![]() |
| Kontribusi PDRB Indonesia berdasarkan pulau (cnbcindonesia.com) |
10 Kota dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar di Luar Pulau Jawa
Pulau Manakah di Indonesia yang Paling Banyak Memiliki Kota-Kota Kaya?
Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Ada lebih dari 17.000 pulau yang dimiliki oleh Indonesia. Diantara sekian banyak pulau yang ada di Indonesia, terdapat lima pulau yang memiliki ukuran dan populasi jauh lebih besar dibandingkan pulau-pulau liannya. Kelima pulau tersebut adalah Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua.
![]() |
| ilustrasi peta Kepulauan Indonesia (peta-hd.com) |
Kelima pulau tersebut tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya Pulau Jawa yang terkenal dengan kepadatan penduduknya, ataupun pulau Kalimantan dan Papua yang terkenal dengan kekayaan alamnya.
Bicara tentang kekayaan, pada tulisan kali ini kita akan mengulas tentang pulau manakah di Indonesia yang paling banyak memiliki kota-kota yang kaya. Tentunya untuk mengukurnya dilihat berdasarkan nilai pendapatan per kapita. Hanya saja perlu digarisbahawahi bahwa pendapatan per kapita tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran suatu kota.
Berdasarkan data dari bps.go.id, daftar kota terkaya di Indonesia didominasi oleh kota-kota dari Pulau Jawa. Padahal Pulau jawa bukanlah wilayah yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Hanya saja pulau jawa merupakan pusat industri dan manufaktur di Indonesia. Ini tidak terlepas dari populasi di Pulau Jawa yang besar sehingga selalu menjadi pilihan utama untuk investasi bagi perusahaan-perusahaan nasional dan internasional.
Dari 20 kota terkaya di Indonesia, 10 diantaranya berada di Pulau Jawa. Menariknya, Kota Jakarta ternyata bukanlah kota terkaya di Pulau Jawa. Posisi pertama kota terkaya di Pulau Jawa dipegang oleh Kota Kediri. Bahkan Kota Kediri merupakan kota terkaya di Indonesia. Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp541,112 juta. Angka tersebut jauh diatas rata-rata pendapatan per kapita nasional yang hanya mencapai Rp.75 juta. Bila kita bandingkan dengan negara lain, pendapatan per kapita Kota Kediri setara dengan pendapatan per kapita Negara Korea Selatan.
Kota Jakarta sendiri memiliki pendapatan per kapita diangka Rp322,615 juta dan menduduki posisi kedua di Pulau serta posisi ketiga di Indonesia. Urutan kota-kota di Pulau Jawa yang masuk dalam daftar 20 terkaya di Indonesia adalah Kediri, Jakarta, Cilegon, Surabaya, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Tangerang. Bila dikelompokan berdasarkan provinsi, 3 kota berasal dari Provinsi Jawa Timur, 2 kota dari Provinsi Jawa Tengah, 2 kota dari Provinsi Banten, 1 kota dari Provinsi Jawa Barat, 1 Kota dari Provinsi DIY, dan Kota Jakarta.
Berdasarkan data diatas dapat kita simpulkan bahwa tidak selalu harus bertumpu pada kekayaan alam untuk meningkatan perekonomian suatu wilayah. Buktinya Pulau Jawa mampu mendominasi daftar kota terkaya di Indonesia walaupun tidak memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Namun harus diakui populasi yang besar juga berpengaruh terhadap pesatnya perekonomian kota-kota di Pulau Jawa. Andai Pulau Jawa memiliki populasi yang kecil, belum tentu perusahaan-perusahaan besar mau menanamkan modal mereka di sana. Ini sebenarnya sebuah tantangan besar bagi pemerintah Indonesia. Bagaimana caranya agar perusahaan-perusahaan besar tersebut tidak hanya berinvestasi di Pulau Jawa sehingga perekonomian Indonesia akan lebih merata.
Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
Sabang vs Padang Panjang, Perbandingan Dua Kota dengan Populasi Terkecil di Indonesia
Populasi penduduk menjadi salah satu faktor utama terbentuknya sebuah kota. Biasanya untuk mengukur besar atau kecilnya sebuah kota dilihat berdasarkan populasi penduduk tersebut. Untuk di Indonesia sendiri Kota Jakarta merupakan pemegang status sebagai kota dengan populasi penduduk terbesar.
Namun pada artikel kali ini kita tidak akan membahas tentang kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Justru sebaliknya, yaitu mengulas tentang kota dengan populasi terkecil di Indonesia. Saat ini kota dengan populasi terkecil di Indonesia dipegang oleh Kota Sabang dan Kota Padang Panjang.
![]() |
| Ilustrasi Kota Sabang dan Padang Panjang (posaceh.com | padangpanjang.go.id) |
Bagaimana jadinya kalau kita bandingkan kedua kota tersebut dari beberapa sektor? Tentunya ini akan menjadi perbandingan yang menarik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Sabang vs Kota Padang Panjang yang dilihat dari beberapa sektor.
1. Populasi
Kota Padang panjang memiliki populasi yang sedikit lebih besar dibandingkan Kota Sabang. Dilansir bps.go.id, Kota Padang Panjang memiliki populasi penduduk yang mencapai 56.311 jiwa. Sementara itu Kota Sabang memiliki populasi penduduk 41.197 jiwa. Dengan demikian Kota Sabang menyandang status sebagai kota dengan populasi penduduk terkecil di Indonesia.
2. Wilayah
Kota Padang Panjang tidak hanya memiliki populasi penduduk yang kecil, tetapi juga memiliki luas wilayah yang kecil. Luas wilayah kota Padang Panjang hanya mencapai 23 km², sehingga menempatkan Kota Padang Panjang sebagai salah satu kota dengan wilayah terkecil di Indonesia. Sementara itu Kota Sabang memiliki wilayah yang masih cukup luas, yaitu 156,3 km². Jadi kalau dilihat berdasarkan luas wilayah, masih lebih unggul Kota Sabang dibandingkan Kota Padang Panjang.
3. PDRB
PDRB merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Dari nilai PDRB dapat dilihat seberapa kuat perekonomian sebuah kota. Berdasarkan data dari BPS, Kota Padang Panjang memiliki PDRB yang lebih besar dibandingkan Kota Sabang. Kota Padang Panjang tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp4,474 triliun. Sementara itu PDRB Kota Sabang tidak sampai setengahnya, yaitu berada diangka Rp1,747 triliun.
4. Pendapatan per kapita
5. Infrastruktur
6. Indeks Pembangunan Manusia
- https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
- https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
10 Kota dengan Udara Paling Berpolusi di Indonesia
Kualitas udara menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat suatu kota. Hal ini karena kualitas udara berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan hidup. Baik atau tidaknya kualitas udara suatu wilayah diukur berdasarkan Indeks Kualitas Udara.
![]() |
| ilustrasi wilayah perkotaan dengan kualitas udara yang buruk (rri.co.id) |
Indeks Kualitas Udara adalah ukuran yang digunakan untuk menilai polusi udara di suatu wilayah. Indeks Kualitas Udara diperoleh berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara tahunan.
Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang 10 kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Jadi boleh dibilang 10 kota ini merupakan kota yang paling berpolusi di Indonesia. Apa saja kota-kota yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.
1. Tangerang Selatan
Diposisi pertama ada Kota Tangerang Selatan. Tangerang Selatan adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Banten. Kota ini juga menjadi salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota Tangerang Selatan tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 71.7. Menurut situs IQAir.com, kota-kota yang memiliki Indeks Kualitas Udara 50-100 masuk dalam kategori sedang. Sementara itu kota-kota yang memiliki Indeks Kualitas Udara dibawah 50, berarti memiliki kualitas udara yang baik.
