![]() |
| ilustrasi LRT Palembang (jpnn.com) |
Sulitnya Membangun Sistem Angkutan Cepat di Kota-Kota di Indonesia
4 Ibu Kota Provinsi di Pulau Sumatera yang Memiliki Rel Kereta Api
Sumatera dikenal sebagai salah satu pulau terbesar di Indonesia. Pulau ini memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Itulah sebabnya infrastruktur di Pulau Sumatera cukup diperhatikan oleh pemerintah Indonesia. Salah satunya asalah infrastruktur rel kereta api.
Saat ini hanya ada 3 pulau besar di Indonesia yang memiliki rel kereta api. Pulau Sumatera adalah salah satunya. Hanya saja infrastruktur rel di Pulau Sumatera belum semasif di Pulau Jawa.
Semua ibu kota provinsi di Pulau Jawa sudah terhubung dengan jalur kereta api. Namun untuk di Pulau Sumatera, hanya 4 ibu kota provinsi yang sudah memiliki jalur rel kereta api. Penasaran apa saja kota-kota tersebut? Untuk lebih detailnya, berikut adalah ulasan tentang 4 ibu kota provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki rel kereta api.
1. Medan
![]() |
| ilustrasi kereta bandara sedang melintasi rel layang di Kota Medan (karosatuklik.com) |
2. Palembang
![]() |
| ilustrasi LRT Palembang saat berada di stasiun (kompas.com) |
3.Bandar Lampung
![]() |
| ilustrasi Stasiun Tanjung Karang, stasiun terbesar di Kota Bandar Lampung (republika.co.id) |
4. Padang
![]() |
| ilustrasi kereta bandara yang menghubungkan Kota Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau |
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Tanjungkarang
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Medan
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Padang
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Kertapati
- https://www.google.com/amp/s/sumsel.idntimes.com/business/economy/amp/noer-suhasbi/5-fakta-babaranjang-angkutan-kereta-batu-bara-di-sumsel
5 Transportasi Berbasis Rel yang Menjadi Andalan Kota Jakarta
MRT
![]() |
| ilustrasi MRT Jakarta saat berhenti di stasiun (jakartamrt.co.id) |
LRT
![]() |
| ilustrasi dua rangkaian LRT Jabodebek sedang berpapasan (majalahlintas.com) |
KRL
![]() |
| ilustrasi armada KRL Jabodetabek yang merupakan kereta eks-Jepangeks-Jepang (kompas.com) |
Kereta Bandara
![]() |
| ilustrasi Kereta Bandara Soekarno Hatta saat berhenti di stasiun (detik.com) |
Kereta Cepat
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/MRT_Jakarta
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/LRT_Jabodebek
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/LRT_Jakarta
- https://indonesiabaik.id/infografis/kereta-bandara-resmi-beroperasi
- https://dephub.go.id/post/read/presiden-joko-widodo-resmikan-kereta-cepat-pertama-di-asia-tenggara#:~:text=Resmi%20beroperasi%20pada%202%20Oktober,sudah%20bisa%20dinikmati%20masyarakat%20umum.
Keunggulan Kereta Api Pertama di Pulau Sulawesi yang Menghubungkan Makassar-Parepare
Sulawesi menjadi pulau ketiga di Indonesia yang memiliki infrastruktur kereta api setelah Pulau Jawa dan Sumatera. Jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi mulai beroperasi pada tahun 2023 silam dan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi. Karena masih baru dan hanya memiliki satu jalur saja, tentunya infrastruktur kereta api Sulawesi masih kalah masif bila dibandingkan dengan Pulau Jawa dan Sumatera.
![]() |
| Armada kereta api yang digunakan untuk rel Makassar-Parepare (tribunnews.com) |
Jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi ini menghubungkan Kota Makassar-Parepare. Panjang lintasannya adalah 145 km dan menelan biaya sekitar Rp9,8 triliun. Peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api ini dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2014. Meski saat ini hanya memiliki jalur tunggal, namun lahan yang disiapkan dapat dibangun untuk jalur ganda.
Kereta api Sulawesi ini memiliki sedikit perbedaan bila dibandingkan kereta api Sumatera dan Jawa. Pemerintah sengaja membuat kereta api Sulawesi berbeda karena tidak ada potensi untuk tersambung di masa depan dengan kereta Sumatera atau Jawa. Perbedaan tersebut boleh dibilang merupakan sebuah keunggulan dari kereta api Sulawesi.
