Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

7 Kelompok Etnis Terbesar di Kota Batam

Batam adalah salah satu kota terbesar di luar Pulau Jawa. Kota ini memiliki komposisi penduduk yang sangat heterogen. Berbagai macam suku bangsa dan golongan dapat dijumpai di Kota Batam. Hal ini tidak terlepas dari status Kota Batam yang menjadi salah satu lokasi favorit bagi kaum perantau untuk mencari pekerjaan yang layak. Ditambah lagi Batam merupakan salah satu kota terkaya di Indonesia.

Kota Batam yang semakin maju
ilustrasi gedung-gedung pencakar langit yang menjadi simbol semakin majunya Kota Batam (youtube.com/@travelersbatam)

Keberagaman Kota Batam dapat dilihat dari susunan kelompok etnis yang berdomisili di sana. Di Kota Batam dengan mudah kita dapat jumpai kelompok etnis yang bukan asli dari Kota Batam. Kelompok etnis yang asli berasal dari Batam adalah Orang Melayu. Untuk lebih mengetahui etnis mana saja yang ada di Kota Batam, berikut kita rangkum tentang 7 kelompok etnis terbesar di Kota Batam.

1. Melayu


Orang Melayu adalah suku bangsa asli yang berasal dari Kota Batam. Jadi tidak heran kalau Melayu merupakan kelompok etnis terbesar di Kota Batam. Lebih dari seperempat penduduk Kota Batam merupakan Etnis Melayu. Komposisi Orang Melayu mencapai 26,78% dari total populasi Kota Batam. Sekedar informasi, populasi penduduk Kota Batam saat ini mencapai 1.240.792 jiwa. 

2. Jawa


Kelompok etnis terbesar kedua di Kota Batam adalah Suku Jawa. Suku ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara keseluruhan, Suku Jawa merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia. Untuk di Kota Batam, komposisi Suku Jawa meliputi 17,61% dari total populasi Kota Batam. 

3. Batak


Bersama dengan Suku Melayu, Suku Batak merupakan kelompok etnis terbesar di luar Pulau Jawa. Suku Batak berasal dari wilayah Sumatera Utara. Di Kota Batam Suku Batak merupakan kelompok dengan jumlah populasi terbesar ketiga. Populasi Suku Batak mencapai 14,97% dari total populasi Kota Batam.

4. Minangkabau


Suku Minangkabau adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah Sumatera Barat. Populasi Orang Minangkabau di Kota Batam adalah 14,93% dari total populasi Kota Batam. Dengan demikian Orang Minangkabau adalah kelompok etnis terbesar keempat di Kota Batam.

5. Tionghoa


Kota Batam memiliki populasi Etnis Tionghoa yang cukup signifikan. Etnis Tionghoa yang berdomisili di Kota Batam mencapai 6,28% dari total populasi Kota Batam. Populasi Etnis Tionghoa menduduki posisi kelima terbesar di Kota Batam. 

6. Bugis


Populasi Suku Bugis menduduki posisi keenam terbesar di Kota Batam. Ada sekitar 2,29% Orang Bugis dari total populasi penduduk Kota Batam. Suku Bugis adalah suku asli dari Provinsi Sulawesi Selatan. 

7. Madura


Dari namanya kita sudah tahu bahwa Suku Madura berasal dari Pulau Madura. Komposisi Orang Madura adalah 0,67% dari total populasi Kota Batam. Populasi Suku Madura menduduki posisi ketujuh terbesar di Kota Batam. 


Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Sydney, Seberapa Jauh Perbedaan Diantara Kedua Kota?

Sydney adalah kota paling maju di Negara Australia. Bukan hanya berstatus sebagai kota paling maju, Sydney juga merupakan kota paling besar di Negara Australia. Australia sendiri merupakan salah satu negara tetangga yang berada di selatan Indonesia. Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan tingkat perekonomian, Australia masuk dalam kategori negara maju.

Sydney, kota paling maju di Australia
ilustrasi Kota Sydney, kota terbesar di Negara Australia (youtube.com/@natgrapher)

Sebagai sebuah di negara maju, tentunya kondisi Kota Sydney lebih baik dibandingkan mayoritas kota-kota di Indonesia. Namun kalau dikomparasi dengan Indonesia, kota yang paling cocok dibandingkan dengan Sydney adalah Jakarta. Sama seperti Sydney, Jakarta juga merupakan kota paling maju sekaligus paling besar di Indonesia.

Kota Jakarta, Kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, kota terbesar di Negara Indonesia (jakarta.go.id)

Sejauh manakah perbedaan antara Kota Jakarta vs Sydney bila dikomparasi dari berbagai sektor? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Sydney.

Populasi

Secara populasi Kota Jakarta lebih besar bila dibandingkan dengan Sydney. Populasi Kota Jakarta tercatat mencapai 10,672 juta jiwa. Angka tersebut jauh lebih besar bila dibandingkan dengan populasi Kota Sydney. Kota Sydney tercatat memiliki populasi 5,312 juta jiwa. 

Wilayah

Walaupun memiliki populasi yang lebih kecil, ternyata dari segi luas wilayah Sydney jauh lebih besar dibandingkan Jakarta. Bahkan luas wilayah Sydney lebih dari 18 kali lipat luas wilayah Jakarta. Kota Sydney memiliki wilayah seluas 12.145 km², berbanding Kota Jakarta yang memiliki wilayah dengan luas 661,5 km².

PDB

PDB merupakan singkatan dari Produk Domestik Bruto. Melalui angka PDB kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan ekonomi suatu wilayah. Secara PDB Sydney jauh lebih unggul dibandingkan Jakarta. Sydney memiliki PDB yang mencapai $499,857 triliun. Angka tersebut jauh melebihi PDB Kota Jakarta. Jakarta tercatat memiliki PDB $225,88 triliun.

Pendapatan per kapita

Sebagai sebuah kota di negara maju, otomatis Sydney memiliki pendapatan per kapita yang relatif tinggi. Pendapatan per kapita Kota Sydney tercatat mencapai $86.500, jauh diatas pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka $21.200.

Infrastruktur

Secara infrastruktur Sydney jauh lebih unggul dibandingkan Jakarta. Sektor yang paling mencolok adalah dalam hal transportasi publik dan taman kota. Jalanan di Kota Sydney juga jauh lebih baik dibandingkan Jakarta. Walaupun saat ini Jakarta semakin gencar membenahi sektor infrastruktur, namun masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Sydney. 

Penataan kota

Kondisi Kota Jakarta sudah semakin tertata bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Namun sebagai sebuah kota di negara berkembang, tentunya masih banyak kekurangan sana-sini. Contohnya zonasi antara daerah komersil dengan pemukiman yang belum tertata dengan baik. Berbeda dengan Sydney yang memang sudah sangat tertata. Jadi untuk urusan penataan kota, Jakarta masih perlu belajar banyak dari Sydney.

Pencakar langit

Sebenarnya jumlah pencakar tidak mutlak menjadi patokan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu kota. Contohnya kota-kota di Eropa tetap maju walaupun tidak bertabur pencakar langit. Namun karena Jakarta dan Sydney merupakan dua kota yang gencar membangun pencakar langit, maka jumlah pencakar langit masuk dalam sektor yang dikomparasi.

Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Sydney. Jakarta memiliki 114 gedung pencakar langit dan menduduki posisi ke-14 di dunia. Sementara itu Sydney memiliki 44 gedung pencakar langit dan menduduki posisi 41 dunia.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Kota Sydney memiliki nilai IPM yang sangat tinggi, yaitu mencapai 0,952. Bandingkan dengan IPM Kota Jakarta yang berada diangka 0,825. Jadi untuk IPM lebih unggul Sydney dibandingkan Jakarta.

Dari beberapa komparasi diatas dapat disimpulkan kalau kondisi Kota Jakarta masih kalah jauh dibelakang Sydney. Jakarta hanya unggul dalam hal kuantitas, seperti populasi dan jumlah gedung-gedung tinggi. Namun pada sektor yang berkaitan dengan tingkat kemakmuran dan kemajuan suatu kota, Jakarta masih cukup tertinggal dibandingkan Sydney. Semoga saja kondisi Jakarta semakin baik kedepannya sehingga dapat bersaing dengan Sydney. 


Referensi :

  • https://economy.id.com.au/rda-sydney/gross-product#:~:text=Greater%20Sydney's%20Gross%20Regional%20Product%20was%20%24499%2C847m%20in%202022%2F23.
  • https://sgsep.com.au/assets/main/Publications/SGS-Economics-and-Planning_Economic-Performance-of-Australian-Cities-and-Regions.pdf
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Sydney
  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html

Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Surabaya, Perbandingan Tak Berimbang Antara Dua Kota Terbesar di Indonesia

Jakarta dan Surabaya, dua kota terbesar di Indonesia

Posisi kota terbesar di Indonesia dipegang oleh kota Jakarta. Kota ini merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta. Selain sebagai kota terbesar, Jakarta juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Kota Jakarta memiliki luas 661,5 km².

Setelah kota Jakarta, posisi kota terbesar kedua di Indonesia dipegang oleh kota Surabaya. Surabaya merupakan ibu kota dari provinsi Jawa Timur. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, populasi kota Surabaya sangat jauh dibawah kota Jakarta. Bahkan populasi kota Surabaya tidak sampai sepertiganya dari populasi Jakarta.

Meski terkesan tidak berimbang, namun pada tulisan kali kita akan melihat perbandingan antara kota Jakarta vs kota Surabaya yang dilihat dari beberapa aspek. Bagaimana perbandingan diantara kedua kota? Yuk simak ulasan berikut ini.

Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, populasi kota Surabaya tidak sampai sepertiga dari populasi kota Jakarta. Surabaya tercatat memiliki populasi sekitar 2,88 jiwa. Jauh dibawah kota Jakarta yang populasinya mencapai 10,56 jiwa. Tentunya ini menjadi gambaran bahwa sangat jomplang perbedaan antara Jakarta dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Wilayah

Tidak hanya lebih besar dalam hal populasi, Jakarta juga lebih besar daripada kota Surabaya kalau dilihat berdasarkan luas wilayah. Luas wilayah dari kota Jakarta adalah 661,5 km². Sementara kota Surabaya memiliki luas wilayah 350,5 km². Jadi kota Jakarta memiliki wilayah yang luasnya hampir 2 kali lipat wilayah kota Surabaya.

PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto merupakan gambaran besaran ekonomi suatu wilayah. PDRB adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam waktu tertentu. Untuk urusan PDRB, Jakarta unggul cukup telak dibandingkan Surabaya. Kota Jakarta memiliki PDRB yang mencapai 3.186,1 triliun. Sementara itu PDRB kota Surabaya jauh dibawahnya, jauh 655,6 triliun.

Pendapatan per kapita


Secara umum pendapatan per kapita dapat diartikan sebagai PDRB yang dibagi dengan jumlah populasi suatu wilayah. Berdasarkan besaran pendapatan per kapita, lagi-lagi kota Jakarta lebih unggul dibandingkan kota Surabaya. Jakarta tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp298,3 juta. Sementara itu kota Surabaya tercatat memiliki pendapatan per kapita sebesar  Rp227,1 juta. 

Infrastruktur


Kalau membandingkan infrastruktur antara kota Jakarta dengan Surabaya, ibaratnya bagaikan bumi langit. Semua infrastruktur terbaik yang dimiliki oleh Indonesia ada di Jakarta. Contohnya seperti bandara dan pelabuhan terbesar di Indonesia yang adanya di kota Jakarta. Begitupula infrastruktur yang berkaitan dengan transportasi dalam kota seperti MRT dan LRT. Bahkan Jakarta telah memiliki moda transportasi kereta cepat yang menghubungkan kota Jakarta dengan Bandung. Jadi untuk urusan infrastuktur Surabaya masih sangat jauh dibawah Jakarta.

Indeks Pembangunan Manusia


Melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kita dapat melihat capaian pembangunan sumber daya manusia suatu daerah. Surabaya kali ini lebih unggul dibandingkan Jakarta bila dilihat berdasarkan skor IPM. Angka IPM kota Surabaya menurut data BPS mencapai 83,45. Sementara IPM kota Jakarta sedikit dibawahnya, yaitu 82,46.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Perbandingan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) antara kota Jakarta dengan kota Surabaya memakai data tahun 2024. Kota Jakarta memiliki APBD yang mencapai Jakarta Rp81,71 triliun. Angka tersebut sangat jauh diatas APDB kota Surabaya. APBD kota Surabaya tercatat hanya mencapai 10,9 triliun. Melihat besar APBD dikedua kota, wajar saja bila pembangunan di kota Surabaya tidak segencar Jakarta. 

Itulah ulasan tentang perbandingan antara kota Jakarta dengan kota Surabaya yang dilihat berdasarkan beberapa sektor. Sebenarnya cukup miris melihat begitu jomplangnya perbandingan antara kota Jakarta dengan kota Surabaya. Ini bisa kita jadikan gambaran betapa tidak meratanya pembangunan di Indonesia. Semoga saja dimasa datang Surabaya bisa tumbuh menjadi kota yang bisa bersaing dengan kota Jakarta.


Rujukan :
Bagikan Postingan Ini:

Bengkulu vs Jambi, Dua Kota Paling Underrated di Pulau Sumatera

Bengkulu dan Jambi adalah dua ibu kota Provinsi yang sama-sama berada di Pulau Sumatera. Kota Bengkulu merupakan ibu kota dari Provinsi Bengkulu, sedangkan Kota Jambi merupakan ibu kota dari Provinsi Jambi. 

Salah satu sudut Kota Bengkulu
ilustrasi salah satu sudut Kota Bengkulu (disway.id)

Kedua kota ini sama-sama kurang terdengar gaungnya dibandingkan ibu kota provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Jadi boleh dibilang Kota Bengkulu dan Jambi merupakan ibu kota provinsi paling underrated di Pulau Sumatera.

Foto udara Kota Jambi
ilustrasi pemandangan Kota Jambi dari udara (jambinetwork.com)

Untuk lebih mengenal kedua tersebut, kita akan mencoba membuat perbandingan antara Kota Bengkulu vs Kota Jambi yang dibandingkan berdasarkan beberapa sektor. Seperti apakah perbandingannya? Berikut adalah ulasannya. 

Populasi

Bila dilihat berdasarkan populasi, Kota Jambi lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, Kota Jambi memiliki populasi penduduk yang mencapai 627,8 ribu jiwa. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan populasi penduduk Kota Bengkulu  yang berada diangka 384,8 ribu jiwa.

Luas Wilayah

Baik Kota Jambi ataupun Kota Bengkulu sama-sama memiliki wilayah yang tidak terlalu luas. Namun bila kita bandingkan diantara kedua kota tersebut, Kota Jambi masih lebih luas. Kota Jambi tercatat memiliki wilayah dengan luas 205,4 km², sedangkan Kota Bengkulu memiliki wilayah dengan luas 151,7 km².

PDRB

PDRB bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui kekuatan ekonomi suatu wilayah. PDRB sendiri merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Bila dilihat berdasarkan angka PDRB, Kota Jambi lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Kota Jambi memiliki PDRB yang mencapai Rp40,581 triliun. Sementara itu PDRB Kota Bengkulu adalah Rp30,811 triliun.

Pendapatan per Kapita

Kota Bengkulu tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp78,778 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita rata-rata nasional yang berada diangka Rp75 juta. Untuk Kota Jambi memiliki pendapatan per kapita dibawah rata-rata nasional, yaitu Rp64,642 juta. Jadi Kota Bengkulu lebih unggul dibandingkan dengan Kota jambi bila dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita. 

Infrastruktur

Infrastruktur di Kota Jambi lebih berkembang dibandingkan Kota Bengkulu. Hal ini tidak terlepas dari posisi Kota Jambi yang lebih strategis. Bahkan pemerintah Indonesia telah membangun jalan tol yang akan menghubungkan Kota Jambi dengan Kota Palembang. Sementara Kota Bengkulu berada dilokasi yang cukup terisolasi di pesisir barat Pulau Sumatera. Lokasi cenderung jauh dari kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatera. Hal ini yang menjadikan infrastruktur di Kota Bengkulu tidak terlalu berkembang.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM menjadi tolak ukur untuk mengukur kualitas SDM suatu wilayah. Nilai IPM dihitung berdasarkan kemampuan wilayah dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti sanitasi, pendidikan, kesehatan dll. 

Kota Jambi tercatat memiliki IPM diangka 80,15. Angka tersebut masih dibawah IPM kota Bengkulu yang mencapai 81,45. Jadi kalau diukur berdasarkan nilai Indeks Pembangunan Manusia, Kota Bengkulu lebih unggul dibandingkan Kota jambi. 

Bila kita melihat hasil dari perbandingan diatas, Kota Jambi masih sedikit lebih unggul dibandingkan Kota Bengkulu. Namun yang harus yang digarisbawahi, Kota Bengkulu unggul dalam kualitas IPM dan pendapatan per kapita. Jadi Kota Bengkulu lebih baik dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia dan cenderung lebih makmur dibandingkan Kota Jambi.


Referensi :

  • https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html

Bagikan Postingan Ini:

7 Suku Bangsa dengan Populasi Terbesar di Kota Jakarta

Kota Jakarta menjadi tujuan utama bagi para perantau untuk mencari kerja. Itulah sebabnya Jakarta tumbuh mejadi kota dengan populasi paling banyak di Indonesia. Saat ini populasi Kota Jakarta hampir menyentuh 11 juta jiwa.

Populasi Kota jakarta adalah yang terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (jakarta-tourism.go.id)

Karena banyak dihuni oleh kaum perantau, di Kota Jakarta dapat kita jumpai berbagai suku bangsa dari seluruh wilayah di Indonesia. Dari sekian banyak suku bangsa di Kota Jakarta, terdapat tujuh suku bangsa yang mendominasi dari segi populasi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah tujuh suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta.

1. Suku Jawa

Suku Jawa merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta. Suku bangsa ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Suku Jawa bukan hanya menjadi suku bangsa terbesar di Kota Jakarta, namun juga merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlah Suku Jawa mencapai 35,16% dari total populasi Kota Jakarta.

2. Suku Betawi

Suku Betawi disebut-sebut sebagai suku asli yang berasal dari Kota Jakarta dan beberapa wilayah sekitarnya. Meski suku bangsa asli Jakarta, nyatanya Suku Betawi sudah tidak lagi mendominasi di Kota Jakarta. Populasi Suku Betawi menduduki posisi kedua yang mencakup 27,65% dari total populasi Kota jakarta. 

3. Suku Sunda

Suku Sunda dalah suku bangsa terbesar kedua di Indonesia setelah suku Jawa. Suku ini berasal dari Provinsi Jawa Barat. Karena wilayah asli suku Sunda berbatasan langsung dengan Kota Jakarta, tidak mengherankan populasi Suku Sunda menjadi salah satu yang terbesar di Kota Jakarta. Jumlah Suku Sunda di Kota Jakarta mencapai 15,27% dari total populasi Kota Jakarta dan menduduki posisi ketiga sebagai suku bangsa terbesar di Kota Jakarta.

4. Suku Tionghoa

Suku Tionghoa menduduki posisi keempat sebagai suku bangsa terbesar di Kota Jakarta. Bahkan Kota Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki jumlah suku Tionghoa terbesar. Suku Tionghoa meliputi sekitar 5,53% dari total populasi Kota Jakarta. Dengan demikian Suku Tinghoa merupakan suku bangsa terbesar ketiga di Kota Jakarta.

5. Suku Batak

Batak adalah suku bangsa terbesar di luar Pulau Jawa. Untuk Di Kota Jakarta, Suku Batak menduduki posisi terbesar keempat. Populasi suku batak mencapai 3,61% dari total populasi Kota Jakarta. Suku Batak berasal dari Provinsi Sumatera Utara.

6. Suku Minangkabau

Sama seperti Suku Batak, Suku Minangkabau juga berasal dari Pulau Sumatera. Suku Minangkabau merupakan penduduk asli dari Provinsi Sumatera Barat. Jumlah populasi Suku Minangkabau di Kota Jakarta meliputi 3,18% dari total populasi Kota Jakarta. Populasi suku Minangkabau menduduki posisi keenam terbesar di Kota Jakarta. 

7. Melayu

Suku Melayu berasal dari beberapa Provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Contohnya Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dll. Untuk di Kota Jakarta, jumlah populasi Suku Melayu menduduki urutan ketujuh. Populasi Suku Melayu di Kota Jakarta mencapai 1,62% dari total populasi Kota Jakarta.

Itulah tujuh suku bangsa dengan populasi terbesar di Kota Jakarta. Semoga informasi yang disajikan bisa memberi manfaat.


Referensi : https://map-bms.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

Bagikan Postingan Ini:

Jumlah Pencakar Langit di Kota Jakarta Urutan Ke-14 di Dunia


Jakarta adalah kota dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan populasi yang mencapai lebih dari 10 juta jiwa, tidak mengherankan kalau Jakarta menjelma menjadi salah satu kota metropolitan terpadat di Asia. Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk dan semakin terbatasnya ketersediaan lahan, membuat pertumbuhan gedung-gedung pencakar menjadi subur di kota Jakarta. Bicara tentang pencakar langit, ternyata Jakarta merupakan salah satu kota dengna jumlah pencakar langit terbanyak di dunia.

Berdasarkan data dari situs skyscrapercenter.com, jumlah pencakar langit di Kota  Jakarta berada pada urutan ke-14 dunia. Untuk di tingkat Asia Tenggara, Kota Jakarta menduduki posisi ketiga. Posisi pertama kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di Asia Tenggara dipegang oleh Kota Kuala Lumpur. Kuala Lumpur merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota dari Negara Malaysia. Kota Kuala Lumpur memiliki 173 gedung pencakar langit.

Untuk posisi kedua dipegang oleh Kota Bangkok. Bangkok adalah ibu kota dari Negara Thailand dan sekaligus menyandang sebagai kota terbesar di sana. Kota Bangkok tercatat memiliki 115 gedung pencakar langit.

Sementara itu seperti yang kita singgung sebelumnya, jumlah gedung pencakar langit di Kota Jakarta menduduki posisi ketiga di Asia Tenggara. Padahal populasi Kota Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Kuala Lumpur dan Bangkok. Namun untuk urusan pencakar langit, Kota Jakarta tidak berkutik dibandingkan kedua kota tersebut. Kota Jakarta sendiri memiliki jumlah gedung pencakar langit sebanyak 114. Jadi hanya kalah 1 gedung bila dibandingkan dengan Bangkok. 

Ditingkat Asia jumlah pencakar langit Kota Jakarta menduduki posisi ke-13. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari 14 kota dengan jumlah pencakar langit terbanyak di dunia, hanya 1 kota yang tidak berasal dari Asia. Kota tersebut adalah Kota New York di Amerika Serikat. Posisi teratas sebagai kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia dipegang oleh Kota Hong Kong, China.

Sebagai situs yang cukup memiliki kredibilitas, tentunya skyscrapercenter punya standar tersendiri untuk mengkategorikan sebuah gedung sebagai pencakar langit. Sebuah gedung dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian 150 m atau lebih. Di Indonesia ada sekitar 7 kota yang memiliki gedung dengan ketinggian 150 m atau lebih.

Sementara itu bila dilihat berdasarkan negara, Indonesia berada pada posisi ke-9 dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia. Posisi pertama sudah tentu  dipegang oleh negara China. Bahkan kalau dilihat berdasarkan 20 kota pemilik gedung pencakar langit terbanyak di dunia, 9 kota berasal dari China. Untuk urutan kedua dipegang oleh Negara Amerika Serikat yang menempatkan dua kotanya dalam daftar 20 kota pemilik gedung pencakar langit teranyak di dunia. Selanjutnya disusul oleh Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Australia, Indonesia, dan Thailand. Semua negara tersebut berada dalam daftar 10 besar pemilik jumlah pencakar langit terbanyak di dunia. 


Referensi : 
  • https://www.skyscrapercenter.com/cities
  • https://www.skyscrapercenter.com/countries
Bagikan Postingan Ini:

Makassar vs Manado, Perbandingan Dua Kota Terbesar di Pulau Sulawesi

Makassar dan Manado merupakan dua kota yang menduduki posisi teratas sebagai kota terbesar di Pulau Sulawesi. Secara geografis kedua ini berada di lokasi yang yang relatif berjauhan. Kota Makassar berada di Provinsi Sulawesi Selatan, sementara Kota Manado berada di Provinsi Sulawesi Utara. 

Kota Makassar dan Manado
ilustrasi Kota Makassar dan Manado (salsawisata.com | kayak.co.id)

Kota Makassar memiliki populasi yang jauh lebih besar dibandingkan Kota Manado. Selain dari segi populasi, pada artikel kali ini juga akan membahas beberapa perbandingan lainnya diantara kedua kota tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Makassar vs Kota Manado yang dilihat berdasarkan beberapa kategori.


Populasi

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Kota Makassar memiliki populasi yang jauh lebih besar dibandingkan Kota Manado. Makassar masuk kategori kota metropolitan karena memiliki populasi diatas 1 juta jiwa dan memiliki beberapa wilayah penyangga. Populasi Kota Makassar menurut data BPS tahun 2023 mencapai 1,474 juta jiwa. Sementara itu populasi Kota Manado jauh dibawahnya,  yaitu 460.430 jiwa. 

Luas wilayah

Kota Makassar tidak hanya lebih besar dalam hal populasi bila dibandingkan dengan Kota Manado, tetapi juga lebih besar dari segi luas wilayah. Namun perbedaan luas wilayah antara Kota Makassar dengan Kota Manado tidak terlalu jomplang. Luas Kota Makassar tercatat mencapai 175,8 km², sedangkan luas Kota Manado adalah 157,3 km².

Produk Domestik Regional Bruto

Melalui nilai Produk Domestik Regional Bruto atau (PDRB) kita dapat mengukur seberapa besar kekuatan suatu kota. Bila kita bandingkan antara Kota Makassar vs Kota Manado, PDRB Kota Makassar unggul sangat jauh. Kota Makassar tercatat memiliki PDRB Rp226,903 triliun dan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia. Untuk KOta Manado memiliki PDRB yang berada diangka Rp48,556 triliun.

