Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Ternate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ternate. Tampilkan semua postingan

Ternate vs Tidore, Perbandingan Dua Kota Otonom di Provinsi Maluku Utara

Ternate dan Tidore merupakan dua nama kota yang sudah cukup familiar bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kedua kota ini adalah warisan dari kerajaan Nusantara yang bernama Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore. Kota Ternate dan Tidore sama-sama berada di Provinsi Maluku Utara. 

Kota Ternate, kota terbesar di Provinsi Maluku Utara
ilustrasi Kota Ternate (foto : jmg) 

Saat ini hanya Kota Ternate dan Tidore yang berstatus sebagai kota otonom di Provinsi Maluku Utara. Tentunya menarik bila dibuat ulasan tentang perbandingan diantara kedua kota tersebut. 

Kota Tidore, kota terluas di Provinsi Maluku Utara
ilustrasi Kota Tidore (foto : maestrobali.com) 

Pada tulisan kali ini akan dicoba membandingkan kedua kota tersebut dari beberapa aspek. Penasaran seperti apa hasilnya? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara Kota Ternate vs Kota Tidore. 

Populasi

Kota Ternate dan Tidore sama-sama memiliki populasi yang relatif kecil. Populasi dari kedua kota tersebut sama-sama jauh dibawah 500 ribu jiwa. Untuk Kota Ternate memiliki populasi 204.920 jiwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. Sementara itu Kota Tidore memiliki populasi 120.605 jiwa. Jadi secara populasi lebih besar Kota Ternate dibandingkan Tidore. 

Wilayah

Ternate memang memiliki populasi penduduk yang lebih banyak dibandingkan Tidore. Namun kalau dari segi luas wilayah, Tidore jauh lebih besar dibandingkan Ternate. Bahkan Tidore merupakan Kota terluas di Indonesia setelah Palangkaraya dan Dumai. Luas dari Kota Tidore menurut situs resmi pemerintahan Kota Tidore adalah 1.550,37 km². Sementara itu luas wilayah Kota Ternate menurut Badan Pusat Statistik adalah 111,39 km². Jadi luas wilayah dari Kota Tidore hampir 14 kali lipat dari luas wilayah Kota Ternate. 

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto adalah seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam periode tertentu. Jadi PDRB berkaitan dengan perekonomian suatu wilayah secara keseluruhan. Antara Kota Ternate dan Tidore memiliki perbedaan PDRB yang cukup mencolok. Kota Ternate memiliki PDRB yang mencapai Rp13,675 triliun. Angka tersebut jauh mengungguli PDRB Kota Tidore. Kota Tidore memiliki PDRB sebesar Rp3,511 triliun. 

Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah rata-rata pendapatan yang diperoleh masing-masing penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Semakin tinggi pendapatan per kapita maka semakin makmur penduduk di wilayah tersebut. 

Dari angka pendapatan per kapita, lagi-lagi Kota Ternate lebih unggul dibandingkan Kota Tidore. Kota Ternate memiliki pendapatan per kapita Rp64,498 juta, sedangkan Kota Tidore memiliki pendapatan per kapita Rp29,529 juta. 

Infrastruktur

Ternate pernah menyandang status sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara sebelum akhirnya dipindah ke Sofifi. Sebagai Kota terbesar di Provinsi Maluku Utara dan pernah menyandang status sebagai ibu kota provinsi, infrastruktur di Kota Ternate cenderung lebih berkembang dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Maluku Utara. Termasuk bila dibandingkan dengan Kota Tidore. 

Unggulnya infrastruktur Kota Ternate dapat dilihat dari transportasi laut dan udara di kota tersebut. Kota Ternate merupakan pemilik bandara dan pelabuhan terbesar di Provinsi Maluku Utara. 

APBD

APBD merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Semakin besar APBD maka semakin leluasa suatu daerah dalam melakukan pembangunan dan menggaji para pegawai pemerintahan. 

Dilansir situs resmi pemerintahan Kota Ternate, APBD Kota Ternate untuk tahun 2024 adalah Rp1,1 triliun. Angka tersebut setara dengan APBD Kota Tidore. Kota Tidore juga memiliki APBD Rp1,1 triliun menurut situs tandaseru.com.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berkaitan dengan kualitas hidup manusia di suatu wilayah. Ada beberapa indikator yang biasa dipakai untuk mengukur IPM, diantaranya adalah angka harapan hidup, sanitasi, kesehatan, dan pendidikan dll. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik, Kota Ternate memiliki IPM 81,35. Angka tersebut jauh diatas IPM kota Tidore yang berada diangka 72,40.

Berdasarkan beberapa ulasan diatas, bisa dikatakan kalau Kota Ternate unggul telak bila dibandingkan dengan Kota Tidore. Kota Tidore hanya unggul dalam hal luas wilayah dibandingkan Kota Ternate. Itupun luas wilayah tidak berkaitan langsung dengan aktivitas perekonomian dan perkembangan suatu kota. 

Bagikan Postingan Ini:

Indahnya Kota Ternate di Kaki Gunung Gamalama


Ternate adalah sebuah kota yang berada di provinsi Maluku Utara. Kota Ternate memiliki luas 206,77 kilometer persegi dengan populasi penduduk 185.705 jiwa berdasarkan sensus tahun 2010. Kota ternate terdiri dari 8 pulau, yaitu Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau, Pulau Tifure, Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida. Tiga pulau yang disebutkan terakhir merupakan pulau yang tidak berpenghuni. Meski tergolong kecil, kota Ternate cukup tersohor di Nusantara. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Ternate pada abad ke-13. Pada masa jayanya, Kesultanan Ternate pernah memiliki pusat pemerintahan yang mencakup wilayah maluku, sebagian Pulau Sulawesi, bagian selatan Kepulauan Filipina, hingga kepulauan Marshall di Pasifik.

Mayoritas penduduk kota Ternate populasinya terkonsentrasi di pulau Ternate. Maklum, pulau Ternate merupakan pulau terbesar diantara pulau-pulau yang ada di kota Ternate. Di pulau ini juga terdapat satu-satunya bandara di kota Ternate yang bernama Bandara Sultan Babullah. Berkat Bandara Sultan Babullah, penduduk kota Ternate dapat terhubung secara langsung dengan kota-kota lain di Indonesia seperti Manado, Makassar dan Jakarta. Selain memiliki Bandara, pulau Ternate juga memiliki sebuah pelabuhan yang bernama Pelabuhan Ahmad Yani.

Pulau Ternate memiliki memandangan yang menakjubkan. Pusat pemukiman pulau Ternate berada dekat dengan bibir pantai. Kondisi daratannya terlihat landai yang posisinya akan semakin tinggi bila semakin jauh dari bibir pantai. Ditambah lagi di pulau ini terdapat sebuah gunung yang menjulang tinggi yang bernama Gunung Gamalama. Pada dasarnya, seluruh wilayah pulau Ternate merupakan bagian dari Gunung Gamalama. Namun dibalik keindahan tersebut, tersimpan bahaya yang senantiasa mengancam warga pulau Ternate.

Pemandangan kota Ternate ( foto : wikimedia.org )

Gunung Gamalama menjadi salah satu pesona utama pulau Ternate. Namun Gunung Gamalama merupakan sebuah gunung merapi aktif. Terakhir kali gunung ini ini melepus pada Agustus 2016 lalu. Tercatat dalam beberapa kali letusannya, Gunung Gamalama menelan korban jiwa. Korban paling banyak terjadi pada letusan tahun 1775. Letusan tersebut menelan korban jiwa sebanyak 141 orang. Letusan tersebut juga turut melenyapkan Desa Soela Takomi. Lokasi bekas Desa Soela Takomi akhirnya berubah menjadi danau. Danau tersebut adalah Danau Tolire Jaha dan Danau Tolire Kecil. Danau Tolire sendiri merupakan salah satu destinasi wisata utama di kota Ternate untuk saat ini.

Kondisi Gunung Gamalama ketika meletus ( foto : timesindonesia.co.id )

Itulah sedikit ulasan tentang kota Ternate dengan Gunung Gamalamanya yang tersohor. Meski Gunung Gamalama seringkali membahayakan warga kota Ternate, namun kita tidak dapat menapikan bahwa Gunung Gamalama adalah hal utama yang membuat kota Ternate tampak menakjubkan.
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts