Terlengkap dalam menyajikan informasi seputar kota-kota di Indonesia

Balikpapan vs Samarinda, Manakah Kota Terbaik di Pulau Kalimantan?

Balikpapan dan Samarinda merupakan dua kota dengan populasi terbesar di Pulau Kalimantan. Kedua kota tersebut juga merupakan kota dengan perekonomian terbesar di Pulau Kalimantan. Boleh dibilang Balikpapan dan Samarinda merupakan dua kota paling maju di Pulau Kalimantan untuk saat ini. Menariknya, Balikpapan dan Samarinda berada di provinsi yang sama, yaitu Provinsi Kalimantan Timur.

Balikpapan dan Samarinda adalah dua kota paling maju di Pulau Kalimantan
Pemandangan Kota Samarinda (atas) dan Kota Balikpapan (bawah) (jurnalborneo.com | selasar.co)

Kekayaan alam yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Timur menjadi faktor utama yang menyebabkan pesatnya perkembangan Kota Balikpapan dan Samarinda. Namun seperti apakah jadinya bila kita bandingkan kedua kota tersebut?

Pada artikel kali ini kita akan mengulas perbandingan antara Kota Balikpapan vs Kota Samarinda. Perbandingan tersebut dilihat berdasarkan beberapa indikator. Kira-kira kota manakah yang akan lebih unggul? Yuk simak ulasan berikut.

1. Populasi

Populasi adalah salah satu faktor utama dalam terbentuknya suatu kota. Umumnya besar atau tidaknya sebuah kota diukur berdasarkan populasi penduduk di kota tersebut. Untuk urusan populasi penduduk, Kota Samarinda lebih unggul dibandingkan Balikpapan. 

Dengan populasi penduduk yang mencapai 861.878 jiwa, Samarinda tercatat sebagai kota berpenduduk terbanyak di Pulau Kalimantan. Sementara itu Kota Balikpapan memiliki populasi penduduk yang lebih kecil, yaitu 738.532 jiwa.

2. Wilayah

Selain populasi, wilayah juga menjadi faktor utama dalam terbentuknya sebuah kota. Kota Balikpapan dan Samarinda sama-sama memiliki wilayah yang relatif luas. Berdasarkan data dari bps.go.id, Kota Samarinda memiliki wilayah yang lebih luas dibandingkan Kota Balikpapan. Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut memiliki wilayah seluas 716,53 km². Sementara Kota Balikpapan memiliki wilayah dengan luas 512,25 km².

3. PDRB

PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto menjadi indikator utama untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah. Pasalnya PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu.

Untuk urusan PDRB, Kota Balikpapan lebih unggul bila dibandingkan dengan Kota Samarinda. Kota Balikpapan tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp127,326 triliun. Sementara itu Kota Samarinda memiliki PDRB diangka Rp83,336 triliun. 

4. Pendapatan per Kapita

Sama halnya seperti PDRB, pendapatan per kapita berkaitan dengan sektor perekonomian. Kalau PDRB dijadikan indikator untuk mengukur kekuatan ekonomi suatu wilayah, maka pendapatan per kapita merupakan indikator untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu wilayah.

Dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita, Kota Balikpapan juga lebih unggul dibandingkan dengan Kota Samarinda. Bahkan keunggulan Kota Balikpapan cukup telak. Pendapatan per kapita Kota Balikpapan merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai Rp180,960 juta. Untuk Kota Samarinda memiliki pendapatan per kapita yang berada diangka Rp99,824 juta. 

5. Infrastruktur

Diantara semua kota di Pulau Kalimantan, Balikpapan merupakan kota yang memiliki infrastruktur paling memadai. Bila dibandingkan dengan Kota Samarinda, Infrastruktur di Kota Balikpapan unggul cukup telak. Walaupun Samarinda merupakan ibu kota dari Provinsi Kalimantan Timur, namun Balikpapan merupakan pintu gerbang utama Provinsi Kalimantan Timur.

Kota Balikpapan memiliki bandara terbesar di Pulau Kalimantan yang bernama Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Di Kota Balikpapan juga terdapat Pelabuhan Semayang yang merupakan pelabuhan terbesar di Provinsi Kalimantan Timur. Kedepannya Balikpapan juga akan kebanjiran berbagai proyek infrastruktur setelah kota ini menjadi kota penyangga bagi IKN (Ibu Kota Nusantara).

6. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APDB menjadi salah satu penopang utama dalam proses pembangunan di suatu daerah. Semakin besar APBD, semakin leluasa suatu daerah dalam mengembangkan daerah bersangkutan. Bila kita bandingkan APDB antara Kota Balikpapan dengan Kota Samarinda, harus diakui kalau Kota Samarinda lebih unggul. Kota Samarinda memiliki APDB yang mencapai Rp5,1 triliun. Angka tersebut Rp1 triliun lebih besar dibandingkan APBD Kota Balikpapan. 

7. Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia atau IPM berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di suatu daerah. Angka IPM bergantung pada terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar manusia seperti pendidikan, kesehatan, sanitasi dll. 

Berdasarkan angka IPM, lagi-lagi Kota Samarinda lebih unggul dibandingkan Kota Balikpapan. Kota Samarinda tercatat memiliki IPM yang mencapai 82,32. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan IPM Kota Balikpapan yang berada diangka 81,66.

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau perbandingan antara Kota Balikpapan dengan Samarinda cukup berimbang. Namun pertanyaannya, manakah yang lebih maju antara Kota Balikpapan dengan Samarinda? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari satu sisi. Kalau dilihat berdasarkan perekonomian dan pembangunan, jelas Balikpapan lebih maju dibandingkan Samarinda. Namun kalau dilihat berdasarkan kualitas SDM dan dukungan anggaran daerah, Samarinda lebih maju dibandingkan Balikpapan.


Referensi :

  • https://balikpapankota.bps.go.id/indicator/12/31/1/jumlah-penduduk-berdasarkan-kecamatan-di-kota-balikpapan.html
  • https://samarindakota.bps.go.id/indicator/12/217/1/jumlah-penduduk-menurut-kecamatan-dan-agama-yang-dianut-di-kota-samarinda.html
  • https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
  • https://kaltim.bps.go.id/indicator/26/83/1/-metode-baru-indeks-pembangunan-manusia-ipm-.html

Bagikan Postingan Ini:

7 Kota di Indonesia yang Memiliki Gedung Pencakar Langit 150 Meter

Pemandangan gedung-gedung pencakar langit merupakan hal yang lumrah dijumpai di kota-kota besar. Besarnya jumlah populasi penduduk serta keberadaan lahan yang semakin minim menjadi pemicu munculnya gedung-gedung pencakar langit. Tidak terkecuali dengan kota-kota besar di negara kita Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia. Saat ini sudah ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki gedung-gedung pencakar langit.


Pemandangan gedung-gedung pencakar langit di perkotaan
ilustrasi gedung-gedung pencakar langit (arch2o.com)

Sebenarnya tidak ada standar khusus suatu gedung dikategorikan sebagai pencakar langit. Pokoknya asalkan gedung tersebut menjulang tinggi biasanya disebut pencakar langit. Namun beberapa sumber menyebutkan kalau suatu gedung bisa dikategorikan sebagai pencakar langit apabila memiliki ketinggian minimal 150 meter atau lebih.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, saat ini ada 7 kota di Indonesia yang telah memiliki pencakar langit dengan ketinggian 150 meter atau lebih. Semua kota yang ada pada daftar tersebut berada di Pulau Jawa dan Sumatera. Penasaran kota apa sajakah yang dimaksud? Berikut adalah daftarnya.


1. Jakarta

Jakarta merupakan kota dengan jumlah pencakar langit paling banyak di Indonesia. Bahkan jumlah pencakar langit di Kota Jakarta adalah yang terbanyak ketiga di Asia Tenggara setelah Kuala Lumpur dan Bangkok. Berdasarkan situs skyscrapercenter.com, saat ini jumlah pencakar langit di Kota Jakarta yang memiliki ketinggian 150 m atau lebih mencapai 114 gedung. 

Banyaknya jumlah pencakar langit di Kota Jakarta disebabkan karena populasi yang besar. Populasi dari Kota Jakarta tercatat mencapai 10.770.487 jiwa. Dari seluruh negara, Jumlah pencakar langit di Kota Jakarta menduduki urutan ke-14 di dunia.

2. Surabaya

Kota dengan jumlah pencakar langit dengan ketinggian 150 m terbanyak ke-2 di Indonesia adalah Surabaya. Hal ini berbanding lurus dengan status Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar ke-2 di Indonesia setelah Jakarta. 

Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini memiliki populasi 2.887.223 jiwa berdasarkan data bps.go.id untuk tahun 2022. Sementara itu jumlah pencakar langit yang mencapai ketinggian 150 m di Kota Surabaya adalah 11 gedung. Cukup jomplang beda kita bandingkan dengan Kota Jakarta.

3. Tangerang

Bila dilihat berdasarkan populasi, Tangerang merupakan kota terbesar ke-6 di Indonesia. Kota Tangerang tercatat memiliki populasi 1.930.556 jiwa. Namun Tangerang berhasil masuk dalam daftar 3 besar sebagai kota dengan pencakar langit terbanyak di Indonesia. Besarnya jumlah pencakar langit di Kota Tangerang salah satunya dipengaruhi oleh posisinya yang berdekatan dengan Kota Jakarta. Kota Tangerang tercatat memiliki  5 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m atau lebih. 

4. Bekasi

Bekasi menduduki posisi ke-4 dengan jumlah pencakar langit terbanyak di Indonesia. Bekasi merupakan kota dengan jumlah populasi terbesar ke-3 di Indonesia. Sama halnya seperti Tangerang, Kota Bekasi juga berlokasi disekitar Jakarta. Jadi, Bekasi dan Tangerang merupakan kota satelit atau kota penyangga Jakarta. 

Kota Bekasi berlokasi di Provinsi Jawa Barat. Populasi dari Kota Bekasi adalah 3.075.690 jiwa. Sementara itu di Kota Bekasi terdapat dua gedung yang memiliki ketinggian 150 m. 

5. Medan

Medan adalah ibu kota dari Provinsi Sumatera Utara. Kota ini merupakan kota terbesar di luar Pulau Jawa berdasarkan jumlah populasi penduduk. Secara nasional, Medan merupakan kota dengan populasi terbesar ke-5 di Indonesia. Populasi dari Kota Medan tercatat mencapai 2.494.512 jiwa. 

Kota Medan memiliki jumlah pencakar langit yang sama dengan Kota Bekasi, yaitu 2 gedung. Dengan demikian Medan memegang status sebagai kota dengan pencakar terbanyak di luar Pulau Jawa. 

6. Bandar Lampung

Saat ini Kota Bandar Lampung sudah memiliki 1 gedung dengan ketinggian 150 m. Sama halnya seperti Medan, Bandar Lampung juga merupakan salah satu kota di Pulau Sumatera. Kota ini merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Sumatera setelah Medan dan Palembang. Ibu kota dari Provinsi Lampung ini memiliki populasi 1.209.937 jiwa. 

7. Batam

Batam berhasil masuk jajaran kota di luar Pulau Jawa yang memiliki gedung pencakar dengan ketinggan 150 m. Saat ini terdapat 1 gedung pencakar langit dengan ketinggian 150 m di Kota Batam. Meski bukan berstatus sebagai ibu kota provinsi, Batam merupakan kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan populasi penduduk. Populasi penduduk dari Kota Batam tercatat mencapai 1.196.396 jiwa. 



Referensi : https://www.skyscrapercenter.com/cities
Bagikan Postingan Ini:

10 Kota dengan PDB Terbesar di Asia Tenggara, 4 Diantaranya Berasal dari Indonesia

PDB atau Produk Domestik Bruto merupakan indikator paling penting untuk mengukur perkembangan perekonomian suatu wilayah. Didalam bahasa Inggris PDB dikenal dengan istilah GDP (Gross Domestic Product). Ada beberapa komponen yang digunakan untuk mengukur PDB suatu wilayah. Diantaranya adalah konsumsi publik, investasi, dan pengeluaran pemerintah. 

Asia Tenggara, salah satu regional yang paling berkembang pesat di Asia
ilustrasi peta Asia Tenggara (indiana.edu)

Pada artikel kali ini kita akan mengulas tentang daftar 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara. Asia Tenggara merupakan salah satu regional di Asia yang memiliki perkembangan perekonomian yang pesat.  Menariknya, kota-kota dari Indonesia mendominasi pada daftar. 

Dari 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara, 4 diantaranya merupakan kota yang berasal dari Indonesia. Ini menandakan bahwa dari segi kekuatan ekonomi kota-kota dari Indonesia cukup dominan di Asia Tenggara. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 10 kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara.

1. Singapura

Posisi pertama kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara dipegang oleh Singapura. Rasanya akan sulit bagi kota manapun untuk menggeser Singapura dari posisi pertama. Kota Singapura meliputi seluruh wilayah dari Negara Singapura, sehingga Singapura dikenal sebagai negara kota. Saat ini Singapura satu-satunya negara di Asia Tenggara yang berstatus negara maju.

Kota Singapura memiliki peranan penting sebagai pusat keuangan dan perdagangan global. Hal ini tidak terlipas dari letak geografis Singapura yang berada di jalur perdangan internasional. Maka dari itu tidak heran kalau kota ini berada diposisi pertama di Asia Tenggara dalam urusan PDB. Kota Singapura memiliki PDB yang mencapai US$525,228 miliar. 

Populasi dari Kota Singapura tercatat mencapai 5.917.600 jiwa. Angka tersebut masih dibawah populasi Kota Jakarta, Bangkok, dan Manila. Namun karena memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, membuat PDB Singapura lebih tinggi dibandingkan kota manapun di Asia Tenggara. Pendapatan per kapita dari Kota Singapura tercatat mencapai US$88,447 ribu. 

2. Jakarta

Kota dengan PDB terbesar ke-2 di Asia Tenggara dipegang oleh Jakarta. Dengan populasi penduduk yang mencapai 10.672.100 jiwa, menjadikan Jakarta sebagai kota dengan populasi terbesar di Negara Indonesia dan posisi kedua di Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia ingin fokus menjadikan Jakarta sebagai kota global setelah kota ini tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Indonesia. 

Jakarta memiliki pendapatan per kapita yang jauh dibawah Singapura, yaitu US$21,2 ribu. Kalau dilihat berdasarkan angka tersebut, pendapatan per kapita Jakarta kurang dari seperempat pendapatan per kapita Singapura. Namun populasi yang besar memberikan pengaruh terhadap PDB Kota Jakarta. Kota Jakarta tercatat memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar.

3. Bangkok

Bangkok adalah kota terbesar di Negara Thailand. Ibu kota Negara Thailand ini memiliki populasi yang mencapai 9.034.000 jiwa. Populasi penduduk Kota Bangkok merupakan yang terbesar keempat di Asia Tenggara Setelah Manila, Jakarta, dan Ho Chi Minh City. Dari segi PBD, Bangkok menduduki posisi ke-3 di Asia Tenggara. 

Kota Bangkok memiliki PDB yang mencapai US$167,975 miliar. Sementara itu pendapatan per kapita Bangkok berada dibawah Jakarta, yaitu US$18,589 ribu. 

4. Manila

Manila merupakan kota terbesar di Asia Tenggara kalau dilihat berdasarkan populasi penduduk. Namun berdasarkan angka PDB, Manila menduduki posisi ke-4 di Asia Tenggara. Hal ini karena Kota Manila memiliki pendapatan per kapita yang relatif kecil bila dibandingkan dengan 3 kota yang kita bahas sebelumnya. Kota ini memiliki pendapatan per kapita diangka US$8,947 ribu. 

Populasi dari Kota Manila adalah 13.484.462 jiwa. Karena pendapatan per kapita Manila tergolong kecil, besarnya jumlah populasi tidak berimbas banyak terhadap PDB Manila. PDB Kota Manila berada diangka US$124,966 miliar.

5. Ho Chi Minh City

Ho Chi Minh City adalah kota terbesar di Negara Vietnam. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 9.165.800 jiwa. Ho Chi Minh City memiliki PDB yang berada diangka US$68,0 miliar. Angka tersebut menempatkan Ho Chi Minh City sebagai kota dengan PDB terbesar ke-5 di Asia Tenggara. Sementara itu pendapatan per kapita dari Ho Chi Minh City sekitar US$7,0 ribu.

6. Kuala Lumpur

Kuala Lumpur adalah kota dengan PDB terbesar ke-6 di Asia Tenggara. Kota ini merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar dari Negara Malaysia. Populasi dari Kuala Lumpur tergolong kecil bila kita bandingkan dengan kota-kota yang dibahas sebelumnya. Kota ini memiliki populasi sekitar 2,1 juta jiwa. Namun karena pendapatan per kapita dari Kota Kuala Lumpur tergolong tinggi, membuat PDB dari kota ini cukup bersaing. Kuala Lumpur memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$28,909 ribu. Sementara itu PDB dari Kota Kuala Lumpur adalah  US$59,711 miliar.

7. Hanoi

Hanoi merupakan ibu kota dari Negara Vietnam dan merupakan kota terbesar kedua di Vietnam. Kota ini memiliki populasi 8.330.800 jiwa. Dari 10 negara dengan PDB terbesar di Asia Tenggara, Hanoi memiliki pendapatan per kapita paling kecil. Pendapatan per kapita dari Kota Hanoi adalah US$5,553 ribu. Sementara Hanoi memiliki PDB diangka US$46,096 miliar dan menduduki posisi ke-7 di Asia Tenggara.

8. Surabaya

Kota dengan PDB terbesar ke-8 di Asia Tenggara dipegang oleh Surabaya. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta dengan populasi 2.887.223 jiwa. Kota ini memiliki PDB yang mencapai US$41,250 miliar. Sementara itu pendapatan per kapita dari Kota Surabaya adalah US$14.332. 

9. Bandung

Bandung merupakan kota dengan PDB terbesar ke-9 di Asia Tenggara dan ke-3 di Indonesia. Kota ini memiliki populasi 2.510.103 jiwa. PDB dari Kota Bandung adalah US$20,766 miliar dengan pendapatan per kapita US$8,466 ribu.

10. Medan

Kota Medan menduduki posisi ke-10 sebagai kota dengan PDB terbesar di Asia Tenggara. Kota dengan populasi 2.494.512 jiwa ini memiliki PDB yang mencapai US$17,802 jiwa. Sementara itu pendapatan per kapita dari Kota Medan adalah US$7,234 ribu. 



Referensi :
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_Singapore
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ASEAN_country_subdivisions_by_GDP




Bagikan Postingan Ini:

3 Alasan Mengapa Indonesia Harus Membangun Kota Lain seperti Jakarta

Selama puluhan tahun Kota Jakarta menyandang status sebagai pusat segala hal di Indonesia. Mulai dari pusat pemerintahan, hiburan, bisnis dll. Hal inilah yang menjadi pemicu pembangunan yang dilakukan di Indonesia lebih dominan di Kota Jakarta. Berkat pombangunan yang dominan tersebut, Jakarta telah menjelma menjadi kota metropolitan terbesar di Indonesia. 

Jakarta adalah kota dengan populasi terbesar di Indonesia
ilustrasi Kota Jakarta (kabarbumn.com)

Saat ini Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta jiwa. Menurut data BPS, populasi penduduk Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Angka tersebut sangat jomplang bila dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Misalnya bila kita bandingkan dengan Kota Surabaya yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Populasi Kota Surabaya kurang dari sepertiga Kota Jakarta atau lebih tepatnya 2.887.223 jiwa. 

Jakarta juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang bisa bicara banyak dikancah internasional. Kota Jakarta tidak hanya besar dari segi populasi, tetapi juga besar dari segi ekonomi. Kota Jakarta memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai US$225,88 miliar. Untuk di Asia Tenggara hanya Singapura yang memiliki PDB diatas Kota Jakarta. Kota Jakarta juga memiliki pendapatan per kapita yang mencapai US$21,2 ribu. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita Manila dan Bangkok.

Dengan populasi penduduk Indonesia yang mencapai 275 juta, harusnya Indonesia sudah memiliki beberapa kota sekelas Jakarta. Setidaknya ada tiga alasan mengapa Indonesia harus membangun beberapa kota yang minimal bisa mendekati level Kota Jakarta. Apa saja tiga alasan tersebut? Berikut kita ulas satu per satu.

1. Pemerataan Pembangunan

Dampak yang paling dirasakan kalau Indonesia memiliki beberapa kota sekelas Kota Jakarta adalah pemerataan pembangunan. Selama ini pembangunan di Indonesia terlalu terpusat di Kota Jakarta. Dengan populasi dan kontribusi Kota Jakarta yang besar, otomatis Kota Jakarta menjadi prioritas utama untuk berbagai pembangunan. 


Contohnya adalah pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT. Populasinya yang besar membuat MRT menjadi sangat mendesak untuk dibangun di Kota Jakarta dengan tujuan mengurai kemacetan. Sementara itu kota-kota lain di Indonesia masih belum ada tanda-tanda akan dibangun MRT. Penyebabnya karena belum terlalu mendesak untuk dibangun seperti Kota Jakarta. 

Tentunya agar pemerataan pembangunan benar-benar terasa, kota yang akan dikembangkan seperti Kota Jakarta  harus berlokasi relatif jauh dari Jakarta. Kalau bisa berada di pulau yang berbeda dengan Jakarta. 

2. Pemerataan Persebaran Penduduk

Jakarta merupakan kota dengan infrastruktur paling matang di Indonesia. Otomatis hal tersebut menjadikan kota ini pilihan utama untuk investasi. Besarnya investasi di Kota Jakarta tentunya akan berimbas terhadap kebutuhan tenaga kerja. Hal inilah yang menjadikan Jakarta sebagai salah satu tujuan utama bagi para pencari kerja di seluruh Indonesia. Setiap tahunnya jumlah pendatang yang mencari kerja selalu bertambah di Kota Jakarta.

Besarnya minat para pencari kerja juga berimbas terhadap kota-kota di sekitar Jakarta. Banyak para pekerja yang bekerja di Kota Jakarta namun memilih tinggal di kota-kota sekitar Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok. Hal tersebut juga berimbas terhadap membludaknya populasi penduduk di kota-kota sekitar Jakarta tersebut. Atas dasar itulah perlu dikembangkan kota-kota lain yang yang setara dengan Jakarta untuk mengurai kepadatan penduduk Jakarta dan kota-kota disekitarnya. Dengan demikian persebaran penduduk di Indonesia bisa lebih merata. 

3. Membangun Kota Baru yang Bertaraf Internasional

Seperti yang kita bahas sebelumnya, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia bisa diandalkan dilevel internasional. Besarnya populasi dan perekonomian serta pesatnya perkembangan infrastruktur menjadikan Jakarta salah satu kota yang diperhitungkan dikancah global. Dengan populasi Indonesia yang lebih dari 275 juta, harusnya Indonesia sudah memiliki beberapa kota yang bersaing dikancah global seperti Kota Jakarta.

Dari 5 negara dengan populasi terbesar di dunia, hanya Indonesia yang cuma memiliki satu kota yang bisa diandalkan dilevel internasional. Brazil saja yang populasi dibawah Indonesia memiliki Kota Sao Paulu dan Rio Janeiro yang dikenal di dunia. Apalagi negara-negara dengan populasi yang besar Amerika dan China yang memiliki lebih banyak lagi kota bertaraf internasional. 

Itulah tiga alasan mengapa Indonesia harus membangun kota lain seperti Jakarta. Tentunya tidak mudah untuk mewujudkan kota lain di Indonesia yang bisa sejajar dengan Kota Jakarta. Butuh biaya yang besar serta waktu yang relatif lama. 


Rerefensi :
  • https://worldpopulationreview.com/countries/cities/brazil
  • https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ASEAN_country_subdivisions_by_GDP
  • https://jakarta.bps.go.id/indicator/12/1270/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-dki-jakarta-.html
Bagikan Postingan Ini:

Jakarta vs Amsterdam, Adu Gengsi Kota Paling Maju di Indonesia vs Belanda

Indonesia dan Belanda memiliki ikatan yang kuat di masa lalu. Namun ikatan tersebut bukanlah sebuah hubungan yang baik. Selama ratusan tahun negara kita Indonesia menjadi tanah jajahan Belanda. Barulah tahun 1945 Indonesia bisa merdeka dari Belanda.

Sekarang Indonesia dan Belanda sudah menjadi negara yang sama-sama merdeka. Hubungan dari kedua negara juga sudah membaik. Lantas mampukah Indonesia menjadi negara yang lebih maju setelah merdeka dari Belanda?

Kalau secara umum memang kondisi Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Belanda. Maklum, Indonesia masih berstatus sebagai negara Berkembang, sedangkan Belanda sudah tergolong negara maju. Namun seperti apa jadinya kalau yang kita bandingkan adalah kota paling maju di Indonesia vs kota paling maju di Belanda?

Saat ini kota yang diakui sebagai kota paling maju di Indonesia adalah Jakarta. Sementara itu untuk status kota paling maju di Negara Belanda adalah Amsterdam. Meskipun Belanda lebih maju dibandingkan Indonesia, namun dalam beberapa indikator Jakarta masih lebih unggul dibandingkan Amsterdam. 

Kota Jakarta vs Amsterdam
ilustrasi Kota Jakarta dan Kota Amsterdam (jakarta.go.id | photowall.co.uk)

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah perbandingan antara Kota Jakarta vs Kota Amsterdam yang dirangkum dari berbagai sumber :


Populasi

Dari segi populasi, Jakarta unggul jauh bila dibandingkan dengan Amsterdam. Menurut statista.com, jumlah penduduk dari Kota Amsterdam tidak mencapai 1 juta. Lebih tepatnya penduduk Kota Amsterdam berada diangka 918.100 jiwa. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan jumlah penduduk Kota Padang. Bandingkan dengan Kota Jakarta yang saat ini jumlah penduduknya telah mencapai 10.672.100 jiwa. 

Kecilnya jumlah penduduk Amsterdam tidak terlepas dari populasi Negara Belanda yang jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia. Negara Belanda memiliki populasi hanya 17,7 juta jiwa. Bahkan angka tersebut jauh lebih kecil bila dibandingkan penduduk Jabodetabek. 

Luas Wilayah

Tidak hanya dalam hal populasi, Kota Jakarta juga unggul dari segi luas wilayah bila dibandingkan dengan Amsterdam. Bahkan Jakarta memiliki wilayah tiga kali lebih luas dibandingkan Amsterdam. Kota Amsterdam tercatat memiliki wilayah dengan luas 219,4 km². Sementara itu Kota Jakarta memiliki wilayah dengan luas 661,5 km². 

Produk Domestik Bruto

Populasi yang besar juga berimbas terhadap angka Produk Domestik Bruto atau PDB Kota Jakarta. PDB merupakan kesuluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah pada periode tertentu. PDB ini bisa penentu kekuatan ekonomi suatu wilayah. 

Kota Jakarta tercatat memiliki PDB yang mencapai US$225,88 miliar. Angka tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan PDB Kota Ansterdam. Kota Ansterdam tercatat memiliki PDB US$85,4 miliar

Pendapatan per Kapita

Untuk urusan pendapatan per kapita, Jakarta harus mengakui keunggulan Amsterdam. Sebagai kota terbesar di sebuah negara maju, pendapatan per kapita Amsterdam unggul telak dibanding Jakarta. Pendapatan per kapita Amsterdam tercatat mencapai US$65,3 ribu. Jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita Jakarta yang berada diangka US$21,2 ribu. 

Walaupun kalah jauh dibandingkan Amsterdam, namun pendapatan per kapita Jakarta unggul jauh dibandingkan pendapatan per kapita nasional Indonesia. Pendapatan per kapita nasional Indonesia hanya mencapai US$4,9 ribu.

Infrastruktur

Infrastruktur Kota Amsterdam unggul telak bila dibandingkan dengan Jakarta. Amsterdam adalah salah satu kota di Eropa yang memiliki infrastruktur paling matang. Kota ini sangat ramah bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda. Jadi insfrastrukturnya tidak hanya mendukung pengguna kendaraan bermotor. Kualitas jalan raya di Kota Amsterdam tentunya juga jauh lebih baik dibandingkan Jakarta. 

Kota Amsterdam telah memiliki 16 rute trem dan 4 rute metro untuk melayani pengguna transportasi umum. Jauh banyak dibandingkan transportasi berbasis rel di Kota Jakarta. Jakarta sendiri baru memiliki 1 rute MRT. Selain itu Jakarta juga telah memiliki dua rute LRT. Sebagai kota yang memiliki luas wilayah dan populasi yang jauh besar, harusnya transportasi berbasis rel di Jakarta jauh lebih banyak dibandingkan Amsterdam. 

Indeks Pembangunan Manusia

Jakarta harus mengakui keunggulan Amsterdam dalam hal Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Indeks Pembangunan Manusia merupakan capaian pembangunan manusia di suatu wilayah berbasis sejumlah kebutuhan dasar hidup. Contohnya adalah angka harapan hidup, pendidikan, kesehatan, sanitasi dll. Kota Amsterdam tercatat memiliki IPM yang mencapai 0,962. Semantara itu Kota Jakarta memiliki IPM dibawahnya, yaitu 8,825. 


Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat disimpulkan kalau Jakarta lebih unggul dibandingkan Amsterdam untuk kategori yang berkaitan dengan kuantitas. Contohnya adalah populasi dan luas wilayah. Sementara itu Amsterdam lebih unggul dibandingkan Jakarta untuk kategori yang berkaitan dengan kualitas. Contohnya adalah infrastruktur dan pendapatan per kapita. Karena Amsterdam lebih unggul dibandingkan Jakarta dari segi kualitas, maka harus diakui untuk saat ini Amsterdam lebih maju dibandingkan Jakarta. Namun bukan tidak mungkin dimasa mendatang Jakarta dapat menyamai atau bahkan mengungguli Amsterdam. 


Referensi :
https://www.britannica.com/place/Amsterdam
https://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta
https://www.statista.com/topics/9014/amsterdam

Bagikan Postingan Ini:

Daftar Kota di Pulau Jawa Berdasarkan Populasi Penduduk

Pulau Jawa adalah salah satu pulau terbesar yang dimiliki oleh Indonesia. Jumlah populasi penduduk di Pulau Jawa merupakan yang terbesar di Indonesia. Sekitar 150 juta penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Angka tersebut setara dengan 60% dari total populasi Indonesia. 

Besarnya populasi penduduk di Pulau Jawa menyebabkan perkembangan wilayah perkotaan di sana juga lebih berkembang pesat dibandingkan daerah-daerah lainnya. Mayoritas kota-kota besar di Indonesia berada di Pulau Jawa. Salah satunya adalah Kota Jakarta yang merupakan kota terbesar di Indonesia.

Peta Pulau Jawa
ilustrasi peta Pulau Jawa (solopos.com)

Jumlah kota di Pulau Jawa juga cenderung lebih banyak bila dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Ada 29 daerah di Pulau Jawa yang saat ini berstatus sebagai kota otonom. Provinsi dari Pulau Jawa yang paling banyak memiliki kota adalah Jawa Barat dan Jawa Timur. Ada 9 daerah di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur yang berstatus sebagai kota otonom.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas tentang daftar kota di Pulau Jawa yang diurutkan berdasarkan jumlah populasi penduduk. Jadi akan kita bahas 29 kota di pulau jawa dari yang memiliki populasi terbesar hingga yang terkecil. Untuk lebih jelasnya berikut adalah daftarnya.

1. Jakarta

Jakarta adalah kota terbesar di Pulau Jawa sekaligus merupakan kota terbesar di Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki populasi diatas 10 juta. Berdasarkan data BPS, populasi Kota Jakarta untuk tahun 2023 mencapai 10.672.100 jiwa. Jakarta dikenal luas sebagai ibu kota Negara Indonesia. Namun saat ini Jakarta sudah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota Negara Indonesia setelah pemerintah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan Indonesia ke IKN (Ibu Kota Nusantara). Luas wilayah dari Kota Jakarta mencapai 661,5 km²

2. Surabaya

Surabaya adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Timur. Kota ini memegang status sebagai kota terbesar kedua di Pulau Jawa sekaligus terbesar kedua di Indonesia. Kota Surabaya tercatat memiliki populasi yang mencapai 2.887.223 untuk tahun 2022. Surabaya bukan hanya terbesar kedua dari segi populasi, tetapi juga terbesar kedua di Indonesia dari sergi perekonomian setelah Kota Jakarta. Kota Surabaya memiliki wilayah dengan luas 350,5 km²

3. Bekasi

BPS Jawa Barat mencatatkan jumlah penduduk Kota Bekasi untuk tahun 2020 mencapai 3.075.690 jiwa. Dengan demikian Bekasi merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Jawa sekaligus terbesar ketiga di Indonesia. Bekasi merupakan salah satu kota penyangga Jakarta yang memiliki wilayah dengan luas 213,1 km². Dengan menduduki posisi ketiga terbesar di Indonesia, berarti Bekasi telah melampui Kota Bandung dari segi jumlah penduduk. 

4. Bandung

Sebelumnya Bandung merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar ketiga di Indonesia. Namun posisi Kota Bandung tersebut saat ini telah digantikan oleh Kota Bekasi. Saat ini populasi penduduk Kota Bandung menduduki posisi keempat di Pulau Jawa sekaligus di Indonesia. Ibu kota Jawat Barat ini memiliki populasi 2.510.103 jiwa.  Sementara itu luas wilayah dari Kota Bandung adalah 167,3 km².

5. Depok

Populasi penduduk Kota Depok adalah yang terbesar kelima di Pulau Jawa dan terbesar keenam di Indonesia. Sama seperti Bekasi, Kota Depok juga merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Jawa Barat. Populasi Kota Depok berdasarkan data BPS tahun 2020 tercatat 2.484.186 jiwa. Sementara itu luas wilayah dari Kota Depok adalah 199,9 km².

6. Tangerang

Kota dengan populasi penduduk terbesar keenam di Pulau Jawa adalah Tangerang. Sedangkan untuk di Indonesia, populasi penduduk Kota Tangerang adalah yang terbesar ketujuh. Kota ini berada di Provinsi Banten dan juga merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Tangerang memiliki populasi penduduk yang mencapai 1.930.556 jiwa dan memiliki wilayah dengan luas 164,6 km².

7. Semarang

Semarang adalah ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 1.694.743 jiwa dan memiliki wilayah dengan luas 373,8 km². Semarang menempati posisi ketujuh sebagai kota dengan populasi terbesar di Pulau Jawa. Untuk seluruh Indonesia, jumlah populasi Kota Semarang menduduki posisi kesembilan. 

8. Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini berada di Provinsi Banten dan memiliki populasi penduduk 1.399.500 jiwa. Populasi penduduk Kota Tangerang Selatan adalah yang terbesar kedelapan di Pulau Jawa dan terbesar kesepuluh di Indonesia. Kota ini memiliki wilayah dengan luas 164,8 km²

9. Bogor

Sama seperti Tangerang Selatan, Kota Bogor juga merupakan salah satu penyangga Kota Jakarta. Kota ini memiliki populasi 1.126.927 jiwa dengan luas wilayah 111,4 km².  Kota yang berada di Provinsi Jawa Barat ini merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar kesembilan di Pulau Jawa dan terbesar ketiga belas di Indonesia. 

10. Malang

Malang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur. Sementara itu di Pulau Jawa, Kota Malang menduduki posisi kesepuluh dari segi jumlah populasi penduduk. Populasi Kota Malang untuk tahun 2022 tercatat 846.126. Sementara itu Kota Malang memiliki wilayah dengan luas 111,1 km².

11. Serang

Kota serang merupakan ibu kota dari Provinsi Banten. Populasi penduduk dari Kota Serang berdasarkan data BPS adalah 723.790. Dengan populasi sebesar itu menempatkan Serang sebagai kota berpenduduk terbesar kesebelas di Pulau Jawa. Kota ini memiliki luas wilayah 266,2 km².

12. Tasikmalaya

Tasikmalaya adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Kota ini memiliki populasi penduduk yang mencapai 663.986 jiwa. Populasi penduduk Kota Tasikmalaya merupakan yang terbesar kedua belas di Pulau Jawa. Luas dari Kota Tasikmalaya adalah 184,2 km².

13. Cimahi

Sama seperti Tasikmalaya, Cimahi juga merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat. Cimahi merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar ketiga belas di Pulau Jawa. Kota ini memiliki populasi penduduk 620.393 jiwa. Sementara itu luas dari Kota Cimahi adalah 42,43 km².

14. Surakarta

Surakarta adalah kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Kota Semarang. Populasi penduduk Kota Surakarta adalah terbesar keempat belas di Pulau Jawa. Kota ini memiliki populasi yang mencapai 526.870. Luas dari Kota Surakarta adalah 46,62 km².

15. Cilegon

Cilegon merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Banten. Kota ini memiliki populasi penduduk 450,510 jiwa dan merupakan kota dengan populasi penduduk terbesar kelima belas di Pulau Jawa. Luas dari Kota Cilegon adalah 162,5 km².

Untuk urutan kota-kota dengan populasi terbesar ke-16 sampai ke-29 di Pulau Jawa ada pada daftar dibawah ini :

  • Yogyakarta, populasi penduduk 449.890 jiwa dan menduduki posisi ke-16
  • Sukabumi, populasi penduduk 330.691 jiwa dan menduduki posisi ke-17
  • Cirebon, populasi penduduk 322.322 jiwa dan menduduki posisi ke-18
  • Pekalongan, populasi penduduk 317.524 jiwa dan menduduki posisi ke-19
  • Kediri, populasi penduduk 289.418 jiwa dan menduduki posisi ke-20
  • Tegal, populasi penduduk 282.781 jiwa dan menduduki posisi ke-21
  • Probolinggo, populasi penduduk 243.200 jiwa dan menduduki posisi ke-22
  • Batu, populasi penduduk 216.735 jiwa dan menduduki posisi ke-23
  • Pasuruan, populasi penduduk 211.497 jiwa dan menduduki posisi ke-24
  • Madiun, populasi penduduk 199.192 jiwa dan menduduki posisi ke-25
  • Salatiga, populasi penduduk 198.920 jiwa dan menduduki posisi ke-26
  • Banjar, populasi penduduk 183.299 jiwa dan menduduki posisi ke-27
  • Blitar, populasi penduduk 151.960 jiwa dan menduduki posisi ke-28, serta
  • Magelang, populasi penduduk 122.150 jiwa dan menduduki posisi ke-29.
Itulah urutan daftar kota di Pulau Jawa yang diurut berdasarkan jumlah populasi penduduk. Semoga informasinya bermanfaat.


Referensi :

  • https://jatim.bps.go.id/statictable/2023/05/30/2697/jumlah-penduduk-provinsi-jawa-timur-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-kelamin-2022.html
  • https://jabar.bps.go.id/indicator/12/133/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota.html
  • https://jateng.bps.go.id/indicator/12/766/1/jumlah-penduduk-menurut-kabupaten-kota-di-jawa-tengah.html

Bagikan Postingan Ini:

Manakah yang Lebih Maju Antara Kota di Kalimantan vs Kota di Sulawesi?

Pulau Kalimantan dan Sulawesi masuk dalam jajaran 5 pulau  terbesar di Indonesia dari segi luas wilayah. Sementara itu kalau dilihat berdasarkan jumlah penduduk, Pulau Kalimantan tercatat memiliki populasi 16,38 jiwa. Sedangkan untuk Pulau Sulawesi tercatat memiliki populasi 20,34 juta jiwa. Berdasarkan angka diatas, Sulawesi memiliki populasi penduduk lebih banyak hampir 4 juta jiwa dibandingkan pulau Kalimantan.

Kedua pulau ini sama-sama memiliki populasi yang jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan pulau Jawa. Hal tersebut berpengaruh terhadap wilayah urban atau perkotaan di kedua pulau tersebut yang juga kalah banyak bila dibandingkan dengan pulau Jawa. Namun seperti apa jadinya bila kita bandingkan wilayah perkotaan di pulau Kalimantan dengan  Sulawesi?

Kota Makassar, kota terbesar di Pulau Sulawesi
ilustrasi Kota Makassar, Kota terbesar di Pulau Sulawesi (salsawisata.com)

Pada tulisan kali ini kita akan mencoba membandingkan antara kota-kota di pulau Kalimantan vs kota-kota di pulau Sulawesi. Perbandingannya berdasarkan beberapa indikator seperti PDRB, pendapatan per kapita, infrastruktur dll. Untuk perbandingannya diambil berdasarkan 5 kota paling maju dari kedua pulau tersebut. 

Dihimpun dari berbagai sumber, 5 kota paling maju di Pulau Kalimantan adalah Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, dan Palangkaraya. Sementara itu 5 kota paling di Pulau Sulawesi adalah Makassar, Manado, Palu, Kendari, dan Bitung. Tentunya daftar kota tersebut merupakan versi kotakita.xyz. Jadi bisa saja diantara para pembaca memiliki pendapat yang berbeda.

Baca juga : 5 Kota Termaju di Pulau Kalimantan

Seperti apakah perbandingan antara 5 kota paling maju di Pulau Kalimantan vs 5 kota Paling maju di Pulau Sulawesi? Berikut adalah perbandingannya satu per satu. 


1. Balikpapan vs Makassar

Kota Makassar cenderung lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Balikpapan. Balikpapan dan Makassar sama-sama memiliki infrastruktur yang sudah cukup berkembang. Namun infrastruktur Kota Makassar sedikit lebih maju karena kota Makassar diproyeksikan sebagai kota perdagangan utama di kawasan timur Indonesia. 

Kedua kota ini merupakan kekuatan ekonomi terbesar di regional masing-masing. Hanya saja Kota Makassar jauh lebih unggul dibandingkan Kota Balikpapan kalau dilihat berdasarkan nilai perekonomian. Hal tersebut tercermin dari PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Kota Makassar yang mencapai Rp208,936 triliun, berbanding PDRB kota Balikpapan yang berada diangka Rp127,326 triliun. 

Besarnya perekonomian Kota Makassar tidak terlepas dari populasi Kota Makassar yang mencapai 1,5 juta jiwa. Hal tersebut menjadikan Makassar sebagai satu-satunya kota metropolitan di kawasan timur Indonesia. Sementara itu Kota Balikpapan hanya memiliki populasi sekitar 733 ribu jiwa. Namun Kota Balikpapan memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar dibandingkan Kota Makassar. Kota Balikpapan memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp180,960 juta. Sementara itu Kota Makassar memiliki pendapatan per kapita Rp145,886 juta. 

2. Samarinda vs Manado

Berdasarkan beberapa indikator, bisa disimpulkan kalau Kota Samarinda lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Manado. Hal ini tidak terlepas dari perekonomian Kota Samarinda yang ditopang oleh sektor pertambangan. Jadi infrastruktur Kota Samarinda jauh lebih lebih berkembang dibandingkan Kota Manado. PDRB kota Samarinda tercatat mencapai Rp83,336 triliun. Sementara Kota Manado memiliki PDRB yang jauh dibawahnya, yaitu Rp43,920 triliun. 

Kota Samarinda bukan hanya unggul dalam hal PDRB. Bila dilihat berdasarkan pendapatan per kapita, Kota Samarinda juga lebih unggul dibandingkan Kota Manado. Kota Samarinda memiliki pendapatan per kapita mencapai Rp99,824 juta, berbanding Kota Manado yang memiliki pendapatan per kapita mencapai Rp96,612 juta. 

Sebenarnya Samarinda merupakan kota terbesar di Pulau Kalimantan. Berdasarkan data BPS, Kota Samarinda memiliki populasi yang mencapai 856 ribu jiwa. Jauh lebih besar dibandingkan populasi Kota Manado yang mencapai 478 ribu jiwa.

3. Banjarmasin vs Palu

Kota Banjarmasin lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Palu. Perkembangan infrastruktur di Kota Banjarmasin sudah lebih berkembang dibandingkan Kota Palu. Maklum, Banjarmasin memiliki populasi yang cenderung lebih besar. Populasi Kota Banjarmasin sudah melebih angka 700 ribu jiwa. Sementara itu Kota Palu memiliki Populasi yang hanya mencapai 379 ribu jiwa.

Kota Banjarmasin juga memiliki PDRB yang lebih besar bila dibandingkan dengan Kota Palu. PDRB Kota Banjarmasin tercatat mencapai Rp38,498 triliun berbanding PDRB Kota Palu yang mencapai Rp28,445 triliun. Namun pendapatan per kapita Kota Palu lebih besar bila dibandingkan dengan Banjarmasin. Pendapatan per kapita Kota Palu mencapai Rp74,547 juta, berbanding Banjarmasin yang memiliki pendapatan per kapita Rp57,676 juta. 

4. Pontianak vs Kendari

Dilihat berdasarkan beberapa indikator, Kota Pontianak cenderung lebih maju bila dibandingkan dengan Kota Kendari. Pontianak tergolong kota besar dengan populasi yang mencapai 646 ribu jiwa. Angka tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan populasi Kota Kendari yang mencapai 370 ribu jiwa.

Populasi yang besar membuat infrastruktur dan aktivitas perekonomian di Kota Pontianak cenderung lebih berkembang dibandingkan Kota Kendari. Menurut data BPS, Kota Pontianak memiliki PDRB yang mencapai Rp35,275 triliun. Angka tersebut lebih besar dibandingkan PDRB Kota Kendari yang berada diangka Rp26,456 triliun. Namun pendapatan per kapita Kota Kendari yang berada diangka Rp74,159 juta lebih besar bila dibandingkan dengan Kota Pontianak. Kota Pontianak tercatat memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp66,170 juta. 

5. Palangkaraya vs Bitung

Palangkaraya dan Bitung memiliki posisi yang relatif seimbang. Namun posisi kota Palangkaraya sebagai ibu kota provinsi serta populasinya yang lebih besar, menjadikan kota ini sedikit lebih unggul dibandingkan Kota Bitung.

Kota Palangkaraya tercatat memiliki PDRB yang mencapai Rp21,955 triliun. Lebih besar dibandingkan PDRB Kota Bitung yang berada diangka Rp20,620 triliun. Sementara itu pendapatan per kapita Palangkaraya tercatat mencapai Rp71,770 juta. Angka tersebut dibawah pendapatan per kapita Kota Bitung yang berada diangka Rp89,773 juta. 


Berdasarkan ulasan diatas, dapat disimpulkan kalau kota-kota di Kalimantan cenderung lebih maju bila dibandingkan dengan kota-kota di Sulawesi. Kota-kota di Kalimantan memiliki populasi dan aktivitas perekonomian yang lebih besar dibandingkan kota-kota di Sulawesi. Faktor inilah yang menjadikan kota-kota di Kalimantan jauh lebih berkembang. Kecuali Kota Makassar yang memiliki populasi dan perekonomian yang lebih besar dibandingkan kota manapun di Pulau Kalimantan. 

Namun tentunya hasil perbandingan ini tidak bersifat mutlak. Mungkin saja hasilnya akan berbeda apabila menggunakan indikator yang berbeda. Apalagi yang dibandingkan hanyalah 5 kota paling maju dari kedua pulau.


Referensi : https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
Bagikan Postingan Ini:

Kota Terkaya di Indonesia Ini Memiliki Pendapatan per Kapita Setara Korea Selatan

Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kategori berpendapatan menengah atas kalau dilihat berdasarkan angka pendapatan per kapita. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Indonesia saat ini mencapai Rp75 juta. Angka tersebut setara dengan US$4.919,7. Bank Dunia atau World Bank mengklasifikasikan suatu negara sebagai negara berpendapatan menengah atas kalau memiliki pendapatan per kapita US$4.446 sampai US$13.845.

Meskipun secara nasional pendapatan per kapita Indonesia berada diangka Rp75 juta, namun ada beberapa kota di Indonesia yang memiliki pendapatan per kapita jauh diatas angka tersebut. Salah satunya adalah Kota Kediri. Kediri merupakan kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia saat ini. Kota ini berada di Provinsi Jawa Timur dan merupakan kota terbesar ketiga di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Malang.


Salah satu sudut Kota Kediri
ilustrasi salah satu sudut Kota Kediri (jawapos.com)

Dilansir jawapos.com, Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp541,113 juta. Angka tersebut lebih dari tujuh kali lipat pendapatan per kapita nasional Indonesia. Kalau dikonversi ke mata uang Dolar Amerika menggunakan kurs saat ini, pendapatan per kapita kota kediri setara dengan US$33.733. 

Baca juga : 10 Kota Terkaya di Indonesia, Jakarta Hanya Urutan Ketiga

Tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri sudah setara dengan negara-negara maju. Pendapatan per kapita Kota Kediri sudah penyamai pendapatan per kapita Negara Korea Selatan. Korea Selatan memiliki pendapatan per kapita yang berada diangka US$33.745. Namun pendapatan per kapita Kota Kediri masih dibawah pendapatan per kapita Negara Brunei Darussalam yang berada diangka US$37.826. Lantas apakah yang menyebabkan pendapatan per kapita Kota Kediri cenderung jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia?

Sebelum kita mengulas tentang alasan penyebab tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri, ada baiknya kita sedikit mengulas tentang profil Kota Kediri. Seperti yang kita bahas sebelumnya, Kediri adalah salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Timur. Populasi dari Kota Kediri menurut data PBS tahun 2023 adalah 289.418 jiwa. Kota ini berjarak sekitar 130 km dari Kota Surabaya yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur. 

Secara geografis, Kota Kediri terletak pada 07°45'-07°55 LS dan 111°05'-122°03 BT. Kota Kediri memiliki wilayah yang tidak terlalu luas, yaitu hanya 67,2 km². Secara administratif, Kota Kediri terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Kota, Kecamatan Mojoroto, dan Kecamatan Pesantren. Seluruh wilayah dari Kota Kediri dikelilingi oleh Kabupaten Kediri. Maklum, Kota Kediri sebelumnya merupakan ibu kota dari Kabupaten Kediri sebelumnya menjadi kota otonom seperti sekarang. 

Menjawab pertanyaan sebelumnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri. Kota Kediri memiliki industri pengolahan dan manufaktur yang cukup berkembang. Salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yaitu PT Gudang Garam juga memiliki pabrik di Kota Kediri. Selain sektor manufaktur, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga menggeliat di Kota Kediri. Data dari BPS mencatat bahwa jumlah lapangan usaha sekunder di Kota Kediri mencapai 80% atau yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Tingginya geliat perekonomian di Kota Kediri tidak terlepas dari keberhasilan Kota Kediri dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. 


Kantor unit PT Gudang Garam di Kota Kediri
Kantor unit PT Gudang Garam di Kota Kediri (tribunnews.com)

Sektor lainnya seperti pendidikan sedikit banyak juga memberikan pengaruh terhadap geliat perekonomian Kota Kediri. Meski Kediri merupakan kota yang relatif kecil, namun di sana sudah terdapat beberapa perguruan tinggi swasta dan sejumlah pesantren. Bahkan Kota Kediri dijuluki juga sebagai kota santri karena beberapa pesantren terbaik di Jawa Timur terdapat di kota ini.

Aktivitas perekonomian yang tinggi menjadikan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh Kota Kediri relatif besar. Nilai barang dan jasa inilah yang akan menjadi komponen untuk membentuk Pendapatan Domestik Regional Bruto Kota (PDRB) Kota Kediri. Jadi penyebab tingginya pendapatan per kapita Kota Kediri adalah karena memiliki PDRB yang relatif besar, sementara itu populasi penduduk Kota Kediri relatif kecil.


referensi :

  • https://economy.okezone.com/read/2022/12/23/470/2732911/kenapa-kediri-jadi-kota-terkaya-ini-alasannya?page=1
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Kediri
  • https://radarkediri.jawapos.com/ekonomi/784410012/pertumbuhan-ekonomi-kota-kediri-tahun-2023-turun-dibanding-tahun-sebelumnya
  • https://www.worldbank.org/en/country/korea/overview

Bagikan Postingan Ini:

Profil Lengkap Ibu Kota Nusantara Beserta Letak Geografisnya

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 telah menetapkan Ibu Kota Nusantara atau IKN sebagai ibu kota Negara Indonesia. Melalui undang-undang ini, IKN secara resmi ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan pemerintah pusat serta tempat kedudukan perwakilan negara asing. Sebagai ibu kota baru Indonesia, tentu banyak masyarakat yang masih awam tentang IKN ini. 

IKN adalah sebuah kota yang dibangun dari nol dan merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tercantum pada RPJMN 2020-2024. Pemerintah Indonesia ingin melakukan upaya konkret untuk mewujudkan pemerataaan pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah dengan cara memindahkan ibu kota Negara Indonesia ke luar Pulau Jawa. Atas dasar itulah maka dibangun IKN yang berada di Pulau Kalimantan.

Pemerintah Indonesia tentunya tidak ingin setengah-setengah dalam membangun IKN. Bahkan telah menyiapkan anggaran Rp466 triliun untuk mengembangkan IKN agar bisa menjadi representasi bangsa dan simbol kemajuan Indonesia. Dibutuhkan waktu setidaknya 15 hingga 20 tahun agar IKN dapat dibangun secara keseluruhan. Namun tidak harus menunggu pembangunan IKN selesai sepenuhnya untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke IKN. Para ASN dipindahkan secara bertahap dari Jakarta ke IKN mulai tahun 2024.

Meski pembangunannya belum sepenuhnya selesai, pemerintah Indonesia telah menyiapkan logo untuk IKN. Logo dari IKN berbentuk pohon hayat dengan desain yang cenderung lebih modern dibandingkan logo kota-kota di Indonesia pada umumnya. 

Makna logo IKN

logo pohon hayat, logo yang dipilih untuk IKN
ilustrasi pohon hayat, logo yang dipilih untuk menjadi logo IKN (ibukotakini.com)

Tentunya bukan tanpa alasan desain pohon hayat dipakai untuk menjadi logo IKN. Logo IKN ini merupakan karya dari desainer Aulia Akbar yang dipilih melalui proses sayembara. Ada sekitar 500 desainer yang mengikuti sayembara ini hingga akhirnya desain pohon hayat yang dipilih. Logo pohon hayat ini memiliki makna sebagai lambang sumber kehidupan bagi semua rakyat Indonesia. Logo ini terdiri dari 3 bagian, yaitu akar, batang, dan bunga. 5 akar pada bagian bawah melambangkan 5 sila yang terdapat pada pancasila. Sementara batang yang berjumlah 7 melambangkan gugus pulau besar yang ada di Indonesia. Selanjutnya lingkaran utuh yang terdiri dari 17 bunga pada bagian atas melambangkan kemerdekaan yang abadi sesuai dengan tanggal kemerdekaan Indonesia.

Selain sebagai sumber kehidupan, logo IKN juga menjadi simbol kekayaan hayati Indonesia. Tujuh batang yang tumbuh dari akar layaknya aliran air yang menyimbolkan Indonesia sebagai negara maritim, dimana laut dan alur sungai menjadi penghubung. Semua ini terhubung pada sebuah lingkaran utuh yang kemudian dari lingkaran utuh tersebut tumbuh 17 bunga yang mekar. Inilah yang menjadi simbol kemerdekaan abadi bagi Indonesia.

Konsep Pembangunan IKN

Pemerintah Indonesia merancang IKN khusus sebagai pusat pemerintah saja. Jadi IKN tidak akan dibangun menjadi kota metropolitan seperti Kota Jakarta. Untuk jumlah penduduk di IKN akan dibatasi maksimal hanya 2 juta jiwa. Angka tersebut merupakan proyeksi jumlah penduduk IKN untuk tahun 2045. Dengan dibatasinya populasi penduduk di IKN, kemungkinan Kota Balikpapan yang menjadi penyangga IKN yang akan mendapat imbasnya. Jadi untuk pembangunan besar kemungkinan akan lebih terfokus di Kota Balikpapan.

IKN dikembangkan sebagai kota yang berkonsep green city. Jadi berbagai pembangunan di IKN akan bersifat ramah lingkungan. Contohnya adalah untuk sistem transportasi yang akan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan dan mendukung emisi nol karbon. Konsep green city yang diadopsi IKN juga akan dipadukan dengan konsep kota yang smart, forest, sustainable, dan blue

Untuk mendukung konsep green city, sumber energi yang digunakan di IKN juga memanfaatkan energi terbarukan dan rendah emisi karbon. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan Pembangkit Listrik Tenagara Suraya (PLTS) dengan kapasitas 50 MW untuk mendukung kebutuhan energi IKN. Selain PLTS, sumber energi berbasis gas juga tengah dikembangkan untuk mendukung kebutuhan IKN.

Letak Geografis IKN


Secara geografis, wilayah IKN berada di provinsi Kalimantan Timur. Lebih tepatnya wilayah IKN berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara. 

Menurut UU IKN Pasal 6, berikut adalah letak geografis IKN :
  • Sebelah Utara : 117° 0' 31.292" Bujur Timur dan 0° 38' 44.912" Lintang Selatan
  • Sebelah Selatan : 117° 11' 51.903" Bujur Timur dan 1⁰ 15' 25.360" Lintang Selatan
  • Sebelah Barat : 116° 31' 37.728" Bujur Timur dan 0° 59' 22.510" Lintang Selatan, dan 
  • Sebelah Timur : 117° 18' 28.084" Bujur Timur dan 1° 6' 42.398" Lintang Selatan.

Adapun wilayah  IKN berbatasan dengan daerah-daerah berikut :
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara, Teluk Balikpapan, dan Kota Balikpapan
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara, serta
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Selat Makassar.

Sebagai pusat pemerintahan Indonesia, IKN akan dipimpin oleh seorang Kepala Otorita. Kepala Otorita ini akan ditunjuk langsung oleh presiden Republik Indonesia. 

IKN dikembangkan menjadi beberapa kawasan. Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang akan menjadi lokasi tempat beradanya kantor-kantor pemerintahan memiliki luas 6.596 hektare. Sementara itu untuk kawasan perkotaan IKN akan memiliki luas 56.180 hektare. Selanjutnya terdapat pula Kawasan Pengembangan IKN yang memiliki luas 199.962 hektare. Semua kawasan tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) IKN dengan luas total 256.142 hektare.

Itulah sejumlah informasi seputar profil IKN beserta letak geografisnya. Semoga informasi yang disajikan bermanfaat.


Rujukan :
https://www.kemenkopmk.go.id/pohon-hayat-lambang-sumber-kehidupan-yang-menjadi-logo-ikn#:~:text=Jokowi%20menuturkan%20logo%20tersebut%20melambangkan,Indonesia%20nantinya%2C%22%20ujar%20Jokowi.
https://news.detik.com/berita/d-5908269/letak-ibu-kota-baru-indonesia-bernama-nusantara-ini-detail-lokasinya
https://regional.kontan.co.id/news/ikn-dibangun-dengan-konsep-green-city-ini-penjelasannya
Bagikan Postingan Ini:

Bontang vs Kediri, Perbandingan Dua Kota 'Sultan' di Indonesia

Salah satu indikator yang dapat dijadikan patokan untuk mengukur kesejahteraan suatu kota adalah angka pendapatan per kapita. Beberapa kota di Indonesia memiliki pendapatan per kapita yang jauh diatas rata-rata nasional. Sekedar informasi, pendapatan per kapita nasional Indonesia saat ini sekitar Rp75 juta.

Baca juga : 10 Kota Terkaya di Indonesia

Untuk dua kota teratas di Indonesia dengan pendapatan per kapita tertinggi di pegang oleh kota Bontang dan Kediri. Kedua kota ini sama-sama memiliki pendapatan per kapita yang jauh diatas rata-rata nasional. Bahkan pendapatan per kapita kedua ini setara dengan negara maju.


Bontang dan Kediri adalah dua kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia
ilustrasi kota Bontang dan Kediri (ghanesagroup.co.id | jawapos.com)

Pada artikel kali ini kita akan mencoba membandingkan antara kota Bontang dengan Kediri. Tentunya perbandingannya tidak hanya diukur berdasarkan pendapatan per kapita, namun juga beberapa indikator lainnya. Seperti apa perbandingan diantara kedua kota tersebut? Berikut adalah ulasan tentang perbandingan antara kota Bontang vs Kota Kediri yang dirangkum dari berbagai sumber.


Populasi

Kedua kota ini sama-sama memiliki populasi dibawah 500 ribu jiwa. Kota Bontang tercatat memiliki populasi yang mencapai 178,92 ribu jiwa. Angka tersebut masih cukup jauh dibawah populasi kota Kediri. Populasi kota Kediri tercatat mencapai 293,95 ribu jiwa. Jadi untuk sektor populasi kota Kediri lebih unggul bila dibandingkan dengan kota Bontang. 

Wilayah

Kedua kota ini berada di pulau yang berbeda. Kota Bontang berada di pulau Kalimantan, sedangkan kota Kediri berada di pulau Jawa. Kota Bontang merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Kalimantan Timur. Luas wilayah dari kota Bontang adalah 161,9 km². Sementara itu kota Kediri berada di provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 67,2 km². Jadi dari segi wilayah, kota Bontang lebih unggul dibandingkan kota Kediri. 

PDRB

PDRB merupakan singkatan dari Produk Domestik Regional Bruto. Semakin besar PDRB suatu daerah, semakin besar pula perputaran perekonomian di daerah tersebut. Kota Kediri tercatat memiliki PDRB yang lebih besar dibandingkan kota Bontang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, PDRB kota Kediri berada diangka Rp152,791 triliun. Jauh diatas PDRB kota Bontang yang berada diangka Rp63,110 triliun.

Pendapatan per kapita

Baik kota Bontang ataupun kota Kediri sama-sama menjadi raja di Indonesia kalau urusan pendapatan per kapita. Kedua kota ini memegang status sebagai kota dengan pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia. Namun bila kita bandingkan diantara keduanya, Kediri memiliki pendapatan per kapita yang lebih besar bila dibandingkan dengan Bontang. Kota Kediri memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp527,9 juta. Angka tersebut setara dengan pendapatan per kapita negara Korea Selatan. Sementara itu kota Bontang memiliki pendapatan per kapita yang mencapai Rp344,6 juta. Angka tersebut setara dengan pendapatan per kapita negara Arab Saudi.

Infrastruktur

Bontang dan kediri sama-sama terkenal sebagai kota industri dan jasa. Jadi infrastruktur dikedua kota ini sama-sama difokuskan untuk mendukung kedua sektor tersebut. Kalau dilihat secara keseluruhan, kota Bontang dan Kediri memiliki infrastruktur yang relatif setara. 

APBD

APDB merupakan singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Makin besar APBD suatu daerah tentunya semakin leluasa pula daerah tersebut mengalokasi anggaran untuk kepentingan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kota Bontang tercatat memiliki APDB yang mencapai Rp2,6 triliun berdasarkan tahun anggaran 2024. Sementara itu sampai artikel ini dibuat, masih belum ada informasi seputar APBD kota Kediri untuk tahun anggaran 2024. Namun bila kita lihat berdasarkan tahun 2023, kota Kediri memiliki APDB diangka Rp2,8 triliun. Jadi untuk tahun 2024 kemungkinan tidak akan jauh berbeda dari angka tersebut.


Indeks Pembangunan Manusia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi tolak ukur capaian pembangunan manusia suatu daerah berdasarkan sejumlah komponen dasar kehidupan. Kalau dilihat berdasarkan IPM, kota Bontang lebih unggul bila dibandingkan dengan kota Kediri. Kota Bontang tercatat memiliki nilai IPM yang mencapai 81,56. Sementara itu kota Kediri memiliki nilai IPM yang mencapai 80,44.

Berdasarkan beberapa indikator diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kota Kediri lebih unggul dibandingkan dengan kota Bontang. Namun tujuan kita bukan untuk mencari kota mana yang terbaik diantara keduanya. Kita semua tentu berharap baik kota Bontang ataupun kota Kediri sama-sama menjadi kota yang lebih maju lagi kedepannya. 


Referensi : 
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDEzIzI=/-metode-baru--indeks-pembangunan-manusia.html
https://bontangpost.id/apbd-bontang-2024-ditetapkan-rp-26-triliun/
https://www.bps.go.id/id/publication/2023/06/14/99ca8a81cd97e69dc04a31bc/produk-domestik-regional-bruto-kabupaten-kota-di-indonesia-2018-2022.html
Bagikan Postingan Ini:

Popular Posts

Archives

Pengikut

Recent Posts