Seperti yang kita singgung sebelumnya, jalur kereta api yang ada di Pulau Sulawesi saat ini menghubungkan Kota Makassar-Parepare. Jalur Makassar-Parepare merupakan tahap pertama dari proyek kereta api Trans-Sulawesi. Bila selesai keseluruhannya, kereta Trans-Sulawesi akan menghubungkan Kota Makassar hingga Manado dengan panjang lintasan yang mencapai 2.000 km.
Keunggulan dari kereta api Sulawesi ini adalah memiliki lebar sepur 1.435 mm. Ukuran tersebut dikenal juga dengan sebutan standard gauge. Standard gauge ini merupakan lebar sepur yang umum digunakan di dunia. Sementara lebar sepur yang umum digunakan di Indonesia adalah 1.067 mm atau dikenal dengan nama narrow gauge. Contohnya seperti yang terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera. Lebar sepur di Pulau Jawa dan Sumatera sengaja dibuat seragam karena ada potensi jalur kereta api dikedua pulau ini terhubung di masa depan.
Karena relnya lebih lebar, kereta api Sulawesi mampu mencapai kecepatan maksimal yang lebih tinggi dibandingkan kereta api di Jawa dan Sumatera. Umumnya kereta api di Jawa dan Sumatera hanya memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam. Untuk kereta api Sulawesi, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 160 km/jam.
Selain lebar sepur, jenis rel juga berpengaruh terhadap kecepatan kereta api. Kereta api Sulawesi menggunakan rel jenis R60. Penamaan tersebut memiliki arti, setiap 1 meter potongan rel memiliki berat 60 kg. Dengan lebar sepur 1.435 mm dan menggunakan rel jenis R60, membuat kereta api sulawesi memiliki tekanan gandar mencapai 25 ton. Jauh diatas kereta api Jawa yang memiliki tekanan gandar hanya 18 ton.
Keunggulan lainnya dari kereta api Sulawesi adalah minimnya perlintasan sebidang. Jadi kereta api tidak perlu mengurangi kecepatan ketika melewati area yang padat akan lalu lintas kendaraan. Selain tidak perlu mengurangi kecepatan, potensi kecelakaan antara kereta api dengan pengguna jalan lainnya bisa diminimalisir.
Armada yang digunakan untuk kereta api Sulawesi merupakan buatan dalam negeri, yaitu buatan PT INKA Madiun. Bagian depan kereta terlihat modern dengan desain aerodinamis. Kalau dicermati lagi, desain dari kereta api ini sama persis dengan desain LRT Jabodebek. Maklum, kedua kereta tersebut dibuat oleh perusahaan yang sama.
Referensi :
- https://www.majalahbandara.com/menyemarakkan-kereta-api-di-sulawesi-selatan/
- https://www.detik.com/sulsel/bisnis/d-6316794/mengenal-lebih-dekat-kereta-api-di-sulsel-teknologi-rel-lebih-maju-dari-jawa
- https://id.wikipedia.org/wiki/Jalur_kereta_api_Trans-Sulawesi
5 Kota di Indonesia yang Harusnya Sudah Memiliki MRT atau LRT
MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) merupakan sistem transportasi perkotaan yang umum dijumpai di kota-kota metropolitan. Sistem transportasi ini berbasis rel dan memiliki jarak waktu antar kereta yang berdekatan. Perbedaan antara MRT dengan LRT yang paling kentara terdapat dalam hal kapasitas. MRT memiliki kapasitas yang lebih besar dibandingkan LRT.
Di Indonesia terdapat dua kota yang sudah memiliki MRT ataupun LRT, yaitu Kota Jakarta dan Palembang. Untuk Kota Jakarta sudah memiliki LRT dan MRT sekaligus, sementara Kota Palembang Hanya memiliki LRT saja. Di luar Jakarta Jakarta dan Palembang, sebenarnya ada beberapa kota lainnya yang pantas memiliki sistem transportasi MRT atau LRT.
Dengan mempertimbangkan beberapa hal, ada 5 kota di Indonesia yang layak memiliki MRT atau LRT. Apa sajakah kota yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.
1. Surabaya
![]() |
| ilustrasi Kota Surabaya (jawapos.com) |
2. Bandung
![]() |
| ilustrasi Kota Bandung (https://skyscrapercity.com/members/endar.886632) |
3. Medan
![]() |
| ilustrasi Kota Medan (youtube.com/@matadroneid2384) |
4. Makassar
![]() |
| ilustrasi Kota Makassar (youtube.com/@RajaDroneID) |
5. Batam
![]() |
| ilustrasi Kota Batam (youtube.com/@TravelersBatam) |
Menanti MRT Kota Surabaya yang Tak Kunjung Terwujud
Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta. Menurut Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), jumlah populasi penduduk Kota Surabaya untuk tahun 2023 mencapai 2.987.863 jiwa. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, sudah selayaknya Surabaya mendapatkan perhatian lebih dalam hal pembangunan.
![]() |
| ilustrasi Kota Surabaya (instagram.com/bionmotret) |
Namun sayangnya pemerintah Indonesia belum terlalu memprioritaskan pembangunan di Kota Surabaya, khususnya dalam hal transportasi publik. Sebagai kota metropolitan yang memiliki aktivitas perekonomian besar, transportasi publik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dari Kota Surabaya. Tetapi sampai saat ini transportasi publik di Kota Surabaya masih jauh dari kata memadai.
Transportasi publik berbasis rel seperti MRT (Mass Rapid Transit) ataupun LRT (Light Rail Transit) harusnya sudah dimiliki oleh Kota Surabaya. Apalagi populasi Kota Surabaya diproyeksikan sudah melebihi angka 3 juta jiwa untuk tahun 2024. Jadi sudah tidak relevan lagi menggunakan angkot ataupun bus yang justru hanya akan menambah kemacetan kota.
Wacana pembangunan MRT di Kota Surabaya
Angin segar tentang pembangunan MRT di Kota Surabaya sebenarnya sudah sejak lama bermunculan. Dilansir detik.com, pada tahun 2014 pernah muncul wacana pembangunan MRT di Kota Surabaya. Bahkan pembiayaan untuk pembangunan MRT tersebut direncanakan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Optimisme tentang keberlangsungan pembangunan MRT Surabaya semakin meningkat setelah wacana tersebut masuk dalam Rencana Nasional. Tri Rismaharini selaku walikota Surabaya saat itu bahkan sudah melakukan pertemuan dengan pihak Dirjen Perkeretaapian dan Dirut KAI. Kala itu posisi Dirut KAI dipegang oleh Ignasius Jonan. Pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan bahwa pengeloaan MRT akan sepenuhnya dilakukan oleh pihak KAI dan harga tiketnya akan disubsidi oleh pemkot Surabaya.
Proyek MRT yang diwacanakan tersebut menggunakan sistem tranportasi berupa trem dan monorel. Anggaran yang diperlukan untuk proses pembangunan kedua moda transportasi tersebut diperkirakan mencapai Rp8,8 triliun. Saat itu pemerintah pusat disebut-sebut telah menyiapkan anggaran Rp400 miliar untuk tahap awal pembangunan.
Di tahun 2015, Tri Rismaharini melakukan pertemuan lanjutan dengan Ignasius Jonan. Namun saat itu Ignasius Jonan telah menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Pertemuan tersebut membuahkan kesepakan bahwa proyek trem Surabaya masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Panjang (RPJMP).
Trem ini memiliki lintasan sepanjang 17 km dan akan terhubung dengan stasiun Wonokromo. Dari Stasiun Wonokromo nantinya akan dibuatkan jalur kereta api menuju Bandara Juanda melalui Stasiun Waru. Jadi trem ini akan terintegrasi dengan kereta bandara.
Dilansir dephub.go.id, Proyek ini ditargetkan mulai dikerjakan tahun 2015 dan selesai dibangun tahun 2017. Apabila tidak ada hambatan dalam pembebasan lahan, trem ini direncanakan dapat beroperasi tahun 2018. Total biaya pembangunannya diperkirakan sekitar Rp2 triliun.
Namun karena sejumlah hambatan, pembangunan proyek trem ini akhirnya diundur. Pembangunannya yang semulanya direncanakan dimulai tahun 2015, akhirnya diundur hingga tahun 2018 dan ditargetkan selesai tahun 2020. Sayangnya sampai detik ini proyek trem tersebut belum juga terwujud dan kabarnya hilang begitu saja.
Perkembangan terkini proyek MRT Surabaya
- Wilayah barat-tengah-utara
- Wilayah barat-tengah-timur
- Wilayah selatan-utara
- wilayah selatan-timur
- wilayah utara-timur
Referensi :
Mengulas Tuntas Seputar Kereta Otonom IKN, Mungkinkah Diterapkan di Kota Lain di Indonesia?
Salah satu upaya IKN (Ibu Kota Nusantara) untuk menjadi kota hijau berkelanjutan adalah dengan menerapkan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Upaya tersebut terlihat dari kedatangan kereta otonom atau kereta tanpa awak buatan China di IKN. Kereta tersebut merupakan buatan salah satu BUMN Negara China yang bernama CRRC Sifang. CRRC Sifang adalah satu satu produsen sarana perkeretapian tertua di China.
Kereta tanpa awak yang akan digunakan di IKN ini lebih dikenal dengan sebutan ART (Autonomous Rapid Transit). Sebenarnya angkutan ini tidak menggunakan rel seperti kereta api pada umumnya. ART ini menggunakan ban karet yang membuatnya lebih mirip seperti bus. Hanya saja ART ini lebih panjang dibandingkan bus pada umumnya karena memiliki tiga gerbong untuk satu rangkaian, dengan demikian jumlah penumpang yang dapat diangkut juga lebih banyak.
![]() |
| Autonomous Rapid Transit yang akan diujicoba di IKN (antaranews.com) |
Satu rangkaian ART ini dapat mengangkut sebanyak 302 penumpang. Headway-nya sekitar 5 menit dan akan melalui jalur yang melingkar di IKN. Jalur melingkar tersebut bermula dari Gedung Kemenko 3 menuju Gedung Kemenko 2, dan kembali ke Gedung Kemenko 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Untuk kecepatan maksimalnya sendiri mencapai 70 km/jam.
Sebagai angkutan yang ramah lingkungan, ART ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Karena harus melakungan pengisian ulang daya secara berkala, nantinya halte-halte yang difungsikan untuk menaik-turunkan penumpang juga akan diterapkan sebagai tempat untuk pengisian daya.
Sesuai dengan namanya, ART ini akan beroperasi secara otonom. Jadi selain tanpa rel, angkutan ini juga tanpa pengemudi. Sistem kerjanya adalah dengan menerapkan marka khusus dan magnet untuk jalur yang akan dilalui oleh ART. Jadi dengan berbagai sensor yang dimiliki, ART ini tidak akan keluar jalur saat beroperasi meskipun tidak memiliki pengemudi. Untuk di Indonesia teknologi ini baru pertama kali diterapkan.
Sampai artikel ini ditulis, belum ada negara di luar China yang sudah menerapkan teknologi ART secara komersial. Sistem transportasi ini baru beroperasi secara komersial di Negara China saja. Di China sendiri sudah terdapat beberapa jalur yang menggunakan ART. Diantaranya adalah di Kota Zhuzhou, Yibin, dan Shanghai.
Keunggulan utama dari sistem transportasi ART ini adalah pembangunan yang cepat dan biaya yang rendah. Hanya saja ada beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan. Diantaranya adalah kereta yang menggunakan ban konvensional seperti yang terdapat pada bus. Jadi kualitas berkendaraan menggunakan ART ini layaknya seperti bus pada umumnya. Selain itu karena ART ini menggunakan jalan aspal, masih berpotensi terjebak kemacetan bila seandainya tidak dibuatkan jalur khusus. Kalaupun dibuatkan jalur khusus, tentunya akan memakan banyak bagian jalan.
Kelemahan yang terakhir ini yang akan menjadikan ART sulit untuk dibangun di kota-kota lainnya di Indonesia. Umumnya kota-kota di Indonesia memiliki jalanan yang relatif sempit. Kalau dibangun ART yang menggunakan jalur khusus, otomatis akan memakan hampir seluruh bagian jalan. Namun bila tidak dibuatkan jalur khusus, ujung-ujungnya akan terjebak kemacetan.
Referensi :
- https://ikn.kompas.com/read/2024/08/04/180348087/kereta-otonom-tanpa-rel-buatan-china-tiba-di-ikn-uji-coba-hingga-9-agustus
- https://www.viva.co.id/trending/1740584-netizen-komentari-kereta-otonom-tanpa-rel-di-ikn-mirip-transjakarta-gandeng-intip-spesifikasinya
- https://en.wikipedia.org/wiki/Autonomous_Rail_Rapid_Transit
4 Sistem Transportasi yang akan Menjadikan IKN Kota Paling Modern di Indonesia
Saat ini kota Jakarta sudah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Indonesia. Pemerintah Indonesia telah memutuskan kalau ibu kota Indonesia telah dipindahkan dari Jakarta ke IKN. Melalui UU No.3 tahun 2022, disebutkan bahwa IKN atau Ibu Kota Nusantara menjadi tempat penyelenggaraan pemerintahan pusat, serta tempat kedudukan perwakilan negara-negara asing dan perwakilan organisasi-lembaga internasional. Jadi secara resmi IKN telah ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia. Sementara itu walaupun Jakarta sudah tidak berstatus sebagai ibu kota negara, namun Jakarta akan tetap menjadi daerah otonomi khusus sebagai pusat bisnis di Indonesia dan global.
Sebagai ibu kota Indonesia yang baru, tentunya perlu banyak pembangunan yang dilakukan di IKN. Maklum, IKN dibangun benar-benar dari nol. Namun membangun dari nol ini juga memiliki keuntungan. Pemerintah bisa leluasa melakukan pembangunan tanpa ada hambatan yang berarti. Lokasi IKN ini berada di wilayah kabupaten Kutai Kertanegara dan kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Salah satu hal yang paling dibutuhkan oleh IKN adalah sektor transportasi. Pemerintah Indonesia cukup fokus terhadap pengembangan sistem transportasi di IKN. Terbukti sudah ada rencana pemerintah Indonesia untuk membangun beberapa sistem transportasi di IKN. Bahkan ada sistem transportasi futuristik yang belum pernah dibangun di Indonesia sebelumnya.
Tercatat ada 4 sistem transportasi yang kedepannya akan menopang arus mobilitas di IKN. Kalau semuanya terwujud, IKN akan menjadi kota dengan sistem transportasi paling modern di Indonesia. Apa saja sistem transportasi yang akan dibangun di IKN tersebut? Berikut adalah daftarnya.
Autonomous Rail Transit (ART)
Autonomous Rail Transit atau ART adalah sistem transportasi dalam kota yang dapat dioperasikan tanpa masinis. Jalur ART ini hanya berupa marka jalan dan tanpa rel. Jadi ART ini beroperasi dengan mengikuti jalur dari marka tersebut. ART yang dibangun di IKN ini akan menggunakan baterai sebagai sumber energinya.
Satu set ART terdiri dari dua gerbong. Dalam beroperasi, ART tersebut mampu mengangkut penumpang sebanyak 324 orang. Kecepatan operasionalnya adalah 40 km/jam. Sementara itu untuk kecepatan maksimalnya mencapai 70 km/jam. Dalam membangun ART ini pemerintah Indonesia bekerjasama dengan China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC). Proyek ini sudah berjalan dan dibangun dalam 2 tahap. Untuk tahap pertama dibangun sepanjang 1,5 km. Sementara pada tahap kedua akan dibangun sepanjang 5,2 km.
Mass Rapid Transit (MRT)
Kereta Cepat
Taksi Terbang
Transportasi Jakarta Lebih Maju daripada Kuala Lumpur?
Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia dan sekaligus ibukota negara memiliki perkembangan yang jauh lebih pesat dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Bahkan boleh dibilang perkembangan Kota Jakarta sangat timpang bila dibandingkan dengan kota lainnya di Indonesia. Namun bila dibandingkan dengan kota-kota terbesar di negara maju, tentunya Jakarta tidak ada apa-apanya.
Jangankan dengan kota-kota terbesar di negara maju, dengan kota-kota terbesar dibeberapa negara berkembang saja Jakarta boleh dibilang masih tertinggal. Namun untungnya saat ini Jakarta mengalami perkembangan yang cukup signifikan diberbagai bidang. Salah satunya adalah dibidang transportasi.
Selama berpuluh tahun Jakarta memiliki transportasi yang relatif kuno bila dibandingkan dengan kota-kota sekelasnya. Barulah beberapa tahun belakangan ini Jakarta mengalami transformasi besar-besaran. Kalau sebelumnya Jakarta tidak memiliki MRT (Mass Rapid Transit), sekarang Jakarta telah memilikinya dengan fasilitas yang cukup modern, walaupun saat ini baru memiliki satu jalur saja. Selain itu Jakarta juga sudah memiliki LRT (Light Rail Transit) yang juga satu jalur.
Kehadiran MRT dan LRT membuat Jakarta tidak tertinggal lagi bila dibandingkan dengan kota-kota di negara tetangga seperti Kuala Lumpur, Singapura dan Bangkok. Hanya saja karena kita membangunnya belakangan, tentunya masih kalah dalam hal jumlah jalur. Contohnya dengan Kuala Lumpur yang saat ini telah memiliki 7 jalur MRT dan LRT.
Memang saat ini kondisi transportasi Kota Jakarta masih kalah bila dibandingkan dengan Kuala Lumpur. Namun tentunya upaya untuk meningkatkan kualitas transportasi di Kota Jakarta tidak berhenti di sini saja. Kedepannya akan terus dibangun jalur-jalur baru baik untuk LRT maupun MRT. Contohnya saat ini yang sedang dibangun dan akan rampung dalam 1-2 tahun kedepan adalah LRT Jabodebek. LRT ini akan menghubungkan Kota Jakarta dengan Kota Bogor, Depok dan Bekasi.
Transportasi Kota Jakarta bukannya tidak memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan Kuala Lumpur. Jakarta merupakan kota dengan sistem BRT (Bus Rapid Transit) dan Commuter Line yang paling masif di Asia Tenggara. BRT merupakan sebuah sistem transportasi berbasis bus yang memiliki jalur khusus atau kita kenal juga dengan sebutan busway. Sementara Commuter Line merupakan layanan kereta api yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangganya. Layanan Commuter Line ini lebih kita kenal dengan sebutan KRL (Kereta Rel Listrik) Jabodetabek.
Hal yang perlu dikembangkan oleh pemerintah Indonesia maupun DKI Jakarta adalah mengintegrasikan berbagai moda transportasi di Kota Jakarta. Kalau semuanya sudah terintegrasi, bukan tidak mungkin sistem transportasi di Kota Jakarta mampu mengungguli Kota Kuala Lumpur di Malaysia.
4 Kota Pemilik Kereta Bandara di Indonesia
Medan
Jakarta
Padang
Palembang
5 Kota yang akan Membangun LRT setelah Jakarta dan Palembang
Kedepannya bukan cuma Jakarta dan Palembang saja kota di Indonesia yang memiliki LRT. Beberapa kota lainnya juga berniat untuk membangun angkutan massal berbasis rel tersebut. Ada 5 kota lainnya yang juga berniat untuk membangun LRT. Bahkan sudah ada yang akan memulai melakukan pembangunan tahun 2018 ini. Berikut adalah 5 kota tersebut.
Bandung
Rencananya Kota Bandung akan mulai membangun LRT pada tahun 2018 ini. Kota Bandung akan memiliki LRT jenis metro kapsul. LRT jenis ini memiliki kapasitas 50 penumpang dan dapat beroperasi secara otomatis. Pencanangan proyek metro kapsul Bandung ini telah dilakukan pada 12 Pebruari lalu. Ini berarti segala proses perizinan telah selesai dan bersiap untuk melakukan pembangunan fisik.
Untuk tahap pertama, Kota Bandung akan membangun metro kapsul sepanjang 8,5 km. Nilai investasinya menelan biaya sekitar 1,4 triliun rupiah. Sumber investasi untuk proyek metro kapsul ini 100 persen berasal dari pihak swasta.
Surabaya
Surabaya berencana membangun LRT jenis trem dan monorel. Untuk tahap pertama, moda transportasi jenis trem yang akan lebih dulu dibangun di Kota Surabaya. Diharapkan akhir tahun ini pembangunan fisiknya sudah bisa mulai dilakukan. Kajian teknis atau DED (Detail Engineering Design) untuk proyek trem Surabaya ini sudah rampung.
Saat ini masih dicari investor untuk proyek trem Surabaya. Proyek trem Surabaya ini membutuhkan dana sekitar 4,5 triliun. Rutenya akan menghubungkan wilayah Joyoboyo-Rajawali sepanjang 17 km. Trem ini akan mampu mengangkut 4.500 penumpang per jam dengan 29 stasiun pemberhentian.
Medan
Pembangunan LRT di Kota Medan diperkirakan akan mulai dilakukan pada awal 2019 mendatang. Studi kelayakan untuk LRT Medan ini sudah dilakukan. LRT di Kota Medan sama dengan LRT yang dibangun di Kota Jakarta dan Palembang, yaitu menggunakan jalur khusus yang dibuat melayang. LRT ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar 6,34 triliun dengan jalur sepanjang 22,74 km dan membentang dari selatan ke arah utara Kota Medan.
Makassar
Sama seperti Kota Medan, Makassar juga akan membangun LRT yang menggunakan rel layang. LRT Makassar ini akan memiliki jalur sepanjang 16,7 km yang menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Makassar. Diharapkan pada 2019 mendatang LRT Makassar ini dapat segera dibangun.
Batam
Batam berencana akan membangun LRT sepanjang 55,47 km. LRT tersebut akan mulai dibangun pada tahun 2023 mendatang. Untuk merealisasikan proyek LRT Batam tersebut, dibutuhkan biaya sekitar 12,9 triliun rupiah.
Indonesia Tertinggal dalam Hal Transportasi Publik
Bicara tentang transportasi publik di kawasan perkotaan, Indonesia termasuk sebagai salah satu negara yang tertinggal. Kebanyakan transportasi publik perkotaan di Indonesia masih mengandalkan transportasi berbasis jalan raya. Contohnya adalah bus dan angkot. Saat ini belum ada satupun kota di Indonesia yang memiliki transportasi publik dengan sistem rapid transit (angkutan cepat). Rapid transit merupakan sebuah transportasi perkotaan berbasis rel listrik dengan kapasitas dan frekuensi yang tinggi. Padahal sistem rapid transit merupakan sarana transportasi perkotaan yang sudah sangat umum dijumpai di kota-kota besar di dunia. Tidak usah jauh-jauh, di Asia Tenggara saja sudah ada beberapa kota yang sejak lama telah memiliki sistem rapid transit. Diantaranya adalah Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur dan Manila.
Ada fakta miris lainnya yang tidak banyak kita ketahui bahwa Indonesia telah tertinggal dari Ethiopia dalam hal transportasi publik. Ethiopia pada tahun 2015 lalu telah memiliki sistem rapid transit yang dibangun di Kota Addis Ababa. Sistem rapid transit tersebut diberi nama Addis Ababa Light Rail. Seperti yang kita ketahui, Ethiopia merupakan salah satu negara di Afrika yang masuk dalam kategori negara miskin. Walaupun Ethiopia berstatus negara miskin, namun nyatanya kita tertinggal dibandingkan mereka dalam menyediakan sistem rapid transit.
Saat ini kita memang dalam kondisi tertinggal. Namun untungnya pemerintah sudah peduli dalam menyediakan sistem rapid transit bagi transportasi perkotaan. Saat ini sudah ada dua kota di Indonesia yang sedang membangun sistem rapid transit. Kedua kota tersebut adalah Kota Jakarta dan Kota Palembang. Jakarta saat ini sedang membangun MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rapid Transit). Untuk MRT direncanakan akan beroperasi pada 2019 dan LRT direncanakan akan beroperasi pada 2018. Sedangkan Kota Palembang sedang membangun LRT (Light Rail Transit) yang direncanakan akan beroperasi pada tahun 2018.
Kita harapkan di masa-masa yang akan datang akan makin banyak kota di Indonesia yang membangun sistem rapid transit. Walaupun saat ini kita masih dalam kondisi tertinggal, namun bukan tidak mungkin di masa depan kita bisa memiliki lebih banyak kota yang yang memiliki sistem rapid transit dibandingkan negara-negara yang lebih dulu membangunnya.
Perkembangan Angkutan Cepat di Berbagai Kota di Indonesia
Saat ini belum ada satupun kota di Indonesia yang memiliki angkutan cepat. Mayoritas transportasi di kota-kota di Indonesia masih mengandalkan jalan raya dengan menggunakan angkutan seperti bus dan angkot. Namun saat ini sudah ada beberapa kota di Indonesia yang mulai mengembangkan angkutan cepat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan singkat tentang perkembangan angkutan cepat diberbagai kota di Indonesia.
Jakarta
Perkembangan angkutan cepat di Kota Jakarta telah memasuki tahap kontruksi. Ada dua jenis angkutan cepat yang dibangun di Kota Jakarta, yaitu MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit). Untuk MRT akan dibangun sebanyak 2 jalur. Kedua jalur tersebut adalah jalur Utara - Selatan yang menghubungkan Lebak Bulus - Kampung Bandan dan jalur Timur - Barat yang menghubungkan Balaraja - Cikarang. Jadi, untuk MRT Jalur Timur - Barat akan dibuat lintas provinsi. Untuk saat ini yang telah memasuki tahap kontruksi adalah jalur Utara - Selatan tahap I sepanjang 15,7 km yang menghubungkan Lebak Bulus - Bundaran HI. Jalur ini akan terdiri dari 13 stasiun. 7 stasiun dibangun di jalur layang dan 6 stasiun dibangun di jalur bawah tanah. Jalur Utara - Selatan tahap I ini direncanakan akan beroperasi pada awal 2019.
Selain MRT, juga sedang dibangun LRT di Kota Jakarta. Ada dua proyek LRT yang sedang digarap di kota Jakarta. Proyek pertama merupakan garapan pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan. LRT tersebut akan menghubungkan Jakarta dengan kota-kota disekitarnya. Ada beberapa jalur LRT yang telah memasuki tahap kontruksi, yaitu Cibubur - Cawang, Bekasi Timur - Cawang dan Cawang - Dukuh Atas. Semua jalur tersebut merupakan bagian dari pembangunan tahap I yang direncanakan sudah beroperasi penuh pada tahun 2019 mendatang. Panjang totalnya adalah 42,1 km dan akan terdiri dari 21 stasiun. Untuk tahap II, akan dibangun jalur yang menghubungkan Cibubur - Bogor dan Dukuh Atas - Palmerah - Senayan. Sementara untuk tahap III akan dibangun jalur yang menghubungkan Palmerah - Grogol.
Proyek kedua adalah LRT yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini yang sudah memasuki tahap kontruksi adalah LRT jalur Kelapa Gading - Veledrome sepanjang 5,8 km. Jalur ini sedang dikebut pengerjaannya karena dipersiapkan untuk menyambut Asian Games 2018. Total akan ada 7 jalur LRT yang akan dibangun oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Palembang
Setelah Jakarta, Palembang merupakan kota kedua di Indonesia yang pembangunan angkutan cepatnya telah memasuki tahap kontruksi. Angkutan cepat tersebut berjenis LRT (Light Rail Transit). LRT yang sedang dibangun di Kota Palembang akan memiliki jalur yang menghubungkan Bandara Internasinal Sultan Mahmud Badaruddin II dengan Jakabaring Sport City (JCC). Jalur tersebut membentang sepanjang 24,5 km dan terdiri dari 13 stasiun.
Bandung
Bandung disebut-sebut akan memulai membangun LRT (Light Rail Transit) pada tahun 2017 ini. LRT tersebut akan menggunakan kereta buatan anak bangsa yang disebut dengan metro kapsul. Metro kapsul ini cukup canggih karena dapat beroperasi tanpa masinis. LRT yang dibangun di Kota Bandung ini akan membentang sepanjang 6 km. LRT tersebut akan menghubungkan Stasiun Bandung -Tegalega dan akan memiliki 6 stasiun. Pemerintah Kota Bandung berencana akan membangun LRT dengan panjang total 40 km.
Surabaya
Sama halnya seperti Bandung, Surabaya juga ditargetkan akan mulai membangun angkutan cepat pada tahun 2017 ini. Angkutan cepat ini berjenis trem atau streetcar. Rencananya jalur trem tersebut akan dibangun sepanjang 17 km. Namun akhirnya dipangkas sehingga panjang jalurnya hanya menjadi 9 km. Jalur trem tersebut akan menghubungkan kawasan Wonokromo dengan Jalan Praban dan akan kembali ke Jalan Tunjungan.
Selain trem yang dibangun di kawasan Surabaya Pusat, Kota Surabaya juga berencana akan membangun LRT di kawasan Surabaya Barat. Jalur LRT tersebut akan dibuat berupa jalur layang. Masih belum ada kepastian kapan LRT tersebut mulai dibangun. Bisa jadi pembangunannya dimulai setelah trem Surabaya telah selesai dibangun.
Medan
Untuk Kota Medan, perkembangan angkutan cepatnya masih memasuki tahap studi kelayakan. Angkutan cepat yang akan dibangun di Kota Medan adalah jenis LRT (Light Rail Transit). LRT tersebut direncakan akan melintasi jalan protokol utama di Kota Medan. Dalam studi sementara, jalur LRT Kota Medan akan melintas dari Stasiun Besar Medan dan berakhir di Pasar Induk Laucih, Tuntungan. LRT tersebut direncakan akan mulai dibangun pada tahun 2018 mendatang.











%20(6).jpeg)
%20(7).jpeg)
%20(8).jpeg)


%20(1).jpeg)
%20(3).jpeg)


