2. Tangerang
Kota dengan kualitas udara terburuk kedua di Indonesia masih berada di Provinsi Banten, yaitu Kota Tangerang. Di Indonesia sendiri hanya Kota Tangerang dan Tangerang Selatan saja yang memiliki Indeks Kualitas Udara diatas 50 kalau dilihat secara tahunan. Untuk Kota Tangerang memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 54,1.
3. Bekasi
Kota dengan kualitas udara terburuk ketiga di Indonesia dipegang oleh Kota Bekasi. Sama seperti Tangerang dan Tangerang Selatan, Bekasi merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Jawa Barat atau Jabar. Kota Bekasi memiliki Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 49,9. Dengan Indeks Kualitas Udara yang berada dibawah 50, kualitas udara di Kota Bekasi masih bisa dikategorikan baik.
4. Jakarta
Kota Jakarta menduduki posisi keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Hal ini tidak mengejutkan karena Jakarta merupakan kota dengan populasi terbesar di Indonesia. Kota Jakata tercatat memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 43,8. 4 Kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dipegang oleh kota-kota yang masuk dalam area metropolitan Jabodetabek.
5. Bandung
Kota dengan kualitas udara terburuk kelima di Indonesia dipegang oleh Kota Bandung. Kota Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia dan merupakan ibu kota dari Provinsi Jawa Barat. Indeks Kualitas Udara di Kota Bandung Berada diangka 39,6.
6. Depok
Sama seperti Bandung, Depok juga merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Depok juga berstatus sebagai penyangga Kota Jakarta. Dengan Indeks Kualitas Udara yang berada diangka 37,6, menempatkan Depok sebagai kota paling berpolusi keenam di Indonesia.
7. Serang
Serang adalah ibu kota dari Provinsi Banten. Kota ini merupakan kota paling berpolusi ketujuh di Indonesia. Indeks Kualitas Udara dari Kota Serang adalah 35,6.
8. Palembang
Palembang menjadi salah satu dari dua kota di luar Pulau Jawa yang masuk dalam daftar 10 kota paling berpolusi di Indonesia. Ibu kota dari Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki Indeks Kualitas Udara 32,8 dan merupakan kota dengan kualitas udara terburuk kedelapan di Indonesia.
9. Indralaya
Indralaya adalah ibu kota dari Kabupaten Ogan Illir. Sama seperti Palembang, kota ini berada di Provinsi Sumatera Selatan atau Sumsel. Indralaya memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 29.
10. Semarang
Posisi kesepuluh kota paling berpolusi di Indonesia diduduki oleh Kota Semarang. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini memiliki Indeks Kualitas Udara diangka 28,1.
Itulah daftar 10 kota dengan udara paling berpolusi di Indonesia. Semoga kota-kota di Indonesia memiliki kualitas udara yang semakin baik sehingga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Referensi :
- https://www.iqair.com/id/world-most-polluted-cities?continent=59af92b13e70001c1bd78e53&country=Rqrg4reHqi8taY4re&state=&sort=-rank&page=1&perPage=50&cities=
- https://news.detik.com/berita/d-6700309/indeks-kualitas-udara-pengertian-manfaat-dan-kategorinya
Jakarta vs Medan, Perbandingan Kota Terbesar di Pulau Jawa dan Sumatera
![]() |
| Ilustrasi Kota Jakarta dan Kota Medan (jakarta-tourism.go.id | travellingindonesia.com) |
1. Populasi
2. Luas wilayah
3. PDRB
4. Pendapatan per kapita
5. Infrastruktur
6. APBD
7. Indeks Pembangunan Manusia
- https://www.bps.go.id/id/publication/2024/06/07/f90b4d2293193647cf2faee1/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2019-2023.html
- https://medankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-kota-medan-menurut-kecamatan-dan-jenis-kelamin.html
- https://jakarta.bps.go.id/indicator/12/1270/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html
10 Hal yang Identik dengan Kota Surabaya, Salah Satunya Patung Suro dan Boyo
1. Kota Pahlawan
2. Patung Suro dan Boyo
3. Tugu Pahlawan
4. Hotel Majapahit
5. Persebaya
6. Bonek
7. Jembatan Suramadu
8. Rujak Cingur
9. Jembatan Merah
10. Dialek Suroboyoan
Benarkah Jakarta Lebih Tertinggal Daripada Kuala Lumpur? Berikut adalah Faktanya
1. Populasi
2. Luas Wilayah
3. Area Metropolitan
4. Pencakar Langit
5. Produk Domestik Bruto
6. Pendapatan per Kapita
7. Infrastruktur
8. Indeks Pembangunan Manusia
- https://www.skyscrapercenter.com/cities
- https://en.wikipedia.org/wiki/Klang_Valley
- https://id.wikipedia.org/wiki/Jabodetabekjur
- https://www.kotakita.xyz/2024/05/10-kota-dengan-pdb-terbesar-di-asia-tenggara-4-diantaranya-berasal-dari-indonesia.html
Harusnya Pariwisata Kota Padang Bisa Dikembangkan Sekelas Kota Bangkok
Padang adalah kota terbesar di pesisir barat Pulau Sumatera ini. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatera Barat. Menurut data bps.go.id, Kota Padang memiliki populasi penduduk yang mencapai 919.145 jiwa. Sementara itu luas wilayah dari Kota Padang adalah 694,96 km².
Seperti kota-kota lainnya di Provinsi Sumatera Barat, banyak kita jumpai gedung-gedung dengan arsitektur Rumah Gadang di Kota Padang. Rumah Gadang sendiri merupakan rumah adat khas dari suku Minangkabau. Keunikan dari desain Rumah Gadang ini adalah bentuk atapnya yang menyerupai tanduk kerbau. Beberapa bangunan terkenal di Kota Padang yang memiliki desain Rumah Gadang diantaranya adalah Masjid Raya Sumbar, Kantor Bank Indonesia, dan Museum Adityawarman.
![]() |
| Masjid Raya Sumbar, salah satu gedung di Kota Padang yang mengadopsi desain Rumah Gadang (padang.go.id) |
Bangunan-bangunan dengan desain Rumah Gadang telah menjadi identitas tersendiri bagi Kota Padang. Hampir di setiap sudut kota bisa kita jumpai bangunan-bangunan berdesain rumah gadang. Hal tersebut mengingatkan kita dengan Kota Bangkok di Thailand. Di Bangkok sangat gampang kita jumpai bangunan-bangunan dengan arsitektur khas Thailand yang menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan.
![]() |
| Bangunan dengan arsitektur khas Thailand di Kota Bangkok (harianhaluan.com) |
Persamaan lainnya Kota Padang dengan Kota Bangkok adalah sektor kuliner. Provinsi Sumatera Barat terkenal sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Kota Padang yang merupakan pusat pemerintahan dan kota terbesar di Provinsi Sumatera Barat tentunya menjadi pilihan utama bagi wisatawan untuk berburu kuliner khas Sumatera Barat. Sayangnya wisata kuliner di Kota Padang belum dikemas dengan baik seperti yang diterapkan di Kota Bangkok.
Bila kita berbicara potensi, sebenarnya potensi Kota Padang tidak kalah dibandingkan dengan Kota Bangkok. Namun kenapa Kota Padang tidak mampu menggaet banyak wisatawan seperti Kota Bangkok? Apalagi daya tarik Kota Padang bukan hanya keindahan arsitektur dan kuliner. Kota Padang juga memiliki keindahan alam dan budaya yang berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Sepanjang tahun 2023, Kota Bangkok mampu menggaet wisatawan asing sebanyak 22,78 juta. Kota ini bahkan meraih predikat sebagai kota yang paling banyak dikunjungi oleh wisawatan asing dari semua kota di dunia. Sementara itu Kota Padang hanya mampu meraih 22,995 ribu wisatawan asing. Angka tersebut hanya 1/1.000 dari total wisatawan asing ke Kota Bangkok. Cukup miris bila kita melihat jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Padang. Padahal kota ini memiliki potensi yang cukup besar.
Memang sulit bagi Kota Padang Padang untuk bisa menyamai Bangkok dalam menggaet wisatawan mancanegara. Namun dengan potensi besar yang dimiliki, setidaknya Kota Padang mampu menggaet ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya atau sekitar 1/100 dari Kota Bangkok. Kalau pemerintah serius, angka tersebut sebenarnya cukup realistis untuk dicapai.
Faktor utama minimnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Padang disebabkan karena kurangnya promosi. Masalah promosi ini sebenarnya bukan hanya momok bagi Kota Padang, tetapi juga masalah bagi kota-kota di Indonesia pada umumnya. Minimnya promosi tersebut sebenarnya imbas dari ketidakseriusan pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata. Jadi apa yang mau dipromosikan kalau destinasi wisatanya hanya dikembangkan setengah hati.
Kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan kalau ingin pariwisata Kota Padang menjadi lebih maju. Kalau sumber daya manusianya sudah memadai, bukan tidak mungkin wisatawan akan kembali mengunjungi Kota Padang karena rasa aman dan nyaman yang mereka dapatkan. Apalagi hal tersebut bisa menjadi promosi gratis bagi Kota Padang. Wisatawan-wisatawan tersebut akan menceritakan pengalaman menyenangkan mereka kepada kerabat di negara asal mereka.
Referensi :
- https://padangkota.bps.go.id/indicator/153/34/1/luas-daerah.html
- https://padangkota.bps.go.id/indicator/16/131/1/jumlah-wisatawan-mancanegara-dan-domestik-.html
- https://copenhagen.thaiembassy.org/en/content/bangkok-ranks-number-one-as-the-world-s-most-visit?cate=5d81e20015e39c1614002150
Menelusuri Sejarah Peradaban Melayu di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang
Wilayah Kepulauan Riau terkenal sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban Melayu di Indonesia. Salah satu lokasi paling bersejarah tempat berkembangnya peradaban Melayu di Kepulauan Riau adalah Kota Tanjung Pinang. Kota ini merupakan ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau. Sebelum dimekarkan menjadi kota otonom, Tanjung Pinang merupakan bagian dari Kabupaten Bintan.
![]() |
| Pemandangan Kota Tanjung Pinang dari udara (diskominfo Kepri) |
Kota Tanjung Pinang pernah menjadi pusat pemerintahan dari Kesultanan Riau-Lingga. Kesultanan ini merupakan pecahan dari Kesultanan Johor-Riau. Terpecahnya Kesultanan Johor-Riau disebabkan oleh perjanjian pembagian wilayah yang dilakukan antara Britania Raya dengan Belanda. Kesultanan Johor berada dibawah pengaruh Britania Raya, sedangkan Kesultanan Riau-Lingga berada dibawah pengaruh Belanda. Sebelumnya Kota Tanjung Pinang juga pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Melaka dan Kesultanan Johor.
Kota Tanjung Pinang memiliki wilayah seluas 239,5 km². Letak geografis dari Kota Tanjung Pinang berada pada 0°51' samapi dengan 0°59' Lintang Utara dan 104°23' sampai dengan 104°34 Bujur Timur. Kota ini memiliki wilayah dengan kontur bervariasi karena terdapat dataran rendah, perbukitan dan kawasan rawa bakau sekaligus.
Sekitar 2 kilometer dari kota Tanjung Pinang terdapat sebuah pulau bersejarah yang bernama Pulau Penyengat. Penyengat adalah sebuah pulau kecil yang yang memiliki panjang sekitar 2000 meter dan lebar sekitar 850 meter. Pulau ini merupakan sebuah pulau berpenghuni yang memiliki populasi penduduk 2.500 jiwa.
![]() |
| Gambaran salah satu sudut Pulau Penyengat (triptrus.com) |
Menurut cerita rakyat penduduk setempat, nama pulau penyengat berasal dari sebangsa serangga yang mempunyai sengat. Cerita tersebut menjelaskan bahwa para pelaut yang melanggar pantangan atau larangan ketika mengambil ambil, maka mereka akan diserang oleh ratusan serangga berbisa tersebut. Serangga inilah yang disebut dengan nama penyengat dan kemudian menjadi sebutan untuk Pulau penyengat. Sementara itu orang-orang Belanda menyebut Pulau Penyengat dengan nama Pulau Mars.
Pulau penyengat memiliki andil yang besar terhadap perkembangan peradaban Melayu di Kepulauan Riau. Peranan penting Pulau Penyengat berlangsung semenjak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722 sebelum akhirnya direbut sepenuhnya oleh Belanda tahun 1911. Ketika menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau, nama Pulau Penyengat dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat Inderasakti.
Pada tahun 1803, dibangun pusat pertahanan di Pulau Penyengat dan sekaligus tempat berkedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga, sementara itu Sultan Berkedudukan secara resmi di Daik-Lingga. Namun pada tahun 1900, Sultan Riau-Lingga juga berkediaman resmi Pulau Penyengat. Sejak saat itu lengkaplah peran Pulau Penyengat sebagai pusat pemerintahan, adat istidat, agama Islam, dan kebudayaan Melayu.
Sekarang ini Pulau Penyengat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Provinsi Kepulauan Riau. Daya tarik pariwisata di Pulau Penyengat adalah bangunan-bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Riau-Lingga. Beberapa diantaranya peninggalan sejarah yang paling populer di Pulau Penyengat adalah Masjid Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, Istana Kantor yang merupakan istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali (1844-1857), Benteng Pertahanan Bukit Kursi serta Balai Adat Melayu yang merupakan replika rumat adat Melayu yang pernah dibangun di Pulau Penyengat.
Di Pulau Penyengat juga terdapat makam-makam para Yang Dipertuan Muda Kerajaan Johor-Pahang-Riau-Lingga. Diantaranya adalah makan dua Pahlawan Nasional Indonesia, yaitu Raja Aji Fisabillah dan Raja Ali Haji. Sekedar informasi, Raja Ali Haji merupakan pencatat pertama dasar-dasar bahasa Melayu melalui buku Pedoman Bahasa, sebuah buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa melayu standar atau melayu baku tersebut yang saat ini dikukuhkan sebagai bahasa Indonesia.
Referensi :
- https://disbudpar.tanjungpinangkota.go.id/destinasi-detail/wisata-pulau-penyengat
- https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Penyengat
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tanjungpinang
- https://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Haji_bin_Raja_Haji_Ahmad
Bukan Merauke, Inilah Kota Paling Timur di Indonesia
Pulau Papua adalah wilayah Indonesia yang terletak paling timur. Di pulau ini terdapat Kabupaten Merauke yang dikenal sebagai titik paling timur di Indonesia. Bagi rakyat Indonesia tentunya sudah sangat familiar dengan nama Merauke. Namanya diabadikan dalam berbagai lagu yang bertemakan tentang wilayah Indonesia. Negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Merauke adalah Papua Nugini.
Merauke memang wilayah paling timur yang dimiliki oleh Indonesia. Namun Merauke adalah sebuah daerah yang berstatus sebagai kabupaten. Meskipun saat ini Merauke merupakan ibu kota dari Provinsi Papua Selatan, namun statusnya masih tetap sebuah kabupaten. Berbeda dengan Sabang yang dinobatkan sebagai wilayah paling barat di Indonesia. Sabang yang merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh memiliki status sebagai kota otonom.
Untuk wilayah kota otonom paling timur di Indonesia dipegang oleh Kota Jayapura. Jayapura adalah kota terbesar yang berada di Pulau Papua. Wilayah dari Kota Jayapura ini bahkan lebih luas bila dibandingkan dengan Kota Jakarta. Berdasarkan data dari situs resmi pemerintahan Provinsi Papua, Kota Jayapura memiliki wilayah seluas 940 km². Bandingkan dengan Kota Jakarta yang memiliki wilayah seluas 661,5 km². Sementara itu populasi penduduk Kota Jayapura menurut data bps.go.id adalah 410.852 jiwa.
![]() |
| Pemandangan Kota Jayapura yang dilihat dari ketinggian (pln.co.id) |
Kota Jayapura merupakan ibu kota dari Provinsi Papua. Dengan demikian Jayapura juga memegang status sebagai ibu kota provinsi paling timur di Indonesia. Sama seperti Kabupaten Merauke, wilayah Kota Jayapura berbatasan darat dengan Negara Papua Nugini. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, merupakan gerbang yang menghubungkan antara wilayah Indonesia dengan Papua Nugini. lebih tepatnya, Kota Jayapura berbatasan dengan Provinsi Sandaun di Papua Nugini.
PLBN Skouw adalah satu dari tujuh PLBN terpadu yang dibangun oleh Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumabahan Rakyat). Pembangunannya dilakukan pada Desember 2015 dan selesai pada November 2016. PLBN Skouw dibangun diatas lahan seluas 10,7 Ha. Untuk pengamanan di sana dilakukan oleh Batalyon Yonif 122/Tombak Sakti (TS).
PLBN Skouw dibangun bukan sekedar penghubung antara wilayah Indonesia dengan Papua Nugini. Dengan adanya PLBN Skouw diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat sekitar. Untuk mendukung aktivitas perekonomian, pemerintahan Indonesia membangun sebuah pasar modern di area PLBN Skow. Selain itu juga terdapat terminal angkutan umum sebagai sarana transportasi penghubung dengan pusat kota Jayapura.
Selain berbatasan dengan Papua Nugini di sebelah timur, Kota Jayapura juga berbatasan dengan Kabupaten Jayapura di sebelah Barat. Sementara itu sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Keerom.
Mungkin masih banyak orang Indonesia yang belum tahu bahwa Kota Jayapura dianugerahi keindahan alam yang berlimpah. Di utara Kota Jayapura terdapat Teluk Youtefa yang luas dan indah. Teluk ini merupakan tempat favorit bagi wisatawan untuk berenang, bersantai atau sekedar menikmati pemandangan.
Kalau di utara Kota Jayapura terdapat Teluk Youtefa yang indah, di timur Kota Jayapura terdapat Pegunungan Cycloop yang menjulang tinggi. Pegunungan ini merupakan rumah bagi flora dan fauna endemik Papua. Selain itu, Kota Jayapura juga memiliki sejumlah pantai yang patut dipertimbangan untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pantai Hamadi yang berpasir putih dan memiliki air laut yang jernih.
Itulah sedikit ulasan tentang Kota Jayapura yang merupakan kota paling timur di Indonesia. Cuma perlu diluruskan bahwa untuk daerah paling timur di Indonesia tetap dipegang oleh Merauke. Hanya saja merauke merupakan sebuah daerah yang berstatus kabupaten. Jadi kalau ada pertanyaan tentang kota paling timur di Indonesia, maka jawaban yang paling tepatnya adalah Jayapura.
Referensi :
- https://www.papua.go.id/view-detail-page-205/data-luas-wilayah-dan-jumlah-penduduk.html
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Jayapura
- https://radarbangkalan.jawapos.com/food-travel/2314541102/jayapura-pesona-alam-budaya-dan-kuliner-yang-memikat



