Pendapatan per kapita

Kalau PDRB dijadikan tolak ukur untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah, berbeda dengan pendapatan per kapita yang biasanya dijadikan tolak ukur untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah. Itulah sebabnya suatu wilayah dianggap kaya apabila memiliki pendapatan per kapita tinggi.

Kota Makassar memiliki pendapatan per kapita yang cukup tinggi untuk ukuran Indonesia. Pendapatan per kapita Kota Makassar mencapai Rp155,952 juta. Begitupula dengan Kota Manado yang meskipun pendapatan per kapitanya masih dibawah Makassar, namun sudah terhitung cukup tinggi. Pendapatan per kapita Kota Manado berada diangka Rp105,882 juta. Sekedar informasi, pendapatan per kapita nasional Indonesia adalah Rp75 juta.

Infrastruktur

Untuk sektor infrastruktur sangat jelas bahwa Kota Makassar unggul telak dibandingkan dengan Kota Manado. Berbagai infrastruktur terbaik di Pulau Sulawesi dapat kita temui di Kota Makassar, mulai dari bandara hingga pelabuhan. Makassar juga menjadi satu-satunya kota di Pulau Sulawesi yang sudah memiliki jalan tol dan kereta api sekaligus. Bahkan infrastruktur Kota Makassar bisa diadu dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Medan dan Bandung. 

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi pembangunan di suatu daerah. Kota Makassar tercatat memiliki APBD yang jauh besar dibandingkan Kota Manado. APBD Kota Makassar menurut beberapa sumber tercatat mencapai Rp5,7 triliun, jauh diatas APBD Kota Manado yang berada diangka Rp1,8 triliun.

Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah tolak ukur untuk mengetahui seberapa baik suatu wilayah dalam menyediakan kebutuhan dasar untuk penduduknya. Contohnya seperti sanitasi, pendidikan, kesehatan dll. Jadi IPM ini berkaitan dengan kualitas SDM suatu wilayah. 

Bila kita bandingkan IPM antara Kota Makassar vs Kota Manado, hasilnya tidak jauh berbeda dengan perbandingan-perbandingan sebelumnya. IPM Kota Makassar lebih unggul bila dibandingkan dengan Kota Manado. Kota Makassar tercatat memiliki IPM yang mencapai 83,52. Sementara itu Kota Manado memiliki IPM diangka 80,14.


Dari semua kategori yang kita jadikan pembanding antara Kota Makassar dengan Kota Manado, tidak satu kategoripun yang diungguli oleh Kota Manado. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebenarnya perbandingan diantara kedua kota tidaklah seimbang. Namun ini menjadi gambaran juga bahwa pembangunan di Pulau Sulawesi belum merata seutuhnya. 


Referensi :

Bagikan Postingan Ini:

Seberapa Tertinggal Kota-Kota di Indonesia Dibandingkan China?

China adalah salah satu negara dengan perkembangan paling pesat di dunia. Perekonomian Negara China adalah yang terbesar diantara semua negara Asia. Kalau dibandingkan dengan Indonesia untuk urusan perekonomian, jelas posisi Indonesia jauh lebih unggul. Di seluruh dunia hanya Negara Amerika Serikat saja yang memiliki perekonomian lebih besar dibandingkan China. 

Perkembangan luar biasa China dapat dilihat dari kondisi kota-kota di sana. Biasanya orang-orang di luar Negara China hanya mengetahui Kota Beijing dan Shanghai sebagai kota metropolitan yang berasal dari China. Padahal di Negara China sendiri ada beberapa kota lain yang sekelas dengan Beijing dan Shanghai. Ibaratnya kalau kita bandingkan dengan Indonesia, berarti harus ada beberapa kota sekelas Kota Jakarta di Indonesia.

Kota Shanghai, kota terbesar di Negara China
ilustrasi Kota Shanghai, kota terbesar di Negara China (trippest.com)

Melihat kondisi yang seperti itu dapat dipastikan bahwa kota-kota Indonesia kalah telak bila dibandingkan dengan kota-kota di China. Indonesia memang punya Kota Jakarta yang bisa diadu dengan beberapa kota besar lainnya di dunia. Namun di luar Jakarta, kondisi kota-kota Indonesia masih belum bisa bicara banyak di kancah global. Selama ini pembangunan Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta, hingga kota-kota lainnya kurang diperhatikan. Untuk negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, harusnya Indonesia bisa memiliki lebih dari satu kota yang selevel dengan Kota Jakarta.

Kota Jakarta, kota terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta, Kota terbesar di Negara Indonesia (jakarta.go.id)

Untuk Kota Jakarta sendiri bila kita bandingkan dengan kota-kota di China, levelnya hampir sama dengan Kota Wuhan. Wuhan adalah kota terbesar ke-7 di Negara China dan merupakan ibu kota dari Provinsi Habei. Kota ini sempat begitu populer di dunia karena menjadi lokasi pertama kalinya muncul virus Corona. Peranan Kota Wuhan cukup penting di Negara China karena merupakan salah satu pusat ekonomi, keuangan, perdagangan, transportasi, teknologi informasi dan pendidikan. Secara keseluruhan ada sekitar 10 kota di China yang selevel dengan Jakarta. 

Kota Wuhan, kota terbesar ketujuh di Negara China
ilustrasi Kota Wuhan, kota terbesar ketujuh di Negara China (icabe.cn)

Bila kita komparasi antara Kota Jakarta dengan Kota Shanghai yang merupakan kota terbesar di Negara China, sudah ditebak hasilnya bakal tidak berimbang. Populasi dari Kota Shanghai hampir menyentuh 25 juta jiwa, berbandingan Kota Jakarta yang sekitar 11 juta jiwa. Shanghai merupakan salah satu kota dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan PDB (Produk Domestik Bruto) yang mencapai US$670 miliar. Jauh diatas PDB Kota Jakarta yang berada diangka US$225,88 miliar. Begitulah dengan pendapatan per kapita Shanghai yang berada diangka US$27.001, mengungguli pendapatan per kapita Kota Jakarta yang berada diangka US$21,166. 

Selanjutnya kita akan mencoba mengulas Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia setelah Kota Jakarta. Kota Surabaya memiliki populasi sekitar 3 juta jiwa dan memiliki PDB US$46,93 miliar.  Kalau dilihat berdasarkan populasi dan besaran perekonomian, Kota Surabaya setara dengan Kota Hohhot di China. Hohhot sendiri merupakan kota terbesar ke-46 di China. Jadi kota terbesar ke-2 di Indonesia memiliki level yang sama dengan kota terbesar ke-46 di China. 

Antara Kota Surabaya dengan Kota Jakarta memiliki perbedaan yang sangat jomplang. Lebih parah lagi, antara Kota Surabaya dengan kota-kota besar setelahnya seperti Bandung dan Medan juga memiliki perbedaan jomplang. Jadi bisa dibayangkan seberapa jomplangnya perbedaan antara Kota Jakarta dengan kota-kota besar di Indonesia selain Surabaya. 

Sampai saat ini pemarataan pembangunan kawasan urban atau perkotaan masih menjadi masalah besar di Indonesia. Bandingkan dengan Negara China yang setidaknya telah memiliki 10 kota yang setara dengan Jakarta. Selama pemerintah Indonesia tidak serius dalam mengembangkan dan membangun kota-kota besar selain Jakarta, selama itu juga pemerataan pembangunan akan sulit dicapai. 



Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_cities_in_China_by_population
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Beijing
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Surabaya
Bagikan Postingan Ini:

Belajar dari Negara Malaysia dalam Membangun dan Menata Kawasan Perkotaan

Malaysia adalah negara tetangga yang secara historis memiliki hubungan yang paling dekat dengan Indonesia. Secara populasi dan luas wilayah, Negara Malaysia jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia. Namun bila kita melihat dari sektor pembangunan, bisa dikatakan Malaysia lebih unggul bila dibandingkan dengan Indonesia.

Malaysia lebih sukses dibandingkan Indonesia dalam melakukan pemerataan pembangunan. Pemerataan pembangunan yang dilakukan Malaysia salah satunya dapat dilihat dari perkembangan kota-kota di sana. Pembangunan yang pesat tidak hanya dijumpai di Kota Kuala Lumpur yang merupakan kota terbesar sekaligus ibu kota dari Negara Malaysia. 

Penang Skyline
ilustrasi salah satu wilayah perkotaan di Malaysia (www.skyscrapercity.com/members/alan3000.1005520)

Apa yang terlihat pada gambar diatas bukanlah salah satu sudut dari Kota Kuala Lumpur. Itu adalah George Town yang merupakan ibu kota dari Negara Bagian Penang. Negara Bagian Penang atau dikenal juga dengan sebutan Pulau Pinang memiliki luas wilayah 1.046,3 km² dan populasi sekitar 1,78 juta jiwa. 

George Town menjadi bukti bahwa bukan hanya Kota Kuala Lumpur yang berkembang pesat dengan bertabur gedung-gedung pencakar langit. Penataan kotanya juga cukup baik sehingga kawasan komersil dan pemukiman tidak campur aduk . Kondisi ini berbanding terbalik dengan yang dialami Indonesia.

 Kalau di Indonesia hanya Kota Jakarta yang memiliki gedung-gedung pencakar langit dengan jumlah yang masif. Di kota lain bukannya tidak ada, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Itupun diperparah dengan kondisi kota yang sembrawut. Jadi karena kawasan komersil dan pemukiman campur aduk, akhirnya gedung-gedung pencakar langit tidak terpusat di kawasan bisnis, namun tersebar ke seantero kota.

Selain Penang, Malaysia juga memiliki Kota Johor Bahru yang  berkempang pesat. Bahkan boleh dibilang Johor Bahru memiliki infrastruktur yang lebih baik dibandingkan Penang. Johor Bahru merupakan ibu kota dari Negara Bagian Johor dan memegang status sebagai kota terbesar kedua di Malaysia setelah Kuala Lumpur. 

Pusat Kota Johor Bahru
ilustrasi wilayah pusat Kota Johor Bahru (themalaysianreserve.com)

Wilayah Johor Bahru merupakan salah satu pusat manufaktur terpenting di Malaysia. Kota ini berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Antara Johor Bahru dengan Singapura dapat dilintasi melalui jalur darat karena terhubung dengan jembatan. 

George Town dan Johor Bahru sama berada di kawasan barat Malaysia. Meski demikian, bukan berarti kawasan timur Malaysia yang berada di utara Pulau Kalimantan tidak berkembang pesat. Di kawasan timur Malaysia terdapat kota Khucing dan Kota Kinabalu yang menjadi penggerak utama perekonomian.

Kota Kinabalu Malaysia
Ilustrasi Kota Kinabalu yang merupakan kota terbesar di Negara Bagian Sabah (amazingborneo.id)

Kedua kota ini berada di negara bagian yang berbeda. Kota Kinabalu berada di Negara Bagian Sabah, sedangkan Kota Khucing berada di Negara Bagian Sarawak. Secara umum kedua kota tampak lebih baik dibandingkan kota-kota milik Indonesia di Pulau Kalimantan. Contohnya dalam hal penataan wilayah perkotaan dan perkembangan gedung-gedung pencakar langit.

Dengan perkembangan yang pesat dan penataan yang baik, membuat kota-kota di Malaysia tampak lebih megah dibandingkan kota-kota di Indonesia. Kalau antara Jakarta Jakarta dengan Kuala Lumpur mungkin tidak terlalu berbeda. Namun untuk kota-kota dibawahnya tampak begitu mencolok perbedaan. Padahal secara populasi kota-kota di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan kota-kota di Malaysia.


Referensi:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Penang_Island
  • https://www.klook.com/id/blog/singapura-ke-johor-bahru/

Bagikan Postingan Ini:

Mengulas Tuntas Seputar Kereta Otonom IKN, Mungkinkah Diterapkan di Kota Lain di Indonesia?

Salah satu upaya IKN (Ibu Kota Nusantara) untuk menjadi kota hijau berkelanjutan adalah dengan menerapkan sistem transportasi yang ramah lingkungan. Upaya tersebut terlihat dari kedatangan kereta otonom atau kereta tanpa awak buatan China di IKN. Kereta tersebut merupakan buatan salah satu BUMN Negara China yang bernama CRRC Sifang. CRRC Sifang adalah satu satu produsen sarana perkeretapian tertua di China.

Kereta tanpa awak yang akan digunakan di IKN ini lebih dikenal dengan sebutan ART (Autonomous Rapid Transit). Sebenarnya angkutan ini tidak menggunakan rel seperti kereta api pada umumnya. ART ini menggunakan ban karet yang membuatnya lebih mirip seperti bus. Hanya  saja ART ini lebih panjang dibandingkan bus pada umumnya karena memiliki tiga gerbong untuk satu rangkaian, dengan demikian jumlah penumpang yang dapat diangkut juga lebih banyak.

Kereta otonom yang akan diujicoba di IKN
Autonomous Rapid Transit yang akan diujicoba di IKN (antaranews.com)

Satu rangkaian ART ini dapat mengangkut sebanyak 302 penumpang. Headway-nya sekitar 5 menit dan akan melalui jalur yang melingkar di IKN. Jalur melingkar tersebut bermula dari Gedung Kemenko 3 menuju Gedung Kemenko 2, dan kembali ke Gedung Kemenko 3 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Untuk kecepatan maksimalnya sendiri mencapai 70 km/jam.

Sebagai angkutan yang ramah lingkungan, ART ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Karena harus melakungan pengisian ulang daya secara berkala, nantinya halte-halte yang difungsikan untuk menaik-turunkan penumpang juga akan diterapkan sebagai tempat untuk pengisian daya.

Sesuai dengan namanya, ART ini akan beroperasi secara otonom. Jadi selain tanpa rel, angkutan ini juga tanpa pengemudi. Sistem kerjanya adalah dengan menerapkan marka khusus dan magnet untuk jalur yang akan dilalui oleh ART. Jadi dengan berbagai sensor yang dimiliki, ART ini tidak akan keluar jalur saat beroperasi meskipun tidak memiliki pengemudi. Untuk di Indonesia teknologi ini baru pertama kali diterapkan.

Sampai artikel ini ditulis, belum ada negara di luar China yang sudah menerapkan teknologi ART secara komersial. Sistem transportasi ini baru beroperasi secara komersial di Negara China saja. Di China sendiri sudah terdapat beberapa jalur yang menggunakan ART. Diantaranya adalah di Kota Zhuzhou, Yibin, dan Shanghai. 

Keunggulan utama dari sistem transportasi ART ini adalah pembangunan yang cepat dan biaya yang rendah. Hanya saja ada beberapa kekurangan yang patut dipertimbangkan. Diantaranya adalah kereta yang menggunakan ban konvensional seperti yang terdapat pada bus. Jadi kualitas berkendaraan menggunakan ART ini layaknya seperti bus pada umumnya. Selain itu karena ART ini menggunakan jalan aspal, masih berpotensi terjebak kemacetan bila seandainya tidak dibuatkan jalur khusus. Kalaupun dibuatkan jalur khusus, tentunya akan memakan banyak bagian jalan.

Kelemahan yang terakhir ini yang akan menjadikan ART sulit untuk dibangun di kota-kota lainnya di Indonesia. Umumnya kota-kota di Indonesia memiliki jalanan yang relatif sempit. Kalau dibangun ART yang menggunakan jalur khusus, otomatis akan memakan hampir seluruh bagian jalan. Namun bila tidak dibuatkan jalur khusus, ujung-ujungnya akan terjebak kemacetan. 


Referensi :

  • https://ikn.kompas.com/read/2024/08/04/180348087/kereta-otonom-tanpa-rel-buatan-china-tiba-di-ikn-uji-coba-hingga-9-agustus
  • https://www.viva.co.id/trending/1740584-netizen-komentari-kereta-otonom-tanpa-rel-di-ikn-mirip-transjakarta-gandeng-intip-spesifikasinya
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Autonomous_Rail_Rapid_Transit

Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts