari total wisatawan asing ke Kota Bangkok. Cukup miris bila kita melihat jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Padang. Padahal kota ini memiliki potensi yang cukup besar.

Memang sulit bagi Kota Padang Padang untuk bisa menyamai Bangkok dalam menggaet wisatawan mancanegara. Namun dengan potensi besar yang dimiliki, setidaknya Kota Padang mampu menggaet ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya atau sekitar 1/100 dari Kota Bangkok. Kalau pemerintah serius, angka tersebut sebenarnya cukup realistis untuk dicapai.

Faktor utama minimnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Padang disebabkan karena kurangnya promosi. Masalah promosi ini sebenarnya bukan hanya momok bagi Kota Padang, tetapi juga masalah bagi kota-kota di Indonesia pada umumnya. Minimnya promosi tersebut sebenarnya imbas dari ketidakseriusan pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata. Jadi apa yang mau dipromosikan kalau destinasi wisatanya hanya dikembangkan setengah hati. 

Kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan kalau ingin pariwisata Kota Padang menjadi lebih maju. Kalau sumber daya manusianya sudah memadai, bukan tidak mungkin wisatawan akan kembali mengunjungi Kota Padang karena rasa aman dan nyaman yang mereka dapatkan. Apalagi hal tersebut bisa menjadi promosi gratis bagi Kota Padang. Wisatawan-wisatawan tersebut akan menceritakan pengalaman menyenangkan mereka kepada kerabat di negara asal mereka.


Referensi :

  • https://padangkota.bps.go.id/indicator/153/34/1/luas-daerah.html
  • https://padangkota.bps.go.id/indicator/16/131/1/jumlah-wisatawan-mancanegara-dan-domestik-.html
  • https://copenhagen.thaiembassy.org/en/content/bangkok-ranks-number-one-as-the-world-s-most-visit?cate=5d81e20015e39c1614002150
Bagikan Postingan Ini:

Menelusuri Sejarah Peradaban Melayu di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang

Wilayah Kepulauan Riau terkenal sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban Melayu di Indonesia. Salah satu lokasi paling bersejarah tempat berkembangnya peradaban Melayu di Kepulauan Riau adalah Kota Tanjung Pinang. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau. Sebelum dimekarkan menjadi kota otonom, Tanjung Pinang merupakan bagian dari Kabupaten Bintan. 

Foto udara kota tanjung pinang
Pemandangan Kota Tanjung Pinang dari udara (diskominfo Kepri)

Kota Tanjung Pinang pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kesultanan Riau-Lingga. Kesultanan ini merupakan pecahan dari Kesultanan Johor-Riau. Terpecahnya Kesultanan Johor-Riau disebabkan oleh perjanjian pembagian wilayah yang dilakukan antara Britania Raya dengan Belanda. Kesultanan Johor berada dibawah pengaruh Britania Raya, sedangkan Kesultanan Riau-Lingga berada dibawah pengaruh Belanda. Sebelumnya Kota Tanjung Pinang juga pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Melaka dan Kesultanan Johor. 

Kota Tanjung Pinang memiliki wilayah seluas 239,5 km². Letak geografis dari Kota Tanjung Pinang berada pada 0°51' samapi dengan 0°59' Lintang Utara dan 104°23' sampai dengan 104°34 Bujur Timur. Kota ini memiliki wilayah dengan kontur bervariasi karena terdapat dataran rendah, perbukitan dan kawasan rawa bakau sekaligus. 

Sekitar 2 kilometer dari kota Tanjung Pinang terdapat sebuah pulau bersejarah yang bernama Pulau Penyengat. Penyengat adalah sebuah pulau kecil yang yang memiliki panjang sekitar 2000 meter dan lebar sekitar 850 meter. Pulau ini merupakan sebuah pulau berpenghuni yang memiliki populasi penduduk 2.500 jiwa. 

Masjid Raya Sultan Riau, salah satu destinasi wisata andalah Pulau Penyengat
Gambaran salah satu sudut Pulau Penyengat (triptrus.com)

Menurut cerita rakyat penduduk setempat, nama pulau penyengat berasal dari sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Cerita tersebut menjelaskan bahwa para pelaut yang melanggar pantangan atau larangan ketika mengambil ambil, maka mereka akan diserang oleh ratusan serangga berbisa tersebut. Serangga inilah yang disebut dengan nama penyengat dan kemudian menjadi sebutan untuk Pulau penyengat. Sementara itu orang-orang Belanda menyebut Pulau Penyengat dengan nama Pulau Mars.

Pulau penyengat memiliki andil yang besar terhadap perkembangan peradaban Melayu di Kepulauan Riau. Peranan penting Pulau Penyengat berlangsung semenjak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722 sebelum akhirnya direbut sepenuhnya oleh Belanda tahun 1911. Ketika menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau, nama Pulau Penyengat dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat Inderasakti. 

Pada tahun 1803, dibangun pusat pertahanan di Pulau Penyengat dan sekaligus tempat berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga, sementara itu Sultan Berkedudukan secara resmi di Daik-Lingga. Namun pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga juga berkediaman resmi Pulau Penyengat. Sejak saat itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istidat, agama Islam, dan kebudayaan Melayu.

Sekarang ini Pulau Penyengat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Provinsi Kepulauan Riau. Daya tarik pariwisata di Pulau Penyengat adalah bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Riau-Lingga. Beberapa diantaranya peninggalan sejarah yang paling populer di Pulau Penyengat adalah Masjid Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, Istana Kantor yang merupakan istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali (1844-1857), Benteng Pertahanan Bukit Kursi serta Balai Adat Melayu yang merupakan replika rumat adat Melayu yang pernah dibangun di Pulau Penyengat.

Di Pulau Penyengat juga terdapat makam-makam para Yang Dipertuan Muda Kerajaan Johor-Pahang-Riau-Lingga. Diantaranya adalah makan dua Pahlawan Nasional Indonesia, yaitu Raja Aji Fisabillah dan Raja Ali Haji. Sekedar informasi, Raja Ali Haji merupakan pencatat pertama dasar-dasar bahasa Melayu melalui buku Pedoman Bahasa, sebuah buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa melayu standar atau melayu baku tersebut yang saat ini dikukuhkan sebagai bahasa Indonesia. 


Referensi :

  • https://disbudpar.tanjungpinangkota.go.id/destinasi-detail/wisata-pulau-penyengat
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Penyengat
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tanjungpinang
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Haji_bin_Raja_Haji_Ahmad


Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts