Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Berita dan Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita dan Informasi. Tampilkan semua postingan

5 Keuntungan Memindahkan Pusat Pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke IKN

Pulau Kalimantan dipilih oleh pemerintah Indonesia sebagai lokasi untuk ibu kota baru Indonesia. Pemerintah Indonesia menamai ibu kota baru tersebut dengan nama IKN atau Ibu Kota Nusantara. Hadirnya IKN disebut-sebut akan memberikan dampak positif terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia.

Sebelumnya status ibu kota Indonesia dipegang oleh Kota Jakarta. Selain berstatus sebagai ibu kota negara, Jakarta juga memegang status sebagai kota terbesar di Indonesia. Jakarta akan tetap menjalankan roda pemerintahan Indonesia sebelum adanya keputusan presiden (kepres) tentang penetapan pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN. 

Upacara bendera pertama di IKN dalam perayaan HUT kemerdekaan Indonesia
ilustrasi pelaksanaan upacara bendera HUT kemerdekaan Indonesia di IKN (setneg.go.id) 

Beberapa pihak memandang skeptis terhadap penetapan IKN sebagai ibu kota Indonesia. Ada yang mengatakan IKN sepi investor, proyek mangkrak dll. Padahal sebenarnya ada beberapa keuntungan apabila ibu kota Indonesia dipindahkan ke IKN. Setidaknya ada 5 keuntungan bagi Indonesia apabila pusat pemerintahan dipindahkan ke IKN. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 5 keuntungan memindahkan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke IKN. 


Mengurai kepadatan penduduk Kota Jakarta

Selama ini pembangunan di Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta. Itulah yang menyebabkan perkembangan Kota Jakarta jauh lebih signifikan dibandingkan kota lainnya di Indonesia. Hal ini juga berdampak terhadap pertumbuhan penduduk Kota Jakarta yang melonjak tajam. 

Berdasarkan data dari situs resmi Badan Pusat Statistik, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 sudah menyentuh 10.672.100 jiwa. Dengan demikian Jakarta merupakan satu-satunya Kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta jiwa. 

Besarnya jumlah populasi menimbulkan berbagai masalah seperti kemacetan, kesembrawuran dan permasalahan sosial. Dengan adanya IKN, kepadatan penduduk di Kota Jakarta bisa sedikit berkurang. Jakarta juga akan terbebas dari kesibukan urusan kenegaraan. Para pejabat, ASN pemerintah pusat dan perwakilan negara-negara sahabat otomatis akan angkat kaki dari Kota Jakarta. 

Mengakselerasi pembangunan di Pulau Kalimantan

Kalimantan dikenal sebagai pulau yang kaya akan sumber daya alam. Meskipun kaya, namun pembangunan di Pulau Kalimantan belum terlalu maksimal. Masih kalah bila dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Sumatera. 

Adanya IKN akan mempercepat pembangunan di Pulau Kalimantan. Tentunya pemerintah Indonesia akan memaksimalkan konektivitas antara IKN dengan kota-kota lainnya di Pulau Kalimantan. Jadi IKN tidak menjadi kota yang terisolasi. 

Sebelum adanya IKN, sejumlah proyek infrastruktur di Pulau Kalimantan hanya sebatas wacana. Contohnya adalah infrastruktur rel kereta api. Namun setelah adanya IKN, upaya untuk mewujudkan hadirnya rel kereta api di Pulau Kalimantan mendekati kenyataan. Dilansir  cnbcindonesia.com, beberapa proyek rel kereta api yang berkaitan dengan IKN akan dimulai tahun 2025. Ada 4 proyek rel kereta api yang akan dibangun, yaitu kereta bandara, kereta Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), perkotaan di dalam Kalimantan dan intercity

Mewujudkan ibu kota negara yang aman dan nyaman

Jakarta dengan segala permasalahannya tentunya bukanlah kota yang ideal sebagai ibu kota negara. Ibu kota negara harusnya memberikan rasa yang nyaman dan jauh dari segala permasalahan. Karena itulah IKN yang sedang dibangun oleh pemerintah Indonesia hanya difokuskan sebagai pusat pemerintah saja. Untuk urusan bisnis kemungkinan akan diarahkan ke daerah penyangga seperti Balikpapan. 

Hal ini tentunya memiliki situasi yang berbeda dengan Kota Jakarta. Saat ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia, Kota Jakarta juga tumbuh menjadi kota bisnis utama di Indonesia. Hal ini membuat Kota Jakarta tumbuh menjadi kota metropolitan dengan segala permasalahannya. Belajar dari hal tersebut, pemerintah Indonesia tidak ingin melakukan kesalahan serupa. Makanya IKN hanya akan diperuntukan sebagai pusat pemerintahan. 

Memecah konsentrasi musuh apabila menyerang Indonesia

Menjadikan Jakarta sebagai kota bisnis dan IKN sebagai pusat pemerintahan merupakan langkah yang tepat bagi Indonesia. Seandainya ada negara musuh ingin menyerang Indonesia, fokus mereka akan terpecah. Apakah mereka harus menyerang IKN yang merupakan roda penggerak pemerintahan, atau menyerang Jakarta yang menjadi pusat perekonomian utama di Indonesia. Apabila ingin menyerang keduanya tentunya akan memerlukan biaya yang lebih besar bagi musuh. 

Meningkatkan daya tawar Indonesia di Pulau Kalimantan

Pulau Kalimantan dimiliki oleh 3 negara sekaligus, yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Selama ini wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan dianggap lebih tertinggal dibandingkan wilayah Malaysia dan Brunei, terutama di perbatasan. Dengan adanya IKN, tentunya posisi Indonesia lebih diperhitungkan lagi. Apalagi akan ada sejumlah pembangunan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menopang IKN sebagai ibu kota negara. 

Daya tawar Indonesia di Pulau Kalimantan akan lebih meningkat setelah adanya IKN. Negara seperti Malaysia tentunya akan berpikir dua kali apabila ingin melakukan sengketa wilayah dengan Indonesia di Pulau Kalimantan. 
Bagikan Postingan Ini:

Status Kota Terbaik di Indonesia Layak Dinobatkan untuk Kota Batam

Batam adalah kota Terbesar di Provinsi Kepulauan Riau. Menurut data Badan Pusat Statistik, populasi penduduk dari Kota Batam untuk tahun 2020 mencapai 1.196.396 jiwa. Di wilayah Sumatera, hanya Kota Medan dan Palembang yang memiliki populasi yang lebih besar dibandingkan Kota Batam. 

Kota Batam, kota terbaik di Indonesia
ilustrasi Kota Batam, salah satu kota dengan perkembangan terpesat di Indonesia (youtube.com/@travelersbatam) 

Boleh dibilang Batam merupakan salah satu kota di Indonesia yang paling banyak memiliki keunggulan. Dengan segala keunggulan tersebut, Batam layak dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia. Apa saja keunggulan Kota Batam dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia? Berikut asalah ulasannya satu per satu. 


Berada di lokasi yang strategis

Rasanya tidak ada kota lain di Indonesia yang memiliki lokasi yang lebih strategis dibandingkan Kota Batam. Kota Batam berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Negara Singapura dan Malaysia. Dari Batam kita dapat melihat langsung pemandangan gedung-gedung pencakar langit di Singapura. Kawasan perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura ini dijuluki juga dengan istilah Segitiga Emas ASEAN. 

Memiliki perencanaan pembangunan yang matang

Umumnya kota-kota di Indonesia memiliki rencana pembangunan yang tak jelas. Hal ini menyebabkan penataan kota menjadi sembrawut yang menimbulkan berbagai permasalahan. Contohnya menyebabkan terjadinya campur aduk antara kawasan komersil dengan pemukiman. 

Kota Batam cukup baik dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Jadi cukup jelas zonasinya antara kawasan pemukiman dengan pusat bisnis dan komersil. Contohnya adalah kawasan Batam Center yang sukses dikembangkan sebagai pusat bisnis terpadu. Kawasan ini dikelola dengan baik sehingga benar-benar diperuntukan untuk bisnis dan tidak campur aduk dengan pemukiman masyarakat. 

Dari awal dibangun, Kota Batam memang sudah dipersiapkan menjadi kota metropolitan. Hal tersebut dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur di Kota Batam yang tidak hanya dipersiapkan untuk masa sekarang. Contohnya adalah jarak antara bangunan dengan jalan raya yang sudah diatur sedemikian rupa. Jadi apabila akan dilakukan pelebaran jalan di masa mendatang, pemerintah tidak perlu repot-repot membebaskan lahan atau menghancurkan bangunan. 

Salah satu bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia

Hanya ada 4 daerah di Indonesia yang menjadi bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) di Indonesia. Ke-4 daerah tersebut adalah Sabang, Batam, Bintan dan Karimun. Sebagai bagian dari KPBPB, ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Kota Batam. 

Keistimewaan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas adalah harga barang-barang di sana yang relatif murah dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Hal ini dikarenakan barang-barang yang masuk ke Kota Batam bebas dari beberapa jenis pajak, seperti bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPBM), dan cukai. Berbagai keringanan pajak tersebut berimbas terhadap pesatnya perkembangan sektor perdagangan, jasa, dan manufaktur di Kota Batam. 

Memiliki pendapatan per kapita yang relatif besar

Pendapatan per kapita Kota Batam relatif lebih besar bila dibandingkan dengan mayoritas Kota di Indonesia. Diantara kota-kota metropolitan yang memiliki populasi diatas 1 juta jiwa, hanya Kota Jakarta dan Surabaya yang memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Batam.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pendapatan per kapita Kota Batam untuk tahun 2023 mencapai Rp171,968 juta. Angka tersebut jauh melebihi pendapatan per kapita nasional yang berada diangka Rp75 juta. Sekedar informasi, pendapatan per kapita bisa dijadikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. 

Sektor pariwisata yang relatif berkembang 

Batam adalah kota paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara setelah Bali dan Jakarta. Selain karena dipengaruhi oleh lokasi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, banyaknya kunjungan wisatawan juga dipengaruhi oleh potensi pariwisata Kota Batam yang relatif besar. 

Sebagai sebuah kota pulau, Batam dianugerahi berbagai pantai yang indah. Dintaranya adalah Pantai Nongsa, Pantai Marina, Pantai Sekilak, Pantai Tanjung Pinggir dll. Selain wisata alam, banyak berbagai jenis objek wisata lainnya di Kota Batam. Contohnya adalah Nagoya Hill bagi yang ingin menikmati wisata belanja, atau Kampung Pengungsian Vietnam bagi yang ingin wisata sejarah. 

Rasanya tidak berlebihan kalau Batam layak dinobatkan sebagai kota terbaik di Indonesia dengan segala keunggulan yang dimiliki. Walaupun harus diakui bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki dari Kota Batam. Misalnya sektor transportasi dan pendidikan. 


Referensi :
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
  • https://batampos.jawapos.com/berita/2424062916/anggota-dewan-sebut-mutu-pendidikan-di-batam-menurun
  • https://jdih.maritim.go.id/kawasan-perdagangan-bebas-dan-pelabuhan-bebas
  • https://ytprayeh.com/politik/p-c16680564381248/segitiga-emas-batam-malaka-dan-singapura


Bagikan Postingan Ini:

Cikarang, Ibu Kota Kabupaten dengan Perkembangan Terpesat di Indonesia

Kota Cikarang adalah satu wilayah yang menjadi bagian dari Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kota ini sekaligus menyandang status sebagai ibu kota dari Kabupaten Bekasi. Kota Cikarang memiliki 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Cikarang Selatan. 

Cikarang berbeda dengan ibu kota kabupaten lain yang biasanya hanya berupa kota kecil yang diperuntukan sebagai pusat pemerintahan. Kota Cikarang lebih daripada itu. Di Kota Cikarang kita bisa menjumpai pemandangan gedung-gedung pencakar langit layaknya seperti kota metropolitan. 

Mungkin masih banyak yang ingat dengan proyek Meikarta. Dulu iklannya sering kita jumpai diberbagai media. Meikarta adalah proyek kota terencana yang dimiliki oleh PT Lippo Karawaci tbk. Proyek ini secara resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2017. Proyek Meikarta ini dibangun di wilayah Cibatu, Cikarang Selatan. 

Proyek Meikarta yang sedang dibangun di Cikarang
ilustrasi Proyek Meikarta yang dibangun di Cikarang Selatan (bisnis.com) 

Seiring perkembangannya, proyek Meikarta mengalami sejumlah masalah. Mulai dari masalah perizinan hingga kasus suap. Meski banyak diterpa isu miring, pembangunan proyek Meikarta terus berlanjut. Ribuan unit apartemen telah diserahterimakan kepada pemilik. 

Proyek Meikarta berhasil memberikan kesan metropolis untuk Kota Cikarang karena banyaknya gedung yang mereka bangun. Meikarta sendiri menargetkan akan membangun 100 gedung pancakar langit dengan ketinggian 35-46 lantai. 

Sebenarnya masih banyak gedung-gedung pencakar langit lainnya di Kota Cikarang selain Meikarta. Diantaranya adalah Pollux Chadstone, The Oasis Mahogany Cikarang, Trivium Terraca Apartment dll. Jadi dari jumlah kepemilikan gedung-gedung pencakar langit, Cikarang sudah mengungguli beberapa kota otonom dengan populasi yang lebih besar. Padahal seperti yang kita tahu, status Cikarang hanya ibu kota kabupaten. 

Tentunya bukan tanpa alasan mengapa banyak pengembang memilih membangun pencakar langit di Kota Cikarang. Pada dasarnya Cikarang memang memiliki potensi perekonomian yang besar. Di kota ini terdapat kawasan industri Jababeka yang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Kawasan industri Jababeka dikenal juga dengan nama Kota Jababeka. Kawasan industri ini mampu menarik banyak investor baik lokal maupun internasional. 

Berkat adanya Kota Jababeka dan beberapa kawasan industri lainnya, menjadikan Cikarang sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia. 30 persen investasi asing yang masuk ke Indonesia memilih Cikarang sebagai lokasi untuk menanamkan modal. Berbagai industri yang ada di Cikarang memberikan kontribusi 40 persen dari total ekspor Indonesia. 

Ketersediaan sistem transportasi yang memadai juga semakin mendorong pesatnya perkembangan Kota Cikarang. Cikarang merupakan salah satu wilayah penyangga Kota Jakarta. Saat ini antara Kota Cikarang dan Kota Jakarta sudah terhubung langsung oleh KRL (Kereta Rel Listrik). Pilihan untuk menjangkau Cikarang juga semakin beragam setelah adanya LRT (Light Rail Transit). Walaupun LRT hanya sampai Stasiun Jati Mulya di Kota Bekasi, namun dari sana terdapat beragam pilihan moda transportasi menuju Kota Cikarang. 

Kehadiran tol Cimanggis - Cibitung juga akan berdampak positif terhadap perekonomian Cikarang. Tol yang masih tahap kontruksi ini merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2). Dengan adanya jalan tol tersebut akan melancarkan pengiriman barang dari hasil industri Cikarang ke pelabuhan atau bandara, baik untuk tujuan regional ataupun global. 

Dengan melihat kondisi dan perkembangan Cikarang, rasanya kota ini sudah sangat layak untuk menjadi kota otonom. Kalau kita gabungkan populasi dari semua kecamatan di Cikarang, jumlahnya melebihi 600 ribu jiwa. Tentunya jumlah tersebut akan terus meningkat karena tingginya aktivitas perekonomian di Cikarang. 


Referensi :

  • https://m.antaranews.com/berita/4032357/cikarang-daerah-penyangga-yang-menjadi-nadi-ekonomi
  • https://bekasikab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTMwIzI=/jumlah-penduduk-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin-di-kabupaten-bekasi.html
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Cikarang_(kota)



Bagikan Postingan Ini:

3 Salah Kaprah tentang Pemindahan Pusat Pemerintahan Indonesia ke IKN

Indonesia mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya tidak merayakatan HUT RI di Kota Jakarta. Tepat pada perayaan HUT RI yang ke-79, pemerintah Indonesia melakukan upacara perayaannya di IKN. IKN atau Ibu Kota Nusantara adalah ibu kota baru Indonesia yang secara resmi telah menggantikan Kota Jakarta. Tetapi sebelum adanya Keppres tentang pemindahan ibu kota, Jakarta akan tetap menyandang status sebagai ibu kota Indonesia.

Desain Istana Garuda di IKN
ilustrasi desain Istana Garuda di IKN (dok. Nyoman Nuarta)

Namun ada beberapa salah kaprah yang berkembang ditengah-tengah masyarakat tentang pemindahan ibu kota Indonesia. Di sini kami mencoba merangkum ada 3 salah kaprah tentang pemindahan ibu kota Indonesia yang banyak berkembang ditengah-tengah masyarakat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasannya.


1. Pemindahan ibu kota bertujuan untuk melahirkan kota baru seperti Jakarta

Banyak yang menganggap kalau IKN selaku ibu kota Indonesia yang baru akan berkembang seperti Kota Jakarta. Anggapan tersebut tidaklah benar. Memang harus diakui kalau salah satu tujuan pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan negara adalah untuk pemerataan pembangunan. Namun bukan berarti IKN akan dikembangkan layaknya seperti Kota Jakarta.

Pemerintah Indonesia membangun IKN hanya sebagai pusat pemerintahan. Jadi tidak merangkap sebagai kota bisnis seperti Kota Jakarta. Bahkan hingga tahun 2045 penduduk IKN diproyeksikan hanya akan mencapai 2 juta jiwa.

Pertanyaannya, bagaimana pemerataan pembangunan bisa maksimal kalau IKN tidak dirancang seperti Kota Jakarta? Jawabannya adalah, yang akan disiapkan sebagai pusat bisnis seperti Kota Jakarta adalah kota penyangga IKN. Di sekitar IKN terdapat Kota Balikpapan yang saat ini perekonomiannya sudah cukup berkembang. Jadi kemungkinan besar Kota Balikpapan ini yang akan dikembangkan sebagai pusat bisnis.


2. Jokowi pencetus pemindahan pusat pemerintah Indonesia

Pemindahan pusat pemerintahan Indonesia memang dilakukan pada masa pemerintah Presiden Joko Widodo. Namun Jokowi bukanlah pencetus wacana pemindahan pusat pemerintah Indonesia. Upaya untuk memindahkan pusat pemerintah Indonesia sudah dilakukan sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno. Bahkan Soekarno sudah pernah melakukan pembangunan dalam upaya memindahkan pusat pemerintahan Indonesia tersebut.

Pembangunan tersebut dilakukan Soekarno di Kota Palangkaraya. Saat itu memang Kota Palangkaraya yang dipilih oleh Soekarno sebagai pusat pemerintahan Indonesia yang baru menggantikan Jakarta. Di Kota Palangkaraya terdapat salah satu ruas jalan yang bernama Jalan Rusia. Jalan tersebut dirancang oleh insinyur Rusia yang bekerjasama dengan insinyur Indonesia. Tujuan dibangun jalan ini adalah bagian dari rencana Presiden Soekarno untuk memindahkan pusat pemerintahan Indonesia. Sampai saat ini kondisi jalan tersebut masih relatif baik dan mulus.


3. Pembangunan IKN berjalan lambat

IKN merupakan sebuah proyek jangka panjang yang dilakukan secara multiyears. Jadi pembangunannya tidak akan selesai hanya dalam kurun waktu 1 atau 2 tahun. Makanya walaupun pemerintah Indonesia telah melakukan perayaan HUT RI pertama di sana, IKN masih belum bisa ditempati seutuhnya.

Butuh waktu sekitar 15 tahun agar IKN bisa selesai sepenuhnya sejak awal pembangunan. Namun bukan berarti harus menunggu 15 tahun untuk memindahkan seluruh aparatur negara berdinas di IKN.


Itulah beberapa ulasan tentang salah kaprah yang beredar ditengah-tengah masyarakat terkait dengan pemindahan pusat pemerintah Indonesia ke IKN. Semoga informasi yang disajikan dapat bermanfaat.



Referensi :

  • https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3566700/kisah-sukarno-minta-rusia-bangun-jalan-di-palangka-raya
  • https://kompas100.kompas.id/berita-ekonomi/kapan-ikn-selesai-dibangun-ini-jawaban-presiden-joko-widodo/
  • https://ikn.kompas.com/read/2024/03/21/063528487/kata-ombudsman-ikn-tak-akan-jadi-seperti-jakarta-ini-alasannya

Bagikan Postingan Ini:

Jumlah Pencakar Langit di Kota Jakarta Urutan Ke-14 di Dunia


Jakarta adalah kota dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan populasi yang mencapai lebih dari 10 juta jiwa, tidak mengherankan kalau Jakarta menjelma menjadi salah satu kota metropolitan terpadat di Asia. Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan semakin terbatasnya ketersediaan lahan, membuat pertumbuhan gedung-gedung pencakar menjadi subur di kota Jakarta. Bicara tentang pencakar langit, ternyata Jakarta merupakan salah satu kota dengna jumlah pencakar langit terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari situs skyscrapercenter.com, jumlah pencakar langit di Kota  Jakarta berada pada urutan ke-14 dunia. Untuk di tingkat Asia Tenggara, Kota Jakarta menduduki posisi ketiga. Posisi pertama kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di Asia Tenggara dipegang oleh Kota Kuala Lumpur. Kuala Lumpur merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota dari Negara Malaysia. Kota Kuala Lumpur memiliki 173 gedung pencakar langit.

Untuk posisi kedua dipegang oleh Kota Bangkok. Bangkok adalah ibu kota dari Negara Thailand dan sekaligus menyandang sebagai kota terbesar di sana. Kota Bangkok tercatat memiliki 115 gedung pencakar langit.

Sementara itu seperti yang kita singgung sebelumnya, jumlah gedung pencakar langit di Kota Jakarta menduduki posisi ketiga di Asia Tenggara. Padahal populasi Kota Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Kuala Lumpur dan Bangkok. Namun untuk urusan pencakar langit, Kota Jakarta tidak berkutik dibandingkan kedua kota tersebut. Kota Jakarta sendiri memiliki jumlah gedung pencakar langit sebanyak 114. Jadi hanya kalah 1 gedung bila dibandingkan dengan Bangkok. 

Ditingkat Asia jumlah pencakar langit Kota Jakarta menduduki posisi ke-13. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari 14 kota dengan jumlah pencakar langit terbanyak di dunia, hanya 1 kota yang tidak berasal dari Asia. Kota tersebut adalah Kota New York di Amerika Serikat. Posisi teratas sebagai kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia dipegang oleh Kota Hong Kong, China.

Sebagai situs yang cukup memiliki kredibilitas, tentunya skyscrapercenter punya standar tersendiri untuk mengkategorikan sebuah gedung sebagai pencakar langit. Sebuah gedung dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian 150 m atau lebih. Di Indonesia ada sekitar 7 kota yang memiliki gedung dengan ketinggian 150 m atau lebih.

Sementara itu bila dilihat berdasarkan negara, Indonesia berada pada posisi ke-9 dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia. Posisi pertama sudah tentu  dipegang oleh negara China. Bahkan kalau dilihat berdasarkan 20 kota pemilik gedung pencakar langit terbanyak di dunia, 9 kota berasal dari China. Untuk urutan kedua dipegang oleh Negara Amerika Serikat yang menempatkan dua kotanya dalam daftar 20 kota pemilik gedung pencakar langit teranyak di dunia. Selanjutnya disusul oleh Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Australia, Indonesia, dan Thailand. Semua negara tersebut berada dalam daftar 10 besar pemilik jumlah pencakar langit terbanyak di dunia. 


Referensi : 
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.skyscrapercenter.com/countries
Bagikan Postingan Ini:

Pulau Manakah di Indonesia yang Paling Banyak Memiliki Kota-Kota Kaya?

Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Ada lebih dari 17.000 pulau yang dimiliki oleh Indonesia. Diantara sekian banyak pulau yang ada di Indonesia, terdapat lima pulau yang memiliki ukuran dan populasi jauh lebih besar dibandingkan pulau-pulau liannya. Kelima pulau tersebut adalah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua.

Peta Kepulauan Indonesia
ilustrasi peta Kepulauan Indonesia (peta-hd.com)

Kelima pulau tersebut tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya Pulau Jawa yang terkenal dengan kepadatan penduduknya, ataupun pulau Kalimantan dan Papua yang terkenal dengan kekayaan alamnya. 

Bicara tentang kekayaan, pada tulisan kali ini kita akan mengulas tentang pulau manakah di Indonesia yang paling banyak memiliki kota-kota yang kaya. Tentunya untuk mengukurnya dilihat berdasarkan nilai pendapatan per kapita. Hanya saja perlu digarisbahawahi bahwa pendapatan per kapita tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran suatu kota.

Berdasarkan data dari bps.go.id, daftar kota terkaya di Indonesia didominasi oleh kota-kota dari Pulau Jawa. Padahal Pulau jawa bukanlah wilayah yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Hanya saja pulau jawa merupakan pusat industri dan manufaktur di Indonesia. Ini tidak terlepas dari populasi di Pulau Jawa yang besar sehingga selalu menjadi pilihan utama untuk investasi bagi perusahaan-perusahaan nasional dan internasional.

Dari 20 kota terkaya di Indonesia, 10 diantaranya berada di Pulau Jawa. Menariknya, Kota Jakarta ternyata bukanlah kota terkaya di Pulau Jawa. Posisi pertama kota terkaya di Pulau Jawa dipegang oleh Kota Kediri. Bahkan Kota Kediri merupakan kota terkaya di Indonesia. Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp541,112 juta. Angka tersebut jauh diatas rata-rata pendapatan per kapita nasional yang hanya mencapai Rp.75 juta. Bila kita bandingkan dengan negara lain, pendapatan per kapita Kota Kediri setara dengan pendapatan per kapita Negara Korea Selatan.

Kota Jakarta sendiri memiliki pendapatan per kapita diangka Rp322,615 juta dan menduduki posisi kedua di Pulau serta posisi ketiga di Indonesia. Urutan kota-kota di Pulau Jawa yang masuk dalam daftar 20 terkaya di Indonesia adalah Kediri, Jakarta, Cilegon, Surabaya, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Tangerang. Bila dikelompokan berdasarkan provinsi, 3 kota berasal dari Provinsi Jawa Timur, 2 kota dari Provinsi Jawa Tengah, 2 kota dari Provinsi Banten, 1 kota dari Provinsi Jawa Barat, 1 Kota dari Provinsi DIY, dan Kota Jakarta. 

Berdasarkan data diatas dapat kita simpulkan bahwa tidak selalu harus bertumpu pada kekayaan alam untuk meningkatan perekonomian suatu wilayah. Buktinya Pulau Jawa mampu mendominasi daftar kota terkaya di Indonesia walaupun tidak memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Namun harus diakui populasi yang besar juga berpengaruh terhadap pesatnya perekonomian kota-kota di Pulau Jawa. Andai Pulau Jawa memiliki populasi yang kecil, belum tentu perusahaan-perusahaan besar mau menanamkan modal mereka di sana. Ini sebenarnya sebuah tantangan besar bagi pemerintah Indonesia. Bagaimana caranya agar perusahaan-perusahaan besar tersebut tidak hanya berinvestasi di Pulau Jawa sehingga perekonomian Indonesia akan lebih merata. 


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

Bukan Merauke, Inilah Kota Paling Timur di Indonesia

Pulau Papua adalah wilayah Indonesia yang terletak paling timur. Di pulau ini terdapat Kabupaten Merauke yang dikenal sebagai titik paling timur di Indonesia. Bagi rakyat Indonesia tentunya sudah sangat familiar dengan nama Merauke. Namanya diabadikan dalam berbagai lagu yang bertemakan tentang wilayah Indonesia. Negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Merauke adalah Papua Nugini.

Merauke memang wilayah paling timur yang dimiliki oleh Indonesia. Namun Merauke adalah sebuah daerah  yang berstatus sebagai kabupaten. Meskipun saat ini Merauke merupakan ibu kota dari Provinsi Papua Selatan, namun statusnya masih tetap sebuah kabupaten. Berbeda dengan Sabang yang dinobatkan sebagai wilayah paling barat di Indonesia. Sabang yang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh memiliki status sebagai kota otonom. 

Untuk wilayah kota otonom paling timur di Indonesia dipegang oleh Kota Jayapura. Jayapura adalah kota terbesar yang berada di Pulau Papua. Wilayah dari Kota Jayapura ini bahkan lebih luas bila dibandingkan dengan Kota Jakarta. Berdasarkan data dari situs resmi pemerintahan Provinsi Papua, Kota Jayapura memiliki wilayah seluas 940 km². Bandingkan dengan Kota Jakarta yang memiliki wilayah seluas 661,5 km². Sementara itu populasi penduduk Kota Jayapura menurut data bps.go.id adalah 410.852 jiwa.

Foto Kota Jayapura yang diambil dari ketinggian
Pemandangan Kota Jayapura yang dilihat dari ketinggian (pln.co.id)

Kota Jayapura merupakan ibu kota dari Provinsi Papua. Dengan demikian Jayapura juga memegang status sebagai ibu kota provinsi paling timur di Indonesia. Sama seperti Kabupaten Merauke, wilayah Kota Jayapura berbatasan darat dengan Negara Papua Nugini. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, merupakan gerbang yang menghubungkan antara wilayah Indonesia dengan Papua Nugini. lebih tepatnya, Kota Jayapura berbatasan dengan Provinsi Sandaun di Papua Nugini.

PLBN Skouw adalah satu dari tujuh PLBN terpadu yang dibangun oleh Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumabahan Rakyat). Pembangunannya dilakukan pada Desember 2015 dan selesai pada November 2016. PLBN Skouw dibangun diatas lahan seluas 10,7 Ha. Untuk pengamanan di sana dilakukan oleh Batalyon Yonif 122/Tombak Sakti (TS). 

PLBN Skouw dibangun bukan sekedar  penghubung antara wilayah Indonesia dengan Papua Nugini. Dengan adanya PLBN Skouw diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat sekitar. Untuk mendukung aktivitas perekonomian, pemerintahan Indonesia membangun sebuah pasar modern di area PLBN Skow. Selain itu juga terdapat terminal angkutan umum sebagai sarana transportasi penghubung dengan pusat kota Jayapura. 

Selain berbatasan dengan Papua Nugini di sebelah timur, Kota Jayapura juga berbatasan dengan Kabupaten Jayapura di sebelah Barat. Sementara itu sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Keerom.

Mungkin masih banyak orang Indonesia yang belum tahu bahwa Kota Jayapura dianugerahi keindahan alam yang berlimpah. Di utara Kota Jayapura terdapat Teluk Youtefa yang luas dan indah. Teluk ini merupakan tempat favorit bagi wisatawan untuk berenang, bersantai atau sekedar menikmati pemandangan. 

Kalau di utara Kota Jayapura terdapat Teluk Youtefa yang indah, di timur Kota Jayapura terdapat Pegunungan Cycloop yang menjulang tinggi. Pegunungan ini merupakan rumah bagi flora dan fauna endemik Papua. Selain itu, Kota Jayapura juga memiliki sejumlah pantai yang patut dipertimbangan untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Hamadi yang berpasir putih dan memiliki air laut yang jernih.

Itulah sedikit ulasan tentang Kota Jayapura yang merupakan kota paling timur di Indonesia. Cuma perlu diluruskan bahwa untuk daerah paling timur di Indonesia tetap dipegang oleh Merauke. Hanya saja merauke merupakan sebuah daerah yang berstatus kabupaten. Jadi kalau ada pertanyaan tentang kota paling timur di Indonesia, maka jawaban yang paling tepatnya adalah Jayapura. 


Referensi :

  • https://www.papua.go.id/view-detail-page-205/data-luas-wilayah-dan-jumlah-penduduk.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Jayapura
  • https://radarbangkalan.jawapos.com/food-travel/2314541102/jayapura-pesona-alam-budaya-dan-kuliner-yang-memikat

Bagikan Postingan Ini:

Kota Terkaya di Indonesia Ini Memiliki Pendapatan per Kapita Setara Korea Selatan

Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kategori berpendapatan menengah atas kalau dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Indonesia saat ini mencapai Rp75 juta. Angka tersebut setara dengan US$4.919,7. Bank Dunia atau World Bank mengklasifikasikan suatu negara sebagai negara berpendapatan menengah atas kalau memiliki pendapatan per kapita US$4.446 sampai US$13.845.

Meskipun secara nasional pendapatan per kapita Indonesia berada diangka Rp75 juta, namun ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki pendapatan per kapita jauh diatas angka tersebut. Salah satunya adalah Kota Kediri. Kediri merupakan kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia saat ini. Kota ini berada di Provinsi Jawa Timur dan merupakan kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Malang.


Salah satu sudut Kota Kediri
ilustrasi salah satu sudut Kota Kediri (jawapos.com)

Dilansir jawapos.com, Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp541,113 juta. Angka tersebut lebih dari tujuh kali lipat pendapatan per kapita nasional Indonesia. Kalau dikonversi ke mata uang Dolar Amerika menggunakan kurs saat ini, pendapatan per kapita kota kediri setara dengan US$33.733. 

Baca juga : 10 Kota Terkaya di Indonesia, Jakarta Hanya Urutan Ketiga

Tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri sudah setara dengan negara-negara maju. Pendapatan per kapita Kota Kediri sudah penyamai pendapatan per kapita Negara Korea Selatan. Korea Selatan memiliki pendapatan per kapita yang berada diangka US$33.745. Namun pendapatan per kapita Kota Kediri masih dibawah pendapatan per kapita Negara Brunei Darussalam yang berada diangka US$37.826. Lantas apakah yang menyebabkan pendapatan per kapita Kota Kediri cenderung jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia?

Sebelum kita mengulas tentang alasan penyebab tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri, ada baiknya kita sedikit mengulas tentang profil Kota Kediri. Seperti yang kita bahas sebelumnya, Kediri adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur. Populasi dari Kota Kediri menurut data PBS tahun 2023 adalah 289.418 jiwa. Kota ini berjarak sekitar 130 km dari Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur. 

Secara geografis, Kota Kediri terletak pada 07°45'-07°55 LS dan 111°05'-122°03 BT. Kota Kediri memiliki wilayah yang tidak terlalu luas, yaitu hanya 67,2 km². Secara administratif, Kota Kediri terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Kecamatan Mojoroto, dan Kecamatan Pesantren. Seluruh wilayah dari Kota Kediri dikelilingi oleh Kabupaten Kediri. Maklum, Kota Kediri sebelumnya merupakan ibu kota dari Kabupaten Kediri sebelumnya menjadi kota otonom seperti sekarang. 

Menjawab pertanyaan sebelumnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri. Kota Kediri memiliki industri pengolahan dan manufaktur yang cukup berkembang. Salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yaitu PT Gudang Garam juga memiliki pabrik di Kota Kediri. Selain sektor manufaktur, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga menggeliat di Kota Kediri. Data dari BPS mencatat bahwa jumlah lapangan usaha sekunder di Kota Kediri mencapai 80% atau yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Tingginya geliat perekonomian di Kota Kediri tidak terlepas dari keberhasilan Kota Kediri dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. 


Kantor unit PT Gudang Garam di Kota Kediri
Kantor unit PT Gudang Garam di Kota Kediri (tribunnews.com)

Sektor lainnya seperti pendidikan sedikit banyak juga memberikan pengaruh terhadap geliat perekonomian Kota Kediri. Meski Kediri merupakan kota yang relatif kecil, namun di sana sudah terdapat beberapa perguruan tinggi swasta dan sejumlah pesantren. Bahkan Kota Kediri dijuluki juga sebagai kota santri karena beberapa pesantren terbaik di Jawa Timur terdapat di kota ini.

Aktivitas perekonomian yang tinggi menjadikan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh Kota Kediri relatif besar. Nilai barang dan jasa inilah yang akan menjadi komponen untuk membentuk Pendapatan Domestik Regional Bruto Kota (PDRB) Kota Kediri. Jadi penyebab tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri adalah karena memiliki PDRB yang relatif besar, sementara itu populasi penduduk Kota Kediri relatif kecil.


referensi :

  • https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/470/2732911/kenapa-kediri-jadi-kota-terkaya-ini-alasannya?page=1
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kediri
  • https://radarkediri.jawapos.com/ekonomi/784410012/pertumbuhan-ekonomi-kota-kediri-tahun-2023-turun-dibanding-tahun-sebelumnya
  • https://www.worldbank.org/en/country/korea/overview

Bagikan Postingan Ini:

Profil Lengkap Ibu Kota Nusantara Beserta Letak Geografisnya

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 telah menetapkan Ibu Kota Nusantara atau IKN sebagai ibu kota Negara Indonesia. Melalui undang-undang ini, IKN secara resmi ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan pemerintah pusat serta tempat kedudukan perwakilan negara asing. Sebagai ibu kota baru Indonesia, tentu banyak masyarakat yang masih awam tentang IKN ini. 

IKN adalah sebuah kota yang dibangun dari nol dan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tercantum pada RPJMN 2020-2024. Pemerintah Indonesia ingin melakukan upaya konkret untuk mewujudkan pemerataaan pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan cara memindahkan ibu kota Negara Indonesia ke luar Pulau Jawa. Atas dasar itulah maka dibangun IKN yang berada di Pulau Kalimantan.

Pemerintah Indonesia tentunya tidak ingin setengah-setengah dalam membangun IKN. Bahkan telah menyiapkan anggaran Rp466 triliun untuk mengembangkan IKN agar bisa menjadi representasi bangsa dan simbol kemajuan Indonesia. Dibutuhkan waktu setidaknya 15 hingga 20 tahun agar IKN dapat dibangun secara keseluruhan. Namun tidak harus menunggu pembangunan IKN selesai sepenuhnya untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke IKN. Para ASN dipindahkan secara bertahap dari Jakarta ke IKN mulai tahun 2024.

Meski pembangunannya belum sepenuhnya selesai, pemerintah Indonesia telah menyiapkan logo untuk IKN. Logo dari IKN berbentuk pohon hayat dengan desain yang cenderung lebih modern dibandingkan logo kota-kota di Indonesia pada umumnya. 

Makna logo IKN

logo pohon hayat, logo yang dipilih untuk IKN
ilustrasi pohon hayat, logo yang dipilih untuk menjadi logo IKN (ibukotakini.com)

Tentunya bukan tanpa alasan desain pohon hayat dipakai untuk menjadi logo IKN. Logo IKN ini merupakan karya dari desainer Aulia Akbar yang dipilih melalui proses sayembara. Ada sekitar 500 desainer yang mengikuti sayembara ini hingga akhirnya desain pohon hayat yang dipilih. Logo pohon hayat ini memiliki makna sebagai lambang sumber kehidupan bagi semua rakyat Indonesia. Logo ini terdiri dari 3 bagian, yaitu akar, batang, dan bunga. 5 akar pada bagian bawah melambangkan 5 sila yang terdapat pada pancasila. Sementara batang yang berjumlah 7 melambangkan gugus pulau besar yang ada di Indonesia. Selanjutnya lingkaran utuh yang terdiri dari 17 bunga pada bagian atas melambangkan kemerdekaan yang abadi sesuai dengan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Selain sebagai sumber kehidupan, logo IKN juga menjadi simbol kekayaan hayati Indonesia. Tujuh batang yang tumbuh dari akar layaknya aliran air yang menyimbolkan Indonesia sebagai negara maritim, dimana laut dan alur sungai menjadi penghubung. Semua ini terhubung pada sebuah lingkaran utuh yang kemudian dari lingkaran utuh tersebut tumbuh 17 bunga yang mekar. Inilah yang menjadi simbol kemerdekaan abadi bagi Indonesia.

Konsep Pembangunan IKN

Pemerintah Indonesia merancang IKN khusus sebagai pusat pemerintah saja. Jadi IKN tidak akan dibangun menjadi kota metropolitan seperti Kota Jakarta. Untuk jumlah penduduk di IKN akan dibatasi maksimal hanya 2 juta jiwa. Angka tersebut merupakan proyeksi jumlah penduduk IKN untuk tahun 2045. Dengan dibatasinya populasi penduduk di IKN, kemungkinan Kota Balikpapan yang menjadi penyangga IKN yang akan mendapat imbasnya. Jadi untuk pembangunan besar kemungkinan akan lebih terfokus di Kota Balikpapan.

IKN dikembangkan sebagai kota yang berkonsep green city. Jadi berbagai pembangunan di IKN akan bersifat ramah lingkungan. Contohnya adalah untuk sistem transportasi yang akan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan dan mendukung emisi nol karbon. Konsep green city yang diadopsi IKN juga akan dipadukan dengan konsep kota yang smart, forest, sustainable, dan blue

Untuk mendukung konsep green city, sumber energi yang digunakan di IKN juga memanfaatkan energi terbarukan dan rendah emisi karbon. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenagara Suraya (PLTS) dengan kapasitas 50 MW untuk mendukung kebutuhan energi IKN. Selain PLTS, sumber energi berbasis gas juga tengah dikembangkan untuk mendukung kebutuhan IKN.

Letak Geografis IKN


Secara geografis, wilayah IKN berada di provinsi Kalimantan Timur. Lebih tepatnya wilayah IKN berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara. 

Menurut UU IKN Pasal 6, berikut adalah letak geografis IKN :
  • Sebelah Utara : 117° 0' 31.292" Bujur Timur dan 0° 38' 44.912" Lintang Selatan
  • Sebelah Selatan : 117° 11' 51.903" Bujur Timur dan 1⁰ 15' 25.360" Lintang Selatan
  • Sebelah Barat : 116° 31' 37.728" Bujur Timur dan 0° 59' 22.510" Lintang Selatan, dan 
  • Sebelah Timur : 117° 18' 28.084" Bujur Timur dan 1° 6' 42.398" Lintang Selatan.

Adapun wilayah  IKN berbatasan dengan daerah-daerah berikut :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, Teluk Balikpapan, dan Kota Balikpapan
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, serta
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makassar.

Sebagai pusat pemerintahan Indonesia, IKN akan dipimpin oleh seorang Kepala Otorita. Kepala Otorita ini akan ditunjuk langsung oleh presiden Republik Indonesia. 

IKN dikembangkan menjadi beberapa kawasan. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang akan menjadi lokasi tempat beradanya kantor-kantor pemerintahan memiliki luas 6.596 hektare. Sementara itu untuk kawasan perkotaan IKN akan memiliki luas 56.180 hektare. Selanjutnya terdapat pula Kawasan Pengembangan IKN yang memiliki luas 199.962 hektare. Semua kawasan tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) IKN dengan luas total 256.142 hektare.

Itulah sejumlah informasi seputar profil IKN beserta letak geografisnya. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.


Rujukan :
https://www.kemenkopmk.go.id/pohon-hayat-lambang-sumber-kehidupan-yang-menjadi-logo-ikn#:~:text=Jokowi%20menuturkan%20logo%20tersebut%20melambangkan,Indonesia%20nantinya%2C%22%20ujar%20Jokowi.
https://news.detik.com/berita/d-5908269/letak-ibu-kota-baru-indonesia-bernama-nusantara-ini-detail-lokasinya
https://regional.kontan.co.id/news/ikn-dibangun-dengan-konsep-green-city-ini-penjelasannya
Bagikan Postingan Ini:

Benarkah Jawa Tengah Provinsi Termiskin? Yuk Simak dari Kondisi Kota-Kota di Sana

Jawa Tengah adalah salah satu provinsi terbesar di Indonesia. Jumlah populasi penduduk dari provinsi Jawa Tengah mencapai 37,95 juta jiwa. Angka tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan populasi terbesar ketiga di Indonesia setelah provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.

peta kabupaten dan kota di provinsi Jawa Tengah
ilustrasi peta provinsi Jawa Tengah (kompas.com)

Belakangan ini sering muncul narasi bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi termiskin. Hal tersebut berdasarkan data persentase penduduk miskin di provinsi Jawa Tengah yang mencapai 10,77 persen dari total populasi di sana. Namun perlu dibuktikan lagi apakah data tersebut sesuai dengan kondisi dilapangan atau tidak. Salah satunya dapat kita cek berdasarkan kondisi kota-kota di Jawa Tengah.

Jawa Tengah memiliki 6 wilayah kota otonom, yaitu Semarang, Surakarta, Pekalongan, Tegal, Salatiga, dan Magelang. Dari ke-6 kota tersebut, kota Semarang dan kota Surakarta adalah dua kota yang memiliki peranan paling signifikan di provinsi Jawa Tengah. 

Sebagai kota terbesar di Jawa Tengah, seringkali kota Semarang dijadikan gambaran bagaimana kondisi provinsi Jawa Tengah. Boleh dibilang data perekonomian kota Semarang menunjukan angka yang relatif bagus. Misalnya data persentase penduduk miskin yang berada diangka 4,23 persen. Angka tersebut jauh dibawah persentase penduduk miskin nasional yang berada diangka 9,36 persen. Begitupula dengan data PDRB (Produk Domestik dan Regional Bruto) dan pendapatan per kapita. Kota Semarang memiliki PDRB yang mencapai Rp227,619 triliun. Di Indonesia cuma kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan saja yang memiliki PDRB diatas kota Semarang.


Semarang, kota terbesar di provinsi Jawa Tengah
ilustrasi kota Semarang (tribunnews.com)

Menurut data BPS, kota Semarang memiliki pendapatan per kapita Rp137,122 juta. Jauh diatas pendapatan per kapita nasional yang berada diangka Rp75 juta. Bukan hanya Semarang, 3 kota lainnya di provinsi Jawa Tengah juga memiliki pendapatan per kapita diatas rata-rata nasional. Kota-kota tersebut adalah Surakarta, Magelang, dan Salatiga. Hanya kota Pekalongan dan Tegal yang memiliki pendapatan per kapita dibawah rata-rata nasional. Bila kita lihat dari persentase penduduk miskin, semua kota di Jawa Tengah tersebut memiliki persentase penduduk miskin dibawah rata-rata nasional. 

Meski sering disebut provinsi miskin, namun data tentang kota-kota di Jawa Tengah menunjukan angka yang tidak terlalu buruk. Tentunya kita tidak bisa hanya berkaca dari wilayah perkotaan saja. Ternyata besarnya angka kemiskinan di Jawa Tengah dipengaruhi oleh kabupaten-kabupaten di sana. Dari 29 kabupaten di Jawa Tengah, hanya kabupaten Kudus yang memiliki pendapatan per kapita diatas rata-rata nasional. Kabupaten Kudus memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp103,88 juta. Sedangkan kalau dilihat dari angka kemiskinan, hanya kabupaten Sukoharjo, Pati, Kudus, Jepara, Semarang, Temanggung, Batang, dan  Tegal yang memiliki persentasi penduduk miskin dibawah rata-rata nasional dari 29 kabupaten di provinsi Jawa Tengah. 

Kesimpulannya kalau dilihat dari wilayah perkotaan di Jawa Tengah saja kita tidak akan menemukan angka kemiskinan yang terlalu mencolok. Namun wilayah kabupatennya yang membuat persentase angka kemiskinan menjadi tinggi di provinsi Jawa Tengah. Sebenarnya ini bukan hanya permasalahan di Jawa Tengah saja, tapi hampir semua provinsi dengan populasi yang besar mengalami hal yang serupa. 


Rujukan :

Sumber1

Sumber2

Sumber3

Bagikan Postingan Ini:

Beginilah Posisi Kota Jakarta ketika Tidak Lagi Berstatus Ibu Kota Negara

Jakarta adalah salah satu wilayah administrasi khusus yang ada di Indonesia. Status administrasi khusus tersebut dinobatkan karena posisi kota Jakarta sebagai ibu kota negara. Wilayah administrasi khusus kota Jakarta kita kenal dengan nama DKI (Daerah Khusus Ibu Kota).

Jakarta kota terbesar di Indonesia
ilustrasi kota Jakarta (Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)

Namun saat ini Jakarta sudah tidak lagi menyandang status sebagai Daerah Khusus Ibu Kota. Hal tersebut bertepatan dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Khusus Jakarta menjadi Undang-Undang (UU) pada hari Kamis, 28 Maret 2024. Dalam UU yang terdiri dari 12 bab dan 73 pasal itu disebutkan bahwa Jakarta tidak lagi menyandang gelar sebagai Daerah Khusus Ibu Kota atau DKI setelah lahirnya Undang-Undang No. 3 tahun 2022 tentang ibu kota negara. 

Secara umum, isi dari Undang-Undang tersebut menyatakan bahwa ibu kota negara Indonesia telah dipindahkan dari provinsi DKI Jakarta ke IKN (Ibu Kota Nusantara). Wilayah dari IKN ini meliputi sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di provinsi Kalimantan Timur. 

Dengan tidak lagi bertatus sebagai ibu kota negara, lantas bagaimanakah posisi kota Jakarta kedepannya? Tentunya banyak yang berpikiran kalau Jakarta tidak lagi berstatus sebagai wilayah administrasi khusus.  Walau tidak lagi menjadi ibu kota negara, Jakarta akan tetap menjadi wilayah administrasi khusus. Sebagai daerah khusus, Jakarta tetap akan memegang peran penting penyelenggaraan pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peranan khusus yang akan dipegang oleh provinsi Jakarta adalah kewenangan terkait pelaksanaan fungsi sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global. Jakarta akan diproyeksikan sebagai salah satu pusat ekonomi di Asia Tenggara. Hal ini tidak terlepas dari peran kota Jakarta yang memiliki kontribusi paling signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kurang lebih 17 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh kota Jakarta.

Sebagai ibu kota baru Indonesia, IKN hanya akan difokuskan sebagai pusat pemerintahan. Bahkan populasi penduduk di IKN akan dibatasi agar tidak tumbuh menjadi kota yang padat. Sementara itu, kota Jakarta akan tetap memegang peranan penting sebagai pusat bisnis di Indonesia dan regional Asia Tenggara. 

Sebenarnya sudah banyak negara di dunia yang mengadopsi pemisahan pusat bisnis dengan pusat pemerintahan. Contohnya adalah negara tetangga kita Australia. Kota terbesar sekaligus pusat bisnis utama di Australia adalah Sydney yang merupakan ibu kota dari negara bagian New South Wales. Bahkan sangking populernya, banyak yang mengira Sydney merupakan ibu kota dari negara Australia. Padahal sebenarnya ibu kota negara Australia adalah kota Canberra. Canberra sendiri merupakan kota terbesar kedelapan di Australia dengan populasi yang mencapai 400 ribuan jiwa. 

Kurang lebih kendisi Indonesia akan sama seperti Australia ini. Jakarta akan tetap menjadi kota terbesar dan sekaligus pusat bisnis utama di Indonesia, sementara IKN akan berkembang menjadi kota yang tidak terlalu besar. 


Rujukan :
https://finance.detik.com/infrastruktur/d-7266233/tak-lagi-ibu-kota-negara-jakarta-bakal-jadi-pusat-ekonomi-asia-tenggara
https://travel.detik.com/travel-news/d-7267814/dear-warga-jakarta-kotamu-tak-lagi-berstatus-ibu-kota
Bagikan Postingan Ini:

IKN Tidak akan Tumbuh Menjadi Kota Metropolitan, Ini Alasannya

Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia dan sekaligus memegang status sebagai ibu kota Negara Indonesia. Namun kedepannya status ibu kota negara tidak lagi dipegang oleh Kota Jakarta. Pemerintah Indonesia telah membangun sebuah kota di Pulau Kalimantan yang akan dijadikan sebagai ibu kota baru Indonesia pengganti Jakarta. Kota tersebut diberi nama Nusantara atau lebih dikenal dengan sebutan IKN (Ibu Kota Nusantara).

Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia untuk saat ini
Ilustrasi Kota Jakarta (Ajeng Dinar Ulfiana/Reuters)

Pemilihan nama Nusantara pernah menimbulkan protes dari negara tetangga kita Malaysia. Pasalnya istilah Nusantara tidak hanya digunakan untuk merepresentasikan kepulauan Indonesia, tetapi juga istilah ini juga dapat mengacu pada sebagian wilayah Asia Tenggara, termasuk Malaysia. Itulah sebabnya Malaysia pernah mengajukan protes atas pemakaian nama Nusantara untuk ibukota baru Indonesia. Namun itu hanya protes dikalangan netizen, bukan sikap resmi pemerintah Malaysia.

Sebagai ibu kota negara, pemerintah Indonesia tentunya akan lebih memperhatikan pembangunan di IKN. Berbagai bentuk investasi bakal terfokus di sini.  Dengan lengkapnya fasilitas dan infrastruktur, tentunya IKN bakal cenderung mengalami pertumbuhan yang pesat. Namun akankah IKN tumbuh menjadi kota terbesar di Pulau Kalimantan dengan segala prioritas yang diberikan oleh pemerintah Indonesia?

Pembangunan IKN terus digenjot oleh pemerintah Indonesia untuk dapat ditinggalin pada bulan juli 2024
Proses pembangunan fasilitas dan infrastruktur di IKN (dok Kementrian PUPR)

Sebenarnya tidak bisa dipastikan apakah IKN akan tumbuh menjadi kota terbesar di Pulau Kalimantan atau tidak. Hanya saja yang pasti pemerintah Indonesia tidak akan membiarkan IKN bakal tumbuh menjadi kota yang padat seperti Jakarta. Pemerintah Indonesia menargetkan bahwa penduduk IKN maksimal hanya 1,91 juta jiwa. Untuk sebuah kota yang pembangunannya dimulai dari nol, tentunya butuh waktu yang panjang untuk mencapai jumlah penduduk sebanyak itu. 

Dapat disimpulkan bahwa IKN tidak dirancang untuk menjadi kota metropolitan seperti Jakarta. Lantas bagaimana langkah pemerintah untuk mencegah IKN tumbuh menjadi kota megapolitan? Tentunya pemerintah harus membangun pusat perekonomian di sekitar IKN. Singkatnya pemerintah harus mencarikan kota alternatif di sekitar IKN yang diperuntukan menjadi kota bisnis seperti Jakarta. Kalau IKN sudah jelas hanya akan diperuntukan sebagai pusat pemerintahan.


Diantara semua wilayah yang bertetangga dengan IKN, Kota Balikpapan paling layak dijadikan sebagai pusat bisnis. Secara infrastruktur Kota Balikpapan merupakan yang paling memadai untuk saat ini. Selain itu Kota Balikpapan merupakan kota dengan perekonomian terbesar di Pulau Kalimantan. Jadi tidak perlu banyak pengembangan lagi kalau Balikpapan ditunjuk sebagai kota bisnis untuk menyangga IKN. 

Balikpapan merupakan kota dengan perekonomian terbesar di Pulau Kalimantan dan merupakan penyangga IKN
Ilustrasi Kota Balikpan (prokal.co)

Kalau IKN hanya diperuntukan sebagai pusat pemerintah, sedangkan Kota Balikpapan dipilih sebagai pusat bisnis, kemungkinan IKN tidak akan tumbuh sebagai kota terbesar di Pulau Kalimantan. Situasi ini tentunya berbeda dengan yang dialami Kota Jakarta. Jakarta bisa tumbuh sebesar sekarang karena Jakarta dijadikan sebagai pusat segalanya. Mulai dari pusat pemerintah, industri, hiburan, bisnis dll. Sementara itu IKN hanya akan difokuskan sebagai pusat pemerintahan. Sementara untuk pusat bisnis dan sebagainya kemungkinan besar akan diarahkan ke Kota Balikpapan. Namun itu semua tentunya membutuhkan dukungan regulasi dari pemerintah. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Bahwa Kota Balikpapan akan dijadikan kota penyangga IKN yang difokuskan sebagai pusat bisnis. 



Rujukan :
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20221122182527-92-877239/penduduk-ikn-akan-dibatasi-maksimal-hanya-191-juta-orang
https://pu.go.id/berita/kementerian-pupr-targetkan-pembangunan-tahap-i-ikn-nusantara-rampung-di-2024
https://kalimantan.bisnis.com/read/20231206/408/1721539/balikpapan-tumbuh-kuat-di-tengah-pembangunan-ikn
Bagikan Postingan Ini:

Fakta Tentang Kota Depok, Kota Paling 'Underrated' di Indonesia

Kota Depok

Depok adalah salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Barat. Kota ini berbatasan langsung dengan kota Jakarta. Itulah sebabnya Depok dikenal juga sebagai salah satu penyangga dari Kota Jakarta dan menjadi bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek. Jabodetabek merupakan sebuah kawasan metropolitan yang terdiri dari kota Jakarta sebagai kota inti, kabupaten Bekasi, kabupaten Bogor, kabupaten Tangerang, kota Bekasi, kota Bogor, kota Depok, kota Tangerang, dan kota Tangerang Selatan.


Ilustrasi lambang kota Depok (depok.go.id)

Sebelum menjadi wilayah perkotaan seperti sekarang ini, Depok merupakan bagian dari Kabupaten Bogor. Pengesahan berdirinya kota Depok dilakukan pada tanggal 20 April 1999. Seminggu sesudahnya, Depok secara resmi berdiri sebagai sebuah Kotamadya. Kota Depok berbatasan dengan kota Jakarta dan provinsi Banten di sebelah utara, kabupaten Bogor di sebelah selatan, kabupaten Bogor dan provinsi Banten di sebelah barat, serta kabupaten Bogor dan kota Bekasi di sebelah timur. 

Bagi kita yang sering berselancar di dunia pasti banyak menemukan informasi negatif seputar kota Depok. Mulai dari berita-berita mistis seperti babi ngepet, kemacetan, kriminalitas dll. Kota Depok juga sempat diolok-olok karena memutar lagu yang dinyanyikan dan diciptakan wali kota Depok saat lampu lalu lintas sedang merah. Hal ini dianggap sebagai puncak komedi dari kota Depok.

Semua hal negatif dan receh tersebut membuat orang-orang memandang remeh terhadap kota Depok. Padahal sebenarnya Depok merupakan kota yang patut diperhitungkan. Sebenarnya banyak kelebihan dari kota Depok yang jarang diketahui mayoritas orang. 

Selama ini Depok dianggap sebagai kota kecil yang tidak layak diperhitungkan. Padahal faktanya justru sebaliknya. Depok  merupakan kota yang besar dengan populasi yang mencapai lebih dari 2 juta jiwa. Dengan populasi yang sebesar itu, Depok masuk dalam daftar 10 besar kota dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.  Angka tersebut jauh diatas populasi kota Semarang atau Makassar. Hanya saja kota Depok memang memiliki wilayah yang tidak terlalu luas. Luas wilayah kota Depok hanya sekitar 199,9 km².

Boleh dibilang kota Depok memiliki perkembangan yang cukup pesat beberapa tahun belakangan ini. Salah satu kawasan yang paling berkembang dari kota Depok adalah daerah Margonda. Di kawasan ini terdapat banyak gedung-gedung pencakar langit yang menjadi simbol pertumbuhan dari kota Depok. Di wilayah Margonda ini kita dapat menjumpai berbagai gedung penting seperti ITC Depok, Kantor Wali Kota Depok, Margo City, Universitas Gunadarma, Hotel Margonda Residence dll. 


gedung-gedung pencakar langit di kota depok
Ilustrasi gedung-gedung pencakar langit di kota Depok (youtube.com/@cakrawaladrone)

Satu lagi yang paling menonjol dari kota Depok adalah sektor pendidikan. Sebagian besar orang Indonesia tentunya pasti tahu dengan Universitas Indonesia atau UI. Universitas Indonesia yang terkenal sebagai salah satu universitas terbaik dan terbesar di Indonesia berada di kota Depok, tepatnya berada di Jl. Lingkar, Pondok Cina, Kecamatan Beji. Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, tentunya UI menjadi tempat berkumpul para mahasiswa terbaik di negeri ini.


kampus universitas indonesia di kota depok
Ilustrasi kampus UI di kota Depok (ui.ac.id)

Dilihat dari kualitas SDM, kota Depok juga tidak buruk-buruk amat. Dalam hal Indeks Pembangunan Manusia atau IPM, kota Depok berada diurutan ke-23 dari 500 lebih kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Indeks Pembangunan Manusia kota Depok memiliki skor 81,37. Masih lebih tinggi bila dibandingkan Indeks Pembangunan Manusia kota Medan dan Batam.

Kesimpulannya, walau melekat dengan stigma negatif namun kota Depok tidak seburuk yang diperkirakan. Kota ini masih layak untuk diperhitungkan sebagai salah satu terpenting di Indonesia. Ramainya stigma negatif tentang kota Depok tidak akan mengubah fakta-fakta yang kita telah kita ulas sebelumnya. 


Rujukan :

Sumber1

Sumber2



Bagikan Postingan Ini:

Pusat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Diusulkan Pindah dari Kota Padang

Pemandangan Kota Padang dari udara
Pemandangan Kota Padang dari ketinggian (kayak.com)

Kota Padang merupakan ibu kota dari provinsi Sumatera Barat. Saat pertama kali berdiri, ibu kota provinsi Sumatera Barat bukanlah Kota Padang. Secara de facto, Kota Padang dijadikan ibu kota provinsi Sumatera Barat pada tahun 1958. Kemudian dikukuhkan secara de jure pada tahun 1979. Sebelumnya ibu kota provinsi Sumatera Barat adalah Kota Bukittinggi.

Lokasi Kota Padang berada di pantai barat Pulau Sumatera yang langsung menghadap ke Samudera Hindia. Luas dari Kota Padang mencapai 1.414,96 km², namun yang efektif untuk ditinggali kurang dari separuhnya atau sekitar 205,007 km². Alasannya karena sebagian besar wilayah Kota Padang merupakan kawasan hutan lindung. 

Dalam beberapa tahun belakangan ini Kota Padang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang paling sering dilanda benca gempa bumi. Bahkan tidak jarang  bencana gempa tersebut diikuti dengan peringatan tsunami. Walaupun Kota Padang saat ini masih aman dari tsunami, namun potensi terjadinya tsunami di Kota Padang masih sangat besar. Hal ini tentunya mengundang ketakutan bagi penduduk yang menghuni Kota Padang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pernah mengungkapkan bahwa Kota Padang merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan resiko gempa bumi dan tsunami yang tinggi. Akibat rawan akan terjadinya bencana alam, muncullah ide untuk memindahkan pusat pemerintahan provinsi Sumatera Barat dari Kota Padang. 

Rencana pemindahan ibukota provinsi Sumatera Barat ini tentunya baru sebatas wacana. Belum ada langkah konkret seperti yang dilakukan pemerintahan Indonesia dalam memindahkan ibukota Indonesia dari Jakarta ke IKN. Mantan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno pernah menunjukan sikap setuju terhadap wacana pemindahan ibukota provinsi Sumatera Barat tersebut. Namun tentunya harus ada kajian yang mendalam dan pembicaraan yang lebih jauh.

Payakumbuh menjadi salah satu kota yang diusulkan menjadi ibukota baru provinsi Sumatera Barat. Kota ini dinilai aman dari berbagai bencana seperti gempa, banjir, ataupun longsor. Selain itu Payakumbuh memiliki lokasi yang berdekatan dengan Provinsi Riau yang memungkinkan mendorong terjadinya pergerakan ekonomi. 

Sebenarnya wacana ini bisa dibilang bagus karena pemerintahan Sumatera Barat bisa lebih nyaman dalam beraktivitas dan tidak dihantui oleh ketakutan. Hanya saja harus dicarikan juga solusi bagi Kota Padang yang ditinggalkan. Tidak mungkin ketika ibukota provinsi pindah, Kota Padang dibiarkan begitu saja tanpa adanya langkah mitigasi komprehensif.


Rujukan :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20221001223431-4-376535/alert-kota-padang-berisiko-tinggi-tsunami-ketinggian-10-m
https://www.antaranews.com/berita/2746937/legislator-usul-pindahkan-ibu-kota-sumbar-ke-payakumbuh
https://www.harianhaluan.com/news/1011595199/ibu-kota-sumatera-barat-pindah-ke-kota-terbesar-yang-luasnya-694337-km2-kapan-diresmikan-ya
https://news.republika.co.id/berita/pwvm0j368/gubernur-sumbar-setuju-ibu-kota-pindah-ke-kaltim
Bagikan Postingan Ini:

Mengenal Kota Terluas di Indonesia, Luasnya Lebih 4 Kali Kota Jakarta

Selama ini kita tahunya Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia. Hal itu memang benar adanya kalau dilihat dari jumlah populasi. Seperti yang kita tahu, populasi Kota Jakarta saat ini telah melampui angka 10 juta jiwa. Untuk di Indonesia cuma Kota Jakarta yang penduduknya berada diatas 10 juta jiwa. Bahkan populasi Kota Jakarta merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Asia Tenggara.

ilustrasi Kota Jakarta (sumber : ibtimes.co.uk)

Walaupun Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia dalam hal jumlah penduduk, namun tidak kalau dilihat berdasarkan luas wilayah. Dalam hal luas wilayah Jakarta masih kalah dibandingkan beberapa kota lainnya di Indonesia. Bahkan kalau kita dibandingkan antara kota terluas di Indonesia vs Kota Jakarta, luas Kota Jakarta tidak sampai seperempatnya kota terluas di Indonesia. Luas wilayah Kota Jakarta adalah 661,5 km². Sementara itu kota terluas di Indonesia memiliki luas wilayah 2.853 km². 

Status kota terluas di Indonesia tersebut dipegang oleh Kota Palangkaraya. Seperti yang dibahas sebelumnya, Palangkaraya sebagai kota terluas di Indonesia memiliki wilayah dengan luas 2.853 km². Jadi Kota Palangkaraya memiliki luas wilayah melebihi 4 kali luasnya Kota Jakarta. Namun walaupun wilayahnya begitu luas, populasi Kota Palangkaraya hanya sekitar 305.907 jiwa. 

ilustrasi Kota Palangkaraya (sumber : detik.com)

Kota Palangkaraya merupakan ibukota dari Provinsi Kalimantan Tengah. Dulu kota ini sering disebut-sebut sebagai calon ibukota baru Republik Indonesia. Alasannya adalah karena pada saat pemerintahan Presiden Soekarno memang ada wacana untuk memindahkan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya. Namun wacana tersebut akhirnya sirna pasca runtuhnya rezim Soekarno. Padahal sudah ada infrastruktur yang dibangun untuk mewujudkan pemindahan ibu kota ke Palangkaraya. Infrastruktur tersebut adalah sebuah jalan raya yang dikenal dengan nama Jalan Rusia.

Bila dilihat berdasarkan demografi, Palangkaraya tergolong kota yang heterogen. Hampir semua etnis-etnis terbesar di Indonesia bermukim di kota ini, seperti Jawa, Madura, Sunda, Bali dan Batak. Selain itu tentunya juga terdapat etnis-etnis asli Kalimantan seperti Banjar dan Dayak. Meskipun heterogen, masyarakat Kota Palangkaraya terkenal hidup rukun dan damai. 

Walaupun memiliki wilayah yang sangat luas, namun hanya sekitar 70 km² wilayah Palangkaraya yang terbangun. Mayoritas wilayah Palangka Raya masih berupa hutan belantara, termasuk kawasan hutan lindung. Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan Kota Jakarta. Di Kota Jakarta hampir tidak bisa lagi kita menemukan kawasan hutan. Mayoritas wilayah Jakarta merupakan kawasan pemukiman dan perkantoran. 

Perbandingan luas kota Palangkaraya dengan beberapa kota lainnya di Indonesia (sumber : wikipedia.org)

Selain Kota Palangkaraya, masih ada ada sembilan kota lainnya di Indonesia yang memiliki wilayah lebih luas dibandingkan Kota Jakarta. Sembilan kota tersebut antara lain Kota IKN, Dumai, Tidore Kepulauan, Subulussalam, Sorong, Jayapura, Samarinda, Batam, dan Padang. Umumnya kota-kota tersebut memiliki wilayah yang luas karena terdapatnya kawasan hutan lindung.


Referensi :
  • https://palangkakota.bps.go.id/id/statistics-table/2/Mjc5IzI=/luas-wilayah-palangka-raya-menurut-kecamatan.html
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kota_di_Indonesia_menurut_luas_wilayah
  • https://jakarta.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzgjMg==/luas-daerah-menurut-kabupaten-kota.html
Bagikan Postingan Ini:

Mengenal Kota Padang Panjang, Salah Satu Kota Terkecil di Indonesia

Padang Panjang adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Kota ini berada di dataran tinggi dengan ketinggan antara 650 sampai 850 meter. Lokasinya di kawasan pegunungan yang berhawa sejuk. Suhu minimum kota ini adalah 21,8 C dan suhu maksimumnya adalah 26,1 C dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kota Padang Panjang memiliki curah hujan rata-rata 3.295 mm/tahun. Itulah sebabnya kota ini dijuluki juga dengan sebutan Kota Hujan. 

Gerbang selamat datang di Kota Padang Panjang (foto : flickr.com)

Populasi Kota Padang Panjang berdasarkan data tahun 2014 adalah 49.451 jiwa. Dengan demikian, Padang Panjang memegang status sebagai kota dengan populasi terkecil di Provinsi Sumatera Barat dan masuk dalam jajaran tiga besar kota dengan populasi terkecil di Indonesia. Bukan saja populasinya yang kecil, Kota Padang Panjang juga memiliki wilayah yang mungil. Luas wilayah kota Padang Panjang hanya 23 km². Bahkan Kota Panjang Panjang hanya terdiri dari 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Padang Panjang Barat dan Kecamatan Padang Panjang Timur. 

Nuansa berasaskan Islam sangat kental dengan kota ini. Itulah sebabnya kota Padang Panjang terkenal dengan julukan Serambi Mekah. Berbagai lembaga pendidikan yang berbasis agama Islam sangat mudah dijumpai di kota ini. Salah satunya adalah Sumatera Thawalib yang merupakan sekolah agama Islam paling populer di Indonesia. Selain Sumatera Thawalib, masih ada sejumlah sekolah agama Islam populer lainnya di Padang Panjang. Diantaranya adalah Perguruan Diniyah Putri dan Pesantren Terpadu Serambi Mekkah. 

Sekolah Sumatera Thawalib (foto : suhefriandi.blogspot.com)

Padang Panjang merupakan salah satu kota terpenting di Provinsi Sumatera Barat karena posisinya yang strategis. Kota ini berada pada jalur silang yang terhubung dengan jalur lintas Sumatera. Kota ini menjadi penghubung antara Kota Padang dengan Kota Bukittinggi. Selain itu juga menghubungkan dua kota tersebut dengan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Solok. Pada masa pemerintahan Kolonial Belanda, kota ini merupakan pertemuan antara jalur kereta api dari Kota Bukittinggi dan dari Kabupaten Solok yang akan menuju Kota Padang atau sebaliknya. Pertemuan jalur kereta api tersebut terdapat di Stasiun Padang Panjang.

Stasiun Padang Panjang tempo dulu (foto : indonesieverleden.blogspot.com)

Bila dilihat berdasarkan potensi daerah, Padang Panjang tergolong kota yang biasa-biasa saja. Tidak banyak potensi daerah yang dapat digali dari Kota Padang Panjang. Apalagi mayoritas daratan Kota Panjang merupakan kawasan pebukitan curam yang sulit untuk dikembangkan sebagai kawasan perkotaan. Maka dari itu, Pemerintah Kota Panjang mencoba memaksimalkan sektor perdagangan dan jasa dengan mamanfaatkan posisi Kota Padang Panjang yang strategis. Selain itu sektor pariwisata juga terus digiatkan di kota ini. Di Kota Panjang terdapat salah satu destinasi wisata paling terkenal di Sumatera Barat yang bernama Minang Fantasi (Mifan). 

Minang Fantasi (foto : juragangelang.com)

Itulah sekilas ulasan tentang kota Padang Panjang di Sumatera Barat. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts